Saat ini Kai sudah berdiri di depan markas GOLDEN GLADIOL. Bangunan yang ia bangun sedemikian rupa, merupakan penggabungan antara budaya Jepang dan Rusia nampak berdiri dengan kokoh, menyeramkan dan menjulang tinggi. Perlahan ia melangkah memasuki ruangan utama dari markas itu. Terlihat para petinggi GOLDEN GLADIOL sudah berdiri menyambut kedatangan Kai.
"Sore"
"Sore Kai."jawab mereka menunduk hormat.
"Duduk!!!"perintah Kai pada mereka semua.
Para petinggi GOLDEN GLADIOL duduk di posisi masing-masing.
"Bagaimana perkembangan KN shipping company Bang Bryan?"tanya Kai pada Bryan salah satu inti GOLDEN GLADIOL.
"Saat ini KN shipping company menunjukkan progres yang semakin baik Kai. Banyak yang mengajukan kerja sama dengan kita terutama di bidang pengiriman barang, dan didominasi oleh klan mafia Kai. Mereka ingin kita melakukan pengawalan terhadap pengiriman barang mereka. Dan mereka bersedia membayar lebih untuk semua itu."papar Bryan memberikan laporan perusahaan.
"Nice!!"sahut Kai.
"Lalu bagaimana dengan AIMAX FARMASI Bang Ernest??"tanya Kai pada Ernest si ahli obat-obatan.
"Kita mengalami peningkatan dalam pemesanan afrosidisiak dan juga racun level 8 dan level 10 Kai."jelas Ernest.
"Good."sahut Kai.
"Bagaimana mengenai pelatihan para Soldiers Bang Jo?"tanya Kai pada Jo panglima tempur Golden Gladiol markas pusat.
"Pelatihan mereka sudah memasuki tahap 8 Kai. Kita juga sudah menyuntikan Fiber Chip pada mereka. Dan sejauh ini tidak memberikan efek negatif pada mereka."terang Jo.
"Apa sudah ada perkembangan mengenai pembunuhan Dady?"tanya Kai sendu.
"Sepertinya orang ini telah mengenal baik mansion Adler. Dia bisa mematikan semua DRV dari semua kamera pengawas. Atau orang ini melakukan kerja sama dengan orang dalam (pengkhianat)."jelas William si ahli strategi.
"Oo gue ingat Bang, gue ada narok EAGLE EYE di mansion Adler. Setelah gue cek gue dapet sedikit petunjuk. Gue kirim ke email kalian rekamannya."kata Kai mengeluarkan handphone dan mengirimkan rekaman yang ia dapatkan.
"Yang anehnya tu orang memakai gelang giok hijau sama seperti punya Bubu. Setau gue yang boleh memiliki gelang giok itu cuma keturunan Yamaguchi asli atau pasangan mereka. Apa orang ini berhubungan dengan klan Opa gue? Itu teka tekinya sekarang!"jabar Kai mengusap pelipisnya
"Ini semakin rumit Kai. Masalahnya wajahnya tidak terlihat sama sekali, kita cuma bisa menyelidiki dari gelang giok ini dan postur tubuh orang ini."jelas William.
"Abang benar, kadang gue ngerasa putus asa Bang. Mana gue belum bisa ngewujutin permintaan terakhir Dady."keluh Kai mengusap wajahnya frustasi.
"Lo jangan pesimis gitu. Mana Kai yang kuat dan ga terkalahkan itu. Masa bikin Monster pembunuh Lo bisa, nyelesain ini aja Lo nyerah gaje Lo Kai."ledek David menaikan sebelah alisnya.
"Mulut Lo ya Bang minta dirajut hah?"kesal Kai, tapi ia membenarkan apa yang David katakan.
"Selow Capt Monsters, nah gitu semangat."sahut David
David salah satu orang dalam perkumpulan itu yang bisa memperbaiki mood anggotanya jika ada yang lagi down.
