ibu ku makin menjadi

hampir tiap malam aku dan adik ipar ku, berhubungan tanpa sepengetahuan suamiku, meski aku menikmatinya namun bagas aku merasa dia terpaksa .

pagi hari tubuh ku tidak enak aku merasa mual " siska kau baik baik saja " ucap ari terbangun karena aku berlari ke kamar mandi dan muntah membuat ari khawatir.

aku begitu lemas tidak enak badan " siska kau sakit ?" tanya ari melihat ku lesu " ia bang, aku ga enak badan maaf ya sarapan seadanya " ucap ku kembali tidur.

suamiku beranjak kedapur entah apa yang dia masak , aku merasa baru pertama kali ini aku sakit begini. rasa begitu mual pengen muntah terus " kak masak apa ? istri kaka kemana ?" tanya bagas aku mendengar nya dia sedang di dapur bersama ari .

" dia sedang sakit , sarapan seadanya ya " ucap ari memebrikan nasi goreng buatan nya pada bagas namun bagas melihat nya tidak berselera makan " sudah kak, bagas udah telat nanti saja sarapan di kampus " ujar nya langsung pergi.

ari mencoba masakan nya sendiri dan benar saja rasanya begitu aneh , aku mendengar ari memuntahkan makanan nya hingga aku pun malah makin mual dan muntah kembali.

Melihat aku yang terus muntah ari menghampiriku di kamar mandi " siska periksa aja yuk takut kenapa napa " ucap ari namun aku menolaknya lagian aku fikir hanya masuk angin biasa " ga apa bang, hanya masuk angin nanti sudha minum obat baikan abang pergi saja sana : ucap ku.

suami ku sudah berangkat tinggalah aku seorang diri , aku tidal bisa membayangkan jika ari mengetahui kalo adiknya dan aku berhubungan tiap malam mungkin ari akan langsung menceraikan ku atau mungkin bagas dia akan menghajar nya dan tidak menganggap nya adik .

siang hari rasa mual ku makin menjadi sudah ku minum obat yang aku beli dari warung namun tetap saja " apa aku di periksa saja ya " ucap ku karena begitu tidak enak.

sedangkan bagas setiap melihat rio dan pacar nya dia selalu cemburu " bro lo kenapa " sahut rio melihat bagas tidak berbicara padanya bahkan menyapanya pun tidak , bagas berfikiran pacar rio terus memandangi nya dan tersenyum padanya " apa aku pacarin saja ya tapi bagaimana kalo ketahuan " fikir bagas melihat tubuh nya begitu montok putih cantik siap cowok pasti bakalan tertarik.

bagas menulis nomornya di sacarik kertas " nanti pulang akan aku kasih padanya " ucap nya padahal cewek yang menyukai nya begitu banyak tapi kenapa harus suka pada cewek teman nya.

di rumah aku masih berbaring " siska! sis " ucap seseorang dari luar dengan tubuh ku yang lemas aku beranjak membuka pintu yang terkunci .

" ibu !! mau apa bu " ucap ku aku bersyukur ibu datang sedang sakit begini " kau kenapa ? sakit wajahmu pucat gitu " sahut ibu masuk rumah melijat keadaan ku .

" iya buk, tolong ya bu bisa masakin buat ari makan untuk nanti malam " ucap ku namun ibu seprtinya malas memasak buat ari " bu bisa kan , kasihan ari dan bagas bu mereka ga ada yang masakin " ucap ku meminta tolong.

aneh nya ketika aku mengatakan kasihan bagas ga ada yang masakin ibu langsung melihat ku dan beranjak ke dapur " ya sudah ibu masakin ya enak untuk bagas kasihan pasti capek pulang kuliah " ujarnya.

aku sedang istrihat senang ibu bisa membantuku masak untuku suamiku dan bagas .

sore hari bagas sudah beres gym rio dan pacar nya pun terlihat akan pulang " eh bro, sory ya tadi pagi gw agak pusing " ucap bagas meminta maaf karena tadi pagi tidak menyapa nya " ga apa apa santai aja gw duan ya " uajar ya bagas langsung memegang tangan pacar nya dan memberikan nomornya terlihat dia senyum pada nya.

ibu ku terdengar nyanyi di dapur, sudah selesai masak namun yang datang duluan suamiku " sis abang pulang " ucap ari yang di lihat ibu " eh buk ku kira siska " ucap ari langsung masuk kamar dan malu " siska matamu picek " ucap ibu ngomel .

namun ketika bagas pulang ibu langsung menyambutnya speeti gadis yang baru nikah " bagas baru pulang ya capek , ayo ibu sudah masak enak buat bagas " ucap ibu membuat bagas tidak nyaman ibu terus saja memegang tangan bagas yang besar .

" bagas mau makan apa biar ibu ambilkan yah " sahut ibu

" bu , ga usah biar bagas sendiri yang ambil " ucap bagas namun ibu melarangnya.

aku masih tertidur lemas aari membangunkan ku suapaya aku makan " siska ayo makan dulu " ucap ari dengan terpaksa aku beranjak ke dapur .

melihat ibu sedang mengambilkan nasi buat bagas " eh kak udah sembuh " sahut bagas melihat ku keluar kamar .

ibu semakin menjadi ketika dekat dengan bagas " bagas auo makan yang kenaya ya , mau ibu suapin " tingkah ibu membuat ari dan aku menahan tawa, ibu sudah tua tapi tingakah nya itu malah sperti gadis gadia gatel .

" ga usah buk biar bagas sendiri saja " ucap bagas dia terlihat tidka nyaman saat ibu duduk dekat nya dan memandanginya.

aku melihat ari dia tersenyum dan terus menahan tawa nya melihat tingkah ibu pada adik nya karena aku pun sama.

" bu ga pulang , udah malam nanti bapak sendiri di rumah gimana " ucap ku tapi ibu malah menghiraukan ku terus memandangi bagas .

Terpopuler

Comments

nesaric

nesaric

semangat up nya kakk

2023-02-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!