adik iparku yang ganteng dan kekar

" siska adik abang hari ini datang, tolong kamar itu kamu rapihkan abang mau pergi kerja " ucap ari.

dengan senang hati aakan ku lakukan" iya bang tenag saja nanti siska bereskan " ucapku.

suamiku sudah berangkat kerja , aku langsung membereskan kamar kosong itu jujur aku belum pernah ketemu dengan adik suamiku .

waktu kami menikah dia tidak ikut , tapi aku yakin wajahnya sama seperti ari tidka jauh beda dan dia pasti sama tinggi nya.

aku sebenarnya tidak antusias dengan kedatangan nya tapi ga apa lah biar rumah tidka sepi lagian dia keluarga ku juga .

" akhirnya beres juga " ucapku setelah menyapu dang ngepel lantai.

" masak apa ya enaknya " aku berfikir masak kesukaan suamiku saja aku fikir adiknya selera nya sama seperti suamiku.

malas sekali rasanya harus kepasar panas terik begini " sis mau kemana " ucap rina teman sekolahku paling malas rasanya bertemu teman ku dia terlihat menggedong anak.

" siska kapan nyusul teman teman mu dah pada gedong kamu kapan " ucap rina

" doa kan saja ya rin , aku permisi dulu " sahutku meninggalkan dia.

terdengar dia mengumpat saat aku pergi namun aku tidak perduli .

hp berbunyi rupanya dari ari " ia bang ada apa apa?" tanyaku.

" siska bagas sudah sampai abang mau jemput ini , kamu jangan keman mana " ucap ari.

aku cepat belanja karena sebentar lagi adik iparku datang " kenapa dia mendadak begini aduh " aku merasa seperti di kejar kejar karena jarak dari terminal ke rumah ku lumayan dekat.

sampai rumah aku langsung masak namun rupanya ari sudha sampai rumah " ah mereka datang aku belum selesai gimana ini " ucapku.

" siska " ucap ari , kau mencuci tangan dan aku terkejut di buat nya.

bagas begitu tampan putih tinggi malah melebihi ari badanya kekar aku sampai bengong terdiam seperti opa opa korea yang sering aku tonton di tv, apakah dia beneran adiknya?

" siska malah melamun " ucap ari

" iya bagas , ayo masuk itu kamar mu ya " ucap ku ya ampun dia begitu wangi bersih aku makin betah do rumah kalo gini.

dalam hati aku berjingkrak jingkrak, saking senang nya ternyata adik suamiku begitu ganteng putih tubuh nya tinggi kekar wangi begitu sempurna

" bagas sana istriahat dulu ya, kaka mau lanjut kerja " ucap ari kembali pergi kerja.

" oh my god itu adik iparku, sungguh!" ucapku terus kenapa dia begitu pedek dengan ari pendek gendut.

aku langsung bersemangat memasak tapi aku lihat sedari tadi dia hanya senyum dan ga berkata apapun.

maskan sudah siap sore itu aku langsung mandi dan ber dan dan cantik " apa aku bangunkan dia ya , ah tapi malu ah gimana dong " ucap ku sambil bercermin.

aku jadi salah tingkah gini melihat adik iparku yang brondong itu.

sore hari suamiku pulang , ari langsung ke kemar bagas " bagas ayo mandi dari tadi di kamar mulu " ucap ari.

" iya kak " sahut bagas

oh my god suaranya laki banget, tuhan termikasih sudah ngasih opa opa korea di rumah ku, dengan begini aku tidak akan minta cerai pada suamiku .

" siska ngapain di depan kaca senyum senyum gitu kaya orang gila, sana siapin makan buat adiku belum makan dia " ucap ari.

" iya bang " ucapku sambil berkaca .

walau dirumah ku tidak ada anak tapi setidak nya aku bahagia dengan melihat adik iparku bagas.

dia keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk, aku langsung bengong " kak " ucapnya lewat sambil senyum.

aku sampai tidak berkedip melihat tubuhnya yang begitu kekar besar " tuhan kenapa aku tidak di pertemukan seblum nya dengan nya " ucapku dalam hati.

namun aku merasa dia pemalu dan pendiam " bang panggil adikmu " ucapku.

