Seluruh keluarga Owen saat ini tengah berkumpul di ruang keluarga. Masing-masing sibuk dengan aktifitas sendiri. Tiba-tiba Brandon memandang adik bungsunya dengan seksama.
"Bagaimana hari pertamamu di sekolah baby?"tanya Brandon.
"Biasa aja Kak!!"jawab Kai yang kembali fokus melihat layar laptopnya.
"Benarkah demikian Baby? Kau tidak berbohong pada Kakak bukan?"tekan Brandon.
"Biasa aja Kak, cuma ada sedikit drama klasik tadi di kantin."sahut Kai lagi.
"Apa maksudnya dengan drama klasik??"tanya Ace bingung.
"Baby tadi mengerjai beberapa murid Kak."jawab Alan.
"Benarkah Baby???"tanya Dady Aldric menaikan sebelah alisnya.
"Dad it's just for fun. Bukan Kai yang mulai, tapi mereka. Itu juga karena Abang Twins."Kai menunjuk si kembar dengan dagunya.
"Kenapa Twins?"tanya Dady Aldric pada si kembar.
"Karena gadis dari keluarga Alexander itu Dad."ujar Alan menahan kesal mengingat kejadian di kantin tadi siang.
Tawa Kai kembali meledak, hingga perhatian seluruh keluarga tertuju padanya.
"Baby apa yang lucu?"tanya Mommy Fanny penasaran.
"Lucu Mom, Abang kembar tadi didekati cewek cabe-cabean, karena menahan kesal wajah Abang Twins seperti orang lagi nahan boker."ucap Kai yang membuat seluruh keluarga juga tertawa membayangkan wajah si kembar.
"Baby ......."teriak si kembar bersamaan menahan malu.
"Abang lagian kenapa ga ngusir tu tante-tante, Abang suka sama mereka ya??"goda Kai dan membuat si kembar semakin kesal.
"Tante-tante?"beo Ace.
"Iya Kak Ace, cewek yang tadi mendekati Abang Twins tu mirip tante-tante, pake lipstik tebal mana warnanya norak, bedak tebal 5 cm. Mana pakaiannya minjam lagi."celoteh Kai yang membuat semua keluarga melongo mendengar penuturan Kai.
"Minjam?"beo Ace lagi.
"Iya Kak bajunya kekecilan, berarti minjam kan kak?"ujar Kai polos.
"Apa betul itu Twins, kalian dekat dengan orang seperti itu???"tanya Mommy Fanny marah.
"Tidak Mom, mereka yang selalu menempeli kami setiap hari. Tapi Mommy tenang aja, tadi mereka sudah diberi pelajaran oleh kesayangan Mommy itu!"jawab Alan menunjuk sang adik.
"Apa maksudmu Alan?"tanya Dady Aldric tidak mengerti.
"Ya seperti itulah Dad, putri kecil Dady itu mempermalukan ke empat keturunan Alexander itu tanpa mendapat perlawanan. Malah sekarang Baby jadi idola baru anak-anak yang sering di-bully oleh geng cabe-cabean itu Dad."jelas Alan.
Brandon yang dari tadi sibuk menatap layar laptopnya mendadak tertawa terpingkal-pingkal. Dan itu membuat heran semua keluarga.
"Heh Kak Brandon salah makan obatkah?"tanya Kai polos.
"Enak saja kamu Baby!!"ketus Brandon tidak terima dikatai seperti itu oleh sang adik.
"Lalu kenapa Kakak tertawa sendiri?"tanya Kai lagi.
Brandon meletakkan laptopnya di atas meja dan menunjukkan rekaman kejadian tadi siang di kantin sekolah.
"Jadi ini yang kalian maksud?"tanya Brandon lalu menyerahkan laptop tersebut pada Dady Aldric.
Dady Aldric pun ikut menahan tawanya, takut si kembar semakin tersinggung jika ia ikut tertawa.
"Dad what happened?"tanya Ace penasaran.
"You can see here!!"jawab Dady Aldric menyerahkan laptop itu pada Ace.
"Bwahhhahhhhah!!!"tawa Ace meledak seketika. Mereka melongo melihat Ace si duplikat kutub selatan bisa tertawa lepas seperti itu.
"Kau hebat Baby, Kakak akan berikan apapun yang kau minta karena bisa mengurus hama yang mengganggu si kembar."ujar Ace senang.
"Benarkah Kak Ace?"sahut Kai melompat senang.
"Wah senangnya dalam hati ei..!"kata Kai menyanyikan sebuah lagu sambil menarik-narik pipi si kembar.
