" bagas ngapain lama bener di kamar mandi " ucap ari , aku hanya tersneyum melihat bagas.
bagas spertinya sudah mulai melirik ku , waktu makan malam aku sengaja dekat duduk dengan nya aku coba memegang paha nya .
bagas kaget dan langsung batuk ketika makan " kau kenapa " ucap ari.
" pelan dong bagas ini minum " ucap ku memberikan minum.
namun apa yang terjadi setelah aku memegang pahanya dia melihat ku dari samping , tentu saja aku senang artinya dia tidak menolak.
" kak aku duluan ya sudah ngantuk " ucap bagas.
aku hanya terus membayangkan tidur dengan nya " siska kau kenapa? abang heran dsri kemarin sneyum senyum terus ada apa ?" tanya suamiku.
memang dari kemarin ari melihat ku senyum senyum sendiri, namun gila saja bila aku katakan sebenarnya pada suamiku.
" ga apa apa abang, siska cuman senang saja bagas bisa pulang ke rumah, karena siska sudah anggap bagas adik sendiri " ucap ku.
namun dalam hatiku aku senang di rumah ku ada opa opa korea.
" sudah ah abang capek mau istirahat " ucap ari masuk kamar.
aku membereskan dapur , melihat kamar ari aku ingin sekali mencoba menggodanya si brondong itu " bagas " ucap ku mengetuk pintu.
" iya apa kak " sahut bagas
" kaka minta tolong lagi sibuk gak " ucap ku melihat ke kamar .
" gak, ada apa kak " ucap bagas.
" kaka gas nya habis bisa gantikan gas kaka mau masak air " ucap ku.
bagas bernajak ke dapur aku dengan dasterku ku naikkan sedikit .
nampak bagas gelisah " bagas kenapa " ucap ku.
aku memegang bahunya yang keras dan lebar itu bahagian nya hati ku.
dia langsung melihat ku " kak sudah beres " ucap nya.
" bagas mau kopi ga biar kaka buat kan ya " taoi bagas melihat dada ku yang tidak aku kancing kan dengan sengaja.
" iy iya boleh kak " ucap bagas nampal dia gugup .
masuk kamar nya , aku menyeduh kopi rupanya kamarnya tidak di tutup rapat.
" bagas ini " ucap ku aku masuk menutup pintu nya.
" kak kenapa di tutup " ucap nya begitu gugup ketika aku ada di kamar nya.
" kak ga baik lo kita berduaan di kamar nanti abang ku tahu " ucap nya .
" tenang saja ari sudah tidur lelap " ucap ku.
aku mendekatinya nampak bagas begitu gelisah di buat nya di salah tingkah ketika melihat dada ku yang besar itu .
aku duduk dekat nya dasterku ku angkat sedikit " kamu belajar apa saja sih kaka lihat ya " aku pura pura melihat buku dan membacanya walau ga mengerti.
namun dia begitu gelisah " bagas kenap sih minum dong " ucap ku .
ia meminumnya namun karena panas sebagian sumpah di celanya " hati hati dong sini kaka bersihkan " terasa benda keras panjang .
aku melihat matanya nafasnya cepat dia terlihat gugup " kau kenapa " ucap ku .
aku memegang tangan bagas tapi dia tidak melawan lalu aku duduk di pangkuan nya ku coba untuk menciumnya, tapi apa yang ku bayangkan selama ini bagas bagas tiba tiba memegang dada ku aku kaget .
aku sekalian membuka bajuku," kau suka ?" tanyaku.
adik iparku hanya mengguk di melahap dada ku " ah ah terus sayang " ucapku dia begitu lahap aku memeluk lehernya .
aku membuka bajunya dan yang selama ini aku ingin memeluk nya meraba tubuhnya akhirnya terwujud.
aku megelus tubuhnya begitu keras , tapi dia terus saja melainkan dada ku.
" sisak !!" ucap ari dari kamar .
bagas kaget langsung berpakain begitupun aku, terlihat senjatanya sudha berdiri aku mencoba memegangnya dan aku kaget besar sekali bahak suamiku saja kalah terlihat sudah basah di ujungnya .
aku langsung pergi dia tersenyum padaku, aku kesal dengan suamiku yang menggagu kesengan ku saja " apa sih bang " ucap ku.
" ngapain aja di dapur lama banget lihat sudah jam 11 abang nunggu dari tadi " ucap nya.
ari langsung menarik ku di buka kan nya bajuku namun dia kaget melihat dadaku merah merah " siska ini ulah siapa ?" ucap ari aku deg degan .
" bukan nya ulah bang kemarin, bang lupa ya " ucap ku.
suamiku dia langsung melahap nya aku masih ingin dengan bagas namun apa daya suamiku minta aku harus melayani nya .
" siska buka kaki mu " ucap nya ruonya sudah tegang dan aku di hajarnya.
namun tetap saja tidka terasa apa karena punya suamiku kecil ya karna aku memegang punya adiknya begitu besar.
" ah sis abang keluar " matanya menutup terlihat dia menikmati nya namun aku sama sekali tidak puas.
rupanya adik ipar ku mengintip aku tahu dari celah pintu dia terlihat sedang memegang senjatanya .
aku tersenyum melihat nya dia langsung lari ke kamar nya " aku tidak percaya apa yang terjadi barusan adik ipar ku melihat akak nya menggauliku " dalam hati aku ingin pergi ke kamar nya.
namun suamiku masih tertidur di tubuh ku dengan senjata masih di dalam .
" bang awas ah berat " ucap ku.
aku dengan memakai baju tidur ku bernajak ke kamar bagas .
" bagas belum tidur " ucap ku.
dia langsung terbangun kaget " eh eh belum kak ada apa " ucap nya gugup.
" sudah jangan bilang ada apa " ucapku mendekatinya.
terlihat cairan putih di tisu , aku tersenyum dia begitu gugup dan malu.
" kau habis ngapain " ucap ku.
dia malah menunduk " ga ngapa ngapain kaka " sahutnya .
aku memang binal mencari kepuasan yamg selama ini belum aku dapatkan dari suamiku .
kucoba memegang punya nya yang masih lemas, terlihay bagas kaget " kak mau apa " ucap bagas .
" sudah diam saja adik ku " ucap ku.
aku terus memainkan san aku lahap " ah ah kak sudah hentikan ah " ucap bagas .
******* itu membuat ku makin semangat " ah de lihat punya mu kakamu saja kalah " ucap ku memujinya.
" kaka suka ?" tanya bagas.
aku tidak percaya dia berkata begitu.
aku terus memain kanya dia hanya menikmatinya.
" boleh kaka masukan " dia begitu kaget dan menolak .
" ga apa apa tenang saja " ucap ku
setelah masuk aku tidak dapat gera tidak percaya punaya adiku di dalam
lama kelamaan terasa enak begitu enak belum pernah merasakan seenak ini .
" sini kak aku dia tas " ucap nya dan aku tidur begitu sangat perkasa adik iparku ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments