kehamilan yang di nanti

" bu sudah pulang sana " ucap ku tidak suka melihat ibu ku ganjen pada bagas padahal di rumah bapak sendirian menunggu ibu pulang.

" iya ibu pulang, bawel banget kamu " sahut ibu bergegas keluar rumah namun karena hari sudah malam aku meminta suami ku mengantarkan nya " bang, antar kan ibu pulang " uajar ku pada ari terlihat dengan terpaksa ari mengantar ibu pulang.

" bagas ibu pulang ya " sahut ibu berpamitan pada bagas .

saat semua sudah pulang aku langsung mengajak bagas ke kamar " bagas ayo kaka lagi pengen " ucap ku namun bagas terlihat lelah " kak aku capek bisakan nanti saja, bagas mau istirahat " ucap nya aku membiarkan nya dia tidur .

namun hasrat ku tak dapat terbendung, selagi suamiku tidak ada aku ke kamar nya membuka sleting celana nya bagas tertidur lelap aku melahap nya.

terlihat senjata mulai bangun " kak , bagas capek " ucap nya namun aku memaksanya dan medudukinya terlibat dia mulai mendesah, walau sedang tidak enak badan tapi hasrat begitu besar .

" ah kak terus " bagas terus mendesah aku memegang perutnya yang keras , ku cepat goyangan ku namun malah aku yang capek " bagas ganti " ucap ku tepaksa bagsa di tas ku aku memluk nya .

dia begitu kuat mengajar ku " ah bagas kaka ga kuat " tangan ku memeluk erat tubuh nya dan keluarlah dia terus menghajar .

karena taku ari datang bagas makin capat mengahajar nya dan keluar lah di dalam denyutan itu begitu hangat .

" sudah bagas kau tidur " ucap ku meninggalkan dia yang sedang lemas .

aku

aku kembali ke kamar merasa senang suami ku pergi malam ini adik ipar ku yang begitu kuat memuaskan hasrat ku , tidur nyenyak di luar terdengar suara motor ari baru sampai .

" siska kau sudah tidur ?" tanya nya menggantungkan jaket dan mendekatiku " kau masih sakit ?" suamiku masih mengkhawatirkan ku rupa nya.

" iya bang tenang saja besok juga sembuh " ucap ku begitu ngantuk namun dalam hati seharus nya aku hri ini datang bulan tapi kenapa telat ya .

apa jangan jangan aku hamil , aku langsung bangun " bang ayo kita periksa " ucapku begitu senang " kau kenapa ini masih malam mau di oeriksa dimana sudah besok abang anter ya " ucap ari kembali tidur.

namun setelah tahu aku telat datang bulan aku jadi tidka bisa tidur malam itu fikiran ku teru memikirkan diriku hamil , begitu senangnya kalo aku hamil dan suamiku tentu nya akan sangat senang.

****

di luar sudah terlihat terang namun aku masih tidak tenang " bang ayo kita periksa " ucap ku ari yang sedang tidur terbangun " ini masih pagi lo sis nanti saja " sahut nya tidur kembali.

telihat bagas sudah mandi aku beranjak ke dapur menyiapkan sarapan " bagas ayo sarapan " sahut ku bagas keluar dengan kemeja nya yang ketat dia begitu tampan sungguh pemandangan pagi yang indah " kak sudah sembuh?" tanya nya aku mendekatinya memegang tangan nya " makasih ya " ucap ku namun bagas sepertinya tidak mengerti dia malah heran apa maksud ku bilang terima kasih.

" sis emang masih sakit abang lihat kau sekar baik abik saja " ucap ari baru bangun aku langsung melepaskan pegangan tangan ari .

aku berfikir untuk tes sendiri saja di rumah " iya bang aku sudah baikan sekarang " ucap ku mengambilkan nasi untuk suami.

" bagus lah , abang juga banyak kerjaan " ujarnya .

" bagas berangakt ya " uajar nya.

brondong pujaan ku meninggalkan ku bersama kaka nya , susah tidka sabr aku ibgin mengetahui apakah benar diri ku hamil atu hanya masuk angin karena sudah telat datamg bulan .

" sis abang berangakat ya " ucap nya kau langsung mengambil dompet ku " bang ikut " aku langsung duduk di belakang nya " kau mau kemana sih " ucap ari heran pagi pagi aku sudah pergi .

" mau beli obat bang " padahal mau beli tespek sampai di apotik aku turun suami ku langsung pergi kerja.

tak sabar langung pulang apakah benar aku hamil kalo benar kau akan memberi kejutan pada ibu dan suamiku .

sampai rumah aku baca cara pakainya dan aku praktek kan begitu deg degan di buat nya menunggu.

aku menutup mata tidak berani malihat nya " tuhan semoga saja " ucap ku terus berdoa aku membuka mata tenyata aku bemar positif hamil begitu senang dan bahagianya setelah lama menanti akhinrya bisa hamil.

aku menangis menelpon ari padahal masih jam kerja " bang cepat pulang " ucapku sambil menangis " siska ada apa? kenapa dengan mu? kau masih sakit ?" begitu banyak pertanyaan nya karena mendengar ku menangis .

padahal aku menangis bahagia bisa hamil dan bakalan punya anak .

ari terpaksa izin lagi walu bos nya memberi waktu sebentar , sampai rumah ari langsung mengajak siska " siska ayo kita periksa kedokter " ucap ari mengajak ku ke dokter.

aku terdiam ingin membuat ari terkejut pura pura sakit " bang aku bahagai " ucap ku membuat ari heran.

" bahagia kenapa, ayo abang ga bisa lama lama harus kerja lagi ? " ucapnya supaya aku bersiap.

" bang aku hamil !! " ucap ku ari langsung melihat ku terkejut " apa !! abang tidak salah dengar kan " aku membrikan hasil tes nya pada ari terlihat mata ari meneteskan air mata dia menangis usaha nya selama ini membawakan hasil menurut nya.

ari memeluk ku " terima kasih tuhan kau telah menjawab doa ku " ucap ari dia begitu bahagia sebentar lagi jadi ayah.

" sudah siska kau diam saja, jangan kerja apa-apa biar abang kerja kan semua perkerjaan rumah nanti ya kamu istriahat saja abang nanti pulang" ujar nya kembali ketempat kerja nya.

ari begitu sangat bahagai membayangkan akan menjadi ayah , meski pun aku tahu anak ini bukan anak nya tapi setidak nya rumah tangga kami kebali ceria dengan hadir nya anak .

anak bagas ini menjadi secercah harapan dalam rumah tangga kami yang sudah putus asa untuk mendapat kan seorang anak.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!