" gas bagas ayo sini makan " ucap ari.

dia keluar mengunakan kaos dan celana pendek ketat " ayo sini duduk " ucap ari.

di hanya tersenyum padaku, aku terus melihat nya sesekali dia melirik ku aku langsung mengalihkan pandanganku

" jadi aku mau kuliah di mana ?" tanya ari

" bagas sudah lulus tes universitas negri kak tapi dari sini jarak nya lumayan jauh dsri sini " ucap bagas

" terus gimana mau kos " ucap ari

" iya kak tapi jangn bilang ibu ya soalnya kalo naik kendaraan umum repot " ucap bagas

aduh gawat kalo dia pergi aku harus gimana ini pokoknya dia harus tinggal di sini , aku berfikir berdikir sementara motor di pake suamiku kerja.

" sudah bagas di sini saja biar kaka yang kasih motor ya " ucapku.

ari langsung melihat ku " hah !! siska kamu emang punya uang buat beli motor dari mana ?" tanya ari.

" ga usah kak , merepotkan bagas ga suka merepotkan orang biar bagas kos saja " ucap bagas.

" ga kok ga merepotkan tenang saja, bagas sudah kaka anggap adik sendiri kalo di kosan nanti makan nya gimana " ucap ku.

ari masih heran dengan ku dia terus melihat ku .

" kak bagas duluan sudah selesai " ucap bagas mencuci tangan aduh pinggulnya tangan nya rasanya aku pengen meraba nya.

gawat opa korea kalo pergi dari rumah ku, pemandangan semahal ini harus pergi mending aku yang kelau duit banyak .

apalagi di kosan banyak gadi gadis nakal pasti dia jadi rebutan.

" heh siska yakin mau beliin bagas motor punya duit dari mana kamu ?" tanya suamiku.

" lau mau minta sama ibuku ?" jawab ku langsung pergi ke kemar.

ari hanya diam, kenapa siska sampai mau membelikan bagas motor " ah baguslah adik ku jadi bisa pulang kerumah " ucap ari.

aku langsung menelpon ibu malam itu juga .

" hallo bu , siska perlu sesuatu buk butuh banget , bu siska mau pinjam uang 20 jt saja " ucapku

" hah ! buat apa duit sebanyak itu " ucap ibu

" gini bu siska lagi program mendapatkan cucu buat ibu ada pengobatan tapi mahal ibu, bukan nya ngebet pengen punya cucu, lagian udah malu kan sama tetangga dan teman teman ku juga " ucapku merayu ibu.

" ya sudah nanti ibu transfer , tapi awas kalo gagal " ucap ibu.

ga peduli ah yang penting bagas tinggal di sini dirumahku , akhirnya aku dapat kan uang buat belikan bagas si opa korea itu motor .

" bang besok aku mau ajak bagas boleh nyari motor " ucapku.

" iya terserah kamu saja " ucap ari

" siska abang pengen " ucap ari setelah makan

terpaksa aku harus melayani nya, andai bagas yang begini aku mungkin langsung keluar melihat tubuh nya dan wajah nya saja tidak kuat.

" ah bang pelan janga buru buru " ucap ku.

aku merasa suamiku ga jago " sudah bang " ucapku cepet banget.

dia tertidur aku penasaran bagas sedang apa di kamar nya.

aku beranjak mau menelihat adik ipar ku, namun pintunya terkunci " aduh ngintip dari mana ya " aku melihat kursi dan membawanya.

karena tubuhku pendek kau tidla sampai atas pintu.

brakkk aku terjatuh aku panik langsung mengambil kursi ke tempat semula dan pura pura jatuh .

bagas dan ari bangun " siska sedang apa kau malam malam bikin kaget saja " ucap ari.

" maaf bang siska mau minum malah kesandung kursi " ucapku.

bagas kembali masuk kamarnya, aku ingin ikut rasanya.

" ada ada saja kau bikin kaget saja kamu ah, ayo ridur " ucap ari

aku kembali ke kamar dan tidur di samping suamiku yang belum pernah memuaskan ku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!