kekerasan rumah tangga

" siska !! mana kopi abang " ucap suamiku

aku yang sedang tidur kaget dang langsung kedapur " bang tunggu sebentar siska buatkan " ucapku.

karena aku tidur begitu malam jadi kesiangan " kamu ya jadi istri males banget, sudah mandul " ucap ari.

ucapan suamiku itu membuatku sakit hati, aku menangis mecoba sabar namun rasa aku sudah tak bisa menahan nya lagi.

" bang sudah cukul !! bang aku minta ceraikan aku " ucapku begitu marah.

suamiku langsung mendorongku ke tembok " apa kau bilang hah, enak saja sampai kapan pun abang ga akan menceraikan mu ngerti " ucap ari.

aku duduk menangis suamiku pergi kerja setelah dia melakukan kekerasan padaku.

" apa yang harus aku lakukan ? apa aku kabur saja ke rumah ibuku " aku berfikir demikian karena sudah tidak tahan terlebih sehari hari aku begitu kesepian karena tidak punya anak.

" sudah lah aku pulang saja " ucapku.

aku langsung membereskan pakaian ku dan pergi tak lupa ngasih pesan " bang kunci di bawah kesed " ucapku .

tak lama suamiku membalas " kau mau kemana ?" tanya ari namun aku tidak membalas.

aku pun pergi di perjalanan suamiku nelpon namun tidak aku angakat.

samapai kampung tetangga bertanya sepeti baisa aku audah muak mendengarnya " sisak, kapan punya anak " ucap tetangga ibuku .

" doakan saja bu ya " ucapku tapi bukanya dia mengerti malah makin ngelunjak " siska mirna aja sudja punya anak dua padahal teman sekolah mu " ucapnya.

aku kesal rasanya ingin sekali menampar mulutnya itu " siska kamu kesini mau apa ?" tanya ibu melihatku di luar.

" bi aku masuk dulu ya " ucap ku pada bibi tetangga.

" siska aduh ibu malu , lihat semua teman mu di sini sudah punya anak ngapain kamu pulang " ucap ibu.

aku sedih mendengar perkataan itu dari ibuku sendiri terlebih ari suamiku memukul ku " bu aku amu cerai saja banga ari kasar padaku " aku adukan pada orang tua ku karena sudah tidak tahan.

" apa!! awas yan akn ibu laporkan pada ayah mu kalo dia sudah pulang " ucap ibu.

ayah ku kerka di sawah ia kami sekeluarga punya sawah yang lumayan buat makan tidak beli .

" ibu heran kenap kamu masih bertahan sama si ari " ucap ibu.

" bu aku juga sudah tidak kuat tapi bang ari aku minta cerai dia malah marah marah ngasarin aku " ucapku .

perkataan ku rupanya membaut ibu emosi " awas aku ari , sudah kau jangan pulang kalo begitu " sahut ibu yang tadinya malu aku pualang rumah.

siang hari ayahku datang " siska " ucap ayah melihatku " pak lihat kelakuan ari pada anak kita masa siska di pukul " ucap ibu.

" apa !! kurnag ajar sekali si ari , siska sudah kau cerai sama dia "ucap ayah ku.

terlihat ari menelpon ku bebrapa kali namun tidak aku jawab.

sore hari ari pulang kerumah " awas kau siska " ari kesal karen akau pulang kerumah orang tuaku dia tahu pasti aku mengadu pada orang tuaku tentang perbuatan nya .

ari malam hari tenyata dia kerumah orang tuaku untuk menjemputku " totk totk tok " ari mengetuk pintu ibu yang membuka langsung marah " kurang ajar kau yang hah masih berani kesini , pak pak sini " ucap ibu .

ayah ku yang sedari tadi langsung menyeret ari .

" sini kau berani mukul anak ku hah, mau apa kau kesini " ucap ayah .

ari nampak lesu dan lemah di hadapan orang tuaku " pak maafkan ari itu tidak sengaja " ucap ari.

namun ayah ku tidak akan menerima maaf semudah itu .

