Mita tidak berhenti menangis ketika Elden sudah keluar dari ruang rawatnya. Wanita yang usianya tidak jauh dari suaminya terlihat sangat pucat.
“Mami, mulai sekarang jangan pernah memikirkan Papi lagi. Ada aku yang akan selalu untuk ada Mami dan selalu menyayangi Mami.” Edward memeluk ibunya dengan sangat erat, seolah memberikan kekuatan kepada wanita yang sudah melahirkannya itu.
“Terima kasih,” jawab Mita lirih seraya membalas pelukan putranya tidak kalah erat.
*
*
Sementara itu, Elden saat ini sedang menikmati makan malam dengan istri mudanya. Pria matang yang masih terlihat tampan itu tersenyum lebar, beban yang ada di kepalanya langsung sirna saat melihat Jojo menikmati masakan sederhananya yang berupa nasi goreng.
“Ternyata kau jago memasak, apakah sebelumnya kau pernah kursus memasak?” tanya Jojo sembari menyuapkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya, dan kedua mata indahnya menatap Elden yang juga tengah menatapnya.
“Aku belajar memasak secara otodidak, karena dulu aku bukan terlahir dari keluarga kaya raya seperti dirimu, jadi mau tidak mau, aku harus hidup mandiri,” jawab Elden sambil menaikkan kedua bahunya bersamaan dan raut wajahnya kini berubah suram, seolah mengingat masa sulitnya dulu.
“Oh ...” Jojo hanya membulatkan mulutnya sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali bertanda dia paham, tapi dia tidak tahu harus berkomentar apa tentang kehidupan Elden—suami kontraknya itu.
Untuk beberapa saat di ruang makan itu terasa hening. Pasangan suami istri yang berbeda usia itu kini terlihat fokus memakan nasi goreng sampai habis tidak tersisa.
“Jo, apakah besok malam kau ada waktu?” tanya Elden kepada Jojo yang baru selesai minum air putih.
“Waktu? Jangan bilang kau ingin mengajakku untuk menghadiri pesta pernikahan putri Pak Menteri Keuangan?” tebak Jojo kepada suaminya yang tengah menatapnya dengan dalam.
“Yap! Kau tepat sekali!” jawab Elden sambil tersenyum tipis.
“NO! Apa kata orang-orang nanti kalau aku datang bersamamu? Di tambah lagi, di sana pasti ada banyak wartawan!” tolak Jojo sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
“Para media tidak akan ada yang berani menggosipkan kita lagi, karena aku sudah mengancam mereka. Sedangkan para tamu undangan yang datang di sana hanya tahu kalau kita ini sebatas partner bisnis saja,” jelas Elden kepada istri kecilnya itu.
Pasalnya pernikahan Jojo dan Elden tidak ada yang mengetahui kecuali pihak keluarga.
Jojo terlihat sedang memikirkan ajakan Elden, kemudian tidak berselang lama, dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kalau dia setuju dengan ajakan suami tuanya itu.
Elden tersenyum senang ketika melihat anggukkan kepala Jojo.
*
*
Malam yang di nanti telah tiba. Jojo malam itu mengenakan dress panjang bertali spageti di bagian pundak, dress tersebut berwarna biru langit, bagian bawah dress tersebut mempunyai belahan sampai paha bagian atas memperlihatkan kaki jenjang Jojo yang putih dan mulus. Jojo terlihat sangat sexy, cantik dan sangat anggun dengan riasan naturalnya dan rambut panjang bergelombang di biarkan terurai. Kalung berlian seharga ratusan juta melingkar di leher jenjangnya menambah kesan elegant pada penampilan Jojo pada malam hari itu.
Jojo mengambil ponselnya yang akan di gunakannya untuk berselfie ria, kemudian ia meng-upload fotonya itu ke media sosial pribadinya.
Seperti ini Visual Jojo❤
“Perfect!” gumam Jojo tersenyum senang karena dia puas saat melihat penampilannya yang selalu terlihat sangat sempurna.
Tok ... Tok ...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Jojo segera mengambil tasnya seraya memasukkan ponsel dan dompetnya ke dalam tas tangan yang ia pegang itu, kemudian ia segera membuka pintu kamarnya.
“WOW!” Elden terpukau saat melihat penampilan Jojo yang sangat cantik dan menawan.
“Tutup bibirmu yang menganga itu!” ketus Jojo seraya menatap tajam pria tua yang terlihat sangat tampan pada malam hari ini. Elden memakai setelan tuxedo berwarna hitam yang membalut tubuh kekarnya, tatanan rambut kelimis dan belah pinggir serta jambang yang tercukur rapi, membuat pria matang itu terlihat sangat ... sangat tampan. Tapi, Jojo sama sekali tidak terpikat dengan pria tua itu.
