TOLERANSI

Pranggg….

Pranggg….

Pranggg….

Rosemary membanting semua barang yang ada didalam kamarnya yang bisa dia gapai dengan penuh amarah.

Kebenciannya terhadap Ayumi semakin besar dan kuat setelah kepulangannya dari rumah keluarga Anugerah.

“ Apa bagusnya j****g itu !!!!.....”

“ Kenapa banyak orang mendukungnya !!!....”

“ Bahkan kakek yang selama ini mendukungku malah menyerangku !!!....”

" Begitu juga Baskoro yang tak segan mengancamku !!!...."

“ Achhhh !!!.....”

“ Ini tak bisa dibiarkan !!!....”, teriak Rosemary penuh amarah.

Suara barang pecah kembali terdengar hingga membuat semua penghuni rumah terbangun karena terkejut akibat kebisingan tersebut.

Sementara itu kedua orang tua Vincen yang mendengar suara ribut dari dalam kamar anak dan menantunya itu hanya bisa mengeram marah dan mengumpat dalam hati.

Jika bukan karena keluarga Anugerah mendukungnya mungkin nasib Rosemary tak akan sebagus ini sekarang.

“ Sabar mi….”

“ Jangan gegabah….”, ucap Gunawan menahan lengan sang istri agar tak keluar dari dalam kamar.

“ Sampai kapan aku bisa mentoleransi perilaku buruknya pi ?….”, ucap Melda dengan wajah sendu.

“ Setidaknya kali ini biarkan Vincen menyelesaikan masalahnya sendiri…”

“ Kita tidak perlu campur tangan….”, ucap Gunawan berusaha bersikap bijaksana.

“ Vincen juga sekarang jarang pulang kerumah karena sikap istrinya itu…”

“ Lalu, bagaimana masalah ini bisa usai…”, ucap Melda tak senang.

Meski apa yang diucapkan istrinya itu benar adanya, tapi sebisa mungkin Gunawan membujuk sang istri agar tak semakin memperkeruh keadaan.

Siapapun tahu bagaimana sikap dan pembalasan apa yang akan keluarga Anugerah berikan jika salah satu anggota keluarganya mereka sentuh.

Dan Gunawan bukanlah orang bodoh, dia tak mungkin mempertaruhkan keluarganya untuk dihancurkan oleh keluarga Anugerah karena berani menyentuh Rosemary.

Gunawan sangat menyayangkan sikap sang putra yang pengecut tersebut. Seharusnya Vincen cepat menyelesaikan permasalahan rumah tangganya dengan baik, bukan malah menghindar seperti ini.

Menghindar bukan menyelesaikan permasalahan, justru malah akan memperparah permasalahan yang ada dan menjadi semakin rumit.

Melda pun pada akhirnya kembali berbaring diatas tempat tidur dengan wajah ditekuk. Seandainya saja Rosemary  bukan berasal dari keluarga Anugerah, mungkin dia sudah memberi pelajaran kepada menantunya itu saat ini juga.

Tapi apalah daya, ucapan suaminya membuatnya berpikir ulang untuk bisa menyentuh menantunya itu sebebas dia menegur dan memberi pelajaran terhadap menantunya terdahulu.

“ Hufttt….”

“ Jika aku tidak ingat dia cukup banyak membantu Vincen diperusahaan mungkin aku tak akan membiarkan dia bertindak semaunya seperti ini….”, batin Melda dongkol.

Pada akhiranya, mami Vincen itupun masuk kedalam alam mimpi sambil menggerutu dalam hati karena tak bisa bebas meluapkan amarahnya.

Tut tut tut tuttttt….

“ Brengsek kau Vincen !!!....”, Rosemary berteriak sambil membanting ponsel yang ada ditangannya karena sang suami tak bisa dia hubungi.

Sementara itu disebuah apartemen mewah terlihat seorang lelaki dengan wajah dan penampilan kusut sedang asyik minum seorang diri.

Entah sudah berapa banyak botol minuman keras yang dia teguk malam ini untuk meredakan kegundahan hatinya.

“ Ayumi….”

“ Kenapa kamu terus menghindariku….”

“ Tak bisakah kamu memberiku kesempatan untuk bisa dekat denganmu….”, ucap Vincen meracau.

Bayangan wajah cantik dan tubuh sexy Ayumi terus menari didalam benak Vincen membuat lelaki tersebut semakin gila dibuatnya.

Dia meracau terus sepanjang malam sambil memanggil – manggil nama Ayumi dalam kondisi dibawah pengaruh alkohol hingga kesadarannya benar – benar hilang dan diapun tertidur dilantai ruang tamu dalam kondisi mengenaskan.