"David benar Kai, lagian kita selalu ada dekat Lo, selama ini kita udah lalui susah senang sama-sama jadi Lo gak sendiri dalam melangkah."sela Jo.
"Makasi semua, gue nggak tau Bang kalau Lo semua pada kagak ada nemenin gue."ucap Kai tulus.
"Lo kayak ama siapa aja Kai. Seharusnya kita yang makasi ama Lo. Lo udah banyak berjasa buat kita semua. Karena Lo kita semua punya tujuan hidup. Kita dianggap keluarga dan dianggap penting."papar Steven lirih.
Mereka melangkah ke arah Kai. Saling memeluk satu sama lain. Saling menguatkan.
"Ya udah Bang gue balik dulu ya, udah malam besok sekolah."pamit Kai beranjak dari kursinya.
"Mau diantar Lo??"tanya Bryan
"No, thanks Bang, gue udah besar kali."jawab Kai
"Iyeee yang besarrrr"ejek William mengacak-acak rambut Kai.
"Ehh tu tangan mau gue bikin jalan-jalan apa???"delik Kai.
"Rileks Little sister!"kekeh William.
"Ya udah bye semua."Kai beranjak meninggalkan markas GG.
Mereka memandangi punggung gadis kesayangan mereka hingga menghilang dibalik pintu markas. Seorang gadis kecil yang dengan ikhlas mengulurkan tangan untuk merangkul mereka membentuk sebuah keluarga.
Kai segera melajukan motornya menuju mansion miliknya. Kai ingin segera berkencan dengan kasur kesayangannya.
Saat perjalanan menuju mansion Kai melihat sebuah mobil berhenti dengan kap mobil terbuka. Terlihat seorang laki-laki paruh baya sedang mengecek mesin mobil yang mengeluarkan asap itu.
Kai melajukan motornya menuju mobil yang sedang berhenti itu.
Kai membuka helmnya dan bertanya pada laki-laki itu.
"Maaf Pak, mobilnya kenapa ya?"tanya Kai sopan.
"Nggak tau neng, tiba-tiba keluar asap begitu. Mana Bapak ngga paham dengan mesin mobil lagi neng."jelas laki-laki itu kebingungan.
"Boleh saya periksa Pak, soalnya kalau jam segini jalanan ini sudah sepi lagian bengkel sekitar sini udah pada tutup.?"Kai menawarkan diri.
Tiba-tiba seorang wanita berumur kira-kira 40 tahunan dan seorang laki-laki yang masih muda turun dari mobil dari mobil dan melihat apa yang terjadi.
"Ada apa mang Udin??"tanya wanita itu penasaran.
"Ini Nyonya, mesin mobil ini berasap dan neng ini mau memeriksanya, apa boleh Nyonya?"tanya sopir itu pada majikannya.
"Apa kamu bisa memperbaikinya??"tanya wanita itu, sedangkan laki-laki muda itu terus menatap Kai tanpa berkedip.
"Saya coba dulu ya Tan."ucap Kai.
"Silahkan!!"Nyonya itu mempersilakan.
Kai memeriksa mesin mobil itu dengan seksama. Dan dia pun mendapatkan penyebab mesin mobil itu berasap.
"Oohh ini seal katupnya aus Tan, dan harus diganti!!"ujar Kai menjelaskan.
"Berarti harus dibawa ke bengkel ya??"ujar wanita itu.
"Kalau di sekitar sini bengkel jam segini udah pada tutup, tapi kalau Tante mau nunggu sebentar, saya bisa nelpon teman buat nganterin sparepart nya ke sini."jelas Kai meminta persetujuan.
"Baik, telponlah kami akan menunggu!"jawabnya lalu kembali masuk ke dalam mobil.
Kai segera mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.
"Hallo Bang, bisa anterin seal katup ke jalan xxxx."tanya Kai.
".............."
15 menit kemudian orang yang ditelpon pun datang.
"Mobil Lo Napa Kai?"tanya laki-laki itu berambut blonde itu.
"Bukan mobil gue Bang, tapi mobil Tante itu."jawab Kai pada pemilik mobil.
