Udara siang yang cukup panas hari ini membuat banyak orang memilih untuk berdiam diri didalam ruangan dan enggan untuk keluar, begitu juga yang dilakukan oleh Ayumi saat ini.
Setelah hampir satu bulan lamanya Ayumi bekerja lembur, bahkan kadang tak pulang demi mengejar target pemotretan ataupun syuting iklan dibeberapa tempat sekaligus, maka begitu mendapatkan hari libur seperti sekarang hal tersebut dia manfaatkan dengan sebaik – baiknya.
“ Akhirnya, aku bisa merasakan hari libur juga….”
“ Saat ini aku hanya ingin rebahan tanpa melakukan apapun….”, guman Ayumi bermonolog.
Dihari liburnya ini, Ayumi hanya berbaring seharian diatas ranjang sambil menonton film kesukaannya tanpa melakukan apapun.
Bahkan dia juga telah melewatkan sarapan pagi dan tak pergi kekamar mandi hanya karena malas beranjak dari atas ranjang.
“ Ahhh…bermalas – malasan seperti ini rasanya cukup menyenangkan…..”, ucap Ayumi penuh kebahagiaan.
Meski hanya melakukan pemotretan dan syuting iklan, Ayumi sama sekali tak menyangka jika hal tersebut cukup menguras energinya.
Sehingga dihari libur yang Ayumi dapatkan seperti hsri ini, dia isi dengan mengistirahatkan penuh badannya dengan tak melakukan apapun dan hanya berguling – guling diatas ranjang sambil melihat film seperti sekarang.
Saat Ayumi sedang asyik – asyiknya menonton film tiba – tiba Riska sang manajer masuk kedalam kamar sambil menyeka peluh yang ada didahinya dan menghampirinya dengan tatapan tajam.
“ Hey….”
“ Kenapa mukamu kusut seperti itu ?....”, tanya Ayumi sambil mentautkan kedua alisnya heran.
“ Menurutmu !!!....”, ucap Riska sinis.
Ayumi yang tak mengerti arah pembicaraan Riska hanya menatap manajernya itu sekilas dan kembali fokus pada layar ipad yang ada dihadapannya.
“ Apa saja yang kamu lakukan sejak tadi…”
" Kenapa ponselmu nggak bisa dihubungi....", Riska bertanya dengan nada sedikit geram.
“ Seperti yang kamu lihat sekarang….
“ Aku sedang menonton film….”
“ Dan untuk ponsel…”
“ Masih aku cas….”
“ Semalam lupa jadi batrainya habis….”, ucap Ayumi acuh.
Melihat Ayumi kembali fokus pada layar ipad yang ada dihadapannya tanpa sedikitpun rasa bersalah membuat Riska semakin gemas dibuatnya.
“ Ayumi !!!.....”, geramnya dengan suara tertahan.
Ayumi yang melihat Riska tiba – tiba marah hanya bisa menatap manajernya itu dengan wajah binggung
“ Apa ?....”, tanya Ayumi dengan wajah polosnya.
Melihat Ayumi menatapnya dengan polos tanpa dosa membuat Riska hanya bisa berdecih sebal dalam hati karena dia tidak akan bisa marah jika wanita cantik yang ada dihadapannya itu sudah memasang wajah mengemaskan seperti itu.
“ Ada tawaran untuk ikut fashion show besok….”
“ Produk Lawrence….”
“ Apa kamu mau ?...”, ucap Riska penuh semangat sambil menyodorkan ponselnya yang berisi penawaran kepada Ayumi.
Melihat Ayumi hanya melirik ponsel yang dia ulurkan tanpa minat membuat Riska langsung mengambil ipad yang ada ditangan Ayumi dengan wajah geram.
Ayumi hanya bisa menghela nafas panjang dengan tingkah laku managernya itu dan dengan wajah tanpa dosa dia kembali merebut ipad miliknya dan melanjutkan apa yang tadi dia tonton.
Melihat manajernya terus menatapnya tajam hingga kedua bola matanya sudah hampir keluar, Ayumi yang tak tega pada akhirnya mulai bersuara.
“ Bukankan aku sudah memberikan kamu kewenangan untuk memutuskan job apa yang harus aku ambil…”
“ Jika menurutmu acara tersebut bagus dan bisa mendongkrak karirku, kenapa tidak….”, ucap Ayumi santai.
Jika hanya itu masalahnya mungkin Riska tak segelisah ini. Masalahnya pakaian yang akan diperagakan oleh Ayumi nantinya sedikit terbuka dan sexy.
Dan Raphael selaku orang yang mempekerjakannya sudah memberinya perintah agar tak memberikan Ayumi job yang menggunakan pakaian terbuka dan sexy jika tak ingin langsung dipecat.