" ceraikan dia, kau pulang saja ke asal mu sana berani berani nya kau buat ulah di kampungku " ucap ayah begitu emosi.

" pak ampun aku mohon maafkan aku aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi " sambil bersujud di kaki ayah ari meminta maaf.

ibu dna ayah langsung saling melihat , ari memeinta maaf sungguh sungguh ibunya pun jadi tidak tega melihat nya yang tadinya emosi.

" ya sudah pak beri dia kesempatan satu kali lagi " ucap ibu

" ok kalo kau buat anaku babak belur tau akibatnya kau yah " ucao ayah .

aku hanya menonton sedari tadi " sisak sini " ucap ayah aku langsung menghampirinya.

" pulang san dengan suamimu " ucao ayah

" tapi pak siska takut " ucap ku

ari langsung memegang tangan ku " maafkan abang ya abang janji ga akan mukul kamu lagi " ucapan ari nampak serius aku pun luluh.

" ya sudah pak bu siska pulang " ucapku berpamitan pada orang tuaku.

sepanjang jalan ari hanya diam dia seperti kesal aku memadukan nya.

" bang aku ingin punya anak " ucapku

" iya kita sedang usaha lo sis kita sesrahkan saja pada tuhan " ucap ari.

samapi rumah ari langsung menggauliku , namun aku merasa sama saja tidak puas hambar entah kenapa .

" ah sis abang keluar " ucap suamiku dia langsung terkulai lemas , sedangkan diriku ah sudah lah aku hanya melakukan nya dengan jari ku sendiri.

mungkin cerai salah atu jalan terbaik ya buatku untuk memiliki anak tapi dia bersi keras kalo diri ya sehat tidak bermaslah.

aku tertidur setelah kupuaskan diriku sendir , namun tengah malam suamiku mengahajarku lagi " siska enak ga " ucap suamiku .

" iya bang enak " ucapku tidak mau membaut auamiku kecewa padahal sama saja.

ibu dna ayah ku sudah lama menanti seorang cucu dariku apakah harus merkea tidak ada baru dapat anak akupun malu ketika pergi sendirian bertemu teman ku yang sudah gedong anak.

" bang gimana kalo kita program bayi tabung kaya di tv tv " ucapku baru bangun tidur .

" sis sudah kita tunggu saja nanti abang tiap hari menggaulimu sabar saja nanto juga hamil abang yakin " ucap ari.

aku pun sudah capek membahasnya " bang siska buat sarpan ya " ucapku .

tiba tian telpon saumiku berbunyi aku melihat nya dari keluarganya di kampung .

" bang ibumu nelpon nih " ucapku memberikan telpon pada ari.

" iya buk ada apa ?" tanya ari apda ibunya

" ari di rumah mu ada siapa aja " ucap ibunya .

aku menguping di depan pintu

" hanya ada kau dan siska kenapa gitu bu " ucap ari

" ini adik mu si bagas mau kuliah di kota mau kos ibu takut dia nakal ibu titip di rumahmu boleh " ucap ibu nya ari.

" ya sudah bu ari tanya dulu sama istriku ya " sahut ari

padahal aku senang ada teman di rumah .

" ada apa bang ?" tanyaku pura pura ga tahu

" itu adiku si bagas baru lulus sma mau kuliah di sini , sis boleh ga adiku tinggal di sini " ucap ari

" tentu saja boleh bang lagian si sini hanya kita berdua kamar itu ga kepake bang surah saja bagas yang ngisi " ucapku telihat ari senang akupun ikut senang .

Terpopuler

Comments

Heri yadi

Heri yadi

tolong d perhatikan tulisan dong kok kacau gitu

2025-01-06

2

Siti Amyati

Siti Amyati

maaf kak ceritanya kok nulisnya ngga kyak bca novel kurang gimana ,maaf y kak

2024-03-29

0

Ida Susmi Rahayu Bilaadi

Ida Susmi Rahayu Bilaadi

Maaf, bnyk typo thor. Sblm up tolg di cek lg ya dg dibaca lg secara teliti.

2023-03-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!