Brakkkk…..
Baskoro mengebrak mejanya dengan keras waktu mendapatkan kabar dari anak buahnya jika Rosemary berusaha untuk melenyapkan Ayumi Syalendra setelah suaminya Vincen tertarik dengan wanita tersebut.
Pada awalnya Baskoro cukup menyayangi Rosemary karena wanita yang lebih muda enam tahun usianya dari dirinya itu merupakan sosok gadis baik hati yang lemah lembut.
Namun seiring bertambahnya usia membuat Rosemary mulai berubah. Apalagi Pratama sangat memanjakannya membuat gadis itu pada akhirnya semakin egois dan bertindak sesuka hatinya.
Rosemary tak akan segan – segan untuk menyingkirkan siapapun yang menghalangi langkahnya, meski masih dalam tahap pembullyan dan ancaman.
Namun, sejak Rosemary jatuh cinta terhadap Vincen,wanita cantik itu menjadi pribadi yang sangat mengerikan.
Dia bahkan tega untuk membunuh hanya demi membuat lelaki yang dicintainya itu hanya menatap kearahnya saja dengan menyingkirkan siapapun wanita yang dekat dengan lelaki pujaan hatinya itu.
Jika dulu Baskoro masih acuh dan tak ingin ikut campur meski dia tak setuju dengan semua tindakan yang dilakukan oleh Rosemary tapi tidak dengan sekarang.
Rosemary telah berhasil menyentuh Ayumi, wanita yang perlahan mulai bertahta di hati Baskoro dan menutup luka yang terbuka lebar dihatinya selama ini, membuat lelaki itu kembali merasakan hangatnya cinta.
“ Ada apa ini ?....”
“ Kenapa pagi – pagi sudah berisik seperti ini….”, ucap Pratama, kakek Baskoro melenggang masuk kedalam ruang kerja sang cucu bersama asissten pribadinya sambil menautkan kedua liasnya heran.
“ Cucu angkat kakek membuat ulah lagi…”
“ Kali ini, aku tak akan melepaskannya begitu saja….”, ucap Baskoro penuh penekanan.
Setelah mengucapkan beberapa kata tersebut, Baskoro langsung melenggang pergi meninggalkan Pratama yang hanya bisa menggeleng – gelengkan kepala sambil menghirup nafas dalam beberapa kali.
“ Ada apa lagi sekarang ?....”, tanya Pratama pelan.
Mendengar pertanyaan majikannya, Aji melangkah maju hingga posisinya berada disamping lelaki tua tersebut dan mulai angkat bicara.
“ Nona Rosemary berusaha untuk melenyapkan Ayumi, wanita yang disukai oleh tuan muda….”, ucap Aji menjelaskan.
“ Ayumi ?....”
“ Siapa dia ?....”, tanya Pratama bersemangat.
Pasalnya setelah istri dan calon anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan delapan tahun yang lalu, Baskoro seakan menutup pintu hatinya untuk wanita lain.
Sudah banyak upaya yang dilakukan Pratama agar cucunya itu memiliki seorang pendamping, menggantikan almarhum istrinya, tapi tak satupun usahanya membuahkan hasil hingga membuat lelaki tua tersebut pada akhirnya mulai menyerah.
Dan sekarang, dia mendengar jika cucunya memiliki wanita yang disukai tentu saja Pratama sangat senang dan bersemangat sekali.
“ Lalu, kenapa Rosemary ingin membunuh wanita itu ?....”
“ Apa karena Vincen ?....”, ucap Pratama menebak.
Anggukan pelan kepala Aji sudah bisa menjadi jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Pratama.
Pratama sama sekali tak menyangka jika cucu angkat yang sangat disayanginya itu begitu terobsesi terhadap Vincen.
Bahkan setelah menikah, wanita itu semakin possesif terhadap suaminya. Ini bukan kali pertama dirinya mendengar kabar jika Rosemary hendak melenyapkan wanita yang dekat dengan Vincen.
Tapi kali ini dia tak akan tinggal diam dan menjadi penonton seperti sebelumnya karena wanita yang diincar oleh Rosemary diinginkan oleh cucunya, Baskoro.
“ Kamu undang Rosemary makan malam hari ini…”
“ Aku ingin bicara pribadi dengannya….”, perintah Pratama tegas.
“ Baik tuan….”
“ Jika tidak ada hal lain saya pamit undur diri dulu….”, ucap Aji berjalan mundur keluar ruangan.
Setelah kepergian Aji, Pratama berjalan menuju kearah jendela sambil menatap keluar. Lelaki tua itu beberapa kali mengambil nafas dalam – dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
Sebenarnya Pratama juga sudah jengah dengan semua tingkah buruk Rosemary, tapi karena berutang nyawa pada wanita itu Pratama pun berusaha untuk menahannya.
“ Kali ini aku harus memberikan Rosemary peringatan keras….”
“ Jika tidak, suatu saat dia akan membuat nama keluarga Anugerah hancur….”, batin Pratama gelisah.
Semenatara itu dilain tempat, Rosemary yang mendapat undangan makan malam dari kakek angkatnya merasa sangat senang sekali.
