Edward segera menyimpan benda pipih yang ia pegang ke dalam laci meja kerjanya saat mendengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya.
“Masuk!” seru Edward sembari menegakkan posisi duduknya.
Tidak berselang lama pintu ruangannya terbuka, dan masuklah seorang wanita cantik dengan body sexy dan pakaian minim berjalan mendekati Edward.
“Honey,” ucap wanita itu dengan manja lalu duduk di atas pangkuan Edward dengan gaya sensual.
“Ada apa? Kenapa kau kemari?!” Edward bertanya dengan datar sembari menepis tangan wanita itu yang akan membelai wajahnya,
Sharen adalah seorang wanita yang sangat cantik dan berprofesi menjadi seorang super model yang terkenal. Banyak pria dari kalangan atas yang ingin menjadi kekasih wanita cantik dan berbakat itu, akan tetapi hatinya sudah terpaut pada seorang pria yang tak lain adalah Edward.
“Sayang, aku ke sini untuk membicarakan tentang pernikahan kita. Bukankah tadi malam kamu sudah berjanji akan mengajakku membeli cincin berlian untuk cincin pernikahan kita?” jawab Sharen terdengar merengek manja.
Ah, Edward hampir saja lupa dengan hal itu. Tadi malam dia memang menjanjikan hak itu kepada tunangannya, tapi atas dasar terpaksa, karena Sharen selalu saja mengikutinya seperti anak itik yang takut kehilangan induknya.
“Hari ini aku sedang sangat sibuk! Kau bisa pergi sendiri!” Edward menjawab dengan datar sambil mengambil sebuah kartu dari dompetnya. “Gunakan kartu ini sebaik mungkin!” lanjutnya ketika Sharen menerima kartu tersebut sambil mengerucut sebal.
“Kamu selalu saja seperti ini! Selalu tidak ada waktu untukku!” Sharen merajuk lalu dengan sengaja menggerakkan bokongnya di atas pangkuan Edward, hingga membuat tunangannya itu mendesis seperti ular sambil memejamkan kedua matanya dengan nikmat.
“Kamu suka Honey?” Sharen berkata dengan nada centil sembari menggoyangkan bokongnya hingga dia merasakan sebuah tonjolan keras di bawah sana.
“Jangan suka memancingku! Sharen!” desis Edward seraya mencengkram leher tunangannya dengan erat.
Sharen malah semakin gencar menggoda Edward. Dengan berani dia meraba senjata pria tersebut yang sudah tegak menantang, lalu menelusupkan salah satu tangannya masuk ke dalam celana Edward yang masih tertutup rapat.
“Touch me, Honey.” Dessah Sharen sembari mencium rahang tegas tunangannya yang di tumbuhi bulu-bulu kasar.
Yang namanya kucing di beri ikan asin, tentu saja tidak menolak. Apalagi selama berpacaran dengan Sharen dia tidak pernah menyentuh kekasihnya itu, karena dia ingin menjaga kehormatan Sharen. Tapi, kali ini dia sudah tidak tahan lagi. Dengan gerakan cepat dan kilat, Edward melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh tunangannya itu.
Edward merebahkan tubuh Sharen di atas meja kerjanya, kemudian ia membuka kedua kaki tunangannya itu dengan lebar.
“Maaf, Sharon, aku sudah tidak tahan lagi. Awalnya pasti sakit, tapi lama-kelamaan rasanya akan berubah nikmat.” Edward berkata dengan nafas yang memburu sambil membuka resleting celananya lalu mengeluarkan senjatanya yang sudah berdiri tegak seolah siap menembak mangsanya.
Sharen terdiam sesaat ketika mendengar ucapan Edward, kemudian dia berkata, “Ed, aku tidak ingin berbohong lagi denganmu.”
Edward yang sudah siap menancapkan senjatanya pun terpaksa harus berhenti, sambil menatap tunangannya dengan serius.
“Apa maksudmu?!” sahut Edward menatap Sharen dengan datar.
“Sebenarnya aku sudah tidak perawan lagi sejak usiaku 18 tahun. Aku berbohong kepadamu selama ini,” jawab Sharen dengan nada pelan sambil menatap raut wajah Edward yang berubah mengeras, bertanda jika pria tersebut sangat emosi.
Edward segera menarik dirinya sambil membenarkan celananya lagi. Dia mengumpat berulang kali untuk melampiaskan emosinya, kemudian menatap Sharen dengan tajam.
“Jadi selama ini kau membohongiku?!” geram Edward sangat tajam.
“Ed .. come on! Jangan terlalu kolot! Sekarang sudah zaman modern, dan mana ada gadis dewasa yang masih perawan di dunia ini!” jawab Sharen dengan ringan terkesan santai, untuk menutupi rasa takutnya menghadapi emosi Edward.
Tiba-tiba Edward mengingat perbuatan bejatnya yang di lakukan kepada Jojo. Dia dengan kejam mengambil kesucian ibu tirinya itu dengan paksa.
Apakah ini karma untuknya?
***
Pengen getok kepala Edward pakai ulekan!😡
Bagi dukungan, like dan Vote-nya untuk Mbak Jojo😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuliana Purnomo
biar kapok loo Edward dapet tunangan gak Virgin
2024-08-26
0
Hamimah Jamal
gasesuai ekspektasi kan ed.😬
2024-08-19
0
bunda n3
mampus
2024-06-28
0