Semua kru langsung bersiap ditempatnya masing – masing begitu Ayumi mulai melangkah memasuki restoran.
Meski keduanya melakukan makan malam romantis nyatanya mereka tak hanya berdua, ada beberapa kru yang melakukan pengambilan gambar secara sembunyi – sembunyi agar proses syuting tak sampai menganggu para pengunjung restoran.
Selain demi menjaga kenyamanan para pengunjung resto, proses syuting yang sudah mendapatkan ijin dari pemilik restoran ini juga ingin mendapatkan hasil yang natural tanpa di buat - buat.
Sambil menunggu hidangan yang dipesan datang, Ayumi dan Vincen pun berbincang dengan hangat, bahkan tak jarang keduanya tertawa ringan begitu ada hal lucu selaa obrolan berlangsung.
Meski ini hanya acting semata, namun Vincen cukup senang karena dia bisa berbicara dan tertawa lepas dengan wanita yang diam – diam mulai mengisi hatinya itu dengan bebas.
Cekrekkk….
Cekrekkk…
Selain merekam adegan mesra tersebut para kru juga mengabadikan momen tersebut dalam bentuk foto yang beberapa sudah dikirimkan kepada Riska untuk diseleksi.
Riska yang mendapatkan kiriman foto Ayumi dan Vincen tersenyum lebar. Dan dengan nomor sekali pakai yang baru dibelinya dia mulai mengaktivkan dalam ponselnya lalu mengirim gambar tersebut kepada Rosemary.
Drettt.….
Rosemary yang sedang asyik mendengarkan lagu dari dalam ponselnya sambil mengendarai mobilnya merasa terganggu begitu ada pesan masuk.
Pada awalnya Rosemary hanya acuh terhadap pesan dengan nomor telepon asing yang masuk kedalam ponselnya itu.
Namun rasa penasaran dalam dirinya cukup tinggi sehingga diapun menepikan mobil dan mulai membuka pesan dari nomor asing yang berisikan foto dan video yang dikirmkan kepadanya.
Kedua mata Rosemary melotot sempurna dengan kedua tangan mencengkeram setir mobil dengan kuat menahan amarah yang tiba – tiba saya meledak dalam hatinya.
“ Brengsek !!!...”
“ Berani sekali j****g itu mendekati suamiku !!!....”\, batin Rosemary geram.
Rosemary yang semula ingin pergi ke minimarket untuk membeli camilan pada akhirnya memutar balik mobilnya dan melajukannya dengan cepat menuju restoran mewah dimana suaminya sedang kencan dengan rivalnya.
“ Tunggu saja…”
“ Aku akan membuat perhitungan pada j****g itu….”, geram Rosemary penuh amarah.
Begitu tiba direstoran, dengan wajah memerah menahan amarah Rosemary melangkah masuk kedalam sambil mengedarkan pandangannya keseluruh area, mencari keberadaan suaminya.
Kedua mata Rosemary terbelalak dan hatinya menddidih waktu melihat suaminya tertawa lepas dan bersenda gurau dengan Ayumi sambil menyantap hidangan yang ada.
“ Lihat saja !!!....”
“ Aku akan memberi j****g itu pelajaran !!!....”, batin Rosemary penuh kecemburuan.
Riska dan Andreas yang menyaksikan Rosemary melangkah mendekati Ayumi dengan penuh amarah melalui rekaman video para kru yang sedang mengambil gambar didalam mobil tersenyum lebar.
“ Pertunjukan akan segera dimulai….”, ucap Riska senang.
Dengan hati berselimut emosi, Rosemary mengambil segelas jus yang dibawah seorang pelayan yang melewatinya dan berjalan cepat menuju tempat dimana suaminya berada.
Rosemary tak menghiraukan pelayan yang memanggilnya karena pesanan untuk pelanggannya telah wanita itu ambil tanpa permisi.
“ Wah…”
“ Bakal seru nich….”, ucap salah satu pengunjung waktu melihat Rosemary berjalan penuh amarah menuju sebuah meja dimana Ayumi berada.
Vincen yang menyadari kedatangan Rosemary langsung memasang badan begitu istrinya itu hendak menyiram Ayumi dengan jus yang dibawahnya.
Byurr…
“ Apa – apaan kamu ? !!!....”, ucap Vincen dengan nada tinggi sambil mencengkeram tangan Rosemary dan menghempaskannya dengan kasar hingga gelas jus jatuh ketanah dan pecah.
Vincen menatap istrinya dengan tajam dan penuh amarah karena Rosemary telah mengacaukan acara makan malam romantisnya dengan Ayumi tanpa menghiraukan jasnya yang kotor akibat tersiram jus.
“ Kamu berani membentakku hanya karena j****g itu !!!....”, balas Rosemary dengan tatapan tak kalah tajamnya dari Vincen.