"Oooo, yok gue bantuin ni gue juga udah bawa peralatannya!!"tunjuk orang itu.
"Wahhh the best lah Lo Bang."puji Kai sedangkan pemuda yang membantu Kai itu memutar bola mata malas ke arah Kai.
"Tan tunggu bentar ya kita kerjain dulu!!"kata Kai mulai mengganti seal katup mobil itu.
"Ya silakan!!"jawab wanita itu.
Diam-diam saat Kai sedang mengganti seal katup mobil itu, sang wanita pemilik mobil mengambil foto Kai yang sibuk dengan peralatan di tangannya. Sedangkan laki-laki muda di samping wanita itu masih sibuk memperhatikan Kai.
"Gadis yang menarik"bathinnya
Tak lama kemudian semuanya selesai dikerjakan dan Kai menyuruh sang sopir menyalakan mobil dan mobil itu menyala dengan baik tentunya tanpa asap lagi.
"Ok Tan sudah selesai. Sebaiknya Tante segera pulang, daerah ini rawan begal."ujar Kai sembari membereskan peralatan yang ia pergunakan tadi.
"Terima kasih, boleh Tante tau namamu?"tanya wanita itu.
"Nama saya Kai Tante."jawab Kai.
"Kamu bisa memanggil saya Tante Fanny dan ini anak tante kamu bisa memanggilnya Kak Ace."kata wanita itu memperkenalkan diri.
"Salam kenal."jawab Kai singkat.
"Kai gue balik dulu, bengkel belum tutup."pamit laki-laki yang membantu Kai tadi.
"Thanks Bang jadi enak gue."ucap Kai dengan tersenyum mengejek.
"Dasar adek lucknut Lo."umpat laki-laki itu menuju motornya sambil mengangkat tangan pamit.
"Tan Kai juga pamit dulu ya, udah malam. Besok Kai harus sekolah."ujar Kai.
"Kamu sekolah di mana sayang"?tanya wanita itu
"SMK KARTIKA Tan."jawab Kai.
"SMK? Bukankah seharusnya kamu masih SMP jika dilihat dari wajahmu yang menggemaskan itu?"tanya Tante Fanny menoel-noel pipi chubby Kai.
"Itu karena Kai ikut kelas akselerasi Tan."jawab Kai nyengir.
"Ohh begitu pantas saja."jawab Tante Fanny.
"Ohhh iya Tan anak Tante itu definisi tidak ramah bintang 5!"ketus Kai.
"Dari tadi kagak ngomong-ngomong sariawan ya Kak?"ledek Kai.
Sontak hal itu membuat Ace melotot pada Kai, namun membuat itu malah membuat Tante Fanny tertawa terkekeh-kekeh.
"Ya begitulah Kai. Oh iya ini untukmu."kata Tante Fanny memberikan beberapa lembar uang pada Kai.
"Makasi Tan, tapi ga usah. Kalau memperbaiki mobilnya di bengkel Tante boleh kasih uang. Tapi ini kita ketemu di sini, jadi ini bukan balas jasa."jawab Kai
"Kai balik dulu Tan bbye Kakak tidak ramah bintang 5."ucap Kai sambil berlari ke arah motornya takut diamuk Ace.
Ia pun segera menyalakan motornya dan meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Tante Fanny masih memandangi Kai hingga tak terlihat mata.
"Ayo Mom."ajak Ace pada sang Mommy.
"Ehh ayo kita pulang sudah malam."sahut Tante Fanny.
"Ayo mang Udin"ajak Tante Fanny diangguki oleh mang Udin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 168 Episodes
Comments
HNF G
lhaaahh... ini pst ratu Owen n putra mahkotanya 🤭🤭🤭
2024-06-05
0
Oi Min
pancen kwe ki jodo kro The Owen owk Kai..... kwe ncen di takdir ke dadi bagian dari The Owen
2024-05-26
0
anak orang🤭
datang dengan sendirinya 🤣🤣🤣
2024-02-19
0