Hadiah rumah baru

Jojo duduk di depan meja rias yang ada di dalam kamarnya dengan perasaan sedih dan kesal yang luar biasa. Ia merasa terjebak pada situasi yang sulit.

Kenapa semua ini terjadi kepadanya?

Jojo bertanya-tanya di dalam benaknya.

Apakah semua ini sudah di rencanakan oleh Elden? Apakah pria itu memang sengaja menjebaknya? Menjeratnya agar dirinya mau menjadi istri kedua pria tersebut.

Semua kehidupan Jojo sangatlah sempurna, akan tetapi setelah dirinya bertemu dan bekerja sama dalam hal bisnis, dunianya menjadi jungkir balik tidak karuan.

Huh!

Jojo hanya bisa menghela nafas panjang seraya mengusap wajahnya dengan kasar. Kemudian ia menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di hadapannya.

Lihatlah betapa malangnya nasibnya. Bahkan keluarga besarnya pun sudah tidak ada yang peduli dengannya lagi karena scandal yang menimpa dirinya dan Elden.

Celek

Suara pintu kamar terbuka dari luar, namun tidak membuat Jojo berpaling untuk melihat siapa yang datang, karena ia sudah tahu yang masuk ke kamarnya itu adalah Elden—suaminya.

“Kau belum tidur?” suara berat Elden memenuhi kamar mewah bernuansa putih itu. Elden menatap istrinya yang duduk berdiam di depan meja rias. Dia tahu jika gadis yang tadi pagi sudah resmi menjadi istrinya itu masih merasa syok dan terpukul dengan kejadian ini yang begitu cepat.

“Jo ... maafkan aku ... karena telah menyeretmu dalam masalahku,” ucap Elden seraya berjalan mendekati wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.

Jojo menatap Elden dari pantulan cermin yang ada di hadapannya itu, bibirnya tersungging miring dan menatap sinis Elden.

“Sudah aku duga jika kau telah menjebakku!” desis Jojo penuh emosi.

“Demi Tuhan aku tidak menjebakmu sama sekali! Hanya saja aku terpaksa melakukan semua ini!” jelas Elden akan tetapi Jojo sudah tidak ingin mendengar penjelasan itu lagi.

“Bukankah hal itu sama saja? Dasar bodoh!” umpat Jojo menatap suaminya dengan tajam melalui cermin yang ada di hadapannya itu.

“Terserah kau saja! Yang terpenting saat ini aku sudah membersihkan nama baikmu dan nama keluarga besarmu!” ucap Elden.

“Kau sudah menemukan pelakunya yang menyebar video dan fotoku ku saat di hotel waktu itu? Apakah para wartawan itu?!” cecar Jojo seraya membalikkan badannya menghadap ke suaminya.

“Ya, pelakunya adalah salah satu dari wartawan, tapi di balik semua itu ada dalangnya,” jawab Elden terdengar geram.

“Siapa dalangnya?” Jojo sangat penasaran.

“Belum pasti, anak buahku sedang menyelidiki kasus ini,” jawab Elden seraya melepaskan kaosnya di hadapan Jojo.

“Hei! Kau mau apa?!” seru Jojo terkejut seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Mau mandi! Seharian mengurus masalah ini membuat tubuhku lelah dan lengket! Siapkan air hangat untukku! Dan otakmu jangan berpikiran mesum!” Elden menggeleng pelan melihat tingkah polos istrinya itu.

“Kau pikir aku ini pelayan!” celetuk Jojo.

“Ingat perjanjian pernikahan kita!” Elden mengingatkan Jojo sembari mengetuk kening istrinya itu dengan pelan,

“Iya! Iya!” Jojo segera beranjak tapi masih menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya menuju kamar mandi.

“Hei! Tunggu dulu!” Elden menahan istrinya yang sudah akan masuk ke dalam kamar mandi.

“Ada apa lagi?!” tanya Jojo tanpa menoleh.

“Aku ada sesuatu untukmu,” ucap Elden seraya mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya. Lalu ia mendekati Jojo yang masih mematung di depan pintu kamar mandi. Ia menyerahkan sebuah berkas kepada istrinya itu.

“Ini adalah hadiah untukmu. Sebuah rumah sederhana,” ucap Elden saat Jojo menerima berkas darinya.

“Rumah untukku? Kenapa kau memberikan rumah kepadaku?” Jojo menatap Elden dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Karena kau adalah istriku!” jawab Elden menatap Jojo dengan dalam.

“Tapi, aku tidak bisa menerimanya!” Jojo mengembalikan berkas tersebut kepada Elden, akan tetapi suaminya itu menolaknya.

“Aku sudah katakan kalau rumah ini adalah hadiah untukmu, jadi jangan menolaknya.” Elden tidak menerima penolakan dari istri kecilnya itu.

Jojo terlihat berpikir sejenak kemudian ia menganggukkan kepalanya bertanda jika dia menerima rumah tersebut.

“Jangan pernah menyesalinya karena sudah memberikan rumah ini kepadaku,” jawab Jojo sambil tersenyum sinis.

“Aku tidak akan pernah menyesalinya, dan mulai besok kita akan tinggal di rumah tersebut!” ucap Elden tidak mau di bantah, membuat Jojo menjadi gregetan pada suami tuanya itu.

“Kau selalu saja membuat keputusan sendiri!” kesal Jojo menatap suaminya dengan tajam.

“Sesuai dengan perjanjian pernikahan kita kalau kau akan tetap menuruti perintah suamimu seperti istri pada umumnya!” jawab Elden penuh kemenangan.

Jojo menggertakkan giginya dengan kuat seraya mengepalkan kedua tangannya di udara. Rasanya ia ingin meninju wajah tampan suami tuanya itu.

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

visual mereka dong thor

2025-03-01

0

Hamimah Jamal

Hamimah Jamal

bayangin visual Suami tua jojo 🤭

2024-08-19

0

Vie Hr

Vie Hr

Thor ganti dong nmnya
masa cewek nya Jojo
aneh rasanya 🤭

2023-11-06

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!