" Suska sedang bakar apa kamu ?" tanya ari sore itu melihat api yang menyala besar di luar " bang, ini sampah sudah banyak " sahut ku tapi ari langsung melarang ku dan menyuruh ku masuk rumah.
Terlihat masih ada \*\*\*\*\*\* yang belum terbakar " ayo sana masuk " ucap nya mengangku kerumah aku belum sempat membakar sisanya, aku takut ari berprasangka buruk.
" bang maaf ya siska ga masak " ucap ku duduk di depan tv " iya gak apa-apa biar abang beli saja ya " ucap ari.
Malam hari aris sesnag makna aku menunggu bagas namun jam masih pukul 8 masih lama bagas pulang.
" Siska ayo tidur " suamiku menggedongku aku malah tertawa " abang ih turunkan " namun ari begitu senang, sebentar lagi jadi ayah apalagi melihat perut ku mulai membesar.
Aku tidur ari medekatiku, aku di peluknya " sayang kamu ingin anak kita namanya apa ?" tanya ari terus menciumi leher ku begitu geli kena kumisnya yang belum di cukur " akalo cowok aku ingin zidan bang aklo cewek aku pengen kasandra " ucapku merutku nama itu bagus dan gak kampungan.
Suamiku tersenyum " ia terserah kamu saja kalo abang penting anak kita sehat ya " ujarnya memeluku tertidur ,.Karena begitu capek aku pun tertidur begitu hangat dan nyaman.
Tengah malam terdengar di luar suara orang masuk, aku tahu itu pasti bagas " harus aku tanya " aku melepaskan pelukan ari beranjak ke kamar bagas " kak !! belum tidur " bagas kaget melihatku kekamar nya dia sedang ganti baju " kak maaf aku capek ya " sahutnya aku berdiri di depan nya.
" Bagas, itu di lemari mu ada ****** sama obat kuat buat apa ?" tanya ku, bagas kaget ketahuan di langsung melihat lemari namun sudah tidak ada " kak mana barang itu " ucap bagas namun sudah ku musnahkan " sudah kaka buang , kamu yah kamu berhubungan dengan cewek lain hah " ucap ku begitu marah tidak suka melihat bagas nakal.
" aduh kak, itu punya teman ku dia ketinggalan di tas ku, dia menitip saat aku gym " ucap bagas, aku jadi malu sendiri aku kira bagas yang punya semua itu, dari tadi aku kesal marah-marah rupanya ini hanya milik teman nya.
" nagas maaf kan kaka yah " ucap ku begitu malu bagas masih ngambek " ya sudah ga apa, maaf ka aku capek " sahutnya aku keluar kamarnya di mengunci pintu dari dalam.
Ih bodoh nya aku tidak bertanya dulu malah langsung marah marah dan membakarnya, beranjak ke kamar ari masih tidur pulas aku kembali keperluan nya.
Ponsel bagas bergetar saat bagas akan tidur , terlihat ririn pacar Rio teman nya menelpon " sayang! sedang apa aku kangen lo besok nginep yah " ucap ririn bags langsung duduk " emang besok orang tuamu ga ada terus Rio bagaimana ?" ucap ku gawat kalo Rio mengetahui aku pacaran sama pacar nya " tenang saja, orang tuaku kerumah saudaranya ada hajatan dan aku beralasan ikut dengan nya pada Rio " sahut ririn bagas begitu senang mendengar nya " ya sudha besok aku langsung ke rumah mu ya " aku langsung menutup telepon nya.
Membayang kan ririn gunung kembar nya yang ranum besar, pinggul nya besar membuat ku makin nafsu tak kusangka batang bagas berdiri , bagas mengocoknya sambil membayangkan ririn " ahhh ahhh " desah bagas keluar dan tertidur pulas.
