PERTENGKARAN

Sejak kemunculan Ayumi Syalendra, berbagai macam hal buruk mulai mengiringi langkah Rosemary, seakan nama itu membawa kutukan tersendiri baginya.

Setelah dia berhasil menyingkirkan Ayumi istri Vincen, Rosemary menyangka jika hidupnya akan sangat bahagia karena pada akhirnya dia bisa bersanding dengan lelaki yang sangat dia cintai dan juga mencintainya.

Tapi tampaknya karma perlahan mulai menghampirinya. Melalui wanita dengan nama yang sama dengan istri Vincen, Rosemary merasakan sakit hati dikhianati oleh seseorang yang dia perjuangkan dan dia cintai segenap jiwa dan raganya itu.

Meski begitu, dia masih belum sadar akan kesalahannya dan terus saja menyalahkan Ayumi sebagai pembawa petaka dalam hidupnya.

Dua hari sejak pertengkaran dirinya dan sang suami, Rosemary sama sekali tak berani untuk keluar dari rumah karena wajahnya masih bengkak dan lebam.

Karena kondisi inilah Rosemary terpaksa mengajukan cuti selama satu minggu hingga kondisi wajahnya kembali membaik seperti semula.

Keadaan inilah yang membuat isu miring jika Rosemary yang ditendang oleh keluarga angkatnya semakin santer terdengar karena begitu wanita itu digantikan tak ada penolakan dari keluarga Anugerah yang memang memiliki saham besar di stasiun televisi tempat Rosemary bekerja.

Bahkan tindakan berani Vincen memukul Rosemary didepan umum tiga hari yang lalu sudah merupakan bukti jika keluarga Anugerah sudah tak menghiraukan Rosemary karena Vincen masih baik - baik saja sampai sekarang.

Dulu, jangankan dipukul, seseorang yang menyinggung perasaannya saja harus menanggung akibat fatal dari keluarga Anugerah.

Yosie, adik Vincen yang mendengar rumor tersebut bergulir cepat di media social segera memberitahukan hal tersebut kepada mamanya.

“ Ma….”

“ Lihat ini….”, ucap Yosie sambil memperlihatkan ponsel yang ada ditangannya.

Melda menghembuskan nafas secara kasar waktu membaca berita yang mengenai keretakan hubungan rumah tangga putranya serta kondisi menantunya yang telah ditendang dari keluarga Anugerah.

“ Jadi, semua berita ini benar adanya….”, ucap Melda pelan.

Yosie hanya bisa menganggung pasrah. Meski dia masih sangsi dengan kabar yang telah beredar dimasyarakat, tapi melihat jika keluarga Anugerah sama sekali tak melakukan apapun kepada sang kakak dan keluarganya, kecurigaan gadis itu jika berita tersebut benar adanya semakin kuat.

“ Tidak mungkin kan keluarga Anugerah tak mengetahui aksi pemukulan yang dilakukan kakak kepada Rosemary karena videonya telah tersebar luas di internet tanpa ada seorangpun yang berusaha menghentikannya…..”

“ Bahkan, tidak ada yang terjadi apapun pada kakak setelah aksi pemukulan tersebut meski sekarang kondisi saham perusahaan sedang turun….”, ucap Yosie lesu.

“ Apa…”

“ Saham perusahaan sedang turun….”

“ Apa ini karena Rosemary ?....”, tanya Melda terkejut.

“ Bukan….”

“ Bukan karenaRosemary, tapi Ayumi….”, ucap Yosei sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“ Ayumi ?....”, ucap Melda binggung.

Melihat Melda kebingungan, Yosie pun mulai menjelaskan semuanya kepada sang mama mengenai peristiwa yang terjadi pada malam itu.

Untuk menunjang ceritanya, Yosiepun menunjukkan video pertengkaran yang terjadi pada malam waktu prosesi syuting iklan sedang berlangsung kepada sang mama.

Yosie pun bercerita jika akibat insiden malam tersebut pihak management Ayumi membatalkan semua kontrak kerja sama perusahaan Vincen dengan artis pendatang baru tersebut.

Dan akibat pembatalan kontrak tersebut dan isu keretakan rumah tangga Vincen dan Rosemary serta status kakak ipranya yang tak lagi mendapat dukungan dari keluarga Anugerah membuat harga saham perusahaan tiba - tiba saja turun sangat drastis.

Kondisi inilah yang memicu para pemegang saham pada akhirnya perlahan mulai melepaskan saham mereka sebelum harganya semakin jatuh.

Melda yang selama ini selalu memendam kekecewaan yang dalam akan sikap sang menantu pada akhirnya tak bisa lagi menahan diri waktu mengetahui jika keluarga Anugerah tak lagi melindungi Rosemary.

Sehingga semua marah yang selama ini dia tahan pada akhirnya mengalir keluar dengan derasnya seiring rasa kecewa yang semakin dalam.

Brakkkk….

Melda membuka pintu kamar putranya dengan kasar dan langsung mencecar menantunya yang sedang bersantai diatas ranjangnya itu dengan berbagai macam pertanyaan.

Rosemary yang sedang memakai masker wajah untuk menyamarkan lebam dan bengkak diwajahnya hanya memutar bola matanya dengan malas mendengar rentetat pertanyaan seperti kereta api yang keluar dari mulut mertuanya tanpa ada secuilpun keinginan untuk menjawab.

