Empat Jam Kemudian.
Toko swalayan itu cukup besar dan mampu memenuhi kebutuhan kota secara keseluruhannya. Karena hanya dia satu-satunya tempat dengan bahan persediaan cukup banyak, sementara sisanya hanya cukup untuk beberapa orang di kamp. Karena itu, mereka semua akan menghabiskan persediaan di dalamnya untuk kamp pengungsi.
Anggota di dalam menyiapkan banyak kardus-kardus yang bisa di gunakan untuk mengangkut barang. Dan beberapa orang berbicara tentang transportasi pengangkut apa yang akan di bawa Qin Chen? Karena kendaraan, ataupun gerobak tidak akan cukup untuk membawanya sekaligus.
Mereka harus mengangkutnya berulang-ulang dengan menggunakan gerobak dorong yang ada, dan akan memakan banyak waktu di tambah ancaman zombie mutasi yang bisa kapapun datang.
Namun semuanya berubah saat mereka keluar, ada banyak gerobak dorong yang cukup besar dapat menampung semua barang dalam satu angkutan tanpa bolak-balik ketempat ini. Namun membutuhkan tenaga manusia yang ekstra untuk menariknya.
"Semuanya, aku hanya dapat menemukan 20 gerobak dorong ini. Mungkin akan membutuhkan banyak usaha untuk menarik, karena itu aku akan membagi tugas masing-masing secara bergantian, untuk sekarang angkut barang-barang ke atas gerobak. Susun dari yang berat hingga barang yang ringan untuk memudahkan menariknya."
"Seperti yang kuduga, dia bukanlah manusia biasa karena menemukan gerobak ini." Ungkapan salah satu anggota, karena ia sudah dapat membayangkan isi kepala Qin Chen bagaimana kedepannya.
"Jangan buang-buang waktu, angkut barang-barang sekarang."
Komandan Jiang Ta bergegas membantu mengangkut barang-barang keatas gerobak, dan Qin Chen menunggu di depan sana sembari mengamati pergerakan zombie. Dia sudah memastikan dengan terbang beberapa saat lalu untuk mencari rute ke kamp yang aman tanpa menemukan bahaya di perjalanan.
Setelah 3 Jam memindahkan barang, mereka semua sudah menyelesaikan tugasnya. Qin Chen turun dari atas sana, dan mendekati mereka semua yang ada di sana. Komandan Jiang Ta mencoba menariknya dan merasa bahwa satu gerobak setara dengan satu kendaraan standard.
"Mungkin sangat berat bagi kalian untuk membawanya, karena itu aku akan membagikan tugas." Qin Chen memintanya untuk berkumpul di hadapannya. "Komandan Jiang Ta, berapa banyak yang bisa kau bawa dengan kekuatanmu sekarang?" Qin Chen bertanya dengan serius.
Komandan Jiang Ta mengekpresikan dirinya dengan menatap barang-barang itu. "Kemungkinan hanya dapat membawa 5, itu sudah batasan ku. Untuk beristirahat, mungkin membutuhkan cukup banyak waktu. Karena satunya setara dengan kendaraan standard roda empat, sementara 5 akan setara dengan 1 Tank yang ada di markas. Selama jalannya bagus, aku dapat membawanya."
Qin Chen mendengar keseriusan itu. "Sangat cukup, aku akan membawa 5. Dan masing-masing kalian membawa 2, sementara tersisa satu akan bertugas mengamankan bagian depan dengan perlengkapan penuh, kalian akan bergantian membawanya. Jadi akan memudahkan kita bergerak. Dan jangan membatah omonganku tentang membawa 5 gerobak, aku cukup mampu menariknya sendirian tanpa bantuan."
Belum sempat pertanyaan itu di keluarkan, Qin Chen sudah menyangkalnya. Saat dia berkata, maka tidak ada yang bisa di lakukan pasukan khusus yang ada di sana.
"Jangan membuang-buang waktu, bergerak sekarang sebelum malam!"
Begegas, semua anggota bergegas memasang kuda-kuda bergerak. Awalnya cukup berat dan kemudian mulai terasa ringan, Qin Chen membantunya dengan Telekinesis yang membuat barang-barang di sana mengambang beberapa milimeter sehingga tidak akan ada yang mengetahuinya.
Cukup merepotkan bagi Qin Chen, karena ia harus fokus dengan kekuatan itu. Tetapi tubuhnya dengan mudah menariknya, karena kekuatan Qin Chen sudah mencapai ±4.000 itu sangat besar dan dapat meruntuhkan beberapa bangunan besar dengan satu serangan. Sepanjang jalan di kota, mereka cukup aman karena zombie-zombie di sana tidak ada melainkan sangat sunyi dan sepi tanpa suara yang terdengar di telinga.
Qin Chen membunuhnya beberapa waktu lalu untuk mereka lewati, 4 jam yang di berikan mereka cukup baginya membersihkan tempat-tempat yang akan di laluinya. Meskipun akan ada zombie baru yang akan datang, karena tempat ataupun kondisinya di tempat tersebut memungkinkan.
"Apa kau merasakannya? Tempat ini sangat sunyi dan senyap tanpa adanya suara zombie. Sangat mencurigakan, karena tidak ada tanda-tanda kehidupan zombie, itu membuat perasaan seram muncul." Salah satu anggota bicara, itu cukup menghebohkan dan komandan sama halnya merasakan tempat yang mereka lalui sangat aneh.
