Udara pagi yang lebih dingin dari biasanya membuat banyak orang enggan keluar rumah dan lebih memilih untuk bergulung dengan selimut tebal diperaduannya.
Namun hal tersebut tak berlaku bagi Ayumi yang saat ini sudah bermandikan keringat setelah dua puluh kali memutari taman yang ada didepan apartemen miliknya sebagai rutinitas hariannya.
Meski tubuh Ayumi sudah bagus sejak awal tapi dia tetap harus menjaga kesehatannya dengan rutin berolah raga.
Selain untuk menjaga kebugaran dengan berolah raga, lari pagi juga bisa membuat pikirannya lebih fress dan tenang.
Inilah hal rutin yang sudah dia jalani selama setahun terakhir pasca penyembuhan dari luka hati yang membuatnya terpuruk dengan menerapkan pola hidup sehat agar pikiran tetap positif.
Sugesti positif yang ditanamkan psikolog dalam dirinya selama menjalani perawatan. Dan lari pagi ditaman dijadikan Ayumi sebagai pilihan daripada pergi ke pusat kebugaran yang baginya lebih segar dan membuat mata lebih fresh karena melihat banyak tumbuhan hijau.
Udara pagi yang masih segar belum terkontaminasi polusi juga menjadi alasan Ayumi untuk melakukan olah raga tersebut sebelum matahari terbit terlalu tinggi.
Setelah mengambil beberapa gambar dirinya dan menuliskan caption yang bernada semangat, Ayumi pun memasukkan ponsel kedalam tas pinggangnya dan meneruskan jogingnya.
Tanpa dia sadari ada sepasang mata menatap tajam kearahanya. Tatapan mata tersebut selain tajam juga terdapat aura kerinduan yang sangat kuat.
“ Wanita itu ?....”
“ Apakah dia tinggal di ssekitar sini ?....”, guman Baskoro pelan.
Baskoro yang baru saja tiba di taman dan ingin mulai lari pagi terpaksa menghentikan aktivitasnya begitu dia melihat sesosok wanita cantik yang beberapa waktu ini menganggu pikirannya.
Dengan cepat dia pun berusaha untuk mengejar sosok yang telah membuat detak jantungnya tak karuan setiap kali membayangkan sosoknya.
Cukup lama Baskoro mengelilingi taman yang berada di tengah - tengah kompleks apartemen mewah tersebut yang tak terlalu besar beberapa kali.
Namun, lagi – lagi Baskoro terlambat dan kehilangan jejak waktu kembali berusaha untuk mengejar wanita muda yang sejak melihatnya dibandara beberapa waktu yang lalu selalu memenuhi pikirannya.
“ Sial, aku kehilangan jejaknya lagi !!!....”, umpatnya dalam hati.
Baskoro sudah menyuruh anak buahnya untuk mendapatkan informasi mengenai wanita muda yang menganggu pikirannya itu.
Tapi informasi yang dia dapatkan pun tak mendetail dan hanya mendapatkan informasi mengenai permukaannya saja.
Selain hal umum, Baskoro sama sekali tak mendapatkan informasi apapun seolah memang ada seseorang yang sengaja membuat data mengenai Ayumi dihapus atau dihilangkan.
“ Siapa sebenarnya wanita itu ?....”
“ Kenapa dia begitu misterius seperti itu….”, guman Baskoro sambil melangkahkan kakinya menuju unit apartemen miliknya dengan langkah gontai.
Pikiran Baskoro terus berkecamuk mengenai sosok wanita yang sejak entah sejak kapan mulai menjadi penghuni hatinya.
" Apakah dia juga tinggal di komplek apartemen ini ?....", batin Baskoro menebak.
Sepengetahuannya, hanya penghuni apartemen mewah ini lah yang biasanya berolahraga atau menghabiskan aktivitas mereka ditaman tersebut mengingat jika lokasi taman juga jauh dari pemukiman warga.
Melihat peluang yang ada, Baskoro pun segera memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa apakah benar wanita muda yang sedang dicarinya tersebut tinggal di kompleks apartemen mewah yang sama dengan dirinya.
Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Baskoropun segera mengambil makanan yang dia beli secara online di pos security terlebih dahulu sebelum dia naik kedalam lift.
