Sesaat mereka keluar dari kamp, Qin Chen merasakan hawa membunuh di belakang punggungnya. Perasaan itu sangat besar sampai-sampai membuatnya merinding kedinginan. Qin Chen buru-buru menggosok tangannya, ia merasa ada seseorang yang membicarakan tentangnya di belakang.
"Bawa anggota ketempat kota lewat gang bangunan, karena jalan utama hanya ada zombie di mana-mana. Amunisi yang di bawa hanya dapat di gunakan untuk keadaan mendesak." Ucap Qin Chen, dia buru-buru memimpin kedepan karena dia mempunyai kemampuan pengelihatan cukup tajam.
"Semua anggota dengarkan pemandu, kita akan lewat gang bangunan untuk menghindari kemungkinan terburuknya." Jang Ta memberikan perintah kepada bawahannya, mereka ikut ketempat Qin Chen membawa semuanya ke kota.
Tempat mereka tampak sunyi, karena ada banyak zombie di tengah-tengah jalan utama menunggu mangsa. Qin Chen menarik senjatanya, itu membuat Jiang Ta memberikan aba-aba kepada anggotanya bersiap untuk menyerang.
Bang!
Qin Chen melepaskan satu tembakan, suaranya terendam dengan baik. Semua anggota menatapnya dengan heran, bagaimana bisa seorang anak muda sangat pandai menggunakan senjata api di bandingkan anggota magang.
"Sepertinya masih ada beberapa zombie di gang-gang bangunan, kalian tetap waspada terhadap kemunculan zombie." Qin Chen menurunkan senjatanya sembari memperingati anggota pasukan khusus regu Beta.
Mereka semua kemudian melanjutkan perjalanan, Qin Chen sudah memberikan tanda pada bangun-bangun swalayan yang masih mempunyai persediaan. Namun dengan keadaan masih terdapat zombie di dalam ataupun di luar bangunan.
Sampai beberapa jam kemudian, mereka beristirahat di bangun tuan. Qin Chen berada di tempat lain tengah duduk di samping tembok sembari meneguk minuman kaleng. Dihadapannya ada mesin minuman dengan debu-debu menutupi bagian samping dan depannya. Qin Chen beranjak berdiri, ia mendekati mesin tersebut dengan menodongkan senjatanya.
Jiang Ta dan orang-orang di samping sana menatapnya, dia melepaskan tembakan untuk menghancurkan kaca mesin minuman. Jiang Ta hanya dapat menggelengkan kepala, karena untuk minum dia mengeluarkan tembakan yang sia-sia.
Qin Chen merampok beberapa minuman di dalamnya, dan duduk meneguk minuman tersebut sembari menghisap rokok. "Fiuh~ Kenikmatan apa yang kau dustakan! Bisa minum dengan puas di tempat umum, merokok tanpa gangguan orang lain, dan saat pulang mendapatkan hadiah utama." Gumamnya, ia merasa segar kembali.
Qin Chen tidak sabar menantikannya!
Ia kembali meneguknya. "Ha! Minuman ini benar-benar tidak pernah mengecewakan dalam suasana panas. Aku merasakan tenggorakan keringku menghilang."
Jiang Ta mendekati Qin Chen, dia mencoba memahami Qin Chen. Bagaimana karakternya, dan lain sebagainya, karena keduanya baru mengenal tidak lama ini. Qin Chen tahu dia akan datang, ia bersikap biasa-biasa saja berhadapan dengan seorang komandan.
"Bisa aku bergabung di sini?" Jiang Ta membawa beberapa makanan kering ketempatnya.
"Tentu," Qin Chen menawarkan bungkusan yang berisikan rokok kepadanya. Jiang Ta menerima dengan lapang dada, karena dia mencoba memahami karakter Qin Chen bagaimana dia dan siapa dia?
"Terimakasih." Dia dengan tenang duduk sembari menghisap rokok bersama. "Fiuh~ Setelah bencana besar ini, aku jarang menghisap rokok." Katanya, dia menatap langit-langit bangunan.
Anggotanya di sana hanya diam, karena ini pembicaraan komandannya dengan orang lain, Qin Chen. Sebagai pemandu mereka untuk ketempat bangunan swalayan yang masih mempunyai persediaan.
"Itupun sama denganku." Qin Chen membalasnya. "Aku dapat sebungkus ini saat merampok swalayan di kota. Walaupun ada banyak zombie di sana, untungnya mereka hanya zombie biasa, dan bukannya zombie mutasi yang aku lawan beberapa waktu lalu sebelum sampai ke kamp." Lanjutnya.
"Begitu rupanya," Jiang Ta bertanya kepada Qin Chen. "Ngomong-ngomong, tentang zombie mutasi yang kau maksud. Apa dia mempunyai kemampuan spesial? Aku mendengarnya dari kapten, bahwa dia mempunyai ketahanan terhadap peluru."