Aku beranjak ke dapur pagi hari bagas belum juga bangun "bagas !!! " ucapku mengetuk pintunya " kak apa ?" terlihat bagas baru bangun " kamu yah ini udah siang mau kuliah gak " sahutku bagas langsung melihat jam " hah !! kaka kenapa baru membangunkan ku " ucapnya buru-bur membasuh muka menganti pakaian dan pergi tanpa sarapan.
Suamiku sudah berkat kerja rasa kesepian ku kembali datang " nak cepatlah kamu lahir " ucapku mengelus perutku yang sudah membesar.
Suasan kampus sudah sepi sudah pada masuk kelas " tik tok , permisi pak maaf telat " ucap bagas langsung duduk semua cewek terus melihat wajah ganteng yang mirip opa opa korea.
Walau belum mandi dia masih ganteng , di kampusnya dia di sukai cewek namun di benci cowok karena semua cewek hanya memandang nya .
Siang hari ibu kerumah lagi " bu ada apa lagi " ucap ku melihat ibu membawa susu kehamilan dan makanan " kamu yah tiap ibu kesini pasti jawab mau apa lagi, apa ibu ganggu kesini " ibu malah sewot " gak lo bu, siska hanya canda gitu aja marah " ucapku merayu nya supaya gak marah .
Ibu mengelus pertuku yang sudah membesar " akhirnya ibu punya cucuk jadi ga sepi lagi " sahutnya begit bahagia aku lihat ibu , cucu yang di nantikan nya akan segera lahir .
Terlihat ibu celingak celinguk ke melihat kamr bagas " eh siska bagas kapan pulang " ucap ibu beranjak ke kamar nya " kenapa bu ? tanya bagas terus " ucap ku tidak suka ibu menanyakan bagas ayah dari anak yang ku kandung.
" ga ada apa apa cuman ibu suka aja dia ganteng " ucap ibu sudah ku duga ibu suka pada bagas dari pertama lihat ibu terus mentapa nya .
Semnatara bagas langsung kerumah ririn " bagas !!" ririn sudah menunggu di teras rupanya " ayo masuk " ucap nya ririn langsung melihat ku bagas langsung memeluk nya tubuhnya di tidurkan di kurai dan bagas di atas melihat wajh cantiknya tak tahan bagas dan ririn Akhirnya berciuman.
" sayang kamu sudah keras ya " ucap ririn menggegam batangnya bagas " iya sayang tapi maaf nanti malam saja ya, aku haru kerja " ucap bagas melepaskan pelukan nya dan pergi ke tempat kerjanya.
Di rumah ibu menunggu bagas pulang sudah lama sampai ibu ketiduran " bu , bu bangun sudah sore bu " ucap ku taoi susah sekali ibu bangun " bu " aku menepuk pudaknya ibu kaget " iya bagas sayang " ibu kaget bangun aku tertawa kenapa bagas di katakan nya pake bagas sayang lagi.
" kau yah siska ibu lagi enak tidur mahal kau bangunkan " ibu marah saat aku membangunkan nya " ibu lihat sudah sore bapak sendiri di rumah " sahut ku tapi ibu tidak mau pulang, sepertinya sudah tergila gila dengan adik iparku itu.
" ga apa sis , ayah mu pasti lagi nonton berita " ucap ibu aku menakut nakutinya " bu gimana kalo ibu di sini bapak sednag enak enakan dengan tetangga " ucap ku ibu langsung memukul tangan ku " kau gila yah fikiran mu begitu " sahut ibu, namun terlihat ibu melamun sepetinya di memikirkan ucapan ku " ah sudah lah ibu pulang kasihan bapak mu sendiri " ujar ibu membawa tasnya berjalan keluar, aku hanya tertawa pelan melihat ibu memikirkan ucapan ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Uchi Hafiz
lanjut
2023-02-28
0
safira nur chasyatil ilmi
pertahankan tulisannya yang rapi ya dek, sama perbaiki yang typo itu
2023-02-28
0
nesaric
yey tulisannya mulai rapi
2023-02-28
0