Setelah meninggalkan taman Ayumi melangkahkan kakinya menuju jalan yang akan membawanya ke sebuah pasar.
Ayumi sangat berharap setibanya dipasar, dia bisa mendapatkan suatu pekerjaan, apapun itu yang penting bisa menghasilkan uang dan bisa dia gunakan untuk menyambung hidup.
“ Dipasar, aku bisa menjadi kuli angkut barang. Setidaknya pekerjaan itu tak memerlukan wajah yang cantik karena tenaga yang kuatlah yang dibutuhkan….”, batin Ayumi mulai bersemangat.
Setibanya dipasar, ternyata mencari pekerjaan tak semudah yang dia perkirakan meski itu hanya sebagai tenaga kasar seperti kuli pengangkut barang.
Pakaiannya yang kotor serta banyak sobekan dibeberapa bagian serta wajahnya yang rusak dengan banyaknya jahitan akibat luka yang dia peroleh setelah kecelakaan menjadi alasan banyak orang untuk menolaknya bekerja pada mereka.
Namun tiada usaha yang tak membuahkan hasil, setelah mengalami penolakan berulang kali disertai dengan hinaan dan pandangan yang merendahkan pada akhirnya masih ada juga seseorang yang kasihan kepadanya dan memberinya pekerjaan.
Meski barang yang harus dia angkat dari mobil menuju gudang cukup berat, namun Ayumi tak patah semangat dan terus memindahkan barang yang ada didalam mobil tanpa mengeluh sedikitpun sehingga membuat lelaki yang memberinya pekerjaan tersenyum puas.
“ Ini bayaran kamu untuk hari ini. Jika mau bekerja lagi, besok datanglah kesini….”, ucap lelaki tersebut sambil memberikan beberapa lembar uang kertas ketangan Ayumi.
Meski tak terlalu banyak namun Ayumi cukup senang karena pada akhirnya dia bisa mendapatkan uang untuk bisa membeli makanan.
Plakkk…..
“ Hey gembel !!!!....”
“ Berani sekali ya kamu mengambil pekerjaanku !!!....”, teriak seoramg wanita dengan nyalang.
Ayumi yang tak mengerti kesalahan apa yang telah dia lakukan dan tak diberi kesempatan untuk menjelaskan semuanya hanya terdiam serta pasrah menerima semua amarah wanita yang tak dikenalnya itu karena tak ingin menyulitkan hidupnya.
Untung saja ada beberapa pria yang menahan wanita tersebut waktu dia hendak memukul Ayumi lagi sehingga kesempatan baik tersebut Ayumi gunakan untuk pergi dari tempat tersebut.
Sambil memegang wajahnya yang terasa nyeri, Ayumi terus berlari tak tentu arah hingga dia mencium sesuatu yang membuat perutnya berteriak membuat langkahnya terhenti.
“ Hmmm…”
“ Apa ini ? ….”
“ Baunya harum sekali….”, guman Ayumi sambil menghirup dalam – dalam aroma telur dadar dan ayam goreng dari kedai makanan yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Dengan air liur yang mengalir disudut bibirnya, Ayumi melangkahkan kakinya menuju kedai dan memesan sepiring nasi putih dengan lauk telur dadar yang sedari tadi membuat perutnya keroncongan.
Karena sedari semalam perutnya belum terisi apapun, Ayumi yang menerima sepiring nasi dengan lauk telur dadar langsung menyantap hidangan sederhana yang ada dihadapannya dengan lahap.
Pada saat sedang asyik makan tiba – tiba televisi yang ada dikedai menayangkan berita mengenai seorang wanita muda yang beberapa bulan terakhir cukup menjadi sorotan awak media yaitu Rosemary Putri.
Dalam berita tersebut dikabarkan jika Rosemary yang tertangkap basah bersama seorang pria yang diduga sebagai kekasihnya keluar dari bandara.
Awak media yang menyiarkan berita tersebut menduga jika keduanya baru saja selesai berlibur ke negeri singa putih.
Hal tersebut diperkuat dengan akun media social milik Rosemary yang menyuguhkan beberapa gambar dirinya beserta seorang lelaki yang dipotret dari belakang berada dinegeri singa putih tersebut.
Uhukkk….uhukkk….
Ayumi langsung tersedak waktu mengetahui jika sosok pria yang menjadi kekasih Rosemary adalah suaminya, Vincen.
Hati Ayumi langsung sakit melihat jika suaminya sekarang telah terang – terangan menunjukkan kemesraannya dengan selingkuhannya didepan umum.
“ Apa kamu kira aku sudah mati dalam kecelakaan itu mas…”
“ Kenapa kamu tidak mencariku dan malah percaya begitu saja…”, batin Ayumi sedih.
