Saat ini agenda penting untuk Mommy Fanny bertambah satu lagi yaitu membangunkan putri kesayangannya. Mommy Fanny harus memiliki stok kesabaran yang banyak ketika membangunkan kesayangannya yang satu ini.
"Marie, tolong siapkan semuanya ya dan jangan lupa nasi goreng Baby Kai jangan diberi merica!"perintah Mommy Fanny.
"Baik Nyonya."patuh Marie.
"Aku akan membangunkan Kai dulu."kata Mommy Fanny meninggalkan dapur.
Mommy Fanny segera meninggalkan dapur dan menuju kamar Baby Kai.
"Ting"
Pintu besi itu terbuka dan Mommy Fanny segera melangkah menuju kamar Baby Kai.
"Tok"
"Tok"
"Tok"
"Baby kamu sudah bangun sayang???"panggil Mommy, karena tidak kunjung mendapat sahutan dari Kai Mommy Fanny pun langsung masuk ke kamar Kai.
"CEKLEK"
"Anak ini benar-benar menggemaskan sekali."gumam Mommy Fanny yang menoel-noel pipi chubby milik Kai.
"Baby bangun sayang, ini sudah jam 6."panggil Mommy Fanny.
Tidak kehilangan akal, Mommy Fanny pergi ke kamar mandi dan mengambil air. Lalu Mommy Fanny memercikkan air itu ke wajah Baby Kai.
"Baby bangun sayang!!!"perintah Mommy Fanny.
Mommy Fanny menyipratkan lagi air ke wajah Baby Kai kali ini dengan jumlah yang lebih banyak.
Kai yang kaget pun sontak berteriak
"Mommy.....hujan... Mommy!!!"teriak Kai lagi.
"Hujan apa hmmm?"tanya Mommy Fanny.
Kai yang sudah terduduk pun memasang wajah kesalnya pada sang Mommy dengan mengerucutkan bibirnya. Membuat Mommy Fanny gemas dan menciumi seluruh wajah putrinya itu.
"Mommy udah ..geli.... Mommy ampun."teriak Kai menolak ciuman dari Mommy Fanny.
"Sekarang cepat mandi dan bersiap ke sekolah baby!!"perintah sang Mommy.
"Iya Mom."patuh Kai.
Mommy Fanny hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anak kesayangannya itu.
Sekarang Mommy Fanny menuju kamarnya, memastikan Dady Aldric juga sudah bangun. Ternyata 2*5 dengan sang putri, suaminya masih bergelung di dalam selimut.
"Sayang ayo bangun, bukannya kamu ada meeting pagi ini!"seru Mommy Fanny pada Dady Aldric.
Dady Aldric menggeliat lalu memeluk Mommy Fanny, dan menciumi pundak Mommy Fanny.
"Tidak Baby tidak kamu sama saja, susah dibangunkan."gerutu Mommy Fanny.
"Dia kan putriku, wajar jika dia menuruni sifatku."sanggah Dady Aldric.
"Cepat bersiap, nanti anak-anak kelamaan menunggu kita!!!"imbuh Mommy Fanny melepaskan diri dari pelukan Dady Aldric.
"Morning kiss!!!"pinta Dady Aldric.
Mommy Fanny menghela nafas panjang, jika tadi Baby kecil yang ia cium maka sekarang Baby besar yang minta dicium.
"CUP"
"Cepat bersiap!!"titah Mommy Fanny.
"Baik ratuku."seloroh Dady Aldric.
"Hufffff benar-benar drama setiap pagi. Untung saja ke empat satria itu bisa bangun sendiri."gumam Mommy Fanny.
"Baby udah siap belom?"teriak Alan di depan pintu kamar Kai.
"Udah Abang."jawab Kai membuka pintu kamar.
"Yok ntar kita terlambat!!!"ajak Alden merangkul bahu sang adik.
"Ting"
Saat pintu besi itu terbuka, trio bungsu the Owen melangkah keluar bersamaan.
"Pagi!!"sapa mereka bersamaan.
"Pagi!!"balas Ace dan Brandon.
"Loh Dady mana Mom?"tanya Kai.
"Sebentar lagi Dady siap, nah itu."tunjuk Mommy Fanny ke arah sang Dady yang berjalan ke meja makan.
"Ayo mulai sarapannya!"kata Dady Aldric setelah memimpin doa.
15 menit kemudian mereka telah menyelesaikan sarapan mereka.
"Baby ingat hati-hati!"pesan Dady Aldric.
"Iya Dad, Kai ingat Kai berangkat dulu Dad."ucap Kai pamit pada Aldric dan menyalim tangannya dan dibalas dengan ciuman di kedua pipi tembemnya. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya. Sebenarnya Kai agak risih tapi menolak pun percuma.
"Baby ayo!!!"ajak si kembar yang sudah naik ke atas motor masing-masing.
Mereka segera menuju sekolah. Seperti biasa di parkiran anggota geng BLACK HOLE sudah menunggu kedatangan ketua dan wakilnya.
"Brumm"
"Brumm"
Terdengar suara deruman motor memasuki area OIHS. Dapat dipastikan siapa pemilik motor sport hitam dengan modifikasi yang khas itu.
Dibelakangnya menyusul seorang makhluk manis dan menggemaskan dengan wajah yang sangat ceria tidak lupa dengan skateboard board kesayangannya.
Anggota BLACK HOLE yang melihat kedatangan baby Kai tersenyum gemas melihat aksi gadis itu.
Kai lalu mengambil papan skateboardnya dan melambaikan tangan ke arah Abang kembarnya kemudian segera melangkah ke kelasnya.
