pulang kerumah,bagas malam itu setelah kemarin dia tidak pulang aku yang sedang menunggunya dan suamiku sudah tidur " kak , belum tidur " ucap bagas berjalan ke kamarnya .
Aku mengikutinya dari belakang " bagas, cewek itu siapa " ucap ku begitu penasaran tapi bagas pura-pura tidak tahu " cewek siapa ? bagasa gak ada cewek " sahut nya membuka baju, tapi aku tahu dia berbohong karena kemarin aku melihat dia bersama cewek " bagas sudah jangan bohong kaka melihat mu kemarin di pasar dengan cewek " mulai membuat ku emosi " oh itu , dia teman ku " ujarnya namun aku heran kenapa pacar bisa pegangan tangan ?
" Sudah lah kak aku capek mau istirahat boleh kan ? "ucap bagas dengan perut ku yang besar aku keluar kamar nya, masih tidak percaya dia itu teman nya .
Kenapa aku begitu sangat tidak suka melihat bagas dengan cewek lain, padahal aku sudah bersuami .Haruskah aku menceraikan ari dan menikahi bagas tapi apakah bagas mencintai ku rasanya seperti cinta bertepuk sebelah tangan.
Dinin hari aku bangun karena nafsuku memuncak . suamiku masih tidur aku bernajak ke kamar bagas " bagas kaka pengen " ucapku tapi bagas malah tidur pulas " kak bagas capek " ucap nya tapi aku memaksa nya.
Ku buka celanya dan rudal nya rupanya sudah berdiri " ahhh ahhh "desah nya ketika ku kocok batangnya terus ku masukan dalam mulut ku tidak muat " ahhh yesss " bagas rupanya mulai terangsang dia terus menekan batang nya di mulut ku.
Aku langsung menyingkap dasterku , kumasukan batangnya " aaahhh " desah ku saat batangnya masuk begitu sesak " shhh aaaahhhh " begitu nikmat rasanya bagas pun tediam sambil mendesah tidak karuan , aku bergoyang lebih cepat namun dia masih kuat " aaahhhh aku keluar " aku diam karena lemas menghela nafas begitu nikmat.
" kak capek ya " ucap nya dia langung menidurkan ku dan menggejot ku dari atas aku memeluk lehernya dan melihat wajah nya yang tampan , begitu perkasa sangat sempurna wajah ganteng tubuh sixpack rudal besar mainya lama.
Sudah berbagai posisi aku lakukan tapi dia tetap saja kuat rasanya lubang ku sudah panas " ahhh kak aku keluar " dengan matanya yang merem dia mengeluarkan lahar outih iti di dalam.
Perutku yang sudah besar bagas mencium nya , selalu saja terpuaskan oleh adik iparku yang ganteng ini " kak masih lama ga anak ku lahirnya " ucap bagas saat mengelus perut ku " ya lumaya mungkin 4 bulan lagi tapi ingat jangan kasih tahu abang ya " sahut ku beranjak memakai daster dan pergi ke kemar .
Aku sangat beruntung punya adik ipar seperti bagas , masuk kamar dan tidur kembali bersama ari .
*****
Pagi hari aku terbangun melihat suamiku sudah tidak ada, beranjak ke dapur rupanya dia sedang sarapan dan bagas memasak " bagas, maska apa ?" tanyaku melihat masakan nya " ini kak omlet . kaka mau " jawab nya kau langsung duduk bersama ari ingin mencoba masakan adik ipar ku " ini kak " bagas memberikan omlet nya di depan ku.
Aku mencobanya dan ternyata enak " bagas enak banget " aku memujinya saumiku sampai nambah , melihat jam sudah pukul 6.35 " ah gawat aku telat " ujar bagas langsung bergegas . Aku membereskan apa maskan nya " sayang jaga anak kita ya " suamiku mencium kening ku saat dia akan berangkat.
Semnatara bagas dengan cepat mengedarai motornya sudah telat mana jauh lagi sampai di kampus sudah terlambat . tok! tok ! mengetuk pintu " masuk " ucap dosen permpuan " buk maaf telat " ucap bagas tapi dosen nya terus memandangi nya " iya silahka duduk " ucap dosen.