“ Jaga mulutmu !!!....”, teriak Vincen penuh amarah.
Plakkk….
Plakkk….
Dua tamparan keras Vincen mambuat Rosemary yang kehilangan keseimbangan akhirnya tersungkur ketanah.
Rosemary sama sekali tak menyangka jika suaminya akan tega menampar dirinya demi membela Ayumi dihadapan banyak orang.
Sudut bibir Rosemary mulai terangkat sedikit saat melihat ada beberapa orang mulai berjalan mendekat karena penasaran dengan apa yang terjadi.
“ Bagus….”
“ Aku akan memberi mempermalukan j****g itu sekarang juga….”, batin Rosemary tersenyum licik
Sambil memegangi pipinya yang sakit akibat tamparan keras Vincen, Rosemary kembali menatap tajam suaminya sambil menitikkan air mata.
“ Tega kamu mas….”
“ Kamu menamparku hanya demi membela j****g ini….”, ucap Rosemary dengan suara bergetar berderai air mata.
Vincen hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, berusaha menahan agar dia tak hilang kendali hingga memukuli sang istri yang telah mempermalukannya itu.
“ Sudah cukup Rosemary….”, geram Vincen dengan suara tertahan.
Pada saat Rosemary terus melakukan playing victim, Ayumi hanya diam menunggu moment yang tepat untuk masuk dalam drama yang dibuat oleh wanita itu sementara Vincen wajahnya sudah merah padam menahan amarah dan malu dengan kelakukan istrinya itu.
“ Selama ini aku sudah cukup banyak berkorban untukmu dan keluargamu….”
“ Bahkan disaat perusahaanmu sedang kesulitan, aku juga membujuk keluargaku agar menyuntikkan dana ke perusahaan milikmu….”
“ Bahkan, aku rela mengurangi jam kerjaku hingga karirku menurun demi bisa memiliki waktu lebih banyak untuk mengurusmu dan keluargamu…”
" Tapi apa balasannya..."
" Kamu malah berselingkuh dibelakangku...."
“ Aku tahu jika aku masih belum memberikanmu keturunan hingga sekarang…”
“ Tapi, itu tak bisa membenarkanmu untuk bisa selingkuh dibelakangku….”, Rosemary kembali berkata dengan wajah sedih.
Dalam hati Rosemary tertawa penuh kemenangan waktu mendengar bisik – bisik yang merasa kasihan terhadapnya dan menyalahkan Vincen yang tak banyak bersyukur memiliki istri cantik dan penuh pengertian seperti Rosemary Putri.
Ayumi yang melihat Vincen hendak kembali memukul Rosemary menahan tangannya sambil menggeleng pelan.
“ Sebaiknya kalian selesaikan permasalahan ini dirumah….”
“ Tidak baik bagi citramu jika pertengkaran diteruskan disini….”, ucap Ayumi lembut.
Kemarahan Rosemary semakin memuncak waktu melihat Ayumi menyentuh lengan suaminya dengan lembut.
Setelah mendapatkan sentuhan dan perkataan lembut dari Ayumi, amarah dalam diri Vincen mulai mereda.
“ Benar kata Ayumi….”
“ Aku tak boleh hilang kendali disini dan menghancurkan imageku….”, batin Vincen bermonolog.
Diapun segera membangunkan sang istri yang masih terduduk ditanah dan menarik kasar lengannya dengan kasar.
“ Lepaskan !!!....”
“ Kau menyakitiku !!!....”, teriak Rosemary sambil berusaha melepaskan cenkeraman tangan Vincen dilengannya.
Karena suaminya tak mau melepaskannya, Rosemary pun mencakar tangan dan mengigit lengan suaminya hingga Vincen pun hilang kendali.
Plakkk…
Plakkk…
Plakkk…
Vincen terus memukuli istrinya dengan membabi buta hingga wajah Rosemary bengkak dan sudut bibir wanita itu berdarah.
“ Lepaskan !!!....”
“ Aku harus mendidik istriku agar tak kurang ajar seperti ini !!!....”, teriak Vincen penuh amarah.
Vincen berusaha untuk melepaskan diri dari beberapa orang yang sengaja memegangi tubuhnya agar tak kembali menghajar istrinya.
“ Sebaiknya bapak dan ibu ikut kami keluar agar tak menganggu kenyaman yang lain…”, ucap salah satu security yang baru datang untuk melerai pertengkaran tersebut dan membawa keduannya pergi.
Diluar restoran Vincen langsung masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Rosemary sendirian di halaman luar restoran sambil menahan rasa sakit yang ada.
" Kurang ajar kamu Vincen !!!...."
" Lihat saja balasanku karena kamu telah mempermalukanku hari ini !!!....", batin Rosemary penuh dendam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
ha...ha...ha ...lumayanlah kena tampar beberapa x...bonyok2lah tu pipi
2024-04-15
0