Setelah melihat berita gossip yang ditayangkan televisi tersebut nafsu makan Ayumi langsung menghilang seketika.
Perutnya yang tiba – tiba merasa kenyang membuat Ayumi segera meletakkan piring dengan hidangan yang baru dimakan setengah diatas meja dan langsung membayarnya ke kasir.
Ayumi melangkah dengan gontai meninggalkan kedai sambil berderai air mata. Sakit hati yang dia rasakan kembali hadir waktu melihat kemesraan sang suami dengan selingkuhannya tersebut.
Karena tak memiliki uang yang cukup maka malam ini berbekal kardus bekas dan beberapa lembar koran yang berhasil dia temukan dijalan Ayumi mulai melangkah ke depan sebuah ruko yang telah tutup untuk tidur didepan terasnya.
Malam harinya Ayumi mengalami demam tinggi karena luka jahitan yang ada diwajahnya kembali terbuka waktu tadi ditampar oleh wanita asing yang tiba - tiba mendatanginya karena Ayumi dianggap telah menyabotase perkerjaannya sehingga bayaran full yang seharusnya dia terima terpaksa harus dia bagi dengan gadis itu.
Ayumi sebagai orang baru yang tak ingin mendapatkan masalahnya hanya bisa meminta maaf meski dia tak merasa bersalah akan hal tersebut karena sang pemilik gudang langsung yang menyuruhnya.
Tampaknya cakaran diwajah Ayumi membuat luka jahitan diwajahnya kembali terbuka dan berdarah sehingga membuat tubuhnya mengalami demam tinggi.
Bahkan kedatangan beberapa orang dengan pakaian hitam – hitam yang langsung mengotong tubuhnya masuk kedalam mobil sama sekali tak membuatnya terjaga.
Beberapa gelandangan yang melihat Ayumi dibawa oleh sekelompok orang berpakaian hitam dengan mobil hanya bisa menyaksikan hal tersebut tanpa bisa menghentikannya karena takut terlibat dengan urusan yang membahayakan nyawa mereka.
Ayumi yang masih belum sadarkan diri akibat demam tinggi yang dialaminya tak sadar jika dirinya sekarang telah berpindah tempat dan dibawa pergi oleh sekelompok orang asing tak tahu kemana.
Sementara itu dilain tempat terlihat seorang pria tampan dengan badan tegap sedang duduk gelisah diatas sofaya sambil memegang ponsel ditangannya.
“ Bagaiamana ?....”
“ Apa sudah ditemukan ?....”, tanyanya tajam.
“ Sudah tuan. Dan sekarang sesuai instruksi tuan muda wanita tersebut telah dibawa ke rumah sakit sesuai instruksi tuan untuk proses penyembuhan….”, ucap seseorang dari balik telepon.
“ Lakukan apapun untuk membuatnya pulih dan pastikan dia mendapatkan perawatan terbaik disana….”, perintahnya tegas.
“ Baik tuan, saya mengerti….”, jawab pria tersebut dan langsung menutup telepon untuk menjalankan tugasnya.
Setelah meletakkan ponselnya diatas nakas, pria tersebut berjalan menuju kearah ranjangnya sambil sedikit mengeryit dan memegangi balutan luka yang ada diperutnya.
Perlahan diapun mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Tampaknya efek obat tidur yang tadi diminumya cukup kuat hingga membuat pria tersebut langsung terlelap begitu kepalanya menyentuh bantal.
Sementara itu, Ayumi yang masih belum sadarkan diri saat ini sedang berada dalam jet pribadi pergi meninggalkan negaranya untuk mendapatkan perawatan intensif disana.
Selain akan melakukan prosedur operasi plastik karena wajahnya yang hancur, Ayumi juga nantinya akan mendapatkan perawatan dari seorang psikolog di negara tersebut.
Meski Ayumi terlihat baik – baik saja tapi tatapan matanya tak bisa menyembunyikan fakta jika jiwa gadis itu sangat tertekan akibat perselingkuhan yang dilakukan oleh sang suami terhadapnya.
Maka dari itu dia memerlukan seorang psikolog untuk membantu mengembalikan rasa percaya diri yang sempat hilang dan menyembuhkan luka dihatinya agar bisa menjalani hidupnya lebih optimis daripada sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Naraa 🌻
Ayumi kok lupa sih . udh jelas dia liat sendiri kalau yg bunuh dia suami dan selingkuhan nya masa masih mengharapkan dan bego bgt, ga tau mereka jahat
2024-02-11
0
YuWie
karyamu kok pasti karakter suami yg jengkelin bin nyebelin ya..ngalah2in jenk elin wae..hahaha
2023-12-01
1