Mita

Jojo menatap datar pada suami tuanya yang menjemputnya pulang bekerja. Elden menunggu Jojo di parkiran perusahaan tersebut, karena semua itu atas permintaan Jojo sendiri karena istri kecilnya itu tidak ingin kalau hubungan mereka diketahui oleh publik.

“Kenapa wajahmu masam sekali?!” Elden berkata sambil menatap Jojo yang duduk di sampingnya. “Ehm, aku lupa kalau wajah memang selalu terlihat sangat masam!” Elden menjawab pertanyaannya sendiri sambil terkekeh pelan.

Jojo memutar kedua matanya dengan malas menanggapi ucapan suami tuanya itu. Kemudian ia mengambil kartu nama dari Edward dan menyerahkannya kepada Elden.

“Apakah dia putramu?” tanya Jojo dengan ketus, seraya menatap suaminya dengan tajam.

Elden menatap kartu nama itu dengan wajah yang terlihat mengeras. Sepertinya pria tersebut menahan sebuah amarah. Apa pun itu! Jojo tidak mau tahu dan tidak peduli!!

“Dia menemuimu?” tanya Elden tanpa menoleh seraya membuang kartu nama itu ke tempat sampah yang ada di dalam mobilnya.

“Jadi benar dia putramu?!” Jojo mengabaikan pertanyaan Elden, dan malah melontarkan pertanyaan lain yang membuat Elden berdecap sebal.

“Iya!” jawab Elden seraya menghembuskan nafasnya kasar, lalu melajukan mobil mewahnya, keluar dari area parkir perusahaan tersebut.

Jojo menggelengkan kepalanya beberapa kali, kemudian ia mengusap wajahnya dengan kasar. “Jika putramu sudah tahu tentang pernikahan kita, maka istrimu juga sudah tahu!” ucap Jojo merasa cemas.

Argghh! Rasanya Jojo ingin menjerit sangat keras, karena dirinya saat ini berada di posisi yang sangat sulit. Dan ini semua karena Elden yang sok menjadi pahlawan kesiangan untuknya. Dan sebentar lagi dirinya pasti akan di cap pelakor oleh istri tua Elden.

“Aku akan memastikan semuanya, jika kau akan aman dan Edward tidak akan mengganggumu lagi,” jawab Elden kepada istri kecilnya itu.

Penjelasan Elden tidak membuat hati Jojo merasa tenang.

Di dalam mobil tersebut menjadi hening. Pasangan suami istri itu sibuk dengan pemikiran masing-masing. Tidak berselang lama mobil yang di kendarai Elden sampai di depan rumah mewah mereka.

“Aku ada urusan, malam ini apakah kau berani di rumah sendiri?” tanya Elden kepada Jojo yang akan keluar dari dalam mobil.

“Ya, aku paham, dan jangan khawatirkan aku. Ingat status pernikahan kontrak kita, jadi kau mau pulang atau tidak, aku tidak akan peduli!” jawaban Jojo begitu menohok di hati Elden.

Setelah mengatakan itu semua. Jojo segera keluar dari dalam mobil, dan membanting pintu mobil dengan sangat keras, membuat Elden terkejut bukan kepalang.

“Maaf, sudah membuatmu terlibat dengan semua ini,” gumam Elden seraya menatap punggung istrinya yang sedang membuka rumah pintu rumah mereka.

*

*

Elden melajukan mobilnya menuju rumah sakit di mana istrinya di rawat di sana. Sampai rumah sakit, ia langsung bergegas menuju ruang rawat istrinya.

Ternyata di dalam ruang rawat tersebut ada Edward yang sedang menjaga Mita—istrinya.

“Masih ingat dengan istri tuamu?!” cibir Edward ketika melihat ayahnya masuk ke dalam ruangan tersebut.

“Jaga bicaramu, Ed!” tegur Mita kepada putranya.

“Mami sudah bangun?” Edward terkejut saat mendengar suara ibunya, padahal sebelumnya ibunya itu tidur pulas.

Mita tersenyum sambil menatap putranya yang terlihat sangat mencemaskannya.

“Ed, bisakah kau keluar? Papi ingin berbicara kepada Mami,” pinta Elden kepada putranya.

“Kalau mau bicara dengan Mami kenapa tidak sekarang saja? Kenapa harus menunggu aku keluar dari sini?!” Edward menolak keinginan ayahnya yang menyuruhnya keluar dari ruang rawat ibunya.

Elden menatap Mita dengan tatapan datarnya, seolah memberikan kode kepada istrinya itu untuk menyuruh Edward keluar dari ruangan itu.

Pasalnya, Edward hanya akan mendengar ucapan Mita saja.

“Ed, Mami ingin bicara serius dengan Papi,” ucap Mita dengan lembut kepada putra kesayangannya itu.

Edward menghela nafas panjang, seraya menatap ayahnya dengan tajam. Dia segera beranjak dan keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan kesal, karena dia tidak bisa membantah perintah ibunya.

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

edward adalah anak yg baik penurut pd maminya apalagi sayang banget /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-03-01

0

Dyah Oktina

Dyah Oktina

lah ...bukannya udah konfrensi press ya thor.. d awal setelah penjebakan mereka d hotel???

2024-12-11

0

Hamimah Jamal

Hamimah Jamal

sungguh Thor, ngbayangin visual elden ganemmu".yg versi Tiongkok.

2024-08-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!