Setelah mendengarkan cerita Riska, Ayumi hanya bisa memutar bola matanya dengan malas waktu menyadari keposesifan Raphael yang akhir – akhir ini semakin bertambah besar.
“ Jadi hanya itu masalahnya….”, ucap Ayumi santai.
Melihat Ayumi menanggapi keluhannya dengan santai, Riska hanya bisa membelalakkan kedua matanya dengan wajah terkejut.
“ Kenapa kamu bisa sesantai itu….”
“ Pak Raphael akan sangat marah jika sampai tahu aku memberikan job ini padamu….”
“ Dia bahkan bisa langsung memecatku….”
“ Tapi jika tidak diambil, sangat disayangkan karena ini peluang bagus untuk peningkatan karirmu…..”, ucap Riska gelisah.
Lagi – lagi Ayumi hanya bisa menghela nafas panjang melihat kekhawatiran diwajah Riska waktu mengingat ancaman Raphael kepadanya.
“ Jika hanya itu permasalahannya, aku sendiri nanti yang akan menjelaskan kepada Raphael….”
“ Tenang saja….”
“ Dia tak akan memecatmu jika aku tak mengijinkan…..”, ucap Ayumi tenang.
Mendengar apa yang Ayumi ucapkan, Riska sedikit tenang karena dia sangat yakin jika Ayumi yang menjelaskan mungkin Raphael mau mengerti.
Sementara itu disebuah rumah mewah terlihat seorang wanita sedang merayu suaminya agar ikut dalam acara yang akan dihadirinya besok malam.
" Ayolah sayang....”
“ Sekali ini saja…..
“ Disana nanti banyak wartawan dan tamu - tamu penting hadir….”
“ Jika hanya aku sendirian, bagaimana nanti pandangan orang…..”
“ Mereka pasti akan mengosipkan kita nantinya….", ucap Rosemary mengiba.
Setelah pertengkarannya dengan sang suami beberapa waktu yang lalu dikantor Vincen, hubungan keduanya semakin dingin.
Bahkan suaminya itu lebih sering memilih tidur dikantor daripada pulang kerumah dengan alasan lelah bertengkar dengan sang istri.
Rosemary yang karirnya perlahan mulai turun pada akhirnya harus menghilangkan egonya sejenak dan merendah dihadapan sang suami sebelum gossip miring mengenai pernikahannya semakin memanas.
Maka dari itu, malam ini begitu Vincen pulang kerumah Rosemary pun berusaha untuk merayunya agar mau pergi bersamanya menghadiri acara fashion show yang digelar oleh salah satu desainer ternama tanah air, Lawrence agar gossip miring mengenai pernikahannya bisa segera hilang.
" Ngapain takut sama gosip….”
“Sebentar juga bakalan ilang…", ucap Vincen cuek dan sibuk memainkan ponsel yang ditangannya.
" Tapi sayang...”
“ Acara ini cukup bagus lho….”
“ Ditambah lagi disana juga hadir para petinggi penting berbagai perusahaan besar..."
“ Siapa tahu kamu bisa menjalin kerja sama dengan mereka melalui acara ini….”, ucap Rosemary berusaha untuk mempengaruhi suaminya.
Mengingat jika perusahaannya membutuhkan suntikan dana segar dalam waktu dekat, Vincen melihat beberapa nama besar dalam undangan yang tergeletak diatas nakas samping tempat duduknya membuatnya berubah pikiran.
" Baiklah...”
“ Tapi aku nggak bisa lama - lama disana…. ", ucap Vincen mengalah.
Mendengar ucapan Vincen, dalam hati Rosemary bertepuk tangan kegirangan dengan keputusan suaminya itu.
Dengan penuh semangat, Rosemary mulai mempersiapkan baju yang akan dipakai olehnya dan sang suami diacara esok hari.
" Kupastikan kali ini mulut kalian akan tertutup rapat saat melihatku...", batin Rosemary geram.
Selama ini Rosemary mendapatkan julukan sebagi istri yang terbuang. Hal tersebut dikarenakan setiap acara yang dihadirinya, Vincen hampir tidak pernah menemaninya karena sibuk dengan urusan perusahaan.
Mereka hanya akan hadir bersama jika ada acara resmi yang mengharuskan keduanya untuk hadir dan itupun bisa dihitung dengan jari.
Selebihnya Vincen lebih memilih untuk datang seorang diri tanpa mengajak sang istri karena kehadiran Rosemary dianggap malah bisa menghilangkan fokusnya untuk menjalin relasi dengan klien.
Begitu juga jika Rosemary ada acara, Vincen selalu punya seribu alasan untuk tidak datang menemani istrinya.
Dan sekarang, begitu Vincen mengiyakan ajakannya Rosemary segera mempersiapkan segalanya agar tidak ada kesalahan yang bisa memancing amarah sang suami.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
YuWie
jare cinta..jek setahun nikah wis mlipir2
2023-12-01
1