"Bagaimanapun, ini keutungan bagi kita untuk bergerak dengan bebas. Dan tingkatkan kewaspadaan kalian dengan serangan kejutannya, mungkin ada satu ataupun dua zombie yang tersisa di tempat ini." Komandan Jiang Ta dengan tegas bicara.
Qin Chen disampingnya hanya diam, dia memalingkan wajahnya kesamping. Disaat anggota lain fokus kedepan, komandan bicara dengannya. "Apa kau yang membersihkan tempat ini selama 4 jam di luar?" Komandan Jiang Ta bertanya kepadanya.
"Entahlah, mungkin orang asing datang membantu kita membawa makanan kepada orang-orang di kamp sana." Balasnya, dia tidak menatapnya langsung dan memilih untuk memalingkan wajahnya kesamping.
"Lupakanlah, aku berterimakasih karena sudah mengamankan tempat ini dan bukannya mencurigaimu, terimakasih banyak." Ungkapnya, dia dengan tulus menunduk kepalanya.
"Uhm."
Tanpa mereka sadari orang yang membantunya adalah Qin Chen. Dan hanya Komandan Jiang Ta yang mengetahuinya, ia hanya diam tanpa bicara kepada anggota lain. Dengan begitu, mereka akan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan mendadak yang akan datang nantinya.
Saat malam, ia berada di tengah lapangan yang luas dengan barang-barang itu terusan membentuk tembok besar. Itu untuk menutupi keberadaan mereka dari zombie di luar, dan dengan begitu mereka dapat beristirahat memulihkan tenaga.
Pertama, Qin Chen beristirahat duluan karena malamnya dia akan berjaga. Secara bergantian untuk berjaga, mereka sudah makan bersama-sama dengan daging dan roti membuat suasana menyeramkan berubah menyenangkan karena bisa berkumpul dan minuman bersama.
Saat malamnya, Qin Chen dan Komandan Jiang Ta bertugas berdua di sana. Mereka duduk dengan diam satu sama lain, Qin Chen tengah baring menatap langit berbintang yang menggantung di atas sana. "Hari ini cukup banyak bintang yang datang, apa karena suasana berubah?" Gumamnya.
"Qin Chen. Dengan keadaan kita sekarang, berapa lama menurutmu untuk sampai ke kamp pengungsi?" Komandan Jiang Ta bertanya kepada Qin Chen, karena ia mempunyai opsinya.
"Dengan tenaga dan waktu beristirahat." Qin Chen mengamati barang-barang yang di bawanya. "Mungkin besok sore kita akan sampai ke kamp, karena sebelumnya kita mendapatkan kesialan berturut-turut dan sekarang keberuntungan Dewi Fortuna memihak kepada kita."
Komandan Jiang Ta tertegun, dan dia langsung tertawa tipis mendengarnya. "Mungkin." Katanya, ia baru mengingat bahwa mereka mendapatkan kesialan sepanjang waktu tanpa berhenti dengan luka-luka. Dan sekarang, keberuntungan berada di pihak mereka. "Aku harap ini semua selesai tanpa masalah." Lanjutnya.
"Ya, karena itulah yang aku inginkan. Dengan itu aku bisa mendapatkan hadiah utamanya." Qin Chen membalasnya, itu membuat Komandan Jiang Ta beropini tentang hubungan mereka.
"Jangan bermain sangat lama, atau kau akan kewalahan besoknya. Dan itu akan mencurigakan di mata anggota lain yang berada di kamp."
Mendengar itu, ia langsung menoleh kesamping. "Komandan Jiang Ta, apa kamu mengetahui sesuatu?"
"Entahlah, mungkin orang asing memberitahukanku." Balasnya.
Qin Chen sangat kesal dan marah sekarang, karena kata-katanya di gunakan Komandan Jiang Ta tepat di hadapannya. "Tch! Sudahlah, aku hanya bermain, apa kau tak marah dengan itu? Kau salah satu bawahannya, kan?" Tanya Qin Chen yang penasaran.
"Zaman berubah, aku tahu itu dan hukum tak berlaku sekarang. Dan dia seorang wanita, tahu mana yang benar dan salah. Sekaligus mempunyai tugas yang berat, selama ini dia hanya fokus pada orang lain di atas apapun dan bukannya dirinya sendiri. Itu membuat banyak anggota khawatir namun tidak ada yang berani membantahnya. Setelah kau datang, dia tampak membaik dan itu dapat saksikan anggota lainnya, mungkin dia berubah karenamu. Walaupun usianya denganmu berbeda, aku harap kau tidak mengecewakannya."
"Begitu? Baguslah kalau kau tidak marah, aku sempat akan merencanakan untuk menembakmu sewaktu melarangnya." Qin Chen membalasnya dengan tenang, tapi komandan tengah keringat dingin.
"Lupakanlah, aku menantikan kabar baiknya."
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Beb_yy
tentunya dengan bantuan cheat sistem/Chuckle/
2025-01-13
0
JOE NATHAN ALFARYZy
kopi mendarat thor up lgi dong
2023-04-07
0
JOE NATHAN ALFARYZy
lanjut thor
2023-04-07
0