Sementara itu dilain tempat tampak seorang wanita cantik sedang menundukkan wajahnya cukup dalam dihadapan seorang lelaki yang menatapnya sangat tajam.

Aura dingin yang dikeluarkan oleh lelaki tersebut terasa menusuk tulang hingga membuat tubuh terasa ngilu tanpa sebab.

“ Sial !!!....”

“ Dia benar – benar marah…”

“ Apa yang harus aku lakukan ?....”

“ Apa aku perlu merayunya agar tak lagi marah kepadaku ?...”

“ Ya…mungkin itu cara terbaik…”

“ Tapi, bagaimana jika dia semakin marah setelah aku rayu ?....”, Ayumi terlihat berperang dalam hatinya sambil menunduk ketakutan dihadapan Raphael.

Raphael terlihat sangat murka begitu mengetahui jika Ayumi memperagakan pakaian musim panas rancangan Lawrence malam ini.

Semua orang sangat tahu bagaimana model pakaian yang dihasilkan desainer ternama tanah air tersebut yang seringkali nyeleneh atau lebih tepatnya kontroversial.

Dan yang membuat Raphael sangat marah adalah pakaian yang dikenakan oleh Ayumi dalam fashion show tersebut terbuka dan sexy dimana paha dan sebagian dadanya terekspos sempurna.

“ Pembelaan apa yang ingin kamu ucapkan…..”, ucap Raphael dengan nada datar dan dingin.

Ayumi menelan ludah beberapakali meski terasa sangat sulit. Dengan tubuh gemetar, dia memberanikan diri untuk berjalan mendekat kearah Raphael sambil tersenyum lembut.

“ Apa yang ingin dia lakukan ?....”, batin Raphael penasaran waktu melihat Ayumi berjalan menuju kearahnya.

Setelah menarik nafas dalam beberapa kali, Ayumi pun mendaratkan pantatnya dipangkuan Raphael sambil kedua tangannya bergelayut manja dileher lelaki tersebut.

Deg….

Jantung Raphael sempat berhenti sejenak karena sangat terkejut akan tindakan berani Ayumi yang tak pernah dia prediksi itu.

“ Apa yang ingin kamu lakukan ?....”, ucap Raphael sambil menatap Ayumi tajam.

Meski detak jantungnya berdebar tak karuan, tapi Raphael berusaha menutupi kegugupannya itu dengan wajah datar dan dingin andalannya.

Mendapat pelatotan tajam seperti itu dari Raphael, Ayumi sedikit kesulitan untuk menelan ludahnya karena takut.

Tapi karena sudah kepalang basah diapun tetap melanjutkan aksi nekatnya itu dengan mulai mengusap rahang kokoh Raphael dengan lembut.

“ Maaf…”

“ Bukannya aku melanggar perintahmu….”

“ Hanya saja, peluang bagus tersebut tak bisa aku lepas begitu saja….”, ucap Ayumi merajuk manja.

Melihat wajah Ayumi yang sangat mengemaskan jika berekspresi seperti itu membuat Raphael hampir saja kehilangan kendali.

Apalagi jarak wajah keduanya sangat dekat hingga hembusan nafas Ayumi terasa hangat diwajah Raphael yang saat ini sudah mulai memerah menahan hasrat kelaki – lakiannya yang mulai timbul.

“ Lagipulan, aku langsung bergegas pulang begitu MC menutup acara tanpa menunggu pesta penutupan digelar….”, ucap Ayumi sambil jemari lentiknya menari lembut menyusuri wajah Raphael yang sempurna bak dewa yunani tersebut tanpa Ayumi sadari jika tindakannya itu telah membangkitkan sesuatu dibawah tubuh lelaki itu yang sudah sangat lama tertidur.

“ Shittt…..”, umpat Raphael dalam hati waktu merasa jika celananya semakin sempit karena anacondanya sudah terbangun dari tidur panjangnya.

Ayumi menggerakkan tubuhnya dengan gelisah waktu dia menyadari ada sesuatu yang menganjal dipantatnya.

Sebagai wanita yang pernah menikah tentunya Ayumi sangat paham situasi berbahaya apa yang sedang mengintainya akibat perbuatan nekatnya tersebut.

“ Ayumi….”

“ Jangan banyak bergerak jika tak ingin anacondaku menerkammu saat ini juga….”, ucap Raphael penuh penekanan.

Melihat Ayumi terdiam membeku, Raphael hanya bisa mengeram sambil menutup kedua matanya berusaha untuk menurunkan hasratnya yang sudah sangat tinggi tersebut.

“ Gawat….”

“ Aku sudah membangunkan sesuatu yang tak seharusnya aku ganggu….”, batin Ayumi resah.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

tanggung jawab tu ayumi....wk..wk...wk...

2024-04-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!