Begitu Baskoro masuk kedalam unitnya, selang dua menit Ayumi keluar dari unit yang ada didepan unit apartemen milik lelaki tersebut.
Tanpa Baskoro sadari sebenarnya dia sudah sangat dekat dengan Ayumi namun sayangnya lelaki tersebut tak mengetahuinya.
Ayumi yang turun ke parkiran dengan menggunakan celana kasual berwarna coklat susu dan blouse berkerah lengan pendek berwarna putih terlihat sangat cantik dan segar.
Rambut hitam panjangnya yang diikat satu keatas membuat penampilannya seperti gadis remaja yang baru saja puber, sangat segar dan bersinar.
“ Pagi pak….”, sapa Ayumi ramah begitu dia melewati pos security.
Security yang berada di lantai baseman dekat perkiran hanya bisa menelan ludah beberapa kali sebelum pada akhirnya dia membalas sapaan Ayumi.
“ Pagi nona….”
“ Selamat beraktivitas…..”, ucap security tersebut sedikit gugup.
Security yang merasa cukup beruntung karena bisa disapa seorang wanita cantik tersebut terus menyunggingkan senyum manis diwajahnya hingga mobil yang Ayumi kendarai menghilang dibalik tikungan baseman.
“ Sudahlah….”
“ Wanita cantik dan kaya seperti itu tak bisa kita dapatkan….”, ucap temannya mengingatkan.
“ Yang namanya jodoh itu tak bisa ditebak. Siapa tahu dia jodohku…”, ucapnya membantah.
Temannya hanya bisa geleng – geleng kepala menanggapi kehaluan temannya tersebut yang masih belum bisa sadar jika keingginannya tersebut mustahil untuk didapatkan.
Setelah berkendara sekitar empat puluh menit, Ayumi pada akhirnya sampai juga dilokasi butik milik sahabat Andreas tersebut berada.
“ Tasya Wear….”, guman Ayumi pelan.
Begitu melangkah masuk, Ayumi langsung disambut oleh salah satu pegawai butik yang langsung membawanya kelantai dua untuk melakukan pemotretan.
Begitu pegawai tersebut menunjuk seorang wanita berusia tiga puluh tahunan memakai dress biru laut dengan beberapa garis sebagia aksennya sedang berbincang dengan seorang lelaki yang Ayumi yakini sebagai sang fotografer melihat kamera besar yang dipegangnya, Ayumi pun berjalan mendekat.
Menyadari ada seseorang yang berjalan mendekatinya, wanita tersebut mengembangkan senyum lebar diwajah cantiknya sambil mengulurkan tangan.
" Ayumi ya......"
" Selamat datang...."
“ Kenalkan, aku Feronica Tasya….”, sang pemilik butik memperkenalkan diri dengan ramah.
“ Senang bertemu dengan kakak...."
" Aku Ayumi Syalendra….”, balas Ayumi dengan senyuman lebar.
“ Wah...."
" Ternyata wajah aslinya lebih cantik daripada yang ada difoto ya….”, ucap Tasya memuji.
“ Anda juga terlihat sangat cantik kak...", Ayumi mengantung ucapannya sejenak sambil menatap ramah lawan bicara yang ada dihadapannya itu sedikit ragu.
“ Panggil Tasya saja….”, ucapnya ramah.
“ Kak Tasya….”, ucap Ayumi sambil tersenyum manis.
Setelah sedikit basa - basi, Ayumi pun langsung bertanya “ Apa sudah bisa kita mulai kak pemotretannya ?…”
*" *Baik, ikut aku….”, Tasya pun langsung mengandeng tangan Ayumi memasuki sebuah ruangan untuk dirias dan berganti pakaian.
Wajah Ayumi yang sudah sempurna membuat dia tak memerlukan waktu lama untuk merias wajah dan langsung berganti menggunakan pakaian yang akan dia gunakan untuk pemotretan hari ini.
Cekrekkk….
Cekrekkk….
Cekrekkk….
" Bagus, seperti itu...."
" Tahan...."
" Miringkan wajahmu sedikit...."
