Pagi harinya, seperti yang di katakan oleh Elden sebelumnya, jika mereka akan pindah ke rumah baru. Jojo dengan malas bangun dari tempat tidurnya ketika Elden menyipratkan air di wajah cantiknya.
“Hari ini aku libur bekerja! Bisa tidak kalau kau tidak menggangguku!” geram Jojo seraya menutupi wajahnya dengan bantal, kedua matanya masih terpejam namun bibirnya terus menggerutu sebal.
“Hei! Kita hari ini akan pindah ke rumah baru, jadi kau secepatnya harus bangun!” ucap Elden dengan kesal apda istri kecilnya yang masih bergelung di bawah selimut.
“JO!” panggil Elden sekali lagi dengan nada kesal pasalnya istrinya itu kembali mengorok. Dengan terpaksa, Elden mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya ke dalam kamar mandi.
“Hei!!!!” teriak Jojo lantaran terkejut saat merasakan kalau tubuhnya seperti melayang di udara.
Elden tidak memedulikan teriakan Jojo. Ia terus berjalan menuju kamar mandi lalu meletakkan tubuh istrinya itu ke dalam bathup, kemudian ia menyalakan keran air yang ada di bathup tersebut hingga membasahi tubuh istrinya itu.
“Dasar sialan!!! Hei!!!!” teriak Jojo penuh emosi ketika tubuhnya sudah basah kuyup di dalam bathup.
“Pelajaran untukmu agar bangun tepat waktu! Sekarang mandi dan aku tunggu di ruang keluarga bersama orang tuamu!” Elden berkacak pinggang sembari menatap istrinya sambil tertawa pelan. Gemas sekali dengan wanita tersebut yang terlihat cemberut kesal kepadanya.
“Enyah kau dari sini!” umpat Jojo seraya menyipratkan air ke arah suaminya dengan perasaan kesal luar biasa.
“Aku justru ingin melihatmu mandi,” jawab Elden menggoda Jojo.
“Dasar pria tua menjijikan!” umpar Jojo lagi seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Elden tertawa terbahak sambil berjalan keluar dari kamar mandi tersebut.
Huh!
Jojo menghela nafasnya dengan kasar ketika Elden sudah keluar dari kamar mandi akan tetapi ia masih bisa mendengar suara tawa suaminya yang menggelikan itu.
“Dasar pria gila! Aku tidak akan membiarkannya untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan!” geram Jojo, mulai membuka satu persatu pakaiannya yang sudah basah, dan mulai berendam di dalam bathup.
*
*
“Kau pasti kesulitan membangunkan Jojo?” tanya Kirana kepada Elden. Wanita setengah baya itu merasa lucu karena mempunyai menantu yang umurnya lebih tua darinya.
“Iya, sedikit, tapi aku bisa mengatasinya,” jawab Elden sambil tersenyum samar. Karena dia juga bingung mempunyai mertua yang usianya lebih muda darinya.
Nathan berdehem pelan, saat melihat Elden berbicara dengan istrinya, bukan karena dia cemburu dengan Elden, akan tetapi sebenarnya dia tidak suka dengan menantunya itu. Dia terpaksa menerima lamaran Elden karena seluruh keluarganya sudah terlanjur malu dengan scandal Jojo dan Elden.
Tidak berselang lama Jojo turun dari lantai atas menuju ruang keluarga.
“Aku sudah siap!” ucap Jojo pada Elden yang duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya.
“Kalian jadi pindah?” tanya Kirana menatap putri dan menantunya bergantian.
“Sebenarnya aku malas, tapi dia ...” Jojo menunjuk Elden dengan ujung dagunya.
“Ah, aku paham ... namanya juga pengantin baru,” jawab Kirana sambil tersenyum tipis, sedangkan Jojo hanya mendengus sebal menanggapinya.
“Jaga putriku dengan baik. Meski dia hanya menjadi istri keduamu, kau harus bersikap adil dan tidak boleh menyakitinya!” Nathan memberikan ultimatum kepada Elden seraya menatap tajam.
“Aku akan menjaga Jojo dengan baik, Anda tenang saja Tuan,” jawab Elden dengan tegas dan lugas. Kemudian ia beranjak, berpamitan kepada kedua mertuanya, diikuti oleh Jojo.
“Jojo kenapa kau tidak membawa barang-barangmu?” tanya Kirana pada putrinya.
“Untuk apa? Biarkan saja dia yang membelikan semua keperluanku!” jawab Jojo seraya melirik tajam suami tuanya itu.
Elden tersenyum tipis menanggapi ucapan istri kecilnya. Sedangkan Nathan dan Kirana menggeleng pelan dengan sikap putrinya yang tidak pernah berubah, pembangkang dan keras kepala.
Jojo berjalan mendahului keluar dari rumahnya itu menuju mobil mewah Elden yang terparkir di halaman rumahnya.
“Bukakan pintu untukku!” titah Jojo kepada Elden.
“Kau berani memerintahku?!” Elden menatap tajam Jojo.
“Ya sudah kalau begitu, aku tidak ingin pindah ke rumah baru!” Jojo merajuk seraya bersedekap di dada sembari menatap sebal pada suami tuanya itu.
“Ck!” Elden berdecap sebal, ia mengalah untuk membukakan pintu mobil untuk Jojo.
“Silahkan masuk, Tuan Putri!” ucap Elden kepada Jojo dengan nada setengah kesal.
“Thanks!” Jojo segera masuk ke dalam mobil dan duduk manis di sana.
“Baru satu hari menjadi suaminya sudah membuatku darah tinggi!” gerutu Elden sambil berjalan mengitari mobil, membuka pintu mobil di sisi kanan kemudian masuk dan duduk di balik kemudi. Ia melirik Jojo sekilas yang duduk cantik di sampingnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
waduh gmn rasanya punya menantu yg lebih tua dari mertua terasa aneh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-03-01
0
Hamimah Jamal
sabar ya elden, resiko punya istri yg masih sangat muda, jadi manjanya full. kek anak ke ayahnya.😅
2024-08-19
0
keysha Azzahra
g ada sopan dikit pun ya s kojo,,walo pun terpksa nikah seenggamya hargai lah akan usia
2024-01-13
2