Pov Author
Di dalam klub....
Butuh waktu lama untuk menenangkan Joshua. Sonia mengerti bahwa Louis tertarik kepada Hana dan entah kenapa dia merasa bahagia akan hal itu karena dia tahu bahwa Louis bukanlah seorang pria yang hanya bermain-main dengan wanita.
Tidak ada satu artikel pun yang menuliskan tentang Louis yang mengencani seseorang. Semua orang pasti akan begitu terkejut melihat Louis bisa tertarik kepada seorang wanita. Banyak dari orang-orang yang masih berasumsi bahwa Louis adalah pria yang menyukai sesama jenis.
Sonia tengah meminum minumannya. Dia tidak menyadari bahwa seseorang tengah menatapnya. Sonia seolah berada di dunia kecilnya sendiri. Tiba-tiba Sonia merasa seseorang bernafas di dekat telinga kirinya.
"Apa kau memikirkan aku boneka cantik?"
Sonia memutar kepalanya ke arah kiri dan ternyata itu adalah Lucas yang berdiri di sampingnya dengan menyeringai.
"Dasar brengsek! Kau lagi. Apakah telur mu sudah baik-baik saja sekarang?" Ucap Sonia.
Ada tatapan iblis dari mata Lucas. Dan hal itu pertama kalinya membuat Sonia merasa ketakutan kepada seseorang. Tapi dia tidak mau menunjukkan ketakutannya di wajahnya.
"Apa kau mau lihat jika telurku itu baik atau tidak?" Balas Lucas dengan tatapan iblis di matanya.
Sonia merasakan kemarahan di dalam dirinya.
"Dengarkan aku brengsek. Kau mungkin saja orang kaya dan berkuasa. Tapi itu tidak membuat aku takut kepadamu. Tinggalkan aku sendirian." Ucap Sonia.
Lucas kembali menyeringai. Wanita di hadapannya itu memang benar-benar menarik perhatiannya.
"Baiklah boneka cantik. Kita pasti akan lebih sering melihat satu sama lain lagi." Ucap Lucas.
Sonia tahu apa yang dimaksudkan oleh Lucas, karena bagaimanapun Lucas adalah adik dari Louis. Sonia menghela nafas memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini.
...----------------...
Di perusahaan milik Papa Hana...
Di dalam ruangan Pak Arman Kurniawan. Dia tengah mengobrol bersama Pak Jack Cullen. Kedua teman lama itu tengah duduk untuk mendiskusikan tentang proyek yang akan dilakukan. Setelah mereka berdiskusi, mereka lalu mulai minum dan bercanda.
"Arman, mau benar-benar orang yang pintar." Ucap Pak Jack Cullen berkata dengan menyeringai. "Aku bisa melihat perhatianmu terhadap skema yang kau buat untuk mereka. Kau bahkan tidak membiarkan putrimu bisa bernafas lega. Kau benar-benar berusaha untuk mencoba membuatnya dekat dengan putraku yang dingin itu." Lanjut Papa Louis.
Pak Arman menyeringai. Dia lalu menyesap kopinya.
"Baiklah, aku akui jika aku memang ingin melihat mereka berdua bersattu. Louis terlihat sempurna untuk putriku." Ucap Pak Arman dengan senyuman bangga di wajahnya. "Bagaimanapun juga, dia adalah putriku. Putri dari Arman Kurniawan. Dia pasti cocok dengan seorang Louis Cullen, putra dari pebisnis besar Jack Cullen, sahabatku." Lanjut Pak Arman.
Tiba-tiba Pak Arman membeku sesaat. Dia seolah tengah memikirkan sesuatu.
"Kadang-kadang aku hanya takut bahwa putriku itu akan menjadi lebih dewasa lagi. Dia begitu polos dan aku merasa takut. Bagaimana jika dia kesulitan untuk menghadapi dunia bisnis yang kejam ini. Dia begitu bertalenta, tapi dia adalah tipe orang yang begitu cepat percaya dengan mudah kepada orang lain." Ucap Pak Arman, Papa Hana.
"Ayolah Arman, jangan khawatir. Hana itu gadis yang pintar. Dia pasti akan belajar dengan cepat." Ucap Pak Jack.
'Aku sendiri juga sangat berharap bahwa dia bisa memberikan cinta yang tidak pernah didapatkan oleh putraku selama ini.' pikir Papa Louis.
Pak Jack Cullen tahu bagaimana perasaan putranya itu. Dia sudah melihat bagaimana cara Louis menatap Hana saat mereka bertemu pertama kali waktu itu. Pak Jack Cullen tahu, jika putra tertuanya itu pasti tertarik kepada Hana.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Teh Anis
plis deh kak cerita nya berat bgt aih berbelit ampun deh
2023-10-03
2