Kali ini dia akan meminta bantuan kakek angkatnya itu untuk memberi pelajaran kepada perusahaan yang secara sepihak menghentikan kontraknya hingga dia harus menangung malu seperti sekarang.
Apalagi Ayumi Syalendra lah yang mengantikan dirinya, membuat harga dirinya semakin jatuh tak bersisa.
“ Lihat saja….”
“ Mereka pasti akan langsung menjilat kakiku begitu kakek menghancurkan perusahaan mereka…”, guman Rosemary tersenyum penuh kemenangan.
Selama ini Pratama selalu mendukung dan memuluskan laju karirnya hingga Rosemary menjadi lupa diri seperti sekarang.
Dan kali ini Rosemary juga sangat yakin jika sang kakek akan kembali membatu dirinya seperti sebelum – sebelumnya dan membalas semua orang yang berani meremehkan dan menyakitinya.
“ Apa aku juga meminta kakek untuk menghancurkan Ayumi ya….”, batin Rosemary bermonolog.
Setelah dua kali usahanya untuk melenyapkan Ayumi gagal, Rosemary merasa jika Pratama mungkin bisa membantunya.
Karena tak mungkin meminta sang kakek untuk melenyapkan Ayumi maka Rosemary akan meminta kakek angkatnya itu untuk menghancurkan karir Ayumi sehingga tak ada lagi perusahaan yang mau menajdikan wnaita itu model produknya.
“ Kurasa melihat Ayumi hancur juga bukanlah hal yang buruk jika kematian tak bisa menyentuhnya….”, guman Rosemary tersenyum licik.
Dilain tempat, Ayumi yang melihat jika Rosemary sudah mulai bergerak dan Vincen telah masuk kedalam perangkapnya mulai menjalankan rencana berikutnya.
.
.
.
Malam harinya, sesuai undangan yang diterimanya Rosemary dengan angkuh melangkah masuk kedalam kediaman Anugerah.
Mansion mewah yang selama sepuluh tahun kemarin masih dia tinggali sebelum dia menikah dan memutuskan untuk tinggal dirumah suaminya.
“ Silahkan nona....”
“ Tuan besar sudah menunggu anda di ruang kerjanya….”, ucap Aji sopan.
Tanpa menjawab, Rosemarypun melangkah menuju lantai tiga dimana ruang kerja Pratama berada dengan wajah angkuh.
Begitu berdiri didepan pintu kayu putih besar dengan hiasan emas disepanjang sisinya Rosemarypun mulai mengetuk.
Setelah terdengar suara sambutan dari dalam, diapun melangkah masuk sambil menampilkan senyum hangat kepada Pratama.
Senyum yang selalu dia tampilkan agar bisa meluluhkan hati siapa saja yang hendak dia temui, termasuk kakek angkatnya tersebut.
“ Malam kakek….”
“ Bagaimana kabar kakek ?....”
“ Maaf, Rose jarang mengunjungi kakek karena kesibukan yang tak bisa ditinggal….”, ucap Rosemary dengan mimik wajah dibuat sesedih mungkin.
Mendapat sambutan seperti itu, Pratamapun langsung luluh dan amarah yang sempat hadir dalam datinya sedikit memudar.
Tapi begitu dia mengingat akan cucu lelakinya yang baru saja sembuh dari sakit hatinya, ekspresi wajahnya pun berubah sendu.
“ Bagaimana kabar Vincen ?....”
“ Apa kalian baik – baik saja ?....”, tanya Pratama membuka percakapan.
Rosemary cukup senang kakeknya menanyakan hal tersebut sehingga diapun bisa menggiring percakapan sesuai dengan tujuannya.
“ hmmm….”
“ Kakek pasti sudah mendengar rumor yang beredar belakangan ini….”
“ Tapi kakek tak perlu khawatir….”
“ Aku sedang berupaya menyelesaikannya dengan baik….”, ucap Rosemary dengan wajah sedih.
“ Kuharap kali ini kamu tak bertindak terlalu jauh….”, ucap Pratama sambil menghela nafas panjang.
“ Aku sebenarnya tak akan bertindak jauh jika mereka tak terus mengusikku….”, ucap Rosemary membela diri.
“ Sebaiknya kamu lebih kontrol suamimu karena tidak akan ada asap jika tidak ada api…”, Pratama berusaha untuk menasehati Rosmary secara halus.
Mendengar Pratama menegurnya untuk pertama kali membuat hati Rosemary merasa tak senang. Namun, pada saat dirinya hendak menjawab, kakek angkatnya itu kembali memberinya peringatan.
“ Dan jangan pernah kamu berusaha untuk menyentuh Ayumi Syalendra, meski itu hanya seujung rambutnya….”, ucap Pratama penuh penekanan membuat Rosemary langsung terdiam membeku.
" Brengsek !!!...."
" Lagi - lagi j****g itu membuatku terpojok seperti ini !!!...", batin Rosemary penuh amarah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Ririn Santi
masalahnya di suamimu yg mata. keranjang belanja itu Rosemary
2024-06-05
0
Shinta Dewiana
hanya cucu angkat aja belagu. ..
2024-04-15
0
Naraa 🌻
idiihhhh ternyata cuma cucu angkat, smoga kebenarannya bukan Rose yg selamatkan kakek nya
2024-02-11
0