Qiu Long tidak mengetahui tentang apa yang baru saja terjadi di Kota Leiyu, ia masih berada di dalam Menara Tujuh Kebajikan sejak ia tiba di Alam Surgawi.
Apa yang terjadi di Kota Shandian selama dua hari ini berjalan normal, semua kegiatan berjalan dengan stabil. Adapun berita tentang kemunculan kembali Qiu Long sudah mulai menyebar, orang-orang yang mengenalnya sangat antusias ketika mendengar berita ini.
Setelah Gerbang Naga dipimpin oleh Wei Long, mereka yang memiliki kekuatan besar bisa dengan mudah bernegosiasi dengan baik kepada Yin Long melalui Wei Long.
Wei Long tidak sekeras Qiu Long, ia masih mengedepankan negosiasi untuk menyatukan para keluarga besar serta untuk menghindari peperangan. Keberadaan keluarga besar sangat dibutuhkan jika terjadi serangan bangsa iblis dan bangsa siluman.
Adapun terkait Paviliun pendosa, tempat tersebut juga sudah disepakati oleh Gerbang Naga untuk tidak mencampuri urusan di dalamnya. Sebagai gantinya, orang-orang dari Klan Mo Gui tidak akan mengganggu warga Kota Shandian.
Di menara Tujuh kebajikan, Qiu Long tengah fokus mengatur strategi untuk menyerang Paviliun pendosa. Serangan yang akan ia lakukan tentunya memiliki efek kekacauan yang luar biasa. Oleh karena itu ia perlu menentukan langkah yang cepat dan tepat.
"Yun Mei, terimakasih atas bantuanmu. Di masa depan aku akan lebih sering mengandalkan dirimu" ujar Qiu Long saat melihat kesibukan Yun Mei.
Yun Mei berhenti sejenak lalu berkata, "Semua ini demi kehidupan yang lebih baik, apa yang kulakukan tidak sebanding atas apa yang tuan lakukan untuk kedamaian Kota ini. Aku yakin suatu saat Tuan akan merajai Alam Surgawi."
"Kau terlalu berlebihan.. Bagaimana dengan yang lainnya, apakah mereka sudah bersiap?" tanya Qiu Long.
"Sudah Tuan, hanya saja mereka sedang melatih teknik berpedang" jawab Yun Mei sambil meletakkan sebuah armor khusus yang biasa digunakan oleh Qiu Long pada saat hendak menjalankan misi.
Saat hari mulai malam Xiao Jian, Yong Rui, Zi Hao dan Wei Sheng sudah bersiap untuk menjalankan misi setelah vakum selama lima tahun.
"Ketua, kami sudah siap" ucap keempatnya dengan semangat.
Qiu Long melihat jika masing-masing rekannya sudah memakai armor di badan mereka, pedang panjang juga sudah menggantung di punggung mereka. Hal ini merupakan perlengkapan standar di Gerbang Naga. Hanya saja, kualitas barang-barang yang digunakan oleh kelompok Qiu Long adalah merupakan prototype terbaik.
"Baiklah, mari kita segera berangkat" ucap Qiu Long dengan serius.
"Baik Ketua" ucap keempat rekannya dengan suara yang kompak.
"Tuan, berhati-hatilah. Paviliun pendosa tidak sesederhana yang terlihat, ada sekelompok Klan Mo Gui yang lolos dari pantauan markas pusat" ucap Yun Mei memberi tahu dengan hati-hati.
"Terimakasih atas informasi yang kau berikan" ucap Qiu Long sesaat sebelum pergi.
Setelah dirasa cukup, mereka berlima menuju halaman belakang lalu menghilang dalam gelapnya malam.
Jarak Menara Tujuh Kebajikan dengan Paviliun pendosa cukup jauh, butuh beberapa tarikan napas untuk tiba dengan cepat.
Sebagai pemimpin, Qiu Long memiliki kekuatan yang paling tinggi. Gerakannya paling cepat dan lincah di antara semuanya.
Setelah beberapa saat bergerak dalam gelap, Qiu Long dan yang lainnya tiba di depan sebuah Paviliun, sesuai namanya ada papan nama yang terletak di sudut kanan pintu masuk.
"Siapa kalian? Apa yang akan kalian lakukan di tempat ini, pergilah!" ucap salah seorang penjaga saat melihat Qiu Long dan yang lainnya.