Melda yang melihat Rosemary mengacuhkannya semakin merasa geram langsung mengambil majalah yang dipegang oleh menantunya itu dengan kasar dan langsung membuangnya kesegala arah.

“ Apa yang mama lakukan ?.....”, ucap Rosemary dengan nada tinggi.

Jika biasanya Melda akan mengalah dan langsung membujuk menantunya itu agar tak marah, tapi lain halnya dengan sekarang.

Melihat Rosemary meninggikan suara dihadapannya, emosi Melda yang selama ini terpendam pun langsung terpancing keluar.

“ Istri macam apa kamu ini ? !!!...”

“ Suami sedang kesulitan dikantor, kamu malah enak – enakan disini !!!….”, teriak Melda kencang.

Melihat Rosemary melotot kepadanya, Melda yang sudah mengetahui jika menantunya itu tak lagi mendapat dukungan dari keluarga Anugerah langsung menamparnya dengan keras.

Plakkk…

*“**Mana sopan santunmu saat berbicara dengan orang tua ?....”,* ucap Melda penuh amarah.

Tak terima dengan perlakuan kasar mama mertuanya, Rosemarypun membalas tamparan Melda hingga menyebabkan keduanya pun mulai terlibat dalam perkelahian.

Bukan hanya adu mulut dan saling pukul, bahkan kedua wanita beda usia tersebut sudah saling cakar dan saling menjambak rambut lawannya hingga kondisi kamar semakin kacau karena banyaknya barang yang berhasil mereka lempar dan banting sembarang arah.

Vincen yang hendak mengambil beberapa berkas penting didalam kamarnya terlihat sangat terkejut waktu mendapati mama dan istrinya berkelahi didalam kamar yang kondisinya sudah seperti kapal pecah.

Dia yang ingin melerai perkelahian antara istri dan mamanya malah terpental kebelakang hingga jatuh terduduk dilantai.

Sambil memegangi pantatnya yang sakit akibat pendaratan sempurna dilantai, Vincen yang sudah sangat pusing pun mulai berteriak lantang karena usahanya untuk melerai keduanya tak berhasil.

“ Rosemary !!!....”

“ Mama !!!....”

“ Hentikan sekarang juga !!!....”, teriak Vincen lantang.

Keduanya segera menghentikan perkelahian waktu mendengar teriakan Vincen yang cukup memekakkan telingga tersebut.

“ Apa yang kalian berdua lakukan ?....”, tanya Vincen sambil memijit keningnya frustasi.

Vincen yang merasa sangat pusing dengan masalah yang ada dalam perusahaan, kini semakin dibuat pusing dengan pertengkaran mama dan istrinya.

Melda berusaha memberikan alasan kenapa dia ribut dan saling jambak dengan Rosemary didalam kamarnya dengan nada provokasi.

Rosemary yang tak terima disalahkan, membantah semua tuduhan yang dilayangkan oleh mertuanya tersebut sehingga adu mulut pun mulai terjadi.

Bukan hanya adu mulut saja, keduanya juga kembali saling melempar barang yang bisa mereka jangkau dengan tangannya.

“ Sudah !!!!....”

“ DIAM !!!....”, Vincen kembali berteriak dengan lantang membuat Melda dan Rosemary langsung berhenti berdebat.

“ Dan kamu….”

“ Tidak cukupkah kamu membuat masalah hingga membuat perusahaanku hampir bangkrut….”, ucap Vincen sambil menunjuk wajah Rosemary dengan penuh amarah.

Melda yang melihat putranya menatap wajah istrinya dengan penuh amarah diam – diam bersorak gembira dalam hatinya, namun tidak dengan Rosemary yang sudah menahan kekesalan terhadap Vincen sejak dua hari yang lalu.

“ Aku….”

“ Kenapa kamu salahkan aku….”

“ Itu semua salahmu karena berani selingkuh dibelakangku….”, ucap Rosemary tak kalah pedas dari ucapan suaminya.

“ Omong kosong !!!....”

“ Berhentilah berbuat ulah karena sekarang keluarga Anugerah tak akan lagi membantu membereskan semua kekacauan yang telah kamu buat… ”

“ Begitu juga aku….”, ucap Vincen dengan penuh amarah.

Vincen yang masih ingin memarahi istrinya terpaksa menghentikan aksinya waktu sekretarisnya menghubungi agar dirinya segera kembali kekantor karena harus bertemu klien penting yang akan membantu menanggani krisis perusahaannya sebentar lagi.

Dengan langkah tergesa, Vincen langsung melangkah pergi begitu berkas yang dia butuhkan sudah dia dapatkan, meninggalkan istri dan mamanya yang kembali adu mulut.

“ Biarkan saja mereka berkelahi hingga kelelahan….”

“ Aku tak perduli lagi….”

“ Sekarang yang harus aku pikirkan adalah bagaimana mendapatkan investor secepatnya agar perusahaanku bisa terselamatkan….”, batin Vincen bermonolog.

Dengan kecepatan tinggi diapun mulai memacu mobilnya meninggalkan halaman rumah menuju kantor untuk menemui klien pentingnya yang bisa membawanya kepada investor yang akan menyelamatkan perusahaannya.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

ha...ha...ha....jambak2kan sampai botak....

2024-04-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!