Masalah dasi sudah selesai. Jojo sudah menemukan dasi yang diinginkan oleh suaminya meski dengan cara di luar nalar.
“Asisten rumah tangga akan membereskan kekacauan ini.” Elden berkata sambil memakai dasinya, saat melihat istri kecilnya akan membereskan semua pakaiannya yang berserak di atas lantai,.
“Ini bukan kekacauan! Tapi, ini adalah usaha kerasku dalam mencari dasi jelekmu itu!” jawab Jojo dengan nada kesal lalu segera beranjak keluar dari kamar tersebut menuju kamarnya sendiri.
Elden menggaruk salah satu ujung alisnya dengan jari telunjuknya sembari menatap istrinya yang melangkah kesal keluar dari kamarnya. Tidak habis pikir dengan tingkah Jojo yang bar-bar tidak seperti parasnya yang sangat cantik dan anggun.
*
*
Beberapa saat kemudian. Jojo dan Elden sudah berada di dalam mobil, mereka sudah bersiap berangkat bekerja.
“Mulai besok, aku ingin mobil baru dan mewah! Aku tidak ingin berangkat dan pulang bekerja denganmu!” Jojo berkata dengan nada kesal seraya menatap sengit suami tuanya itu.
Elden menghela nafas panjang seraya mengambil dompetnya yang ia letakan di dalam saku jasnya, kemudian ia mengambil kartu berwarna gold dari dompetnya itu dan memberikannya kepada Jojo.
“Gunakan kartu ini sesuai dengan kebutuhanmu!” ucap Elden.
Jojo tentu saja tidak menolak pemberian suami tuanya itu. Meski dia mempunyai uang sendiri untuk membeli mobil mewah, tapi dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menguras isi dompet suaminya itu.
“Thanks,” jawab Jojo tersenyum lebar lalu menerima kartu tersebut dan memasukkanya ke dalam tasnya.
Elden menipiskan bibirnya sambil menghela nafas panjang, kemudian ia menyalakan mesin mobilnya dan tidak berselang lama, ia menekan pedal gas mobilnya, melajukan mobil mewahnya menuju Holitron Grup—di mana Jojo bekerja di sana.
Sepertinya Elden akan terus menghela nafas panjang guna memperpanjang kesabarannya saat menghadapi Jojo.
*
*
Jojo sudah sampai tempat kerja dengan selamat, kini saatnya Elden menuju perusahaannya sendiri dengan tenang. Sampai di perusahaannya, Elden di sambut oleh seorang pria yang sangat di kenalinya. Pria itu mempunyai paras yang sama seperti dirinya.
“Untuk apa kau datang ke sini?” tanya Elden kepada pria tersebut dengan datar.
“Aku ingin berbicara penting dengan Papi!” sahut pria berusia 30 tahun itu.
“Ed! Papi sedang sibuk!” jawab Elden seraya melanjutkan langkahnya tanpa memedulikan putranya itu.
Ya, pria tersebut adalah putra Elden yang bernama Edward Elden. Edward adalah pria yang sangat tampan dan gagah yang berprofesi sebagai sutradara terkenal di Negara itu, dia juga di gandrungi banyak wanita dari berbagai kalangan.
“Sibuk dengan istri barumu itu?!” geram Edward tertahan seraya menatap tajam punggung ayahnya sambil mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat hingga buku-buku tangannya memutih dan urat-urat di tangannya itu menonjol.
Langkah kaki Elden terhenti ketika mendengar ucapan putranya itu, kemudian ia membalikkan badannya, menatap putranya dengan datar.
“Papi memang sangat sibuk! Dan jaga ucapanmu!” tegas Elden.
“Oh! Papi sudah pintar bersandiwara rupanya! Aku dan Mami sudah mengetahui kelakuan busukmu di belakang kami! Kau menikah dengan wanita yang lebih muda dari Mami! Kau adalah pria yang sangat menjijikkan! Elden!” sentak Edward dengan suara yang sangat keras, hingga membuat semua para pegawai yang ada di lobby itu menoleh ke arah ayah dan anak itu.
Elden mengeraskan rahangnya, bertanda jika dia saat ini sedang menahan amarahnya. Jika pria yang ada di depannya itu bukan putranya, mungkin dia akan menghajarnya sampai tidak berdaya.
Bisik-bisik mulai terdengar dari para pegawai yang ada di lobby tersebut.
“Benarkah kalau Bos menikah dan menghianati istrinya?”
“Ya ampun, tidak menyangka ya. Tuan Elden dan istrinya selalu terlihat mesra, tapi nyatanya ...”
“Mungkin karena Nyonya Mita sudah tua, maka dari itu Tuan Elden menikah lagi.”
Dan masih banyak bisikan lainnya yang membicarakan Elden dan istrinya.
“Ikut ke ruanganku sekarang! Dan kita bicarakan masalah ini di sana!” ucap Elden kepada putranya yang menatapnya dengan tajam.
“Oke!” Edward berkata seraya menyugar rambut gondrongnya, lalu mengikuti langkah kaki ayahnya yang berjalan menuju lift. Rasanya dia ingin menghajar pria tua yang berjalan di hadapannya itu.
***
Jangan lupa like dan dukungannya❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Ketika Kepercayaan Dihianati
mna ada karyawan pda gk tahu padahl kn dibab ats mengatakn skandal mereka gempr didunia internet weh weh weh ngadi2 trs ceritanya
2024-11-16
0
Yuyu sri Rahayu
mungkin edward calon pebinor sesuai judul yach thor /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-03-01
0
Hamimah Jamal
knp gondrong
2024-08-19
0