Meski wajahnya jelek namun Ayumi sama sekali tak menyangka jika setelah mengalami kecelakaan yang hampir merengut nyawanya wajahnya menjadi hancur seperti ini dan membuatnya terlihat seperti seorang monster.
Tentu saja hal ini membuat Ayumi menjadi depresi apalagi suami dan kedua mertuanya tidak bisa dia hubungi sedangkan untuk kembali ke kota tempat tinggalnya dia tak memiliki sepeserpun uang untuk pulang.
Ayumi yang tak memiliki uang karena semua barang berharga miliknya terbakar bersama mobil yang dikendarainya hanya bisa pasrah menerima nasibnya saat ini.
Untung saja ada orang baik yang membayar biaya perawatannya sehingga dia bisa meninggalkan rumah sakit dengan mudah dan tenang.
Namun, karena mukanya yang rusak akibat kecelakaan banyak orang yang menghindar ketika berpapasan dengannya.
Bahkan tak jarang banyak orang yang menatapnya jijik serta mencemoh dirinya karena berpenampilan lusuh dan berwajah hancur penuh dengan luka.
Meski dulu dia sering mendapatkan ejekan karena wajahnya yang jelek, tapi berbekal make up yang menutupinya serta pakaian mahal yang dia kenakan orang masih ada respek dengannya.
Tapi sekarang, kondisi Ayumi benar – benar sangat mengenaskan. Berada dikota kecil sendirian tanpa memiliki uang sepeserpun ditambah dengan wajahnya yang hancur membuatnya menjadi orang yang mengerikan sekaligus menyedihkan.
Ayumi yang tak bisa menghubungi suami dan mertuanya terpaksa harus bermalam di sebuah bangku kosong yang ada ditaman sambil menahan rasa lapar yang mendera.
Berselimut kardus bekas yang ditemukannya ditempat sampah, Ayumi membaringkan tubuhnya yang masih lemah diatas sebuah bangku kayu usang yang ada ditaman.
Dalam tidurnya Ayumi mengalami mimpi buruk dimana dia dihina dan disiksa oleh keluarga suaminya yang selama ini masih bisa tahan mengingat betapa besarnya rasa cinta Ayumi terhadap Vincen sang suami.
Tapi sekarang, setelah pengkhianatan sang suami rasa sakit yang selama lima tahun ini mampu dia tahan sekuat tenaga pada akhirnya mulia terasa.
Luka lama yang sengaja dia tutup rapat – rapat tanpa pernah diobati tersebut mulai terbuka lebar sehingga menimbulkan rasa sakit yang teramat dalam.
Hosh…hosh…hosh….
Ayumi terbangun sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sesak pada saat dia kembali mengingat mimpi buruk serta kejadian yang selama ini dia alami.
Udara dingin yang menusuk tulang nyatanya tak mampu dihalau oleh selembar kardus bekas yang dia gunakan untuk selimut malam ini membuat Ayumi terpaksa duduk dengan kedua kaki ditekuk dan dirapatkan didadanya.
Ayumi memeluk tubuhnya yang mulai menggigil berharap bisa mendapatkan sedikit kehangatan untuk tubuhnya sendiri.
Sayup – sayup Ayumi mendengar ada suara langkah kaki orang yang diseret membuatnya semakin dalam memasukkan kepalanya diantara kedua kakinya yang ditekuk kedada.
Tubuh Ayumi terlihat bergetar hebat waktu sosok besar dengan langkah kaki terseret semakin mendekat kearah tempatnya bersembunyi saat ini.
Brukkk….
Lelaki dengan berlumuran darah jatuh kedalam pangkuan Ayumi membuat wanita tersebut langsung terbelalak.
“ Darah ?....”, batin Ayumi terkejut waktu mendapati kedua tangan yang menyentuh tubuh lelaki tersebut berwarna merah dan berbau anyir.
Melihat ada beberapa orang yang datang mendekat, Ayumi yang sudah memprediksi jika orang – orang tersebut hendak mencari lelaki yang sekarang pingsan dipangkuannya itu segera menarik kaki lelaki asing itu dan menyembunyikan tubuhnya bersama dirinya didalam semak.
“ Kemana dia pergi ?....”, tanya salah satu orang yang mengejar lelaki yang pingsan dalam dekapan Ayumi sambil menatap sekeliling dengan awas.
“ Cari sampai dapat jangan sampai lolos….”, ucap temannya menimpali.
Meski Ayumi tak mengenal siapa lelaki asing yang terluka tersebut, tapi hati kecilnya sangat yakin jika lelaki tersebut adalah korban dari orang – orang jahat yang mengejarnya sambil memegang pistol ditangan mereka.
