Qin Chen hanya menutup matanya, ia akan melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Dan mengesampingkan hal berbahaya yang dapat membunuhnya di masa depan, karena dia masih mempunyai keluarga di kamp pengungsi. Untuk meminta seseorang tanpa membalasnya sama dengan memanfaatkan orang tersebut untuk kepentingan sendiri, karena itu Qin Chen langsung mengatakan apa yang ada di benaknya, bagaimana caramu membayarku?
Dengan bayaran yang merata, Qin Chen akan membantunya. Selama itu bayaran yang ia dapatkan memenuhi kebutuhan utama, dalam artiannya itu mempunyai harga yang sama rata atau sebanding dengan mempertaruhkan nyawanya di luar sana, Qin Chen akan melakukan tugasnya dengan baik.
Karena bagaimanapun mencari persediaan untuk orang-orang di kamp bukanlah sesuatu yang mudah untuk di lakukan. Ada banyak bahaya, dan kematian bisa saja menghampiri mereka saat bertugas, karena itu ia meminta bayaran yang setimpal dengan nyawanya.
Kesampingkan masalah uang, makanan dan minuman, karena semuanya ada di tangan Qin Chen! Bagaimana dia bisa ke kamp pengungsi tanpa mendapatkan luka, itu menandakan bahwa Qin Chen mempunyai pengalaman yang sangat hebat di luar sana menghadapi zombie mutasi berhari-hari hingga sampai ketempat ini.
"Pikirkan dengan baik-baik sebelum memutuskannya." Katanya, Qin Chen beranjak berdiri dari tempat duduknya. "Aku akan menunggu jawabanmu kapapun. Jika sudah memikirkannya, kau dapat menemuiku di tenda tempat saudariku berada, itu tergantung bagaimana kau bisa menerimanya atau tidak— Aku tidak memaksamu, kau lah yang memegang keputusannya sedari awal percakapan ini di mulai hingga berakhir. Jika kau memikirkan orang-orang di belakang sana dan bawahanmu, kau seharusnya tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya."
Qin Chen membelakangi Yang Xi. "Beristirahat lah, ada banyak waktu yang bisa kau gunakan untuk memikirkannya."
Qin Chen keluar dari ruangan itu, dan langsung menemukan Qin Yu ada di depannya bersama pasukan khusus yang tadi mencarinya. Qin Chen tersenyum menyapanya, ini membuat Qin Yu tersedu-sedu menatap Qin Chen. "Kau ingin menangis? Ingat umurmu sudah 18 tahun." Katanya, dia langsung mengejeknya.
Qin Yu langsung mendekatinya, ia sembari melompat memeluk Qin Chen.
"Kenapa sangat lama datangnya? Aku mengira Chen Gege sudah berubah menjadi zombie. Aku sangat kesepian di tempat ini." Katanya sembari tersedu-sedu mengusap air matanya di dada Qin Chen, ini membuat ingusnya menempel di pakaiannya.
Qin Chen tertawa mendengarnya, ia hanya bisa menahan perasaan yang sama dalam hatinya tanpa mengatakan kepada Qin Yu. "Sekarang, Chen Gege ada di depanmu, kan? Berhentilah menangis seperti anak kecil." Lanjutnya.
Qin Yu mengusap-usap wajahnya, ia membuat ingusnya menempel di mana-mana. Kemudian, ia mendongak menatap Qin Chen yang bukan seorang zombie, itu manusia beneran! "Chen Gege, apa kau datang untuk menjemputku? Atau menginap di kamp sampai keadaan membaik?" Qin Yu bertanya, penasaran.
Sebelum membalasnya, ia belum merencanakan masa depannya. Membawa saudarinya akan sangat bahaya, karena ada banyak bahaya di sekitarnya, dan Qin Chen belum cukup kuat untuk melindunginya ataupun keluarganya. Memikirkan hal tersebut, ia termenung sesaat.
Kemudian—Qin Chen langsung mengusap-usap kepalanya mengubah arah pembicaraan menghindari kekhwatiran Qin Yu. "Kenapa? Apa kau takut sendirian lagi? Dan kesepian karena tidak punya teman untuk di ajak bicara?" Katanya, dia mengolok-olok Qin Yu.
"Hmm." Dia hanya mengerang.
"Dasar bodoh." Qin Chen mengetuk keningnya cukup keras. "Aku sudah bilang, kan? Jangan keluar rumah saat itu, kau membatahnya dan tetap pergi keluar dengan teman-temanmu. Sekarang bagaimana? Apa kau sudah mengerti kenapa aku memperingatimu untuk tidak keluar waktu itu." Lanjutnya, dia memarahi Qin Yu.
