Jojo menatap benda pipih yang ada di salah satu tangannya. Dia terduduk di atas closet dengan lemas saat mengetahui jika dia saat ini sedang hamil. Sudah hampir dua minggu dirinya merasa mual dan pusing.
Rasa pilu, sedih, bingung dan sakit hati bercampur menjadi satu di dalam hatinya. Dia tidak tahu harus berbuat apa, karena janin yang ada di dalam perutnya itu sudah pasti milik Edward, anak tirinya. Tapi, masalahnya sekarang bertambah rumit karena Edward sudah bertunangan dengan wanita lain.
“Aku harus bagaimana?” gumam Jojo bingung seraya mengusap air mata yang tanpa terasa membasahi pipinya.
Jojo segera beranjak dari closet, keluar dari kamar mandi. Mungkinkah hari itu dia akan bertekat menemui Edward untuk meminta pertanggung jawaban.
*
*
Jojo mematut dirinya di depan cermin setelah selesai berganti pakaian. Ya, dia hari ini akan menemui Edward, tapi dia tidak akan meminta pertanggung jawaban, hanya saja dia ingin memberitahukan kalau janin yang ada di dalam perutnya ini adalah benih pria tersebut.
TING!
Bunyi notifikasi pesan dari ponsel Jojo yang tergeletak di meja rias. Jojo segera mengambil ponselnya tersebut. Dia membaca pesan yang di kirimkan oleh Elden yang saat ini sudah resmi menjadi mantan suaminya, karena satu minggu yang lalu mereka sudah resmi bercerai.
“Rumah itu sudah aku berikan kepadamu, dan aku sudah mentransfer sejumlah uang ke rekeningmu. Maafkan aku karena sudah membawamu masuk ke dalam kehidupanku. Mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu lagi.” Elden.
Itulah pesan singkat yang di kirimkan oleh Elden yang membuat hati Jojo terasa semakin sesak. Kenapa nasib buruk datang secara bersamaan di dalam kehidupannya? Kenapa? Apakah ini sebuah karma untuknya? Lalu dosa apa yang pernah ia lakukan di masa lalu?
Jojo menangis sedih sembari meletakkan ponselnya ke atas meja rias dengan kasar. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Bertemu dengan 2 orang pria dan secara bersamaan mereka mempermainkannya. Sungguh kejam sekali takdir kepadanya.
*
*
Elden menyimpan ponselnya setelah mengirim pesan kepada Jojo. Dia merasa bersalah kepada gadis itu, maka dari itu ia akan menjauh dan bila perlu menghilang dari hadapan gadis tersebut. Elden menghela nafas panjang, seraya menatap gundukan tanah dan bertabur ribuan kelopak bunga yang ada di hadapannya.
“Maafkan aku Mita, aku tidak bisa menjalankan amanah darimu. Aku melepaskan Jojo karena gadis itu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku,” ucap Elden pada pusara istrinya.
Ya, beberapa hari yang lalu Mita telah pergi untuk selamanya, dan hal itu membuat hati Elden merasa terpukul dan merasa kehilangan yang amat besar.
Elden mengusap air matanya, kemudian ia segera beranjak dari sana, meninggalkan area pemakaman itu dengan perasaan yang sangat sedih dan pilu.
*
*
Setelah menguras air matanya. Jojo kembali memantapkan hatinya untuk menemui Edward. Gadis cantik itu sudah siap dengan segala hal yang akan terjadi di dalam kehidupannya.
“Kamu adalah wanita yang kuat, Jo!” Jojo menyemangati dirinya sendiri sambil masuk ke dalam mobil mewahnya. Jojo melajukan mobilnya itu ke kantor Edward, semoga saja pria itu ada di tempat.
Jojo berulang kali menghembuskan nafas kasar ketika dia sampai di depan kantor Edward yang ada di pusat kota. Setelah selesai mengumpulkan keberanian, Jojo segera keluar dari mobil, memasuki kantor tersebut dengan penuh keberanian.
***
Jangan lupa like-nya❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
semangat jo kamu wanita kuat 💪💪💪
2025-03-01
0
Hamimah Jamal
💪
2024-08-19
0
🍒⃞⃟•§¢•🎀CantikaSaviraᴳᴿ🐅
ayo Jo semangat
2024-04-18
0