Abang kembarnya hanya tersenyum tipis melihat aksi sang adik.
"Bos kok adek Lo cuek kayak ga kenal gitu sama Lo?"tanya Arnav
"Gimana lagi Nav, dia ga pengen satu sekolahan tau kalau dia adek kita."ujar Alan lesu.
"Lah kenapa?"tanya Yuvent.
"Dia ga mau ada yang berteman ama dia karena dia bagian dari the Owen."jawab Alan memandang adiknya yang berjalan bersama teman sekelasnya.
"Sabar Bro, By the gue salut liat dia kemarin ngadepin calon selir Lo."sanggah Erlang.
"Sial*n Lo."ketus Alden.
"Cabut!!!!"titahnya kemudian.
Bel masuk kelas telah berbunyi. Semua murid telah memasuki kelas masing-masing dengan tertib.
Mata pelajaran pertama pagi ini adalah seni. Guru mapel seni pun telah memasuki kelas Kai.
"Selamat pagi anak-anak!"sapa guru itu.
"Pagi Pak."jawab mereka serempak.
"Hari ini kita akan mengambil nilai untuk mata pelajaran saya. Saya harap semua berkumpul di ruang musik sekarang!!"suruh guru mapel tersebut.
"Baik Pak."mereka menyahuti perintah guru tersebut.
"Yok Kai!"ajak Jordan.
Mereka berempat beriringan menuju ruangan musik dan duduk dengan rapi.
"Baik hari ini kita akan ambil nilai. Kalian bisa menunjukkan keahlian kalian dalam bermain alat musik, bernyanyi atau bermain alat musik sambil bernyanyi dan tentu poin ketiga akan mendapatkan nilai plus dari saya!!!"ujar guru tersebut.
"Iya Pak."jawab mereka
Kebanyakan murid hanya menunjukkan keahlian bermain alat musik saja atau bernyanyi saja dengan diiringi piano oleh guru kesenian tersebut.
"Kai Lo mau ngapain??? Nyanyi atau main alat musik?"tanya Bian.
"Belom tau liat ntar aja lah!!"jawab Kai cuek.
Tiba giliran trio Tante yang menampilkan lagu grup k pop andalan mereka yang diiringi riuhan tepuk tangan dari para murid di kelas itu.
Sekarang giliran Jordan yang dipanggil untuk menampilkan bakatnya. Jordan menyukai drum, jadi penampilannya kali ini memainkan alat musik drum. Berbeda dengan Matthew dan Bian yang lebih memilih memainkan gitar akustik sambil bernyanyi. Nilai tertinggi pasti.
Tiba giliran Kai untuk menampilkan bakat yang ia miliki.
Trio tante-tante memiliki rencana untuk membuat Kai malu.
"Gue yakin tu anak nggak bisa apa-apa. Alicia coba Lo alihin kabel speaker ruang musik itu ke speaker pengumuman sekolah. Biar malu tu anak sekalian dipermalukan sama satu sekolahan."ucap Amber bersemangat.
"Siap gue mah buat yang gituan."tukas Alicia.
Kai melangkah ke depan dan mengambil gitar akustik, kemudian ia menyetelnya beberapa saat. Sebelum bernyanyi Kai mengucapkan sebuah kalimat yang langsung membuyarkan fokus satu sekolahan.
"Dad this song is for you"
Duo AL yang mendengar suara sang adik melangkah keluar kelas menuju ruang musik.
Kai mulai memetik gitar yang dipegangnya. Ia akan menyanyikan lagu milik Andmesh Kamaleng "HANYA RINDU"
Saat ku sendiri kulihat photo dan video
Bersamamu yang tlah lama kusimpan
Hancur hati ini melihat semua gambar diri
Yang tak bisa ku ulang kembali
Kuingin saat ini engkau ada di disini
Tertawa bersamaku seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini hanya rindu
Segala cara telah kucoba
Agar aku bisa tanpa dirimu oh
Namun semua berbeda
Sulitku menghapus kenangan bersamamu
Kuingin saat ini engkau ada di disini
Tertawa bersamaku seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini hanya rindu oh
Hanya rindu
Kuingin saat ini engkau ada di disini
Tertawa bersamaku seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Oh bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini hanya rindu oh
Hati Ini hanya rindu hm
Kurindu senyummu DADY.
Semua yang mendengar alunan suara Kai seolah merasakan apa yang saat ini gadis remaja itu rasakan. Suara yang merdu dengan lagu yang penuh dengan rasa rindu. Begitu pun semua yang berada di ruang musik. Mereka betul-betul terhipnotis mendengar alunan suara Kai. Namun pada bait kedua Kai tidak sanggup menahan air matanya untuk tidak luruh di pipinya, lagi yang ia nyanyikan semakin membuat sesak mereka yang mendengarkannya. Hampir semua murid yang ada di ruangan musik juga menitikkan air mata seperti merasakan apa yang Kai rasakan. Di saat nyanyian Kai akan segera berakhir Duo AL melangkah mendekati sang adik dan membawanya ke dalam pelukan, hal itu sukses membuat seisi kelas melongo hebat menyaksikan semua itu. Alden mengelus lembut punggung sang adik yang berada dalam pelukannya. Alan sendiri menghapus air mata yang terus mengalir di pipi sang adik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 168 Episodes
Comments
Desak Putu
wah kek ikut liat n dnger nyesek n mewek😭🤧
2025-02-21
0
Dewi Anggita
😭😭😭😭ikut nangis bacanya Thor...
2024-07-02
1
Deliza Yuseva
mewek ndeh ...😭😭😭😭😭😭😭😭
2024-05-28
0