"Terima kasih Abang Twins, berkat kalian Kai dapat hadiahhhh dari Kak Ace..bwahhhahhhhah,"seloroh Kai melompat-lompat kegirangan.
Si kembar semakin kesal, melihat kelakuan sang adik yang sedang berjingkrak-jingkrak dengan wajah tanpa dosanya.
"Baby kenapa teman-temanmu tadi minta maaf di parkiran."tanya Alden mengalihkan topik bahasan.
"Ooooh itu karena masalah di kelas saat belajar matematika."sahut Kai enteng.
"Ada masalah apa Baby?"tanya Mommy Fanny.
"Mereka meremehkan otak Kai Mom dalam menjawab soal matematika di depan kelas, termasuk guru mata pelajarannya.!"jelas Kai sambil memainkan laptopnya.
"Jadi????"lanjut Dady Aldric.
"Ya karena jurusan Kai yang tak sama dengan mereka, apalagi sekarang Kai berada di kelas IPA, kelas ilmu pecah tengkorak jadi mereka meremehkan kemampuan otak jenius Kai ini, Dad."delik Kai kesal.
"Ilmu pecah tengkorak????beo Alan.
"Ya Abang bagi teman-teman Kai dulu matematika itu ilmu yang bisa membuat kepala mereka berasap bahkan rasanya mau pecah."jelas Kai pada Alan.
"Ada-ada saja kamu Baby!!"sahut Ace.
"Mereka menganggap Kai tidak akan mampu menjawab soal itu. Mereka terlalu meremehkan Kai. Mereka saja yang tidak tau soal untuk kelas XII saja bisa Kai jawab dengan mudah."tambah Kai menyombongkan diri.
"Lalu..."kata Daddy Aldric penasaran.
"Nah trio tante-tante tadi itu juga ikut memanas-manasi seluruh kelas, alhasil sebagian memang terpengaruh termasuk guru mapelnya Dad."jelas Kai lagi.
"Jadi Baby apa bisa menjawab soal-soal itu?"tanya Mommy Fanny penasaran.
"Tentu saja bisa Mom. Itu hal kecil bagi Kai."jawab Kai tersenyum
"Jadi kamu sekelas dengan mereka Baby?"tanya Alden
"Iya Bang, Kai kaget juga melihat mereka di kelas. Karena tadi pas masuk di jam pertama Kai nggak terlalu memperhatikan seluruh kelas. Kai cuma fokus pada pelajaran."sahut Kai.
"Sebaiknya kamu berhati-hati dengan mereka Baby, pasti mereka tidak akan tinggal diam setelah mereka kamu permalukan."pesan Dady Aldric pada putri kesayangannya.
"Dady tenang saja, karena Kai akan selalu waspada, tapi mereka asyik dijadikan mainan Dad."ucap Kai sambil tersenyum smirk.
"Baby...."tegur Dady Aldric.
"Maaf maaf Dad, tapi kalau mereka yang mulai ga pa-pa kan?"ujar Kai dengan pupy eyesnya andalannya.
"Yang penting jangan kamu yang memulainya, Paham Baby!!!"peringat Dady Aldric.
"Siap Dad"sahut Kai.
"Sebaiknya kalian segera beristirat, besok harus sekolah"titah Mommy Fanny pada trio bungsu Owen itu.
"Iya Mom"jawab trio bungsu serempak.
"Baby ayok!!!"ajak Alden menarik lembut tangan sang adik menuju lift.
"Hu um"sahut Kai
"Malam Mom, Dad"ucap Kai mencium pipi Mommy Fanny dan Dady Aldric
"Kami ga dicium?"ketus Brandon.
"Maaf hehe lupa."cengir Kai mencium pipi Ace dan Brandon bergantian.
"Malam Kak Ace, Kak Brandon!!"kata Kai pada kedua kakaknya itu.
"Malam Baby, have a nice sleep!"ujar Brandon.
"Ayok" ujar Alden.
Si kembar mengantar Kai ke kamarnya.
"Malam Baby, langsung tidur ya!!"ucap Alan mencium pipi gembul sang adik.
"Sana gih tidur!"titah Alden mengecup kening Kai dan mengacak rambutnya.
"Malam Abang Twins"ujar Kai.
"Malam Baby!!"sahut si kembar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 168 Episodes
Comments
🍾⃝Zͩaᷞhͧrᷠaⷶ ℜα♡❤️🔥 Ꮶ͢ᮉ᳟
Kalau beristri duaa,, eh salah suami dua,, kwkwkwk baca pake nada bagian itu
2024-09-12
0
Deliza Yuseva
kay ....kay ...
lucunya
2024-05-28
0
Irmawati Irma
suka banget 👍👍
2024-02-21
0