"Aku minta maaf, aku salah sebelumnya karena membantah Chen Gege." Qin Yu menunduk takut dengan Qin Chen. "Jangan pukul aku lagi, itu menyakitkan." Qin Yu menutupi kepalanya dengan kedua tangan, ia ketakutan menatap Qin Chen karena sudah membatahnya.
"Lupakanlah." Qin Chen menghela napasnya karena ia tidak bisa memarahinya. "Karena kau selamat itu sudah cukup bagiku, kedepannya jangan membatah apa yang Chen Gege katakan, ini demi keselamatanmu, bukan orang lain." Jelasnya.
Qin Yu mengangguk.
Qin Chen mengeluarkan minuman, dan makanan kalengan yang dapat di konsumsi. "Sekarang mau makan? Chen Gege membawa cukup banyak makanan untuk berdua, kau dapat menghabiskan kalau mau. Jangan khawatirkan tentang bagaimana Chen Gege mendapatkannya, mengerti."
Mendengar itu, Qin Yu bersemangat. Dia merasa lapar karena tidak mendapat makanan selama dua hari belakangan ini. Dan dia hanya mengkonsumsi makanan apa yang ada di kamp pengungsi, itu membuatnya sangat lapar sewaktu Qin Chen mengatakan dia membawa banyak makanan untuknya seorang.
Keduanya pergi ketempat yang kosong dan hanya ada mereka berdua, Qin Chen mengeluarkan banyak makanan dari dalam tasnya. "Makanlah sesuatu untuk sementara, Chen Gege akan siapkan tempat untuk memanggang daging." Ucap Qin Chen kepada Qin Yu.
Qin Yu merasa bersalah karena sudah membuat Qin Chen khawatir selama ini. Qin Chen memberikan minuman dinginnya. "Kenapa kau begitu pendiam? Apa karena merasa bersalah dengan Chen Gege? Sudah Chen Gege katakan untuk melupakannya, selama kau selamat itu sudah cukup bagiku. Sekarang makanlah, atau aku berikan makanan ini kepada orang lain." Qin Chen mengatakan bahwa dia senang Qin Yu selamat dari bencana, Apocalypse.
Qin Yu mengangguk, ia memakan banyak makanan yang di keluarkan Qin Chen. Kemudian, Qin Chen membakar daging untuk di makan Qin Yu. Selama mereka berdua makan bersama, Qin Yu mengatakan banyak tentang dia di kamp sampai tengah malam. Setelah menceritakan begitu panjang, Qin Yu tertidur di pangkuan Qin Chen.
Qin Chen menoleh kesamping. "Kau dapat keluar, saudariku sudah tidur." Katanya, ia merasakan kehadiran Yang Xi beberapa saat lalu.
Yang Xi menghampirinya, ia sudah memutuskan apa yang harus dia lakukan. "Sebelum itu, maafkan aku karena sudah menganggu waktu kebersamaan kalian berdua di tengah malam."
Qin Chen mengangguk, ia menurunkan Qin Yu ketempat kasurnya. Dan menutupinya dengan kain hangat untuk menghindari kedinginan. Selepas itu, Qin Chen membawa Yang Xi duduk di pinggiran bebatuan, ia memberikan secangkir minuman hangat untuknya.
"Lalu? Apa yang sudah kau putuskan." Qin Chen bertanya kepada langsung.
Yang Xi membeku sesaat, ia menatap bulan dengan tatapan sulit diartikan. Ada perasaan kesedihan, dan ada perasaan putus asa, perasaan itu seakan-akan tercampur di dalam satu irama yang teratur membuatnya tidak mempunyai kesempatan untuk berpikir.
"Selama kau dapat membantu kami mencari persediaan, aku siap memberikan diriku sebagai bayarannya." Katanya, dia bersungguh-sungguh mengatakan itu di depan Qin Chen sekarang.
Qin Chen menatapnya dengan serius. " Apa kau berpikir tubuhmu berharga di bandingkan nyawaku?"
Yang Xi terdiam, dia tidak mengerti apa yang baru saja dia dengar!
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
LOLLYPOP
💪🏽💪🏽💪🏽💪🏽💪🏽
2023-04-05
2
LOLLYPOP
👍👍👍👍👍
2023-04-05
1
Marchell
akhirnya up
2023-04-04
2