Ayumi terlihat menahan nafas waktu salah satu orang berjalan mendekat kearah semak – semak tempatnya bersembunyi dan mengulurkan satu tangannya untuk memeriksa.
“ Sepertinya dia lari kesana…ayo kita kejar….”, ucapan salah satu orang membuat lelaki yang ingin memeriksa semak terpaksa menarik tangannya dan langsung berjalan cepat mengikuti kemana arah temannya melangkah.
“ Hufttt….hampir saja….”, batin Ayumi lega.
Ayumi mengusap dadanya beberapa kali sambil menghembuskan nafas secara berlahan waktu sekelompok orang tersebut sudah pergi menjauh dan langkah kaki mereka tak terdengar lagi.
Dalam pencahayaan taman yang minim Ayumi berusaha untuk membalut luka yang ada di tubuh lelaki asing yang ada dalam dekapannya dengan sobekan kain dari pakaian yang dikenakannya.
“ Kuharap dengan ini darahnya bisa berhenti mengalir….”, ucap Ayumi cemas.
Setelah membalut beberapa luka yang ada di lengan dan kaki lelaki asing tersebut, luka di perutlah yang terlihat lebih mengkhawatirkan karena ada luka sayatan yang cukup dalam dan lebar.
Beberapa kali Ayumi menyeka keringat yang ada dikeningnya dengan pungung tangan sambil dia berusaha untuk menutup luka sayatan di perut lelaki asing tersebut agar darah tidak terus mengalir keluar.
Udara malam yang dingin tidak berlaku lagi bagi Ayumi. Meski dia tak menguasai teknik pengobatan tapi setidaknya pertolongan pertama yang dia lakukan ini bisa menyelamatkan nyawa lelaki asing tersebut sebelum dia bawa ke rumah sakit esok hari.
Jujur saja, tubuh Ayumi yang munggil dan kurus tak memungkinkan bagi dirinya untuk membawa pergi lelaki asing yang berbadan tegap dan besar tersebut kerumah sakit sendirian.
Jadi dia menunggu hingga esok hari untuk memanggil seseorang yang bisa membantu membawa lelaki asing tersebut kerumah sakit.
Karena luka yang lelaki itu derita cukup banyak dan dalam, lelaki tersebut mengalami demam tinggi hingga membuat Ayumi sedikit panik.
Berbekal botol air mineral yang dia temukan ditong sampah, Ayumi mengambil air dan mulai mengompres lelaki asing tersebut agar demamnya reda.
“ Kuharap malam ini dia bisa melewati semuanya karena hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menolngnya…. ”, guman Ayumi sedih.
Sesekali Ayumi membolak balikkan sepotong kain celana panjangnya yang telah dia sobek untuk dijadikan kain buat mengompres kening lelaki asing tersebut sambil memastikan kain tersebut tetap basah.
Begitu kain sudah mengering, Ayumi kembali menuang air dalam botol dan kembali meletakkannya kembali dikening lelaki tersebut dengan penuh kesabaran sambil sesekali dia membersihkan darah yang merembes keluar dari luka yang ada diperut.
Menjelang pagi, Ayumi yang sedang menunggu orang lewat tiba – tiba dikejutkan oleh kedatangan dua orang lelaki menggunakan pakaian hitam – hitam yang mendatanginya dan menatapnya tajam.
Ayumi yang bahunya ditepuk spontan menengadahkan wajahnya keatas menatap kedua lelaki asing yang segera menunjukkan sebuah foto seorang lelaki kepadanya.
“ Apakah anda pernah melihat orang ini ?....”, tanya lelaki tersebut datar sambil menunjukkan foto lelaki yang ada diponselnya.
“ Lelaki ini….”, batin Ayumi tertegun waktu menyadari jika lelaki yang ada dalam foto sama dengan lelaki yang semalam dia selamatkan dari kejaran sekelompok orang.
Belum juga Ayumi menjawab, lelaki yang semalam dia selamatkan dan rawat tiba – tiba saja berdiri dibelakangnya sambil meringis menahan nyeri.
“ Tuan muda….”, ucap keduanya serentak.
Kedua lelaki tegap memakai jas hitam tersebut langsung membantu majikannya berjalan dan segera membawanya menuju mobil yang terparkir tak jauh dari taman untuk dibawa kerumah sakit meninggalkan Ayumi yang masih terdiam membeku ditempatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
YuWie
maksude piye kok meh menghubungi suami dan mertua...bukannya tau ya yg mencelakai adl suami...hmmmmm
2023-12-01
3