*
*
Jojo dan Elden berangkat bersama ke pesta pernikahan putri Pak Menteri. Suasana Ballroom hotel mewah yang ada di pusat kota terlihat sangat mewah dan meriah yang di hadiri kalangan atas seperti para konglomerat, pengusaha, termasuk para artis dan sutradara ternama di tanah air. Bahkan kedua orang tua Jojo juga turut hadir, akan tetapi mereka mengabaikan Jojo.
Jojo menghela nafas kasar dan mencoba untuk bersabar dengan takdir yang harus dia jalani saat ini.
Melihat Jojo dan kedua mertuanya berinteraksi, membuat Elden menjadi merasa bersalah kepada Jojo, karena istri pertamanya yang sudah membuat semuanya berantakan seperti ini.
Namun setidaknya, dirinya sudah membersihkan nama baik Jojo yang sudah tercoreng, akan tetapi Jojo tetap di abaikan oleh keluarga besar Clark.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Elden kepada Jojo yang masih terlihat sangat sedih.
“I’m oke,” jawab Jojo dengan wajah murungnya, tapi sedetik kemudian bibir Jojo melengkung indah saat di sapa oleh rekan-rekan bisnisnya.
“Nona Jojo Anda selalu menjadi yang terbaik, Anda sangat cantik sekali ...” puji seorang wanita berpakaian glamour dan bermake-up tebal kemudian cipika-cipiki dengan Jojo.
“Thank you, Miss,” jawab Jojo tersenyum lembut.
“Owh, kalian terlihat datang berdua, apakah ada something di antara kalian?” Wanita tersebut menunjuk Jojo dan Elden secara bergantian sambil tertawa pelan.
“Ha ha ha, kami hanya kebetulan saja masuk ke ballroom ini bersamaan, jadi buang jauh-jauh prasangkamu itu.” Elden berkata dengan cara berbisik kepada wanita tersebut.
“Oke ... oke ... aku hanya beranda Tuan Elden. Lagi pula mana mungkin Anda mengkhianati Nyonya Mita, dan mana mungkin juga Nona Jojo yang cantik seperti bidadari menjadi seorang pelakor,” jawab wanita tersebut lalu segera melenggang dari sana sambil tertawa terbahak.
Jawaban wanita tersebut membuat hati Jojo dan Elden merasa tersentil, kemudian keduanya memutuskan untuk berpencar di pesta pernikahan itu, dari pada menimbulkan gosip yang tidak-tidak.
Jojo berjalan menuju meja undangannya yang ada di depan pelaminan. Jojo duduk di sana seorang diri sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja bundar yang ada di hadapannya. Dia menatap sekelilingnya yang tampak ramai dengan tamu undangan, banyak yang menyapa Jojo akan tetapi gadis tersebut hanya tersenyum tipis membalasnya. Kemudian ia menatap satu kursi kosong yang ada di sebelahnya.
“Kira-kira siapa yang akan duduk di sampingku?” gumam Jojo, karena satu meja hanya di isi oleh dua kursi saja. Jojo menatap sekitarnya lagi saat dia merasa di perhatikan oleh seseorang, akan tetapi dia tidak menemukan siapa orang itu.
“Mungkin hanya perasaanku saja.” Jojo bergumam lagi sambil menyenderkan punggungnya di sandaran kursi, kemudian tatapannya terpaku pada sosok Elden yang sedang berbicara dengan para pengusahawan. Jojo menggelengkan kepalanya saat melihat aura suaminya yang begitu mempesona, pantas saja Elden selama ini di gandrungi para wanita cantik dari berbagai kalangan meski usia pria itu sudah tidak muda lagi.
“Mungkin aku sudah gila!” celetuk Jojo.
“Bukan kau yang gila, akan tetapi aku yang gila karenamu!” bisik seorang pria tepat di dekat telinga Jojo hingga membuat seluruh tubuh gadis itu merinding seketika.
Kedua mata Jojo terbelalak saat melihat sosok pria tampan yang kini duduk di kursi tepat di sebelahnya.
“Kau!!!” Jojo memekik tertahan sembari menatap pria yang menatapnya dengan tajam.
“Hai, Ibu tiri!” sapanya sambil mengusap rambutnya yang sudah ia pangkas menjadi pendek. Ketampanan Edward meningkat berkali-kali lipat dengan penampilan barunya.
“Hah!” Jojo tercengang dengan panggilan yang menggelikan itu.
***
Visual Edward, hot jeletot 🤣🙈
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
wooow ibu tiri yg memikat anak tiri /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-03-01
0
Hamimah Jamal
makin penisirin .
2024-08-19
0
Yayayy
gw lebih rela sama bapaknya sih, ganti judul aja thorrrrr
2024-07-17
1