“Are you oke?” Elden bertanya kepada Jojo ketika mereka sudah sampai rumah. Elden juga sangat cemas dengan keadaan Jojo yang sejak tadi diam tidak bersuara.
“Hemmm.” Jojo hanya menjawab dengan deheman saja, lalu segera masuk ke dalam rumahnya dengan langkah gontai, dia juga tidak memedulikan Elden yang menatapnya heran.
Jojo sudah berada di dalam kamarnya. Tanpa melepaskan pakaiannya, ia langsung menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya di bawah air shower yang mengalir dengan deras. Dia terisak perih di sana, karena malam ini adalah malam yang mengerikan untuknya, kesuciannya telah di renggut oleh anak tirinya sendiri.
“Kenapa harus aku?!!” Jojo terisak perih dan terdengar sangat menyayat hati, ia menggosok seluruh tubuhnya dengan asal dan kasar. Dia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri yang kotor itu.
Tidak tahu ke mana dia harus mengadu, karena ancaman Edward membuatnya tidak berkutik dan tidak berani bercerita dengan siapa pun. Pria itu sangat kejam dan tidak akan main-main dengan ancamannya.
Tok ... Tok ...
“Jo! Apakah aku boleh masuk?!” seru Elden dari luar kamar istrinya setelah mengetuk pintu beberapa kali sambil membawa obat pereda nyeri.
Tidak ada sahutan dari dalam kamar itu, tapi dia bisa mendengar suara gemericik air, bertanda jika Jojo sedang mandi. Maka dari itu Elden memutuskan untuk kembali ke kamarnya lagi sekaligus menunggu Jojo selesai membersihkan diri.
*
*
“Mami kenapa belum tidur?” tanya Edward kepada ibunya yang terdiam sambil menatap langit-langit kamar rawat tersebut.
“Apa yang sudah kamu lakukan?” tanya Mita kepada putranya yang terlihat berantakan malam ini.
“Ed, tidak melakukan apa pun, Mi.” Edward menjawab sembari memegang salah satu tangan ibunya dengan erat.
“Jangan menyakiti wanita itu, karena dia tidak bersalah.” Mita seolah bisa membaca pikiran putranya.
“Mami kenapa begitu baik kepada pelakor itu?! Dia sudah menghancurkan kebahagiaan kita!” Edward melepaskan genggaman tangannya, dan sorot kedua matanya kian menajam saat menatap ibunya yang kini meneteskan air mata, dan mendadak menjadi patung, tidak bergerak dan tidak merespon sama sekali ucapan putranya.
“Mi!” Edward semakin terpukul karena melihat kondisi ibunya yang semakin memburuk. Tatapan mata Mita terlihat kosong, bahkan terkadang jika di ajak bicara tidak nyambung.
“Aku berjanji akan membalaskan rasa sakit hati Mami!” Edward berkata dengan penuh emosi dan dendam yang membara di dalam hati dan pikirannya.
*
Jojo memakai jubah mandi setelah selesai membersihkan dirinya. Gadis berparas cantik itu meneteskan air matanya sembari merebahkan diri di atas tempat tidur. Bahkan dia tidak memedulikan seruan Elden yang memanggilnya dari luar kamar.
Elden menghela nafas panjang, karena Jojo tidak kunjung membuka pintu kamarnya, padahal dia sudah hampir setengah jam berada di depan kamar tersebut karena terlalu mencemaskan Jojo. Elden merasa kalau Jojo menjadi aneh setelah pulang dari pesta pernikahan anak Pak Menteri. Akan tetapi Elden berusaha untuk berpikir positif, mungkin saja saat ini Jojo sedang merasa lelah dan tidak ingin di ganggu.
*
Pagi hari telah menyapa. Jojo keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi dan siap berangkat bekerja. Jojo berjalan menuruni tangga menuju ruang makan , sampai di sana dia terkejut saat melihat Elden sedang memasak.
Elden meletakkan menu sarapan yang berupa spageti di atas meja makan, dia tersenyum sambi menatap Jojo yang juga tengah menatapnya.
“Kau sudah siap berangkat bekerja?” tanya Elden dengan ramah.
“Emh ... iya, pagi ini aku ada meeting dengan klien,” jawab Jojo tersenyum tipis sambil mendudukkan diri di ruang makan.
“Oke! Aku hari ini mengambil cuti, keadaan Mita semakin memburuk jadi aku harus menemaninya,” ucap Elden pada Jojo.
“Tidak masalah, jangan khawatirkan aku.” Jojo menatap Elden yang kini melepaskan apron lalu mendudukkan diri di kursi yang ada di seberangnya.
“Tapi kau sudah membuatku cemas semalaman,” jawab Elden sambil menghela nafas kasar.
“Maaf ...” hanya itu yang bisa di katakan oleh Jojo.
“Apakah kakimu sudah membaik?” tanya Elden sembari menuang air putih ke dalam gelas lalu menyerahkan kepada Jojo.
Jojo tersenyum sambil menerima gelas tersebut. Ia mengakui kalau Elden adalah pria yang hangat dan penuh perhatian meski terkadang sikapnya sangat dingin dan menyebalkan.
“Kakiku sudah membaik, dan sekali lagi jangan khawatirkan aku!” jawab Jojo dengan tegas, membuat Elden langsung menipiskan bibirnya seraya mendengus kesal.
“Terserah kau saja! Lebih baik makan sarapanmu sebelum spageti itu dingin!” ucap Elden dengan kesal.
Jojo menganggukkan kepalanya, dan segera memakan sarapannya itu dengan lahap.
“Malam ini Edward akan datang ke sini untuk menemanimu, selama aku berjaga di rumah sakit.”
“UHUK ... UHUK!!” Jojo tersedak ketika mendengar ucapan Elden yang membuat jantungnya hampir copot.
“Jo, pelan-pelan ...”
***
Sabar ya Jo 😭😭😭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
yach ampuuun gimana nasib jojo yg harus d temenin edward 🤦🤦🤦🤭
2025-03-01
0
Yuliana Purnomo
laahhh malah anaknya disuruh jagain Jojo????
2024-08-26
0
Hamimah Jamal
ayolah jo, jangan mau berdua dg ed, pergi, kemana kek yg penting jangan dekat ed, jangan y dek ya.🤭😁
2024-08-19
0