Ari pulang sepertinya tak sabar pergi ke rumah ibu ku " siska ayo pergi kerumah ibu " ucap suamiku itu bergitu semangat nya.
Bagas yang baru pukang ikut senang melihat kaka nya bahagia " ya sudah kak , bagas dir umah saja ya " ucap bagas sambil melihat ku masuk kamar.
" ayo bang" ucap ku aku takut kemalaman di jalan semantara bagas di rumah sendiri rasanya aku ingin menemani nya berdua dengan adik ipar ku itu. selama di perjalanan ari senyum senyum hinaan ibu kini dia akan membayar nya.
Sampai di rumah ibu kau dan ari mengetuk pintu " bu "ucapku ibu membukakan pintu " kalian ! ada apa malam malam malam pulang ?" tanya ibu sambil melirik keluar " ibu nyari apa " ucapku keran dengan kelakuan ibuku malah keluar " mana bagas ?" sahut ibu malah menanyakan adik iparku.
" ibu ih sini masuk . siska punya kabar gembira " ucap ku ibu masuk ke rumah dan menutup pintu kembali " ada apa ? ibu ingin lihat bagas " ucap nya ayah ku yang baru datang langsung bertanya " bu siapa bagas " ucap ayah yang belum tahu adik ipar ku.
" pak itu adik nya bang ari di rumah numpang " ucap ku tapi ayah ku belum sama sekali tahu dan bertemu " kenapa ga di ajak kesini " ucap ayah ibu tiba tiba menimpal ucapan ayah " iya kenapa ga di bawa ibu juga senang ada dia " ucap ibu begitu centil.
malah membahas adik ipar ku yang ganteng itu sudah tahu dia hanya milik ku " bu aku kesini punya kabar ibu dan ayah " ucap ku.
" Siska sudah bair abang saja yang bilang " ucap ari orang tua ku melihat ari " bu pak , siska sedang mengandung " ucap ari terlihat ibu dan ayah saling menatap " Apa !! bu apa ayah gak salah dengar " ucap ayah pada ibu " Ari apa kau serius " ucap ibu terlihat ibu begitu senang memeluk ayah " pak kita punya cucu " sahut nya.
Ari tersenyum melihat nya " kan bu apa kataku aku sehat ga bermasalah ibu salah , lihat buktinya siska hamil ibu jangan suka berkata yang tidak tidak " ucap Ari rupanya ari ingin ibu meminta maaf padanya.
" iya maaf kak ibu ya ri , sekarang kamu memang laki sejati " ucao ibu terlihat suamiku malah besar kepala setelah ibu minta maaf " iya dong bu siapa dulu lagian nanti aku ingin punya anak 3 bu liaht saja nanti " ucap ari membanggakan dirinya padahal ini anak adik nya.
" bang sudah diam " ucap ku tidak suka melihat suamiku yang kelewatan.
" iya ibu dan ayah percaya ri kamu sehat, dan ibu yang salah " ucap ibu.
wajah nya yang sumringah karena ibu sudah minta maaf pada nya, Ari ingin siska buat syukuran di rumah ibu nya " bu gimana kalo buat syukuran, buat kehamilan siska biar semua kampung tahu " ucap ari .
" pak iya bener pak ayo kita buat syukuran dan bayar mereka yang sudah ngatain siska biar mereka diam siska sudah buktikan bisa punya anak " ucap ibu namun ayah sepertinya biasa saja bergitu pun diriku hanya suamiku dan ibu yang begitu heboh.
" terserah ibu saja bapak sudah senang bakalan gedong cucu " ucap ayah kembali masuk kamar " ibu ingin cucu ibu anak cowok seganteng bagas " ucap ibu aku langsung tersedak saat minum " siska pelan- pelan " ucap ibu .
aku kaget dengan ucapan ibu dia ingin seganteng bagas padahal ini anak nya .
" bu ucapan ibu sekarang semua salah, ari senang ibu tidak bisa lagi ngatain ari " ari berbicara begitu hinaan ibu di bayar ari dengan kebahagiaan.
" iya ri ibu tahu ibu minta maaf ya " ucap ibu
Malam sudah menunjukan pukul 9 ari mengajak ku pulang " siska ayo pulang " ucap ari malam itu " nginep aja, sudah malam " ucap ibu tapi aku ga mau di rumah bagas sendiri aku taku adik ipar ku nakal " lain kali saja buk ya besok abang kerja " ucap ku berpamitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
nesaric
semangat kakkkk aku hadirrrr
2023-02-23
0