" Yak bagus, pertahankan....", itulah rangkaian teriakan yang dilontarkan sang fotografer selama proses pemotretan berlangsung.
Tak terasa sudah satu jam lamanya Ayumi melakukan fotoshoot dengan berbagai macam pose dan model pakaian yang berbeda – beda.
Ayumi yang dulunya bercita – cita ingin menjadi model, namun karena dia harus fokus kepada perusahaan yang dibangun sang papa terpaksa niat tersebut dia urungkan sehingga waktu pemotretan hari ini dia sama sekali tak mengalami kesulitan apapun.
“ Baik, cukup bagus….”, ucap sang fotografer puas.
Prokkk....prokk...prokkkk....
Semua kru langsung bertepuk tyangan serentak begitu sesi pemotretan hari ini telah berakhir dengan lancar.
Setelah selesai berganti pakaian Ayumi pun segera berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada semua kru yang bertugas hari ini terutama Tasya yang telah memberinya kesempatan untuk menunjukkan potensinya.
Semua kru langsung membereskan semua peralatan yang tadi digunakan dalam kegiatan pemotretan hari ini sementara Tasya dan sang fotografer sibuk melihat hasil jepretan yang ada.
Setelah memilih beberapa foto yang dianggap bagus, Tasya pun segera mengistruksikan kepada satu satu staf promosinya untuk langsung mengupaload foto tersebut dikatalog produk terbarunya.
Hanya dalam hitungan jam setelah foto Ayumi dipasang, produk baru “ Tasya Wear ” langsung habis terjual, bahkan mereka juga menerima banyak pesanan untuk produk baru tersebut.
“ Aku tak menyangka jika produk kita akan langsung habis terjual begitu foto tersebut diunggah ?!!!....”, ucap salah satu karyawan Tasya Wear terkejut.
“ Sama, aku juga sangat terkejut sepertimu….”, ucap temannya menimpali.
Meski terkejut tapi mereka sangat antusias karena produk mereka laku keras yang menandakan jika bonus besar akan segera menghampiri.
Andreas yang sedang berdiskusi dengan Ayumi mengenai perusahaan miliknya yang sekarang dikuasai oleh suaminya tersenyum lebar waktu mendapatkan kabar dari Tasya bahwa produk baru mereka sudah ludes terjual hanya dalam waktu beberapa jam setelah foto diupload.
“ Selamat ya….”
“ Ini langkah awal yang sangat bagus bagi karirmu…”
“ Sebentar lagi akan banyak orang yang menawarimu sebagai model produk mereka….”, ucap Andreas bersemangat.
“ Terimakasih….”
“ Jika tanpa bantuanmu aku tak bisa berhasil seperti ini….”, ucap Ayumi merendah.
Ayumi sangat bersyukur selama ini Raphael selalu membimbingnya untuk terus menulis kata – kata positif dalam setiap caption foto yang di unggah di akun media sosialnya.
Keberhasilan produk “ Tasya Wear ” terjual dalam waktu singkat ini juga pastinya ada hubungan erat dengan statusnya pagi tadi yang sedang berolah raga di taman dekat apartemennya yang dia unggah diakun media social miliknya.
Dibelahan benua yang lain, wajah Raphael sedikit menggelap waktu melihat beberapa foto seksi Ayumi dalam balutan pakaian oleh raga yang sangat ketat dan terbuka.
Meski dia sendiri yang menyarankan kepada Andreas agar membawa Ayumi terjun ke dunia modeling, tapi begitu wanita muda tersebut debut badannya menjadi panas dingin.
Dia seakan tak rela tubuh putih mulus dan sexy Ayumi dinikmati oleh banyak pasang mata yang memandang lapar terhadapnya.
“ Sial !!!....”
“ Kenapa dia bisa sesexy ini !!!....”, Raphael mengertakkan giginya sambil mengusap wajahnya dengan kasar waktu menyadari jika sesuatu dalam tubuhnya tiba – tiba saja mulai terbangun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Ririn Santi
babang rapael cepetan dtg kesini,gak tanggung jawab yah klu ikan di gondol kucing
2024-06-05
0
Shinta Dewiana
ayuuu...rafael jgn spi keduluan si ceo tampan
2024-04-15
0