Qiu Long memandang mereka tanpa bicara, ada fluktuasi Qi aneh yang terdapat pada orang-orang yang baru saja tiba di hadapannya. Qiu Long tidak menyangka jika Paviliun pendosa tidak sesederhana yang ia pikirkan, setelah lima tahun berlalu kekuatan lima keluarga berkembang sangat pesat.
Benar apa yang Yun Mei katakan, sepertinya ada hal aneh yang ditutupi oleh lima keluarga besar. Semula hal ini diperkirakan hanyalah tempat persinggahan orang-orang untuk melakukan kesenangan.
Para penjaga Paviliun pendosa memiliki kekuatan Pendekar Tingkat Puncak, hal ini saja sudah terbilang sangat aneh. Pada umumnya, para penjaga biasanya hanya berada pada ranah Tingkat Pemula. Jika ada yang menggunakan Tingkat Menengah saja itu sangat jarang terjadi.
Ada lima orang penjaga yang menatap Qiu Long dengan serius, ada sedikit keraguan namun mereka tidak membicarakannya.
"Kalian hadapi mereka, aku akan masuk ke dalam untuk memeriksanya" ucap Qiu Long kepada keempat anggota kelompoknya.
"Baik Ketua" sahut mereka berbarengan.
Zrink!
Zrink!
Zrink!
Seketika dengan semangat berapi-api mereka mencabut pedang dari dalam sarungnya. Energi Qi yang membara seketika menyelimuti tubuh mereka dan bersiap menyerang lawan.
"Kalian dari Gerbang Naga tidak bisa menyerang kami" ucap salah seorang penjaga.
Dari atribut yang digunakan, ia yakin jika kelima orang yang baru saja datang berasal dari Gerbang Naga.
"Terima saja nasib kalian, hari ini kalian semua harus mati" ucap Qiu Long dengan aura yang mengerikan.
"Maju" ucapnya memberi perintah kepada anggota kelompoknya.
Kemarahannya sudah tidak dapat ia bendung, kematian dua rekan terbaiknya harus ia balaskan pada setiap orang yang terlibat di dalamnya.
"Trank"
"Trank"
Suara tabrakan benda logam beradu di udara, Xiao Jian dan yang lainnya berhadapan satu sama lain.
Qiu Long dengan cepat bergerak seperti hantu. Dalam sekejap ia sudah berada di depan lawannya.
"Bugh"
Sebuah pukulan keras mendarat di perut lawannya, membuat penjaga tersebut ambruk tanpa bisa melawan.
Qiu Long kemudian melangkah masuk ke dalam meninggalkan kawan-kawannya yang sedang bertarung dengan sengit.
Tampak wajah Wei Sheng tersenyum seringai, lalu ia berteriak.
"Jurus Tebasan Batu"
Energi Qi yang sangat besar terkumpul di ujung pedangnya, dengan satu tebasan ia membunuh lawannya.
"Aaaggh"
Terdengar suara cukup kencang dari penjaga tersebut dan kemudian hilang dalam keheningan. Pada saat itu, tubuhnya sudah terbelah menjadi dua. Efek Jurus Tebasan Batu memang sangat mengerikan.
Setelah Wei Sheng berhasil membunuh lawannya, ia segera bergabung ke pertarungan Yong Rui. Dengan adanya bantuan dari Wei Sheng, keseimbangan pertempuran menjadi rusak. Dengan cepat satu orang lagi penjaga dengan kekuatan Tingkat Puncak tewas terbelah dua.
Di dalam Paviliun pendosa, Qiu Long merasakan energi Qi jahat bangsa iblis begitu kental. Beberapa orang mulai bergerak dan memutari tubuh Qiu Long. Mereka semua berjumlah hampir lima puluh orang. Dengan Tingkat Kekuatan Tingkat Puncak, jelas mereka semua adalah petarung terlatih yang sedang disiapkan oleh Paviliun pendosa.
"Apakah kamu ingin mati? lancang sekali menerobos ke tempat ini" ucap seorang pemuda dengan arogan.
"Mati atau tidaknya sama sekali bukan urusan mu" ucap Qiu Long dengan enteng.
Qiu Long sama sekali tidak menganggap perkataan dari pemuda yang ada di hadapannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Reymundo Hidayat
bunuh
2023-08-11
0
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-08-10
0
Jooooossssss
2023-08-08
0