Louis menceritakan tentang liburannya di Bali dan dia berencana untuk membuat resort pribadi baginya di pulau eksotis itu.
"Bali benar-benar tempat yang sangat indah. Alamnya begitu damai. Jadi aku memutuskan untuk membuat resort yang jauh dari area hingar bingar perkotaan ini dan hanya menyajikan pemandangan hijau di sekeliling mata memandang." Ucap Louis.
Ira mendengarkan dengan intens setiap ucapan Louis. Ira memang benar-benar suka travelling. Setelah itu, Ira memperlihatkan foto travelling nya kepada Louis.
'Kelihatannya seolah Louis benar-benar sudah menjadi bagian dari keluargaku, jika hanya dia tetap milikku. Tapi setelah Mira datang, maka dia akan melupakan aku.' gumam Hana dalam hati.
Setelah mereka mengobrol beberapa menit, Louis mulai bersiap untuk pergi.
"Aku akan mengatakan kepadamu tentang pengalaman travelling ku lain kali saat kita bertemu lagi." Ucap Louis kepada Ira.
Ira mendekat ke arah Louis dan berbisik.
"Haruskah aku mulai memanggilmu kakak ipar?"
Louis menyeringai dan berkata, "aku suka dengan panggilan itu adik ipar." Ucap Louis.
"Aku juga." Balas Ira dengan tersenyum.
Hana tidak tahu apa yang mereka bisikan. Jadi dia benar-benar penasaran untuk mengetahuinya.
"Hana, kenapa kau hanya berdiri saja di sana? Tunjukkan jalannya kepada Louis." Ucap Mama Hana.
"Tapi...." Ucap Hana.
"Pergilah...." Ucap Mama Hana seraya menatapnya.
Hana dengan terpaksa pergi mengantar Louis ke depan rumahnya.
Setelah Hana keluar bersama Louis, Papa dan Mamanya melakukan tos satu sama lain.
...----------------...
Di luar rumah keluarga Kurniawan...
"Terima kasih karena sudah memberikan tumpangan untukku pulang ke rumah Pak Louis." Ucap Hana.
"Hana...."
Tiba-tiba Louis mendekat ke arah Hana dan memegang tangan kiri Hana lalu mengusap jemari manis Hana.
"Kau tahu Hana, ini adalah tempat di mana kau akan mengenakan cincin dariku." Ucap Louis.
Mata Louis melihat dengan begitu intens ke arah Hana.
'Oh ya Tuhan, kenapa pria ini semakin membuat jantungku berdebar kencang.' ucap Hana dalam hati.
Hana mencoba untuk menarik tangannya, tapi Louis memegangnya dengan sangat erat.
"Hana, aku akan pergi besok pagi untuk melakukan perjalanan bisnis selama 2 hari." Ucap Louis lagi.
Mata Louis terus menatap ke arah Hana dengan begitu intens.
"Kenapa kau memberitahukan ku hal ini?" Tanya Hana.
"Karena aku ingin mengatakannya kepadamu. Bukankah suami aku akan mengatakan kepada istri mereka ke mana mereka pergi?" Ucap Louis.
"Tapi aku bukan...."
Sebelum Hana bisa menyelesaikan kalimatnya, Louis sudah menciumnya lebih dulu.
"Selamat malam Hana manis ku." Ucap Louis kemudian dia pergi meninggalkan rumah Hana.
Hana berbaring di tempat tidurnya memikirkan tentang apa yang terjadi antara dirinya dan Louis. Dia tidak mengerti tentang semua situasi yang terjadi, tentang Louis yang tertarik kepadanya.
Di kehidupan yang sebelumnya, dia mencoba berbagai cara untuk bisa mengambil perhatian Louis, tapi tidak ada satupun yang membuat Louis bisa melihat ke arahnya.
'Kenapa semua yang terjadi di masa lalu malah berbeda sekarang? Seolah takdir memiliki rencana lain dalam hidupku. Lalu, apa yang akan terjadi saat Mira masuk ke dalam hidup kami nanti?' pikir Hana.
Seberapa banyak pun Hana menolak, tapi entah bagian mana di dalam hatinya, dia tahu bahwa dinding yang dia buat untuk menghalangi perasaannya terhadap Louis, secepatnya akan runtuh dan dia benci dirinya sendiri karena hal itu.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Refa Efa
Hana knp gampang Baper 🤣🤣
2024-06-24
0