"Benar, dia mempunyai ketahanan terhadap serangan fisik. Sangat merepotkan menghadapinya dengan senjata kelas biasa. Untuk membunuhnya, kau membutuhkan senjata mesin M134 untuk menembus ketahanan fisiknya." Jelas Qin Chen.
Jiang Ta tertegun mendengar itu, bahkan mereka tidak mempunyai satupun senjata berat yang dapat di gunakan melawan zombie mutasi yang bisa saja datang secara mendadak sewaktu mereka beristirahat. Mereka hanya mempunyai senjata biasa Heckler & Koch HK416 yang sekarang di gunakan.
Dengan penasaran dia bertanya. "Bagaimana caramu bisa mengalahkannya?"
"Deng—" Qin Chen berhenti bicara membuat Jiang Ta bingung, Qin Chen tergesa-gesa kesamping kaca bangunan. "Siapkan anggotamu untuk perang! Zombie mutasi bergerak ketempat ini dengan segerombolan zombie mutasi lainnya."
Jiang Ta tampak terkejut mendengarnya, anggota lain langsung bersiap-siap mengangkat senjatanya meninggalkan makanan yang belum habis.
Sedangkan Qin Chen buru-buru mengeluarkan granat dari dalam tasnya, ia mempunyai banyak granat. "Bersiap-siap akan ledakan, aku akan membuat tempat ini runtuh agar menghambat pergerakan mereka. Kemudian mencari tempat yang baik untuk bertempur melawan zombie mutasi." Tanpa mengatakan hal lainnya, ia melempar granat ketempat bangunan lain.
Boom!
Siapa yang bisa mengira bahwa anak muda di hadapan mereka tanpa ragu-ragu melempar granat untuk merobohkan bangunan di hadapannya. Setelah itu, Qin Chen membawa anggota lain mencari tempat yang bagus melawan zombie mutasi lainnya.
"Gunakan granat untuk melawan zombie mutasi, usahakan untuk memanfaatkan bangun-bangun di sekitar. Dengan menimpa zombie mutasi dengan bangunan, kau dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk mengincar matanya." Qin Chen memberitahukan caranya membunuh zombie mutasi yang benar. "Bagian itu satu-satunya tempat yang lunak untuk membunuhnya. Atau kau bisa menggunakan senjata senapan anti material untuk menembus kepalanya."
Qin Chen memimpin mereka untuk berpencar ke tempat masing-masing di mana sudah bersiap melawan zombie mutasi. Qin Chen merasakan langkah kaki mereka semakin mendekati ketempatnya.
Dengan kode tangannya, ia meminta anggota khusus untuk bersiap-siap menyerang.
Qin Chen keluar memancing zombie mutasi ketempat lain, ia melepaskan tembakan pertamanya dan kemudian tembakan lain menyusulnya. Jiang Ta memimpin pasukannya membantai zombie yang berdatangan ke tempatnya, di samping semua itu ia menggunakan granat memecahkan formasi zombie yang mengumpul.
"Sisanya serang zombie mutasi yang datang!" Jiang Ta memimpin penyerangan dengan baik. Dia memang pantas mendapatkan pangkat Komandan, karena memimpin penyerangan melawan zombie dengan rencana matang dalam waktu singkat.
Sedangkan Qin Chen tengah memancing zombie mutasi itu ketempatnya, ia sudah menyiapkan rencana untuk menghindari kecurigaan menggunakan ketrampilan. Beberapa anggota merasakan hawa membunuh kuat di depannya, dan semakin banyak zombie berdatangan karena suara tembakan mereka.
"Semuanya mundur!" Jiang Ta meminta anggotanya mundur, karena ada banyak zombie berdatangan. Mereka mencoba mencari tempat aman untuk bertarung melawan mereka kembali.
Dihadapan Qin Chen ada dua bangunan bersebrangan, itu mempunyai penyangga tua dapat hancur dengan guncangan. Dengan menggunakan granat, ia melempar ke masing-masing tiang, dan meledak dengan keras di tambah ia memanipulasi benda di bawahnya untuk membantu.
Jiang Ta dan anggota lainnya mundur sembari melihat Qin Chen yang berhasil meruntuhkan bangun-bangun di sana untuk menghambat kecepatan gerak zombie mutasi. Mereka menyadari bahwa kekuatan senjata mereka hanya rata-rata biasa, itu hanya dapat membunuh zombie biasa dan bukan zombie mutasi.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
GRAVITY 000
🗿kok jadi pengen ya, padahal lagi puasa
2023-04-13
2
Marchell
nabung chap dulu
2023-04-05
2
JOE NATHAN ALFARYZy
mantap
2023-04-05
1