Banayak ya g ingin jadi teman bagsa tapi bagas malah tidka tertarik, hanya ada satu yang buat bagas penasaran dan ingin berteman dengan nya, terlihat di pojok orang nya cool dan sangat pendiam cuek bagas lihat dia pun sering jadi taksiran cewek cewek di kampus .
Namun dia speerti ya tidak perduli dengan sekeliling nya dan dia begitu dingin, bel pelajar selasai orang itu terlihat cabut sendiri dari kelas kau langsung beranjak melihat nya namun ririn malah ada di depan '' bagas ! "ucap nya melambaikan tangan terlihat rio di sampingya " bagas slama gak jumpa kemana aja " ucap rio merangkul ririn padahal dia pacarku juga , bagas terlihat cemburu " baik saja , biasa lah sekarang kerja jadi jarang latihan " ucap bagas.
" Lo kerja ? dimana?" tanya rio yang baru tahu bagas kerja sambilan.
" biasa lah bro di kafe kalo ga kerja darimana dapat duit " ucap abgas karena tidak mau bergantung pada orang tuanya.
" bro cabut yuk " ucap Rio padahl dari tadi baga mencari orang yamg menarik perhatian nya namun sepertinya dia sudah pergi " mau saat rio merangkul ririn aku di sebelah ririn memegang tangan nya di belakang .
" kadi lo langsung ke kafe aja gitu habis pulang kuliah " ucao Rio
" iya , ini aku mau pergi kesana " sahut ku , tiba tiba ririn mengajak rio ke kafe nya " sayang gimana kamu libur gym kita pergi ke kafe nya bagas " ucap ririn dan rio pun rupanya setuju " boleh juga kali kali ya " ucap nya.
Aku langung berangkat dan rio dengan ririn di belakang mengikutiku, sampai di kafe bela rupanya langsung menghampiriku membuat ririn tidak suka pada nya begitu centil " kak baru datang , kak bela sudah bersihkan semua tinggal kaka kerja " ucap bela melihat bagas turun dari motor begitu keren " terima kasih ya " ucap bagas berjalan masuk untuk kerja.
" Mau pesan apa kalian " ucap bagas pada rio dan ririn pacara nya " gw serah lo aja deh , kalo kamu gimana sayang mau apa ?" tanya rio pada ririn " Aku juga terserah bagas saja yang enak apa " ucap ririn mengedipkan mata pada bagas dan bagas membalsanya.
" Ini kak silahkan di coba " bagas memeberikan minuman buatan nya " wah enak juga " uacap rio dan ririn " hebat juga lo " rio memujinya terlihat bela menatap bagas sedang kerja.
Namun tiba tiba datang si cowok yang buat penasaran bagas dia begitu dingin, duduk membaca buku dia tidak pernah bicara hanya menuliskan pesanan dan menaruh nya di meja aku begitu penasar siapa dia ? sangat misterius.
" bagas gw pulang ulu yah mau latihan ah " ucap rio tapi sepertinya ririn masih betah di situ " ayo rin lain kali kita keisinii lagi " ucap rio membujuk ririn , aku hanya tersenyum ririn speerti anak kecil saja harus di bujuk pulang.
bagas membuatkan pesanan orang misterius yang cool dan dingin itu " kak ini peanan nya " ucap bagas saat di hadapan nya, tapi dia hanya melihat bagas dan menyuruh meletakan minuman dengan isyarat mata .
bagas sangat penasar siapa dia kebap dia begitu dingin dan jarnag bicara apakah dia tidak di kelas biasa bicara di kelas pun dia cuek jarnag ngomong tapi dia pintar sellau dapat nilai tertinggi .
saking penasaran nya aku menghampirinya kebetulan kafe sedang sepi , aku langsung duduk di hadpan nya tapi di hanya melihat dan baca buku kembali " hey, kita sekelas kan ?" ucap bagas tapi dia tidak menanggapi bagas berfikiran dia begitu sombong " hey kamu tomy yah " ucap bagas terus mengganggu nya, tapi masih tidak di respon akhinya bagas nyerah bagas pun kembali " mau apa ?" ucap tomy saat bagas hendak berjalan ke dapur, bagas kaget dan melihat nya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments