Edward sudah sampai di lobby perusahaan Holitron Grup. Pria berambut gondrong dan mempunyai ketampanan yang luar biasa itu berjalan menuju meja resepsionis.
“Ada yang bisa saya bantu, Pak?” sapa Resepsioni ramah.
“Aku ingin bertemu dengan Ibu Jojo,” jawab Edward dengan datar, tatapan tajamnya menelisik ke setiap sudut lobby tersebut.
“Sebelumnya sudah ada janji?” tanya resepsioni wanita itu lagi.
“Sudah!” jawab Edwar singkat.
“Oke, silahkan naik ke lantai 10 dan bertemu dengan sekretaris Ibu Jojo, nanti Anda akan di arahkan menuju ruangan beliau.” Resepsionis tersebut menjelaskan.
Edward mengangguk pelan, tidak lupa mengucapkan terima kasih, kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju lift yang akan membawanya ke lantai 10 di mana ruangan Jojo berada.
*
*
Jojo sedang berkutat dengan berkas-berkas di dalam ruangannya.
Wanita cantik dan anggun itu terlihat sangat serius membaca setiap berkas yang akan dia tanda tangani. Tidak berselang lama terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya.
Jojo mendongak dan menghentikan pekerjaannya sejenak seraya berseru, “masuk!”
Ceklek
Suara pintu terbuka dari luar, “permisi, Bu. Ada seorang pria yang ingin bertemu dengan Anda,” ucap sekretaris Jojo yang berjenis kelamin perempuan.
Jojo menegakkan punggungnya, seraya menatap sekretarisnya itu dengan tatapan heran, “siapa?” tanyanya sambil bersedekap di dada.
“Beliau adalah seorang sutradara ternama,” jelas wanita berpakaian kantoran dan sopan itu.
“Suruh beliau masuk!” titah Jojo dengan heran, pasalnya dia hari ini tidak ada janji dengan seorang sutradara.
Sekretaris tersebut menganggukkan kepalanya lalu melebarkan pintu ruangan tersebut, dan mempersilakan Edward masuk ke sana. “Silahkan masuk, Pak.”
“Thanks!” jawab Edward dengan datar, lalu segera masuk ke dalam ruangan tersebut. Sedangkan sekretaris itu langsung menutup pintu ruangan itu dari luar.
Jojo mengerutkan alisnya sambil menatap pria yang berjalan ke arah meja kerjanya dengan tatapan yang sulit di artikan, pasalnya dia merasa tidak asing dengan wajah pria gondrong dan berparas tampan itu.
Sedangkan Edward terpaku pada sosok cantik yang duduk di balik meja kerja itu. Dia seperti melihat bidadari yang baru turun dari khayangan. Untuk sesaat dia melupakan niat balas dendamnya kepada istri kedua ayahnya itu.
Pantas saja, Elden nekat menikahi Jojo, ternyata ibu tirinya sangat cantik jelita.
“Ehm ... selamat siang, Pak. Silahkan duduk,” ucap Jojo dengan sopan kepada Edward yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
“Pak!” Jojo sedikit berseru karena pria yang ada di hadapannya itu masih berdiri sambil menatapnya tidak berkedip.
“Iya!” Edward teradar lalu dia segera menjaga wibawanya. “Thank ...” Edward mendudukkan dirinya di kursi yang terletak di depan meja kerja Jojo.
Jojo tersenyum lembut kepada Edward. “Apakah sebelumnya kita pernah bertemu atau membuat janji?” tanya Jojo dengan sopan.
“Tidak! Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, dan kita juga belum membuat janji. Aku datang ke sini karena penasaran dengan direktur Holitron Grup yang katanya cantik jelita! Perkenalkan, namaku Edward, aku adalah seorang sutradara ternama di Negeri ini. Aku ke sini ingin menawarkan kerja sama dengan Anda,” ucap Edward.
Niatnya ingin melabrak wanita murahan yang ada di hadapannya ini , tapi dia putar haluan. Dia ingin membalaskan dendamnya dengan cara lain.
Sepertinya mendekati wanita itu dan menyakitinya secara perlahan-lahan terdengar sangat menarik. Bibir Edward melengkung jahat, kemudian ia mengulurkan tangannya kepada Jojo.
“Senang berkenalan dengan Anda, Pak, tapi untuk tawaran kerja sama Anda, mohon maaf sekali, aku tidak bisa menerimanya,” jawab Jojo seraya menjawab tangan Edward yang terulur kepadanya.
“Why?” tanya Edward seraya menyugar rambut gondrongnya dengan gaya yang sangat keren.
“Karena dunia entertaiment bukan passion-ku.” Jojo memberikan alasan yang tepat kepada pria yang ada di hadapannya itu, yang tidak dia ketahui jika pria tersebut adalah anak tirinya.
“Oke, mungkin saat ini Anda tidak tertari, tapi Anda bisa mempertimbangkannya, kan?” ucap Edward tersenyum smirk seraya mengambil kartu namanya dari dalam dompetnya, kemudian ia menyerahkannya kepada Jojo.
“Kalau begitu, aku permisi, senang berkenalan dengan Ibu Jojo yang cantik jelita,” ucap Edward mengerlingkan salah satu matanya, sembari beranjak dari duduknya, dan segera keluar dari ruangan tersebut.
Jojo menatap Edward yang sudah keluar dari ruangannya, dia langsung menatap kartu nama yang dia pegang. Kedua alisnya mengerut saat membaca nama sutradara yang ada di kartu nama itu.
“Edward Elden? Jangan-jangan ...”
***
Konflik di awal ya, sabar jangan emosi🤭
Like-nya jangan lupa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
awas edward tar jatuh cinta baru pertama berjumpa aja kau udah terhipnotis jojo /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-03-01
0
Yuliana Purnomo
mudahan otak cerdas Jojo,, berfikir dibalik nam belakang Edward itu ,, persis nama suami tua nya
2024-08-26
0
Hamimah Jamal
Edward, terhipnotis dg kecantikan jojo.😄
2024-08-19
0