Jojo dan Elden memasuki rumah baru mereka yang letaknya tidak jauh dari rumah orang tua Jojo. Gadis berparas cantik itu mengagumi rumah mewah tersebut yang bergaya modern dan berkonsep minimalis.
Rumah yang bernuansa putih itu sudah lengkap dengan semua perabotannya. Mulai dari kursi, meja, sofa, lemari, bahkan peralatan dapur saja sudah lengkap semuanya. Elden terlihat matang mempersiapkan rumah tersebut untuk Jojo, padahal mereka baru menikah satu hari. Bagaimana bisa pria itu mempersiapkan semuanya dalam hitungan jam saja? Pikir Jojo.
“Kau suka dengan rumah ini?” tanya Elden kepada Jojo yang berdiri di dekat ruang tamu sambil memperhatikan setiap sudut rumah tersebut. Rumah tersebut terdiri dari dua lantai. Lantai bawah ada ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan ruang makan, serta kamar mandi yang ada di dekat dapur. Sedangkan lantai atas hanya ada dua kamar dan juga ruang bersantai di balkon.
“Lumayan.” Jojo menjawab dengan nada ketus.
“Kau ingin melihat ke lantai atas?” tanya Elden lalu di angguki oleh Jojo.
Pasangan suami-istri itu berjalan menuju tangga yang akan membawa mereka menuju lantai atas. Sampai di lantai atas, Jojo melihat dua kamar yang ada di sana secara bergantian. Meski rumah tersebut bergaya minimalis, akan tetapi sangat mewah dan elegant. Bahkan dua kamar yang ada di sana dengan segala perabotan di rumah tersebut juga mewah dan berkualitas tinggi.
“Kamar ada dua, terserah kau ingin tidur di kamar yang mana,” ucap Elden kepada istri kecilnya itu.
“Tentu kamar utama yang jauh lebih luas!” jawab Jojo seraya memasuki kamar utama yang diinginkannya. Elden ikut masuk ke dalam kamar tersebut, mengikuti Jojo dari belakang.
“Kenapa kau ikut masuk ke dalam sini? Keluar sana!” usir Jojo pada Elden yang berdiri di belakangnya.
“Aku juga berhak masuk kapan saja ke dalam kamar ini!” Elden tidak mau kalah.
“Tentu saja tidak bisa! Kau tidak ingat dengan perjanjian kontrak pernikahan kita?!” Jojo menatap tajam Elden yang juga tengah menatapnya.
“Di kontrak pernikahan hanya menyebutkan kalau kita tidak boleh tidur satu ranjang, bukan berarti tidak boleh tidur di dalam kamar yang sama!” jelas Elden seraya tersenyum licik seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana.
“Apa kau bilang!! Mana bisa seperti itu!” Jojo melayangkan protes kepada suami tuanya itu dengan perasaan kesal luar biasa.
“Tentu saja bisa karena kita sudah menandatangani perjanjian pernikahan kontrak tersebut!” Elden berkata dengan tegas, namun di dalam hatinya menahan tawa saat melihat wajah istri kecilnya itu memerah karena marah.
Rasanya senang sekali bisa mengerjai istri kecilnya itu.
“Ih! Aku sangat membencimu Elden!!!” geram Jojo, menatap tajam suaminya sembari mengepalkan kedua tangannya di udara.
“Ya ya ya, tersersah kau saja, Jojo istri kecilku yang tidak kalah menyebalkan!” jawab Elden dengan santainya, seolah mengejek istrinya itu.
“Arghhhh!” Jojo semakin bertambah kesal kepada pria tua itu.
“Ha ha ha ha.” Elden sudah tidak kuasa menahan tawanya saat melihat Jojo benar-benar marah kepadanya. “Kau ini sungguh lucu sekali, mana mungkin aku tidur satu kamar dengan wanita kerempeng sepertimu!” Elden berkata sambil keluar dari kamar tersebut.
“Apa dia bilang? Kerempeng?! Hei, Pak Tua! Body-ku ini sangat ideal dan proposional!” teriak Jojo dari dalam kamar kepada Elden yang sudah berada di luar kamar. Jojo semakin geram dengan suami tuanya itu saat mendengar suara tawa Elden semakin terdengar menggelegar.
“Huh! Pria tua itu sudah membuatku darah tinggi!” geram Jojo sambil berkacak pinggang dan meniup poninya yang menjuntai, menutupi alisnya.
*
*
Waktu berjalan dengan cepat, pernikahan Jojo dan Elden sudah berjalan satu minggu. Hubungan keduanya masih berjalan di tempat, bahkan lebih parah lagi karena Jojo dan Elden selalu bertengkar seperti kucing dan tikus jika bersama. Mereka berdua selalu meributkan sesuatu yang tidak penting. Seperti pagi itu, saat keduanya sedang sibuk bersiap berangkat bekerja.
“Jo! Di mana dasiku yang berwarna abu?!” seru Elden di dalam kamarnya, kepada Jojo yang ada di kamar sebelah.
“Mana aku tahu! Kau punya mata, tangan, dan kaki, maka cari saja dasi itu sendiri!” Jojo berseru balik lalu memoleskan lipstik ke bibir sexy-nya.
“Aku sudah mencarinya di lemari dan di setiap sudut kamar, tapi tidak ada!” jawab Elden dengan sangat kesal.
Jojo hanya memutar kedua matanya dengan malas saat mendengar seruan suaminya lagi.
“Jo!! Aku akan telat bekerja jika kau tidak membantuku!!” seru Elden lagi, membuat Jojo sangat kesal, dan akhirnya gadis tersebut beranjak dari duduknya, menuju kamar Elden yang ada di sebelah kamarnya.
“Apakah tidak ada dasi lain yang bisa kau pakai!” geram Jojo saat berada di ambang pintu kamar suaminya.
“Tidak! Karena tidak akan maching dengan jasku!” jawab Elden sambil menghela nafas panjang.
Jojo berjalan menuju lemari yang terletak di sudut kamar tersebut, dia membuka lemari tersebut dan langsung mengeluarkan semua isi lemari itu dengan perasaan kesal luar biasa.
“Jo! Apa yang kau lakukan?!” Elden mengusap wajahnya dengan kasar saat melihat istrinya mengeluarkan semua pakaiannya dari dalam lemari.
“Tentu saja mencari dasimu!” jawab Jojo tanpa merasa bersalah sama sekali.
***
Jangan lupa like dan dukungannya ❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
pasangan tom and jerry yg seru /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-03-01
0
Hamimah Jamal
astaga jo, kalean kek Squidward spongeebob.🤦😁
2024-08-19
0
Yayayy
Kirain tua rumpanya masih tampan kalo gini mah gak relah , apalagi mereka kya yg menjadi peran utamanya cocok sih ya walaupun udh tua dan punya istri,
2024-07-17
0