Di sisi lain. seorang pria sedang murka, mendengar kabar dari sang asistennya yang melaporkan bahwa, orang suruhannya telah gagal merencanakan rencana mereka.
Prang ..
"APA? MEREKA GAGAL?" ucapnya murka.
"iya tuan, dari laporan yang saya terima, target di selamatkan oleh seorang gadis, tuan." jawab sang assisten.
pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu tak lama kemudian ia menyeringai.
"baiklah, untuk saat ini mereka selamat tapi tidak untuk lain kali." ucap pria itu menyeringai, dengan pikiran jahat yang sudah muncul memenuhi kepalanya.
...****************...
Rafka dan si kembar menghampiri Karin yang berusaha untuk duduk.
"biar aku bantu." ucap rafka
"tidak usah tuan, aku bisa sendiri." jawab Karin senyum
"jangan membantah, dan jangan GeEr aku membantu mu karena kau telah menolong si kembar." tegas rafka
"terserah anda, jika tidak merepotkan." ucap karin.
rafka hanya diam. setelah berhasil membantu Karin duduk, rafka mundur satu langkah karena si kembar ingin berbicara dengan Karin.
" aunty, apakah sakit?" tanya Kenzi
" sakit, tapi cuma sedikit kok." jawab Karin tersenyum.
Rafka yang melihat senyum itu merasa terhipnotis.
manis. batin rafka
"terima kasih, karena aunty sudah menyelamatkan kami" ucap Kenzo tulus.
"iya sayang sama-sama. lain kali, kalo mau nyebrang harus di dampingi orang tua ya? bahaya!!" ucap Karin
"iya aunty" jawab si kembar
"eh iya, kita belum kenalan? perkenalkan nama aunty Karin, nama kalian siapa?" tanya Karin lembut.
"aku Kenzo, kakak Karin." ucap kenzo dengan senyum ramah.
"aku Kenzi, adik Kenzo yang paling cantik, imut dan menggemaskan." ucap Kenzi heboh.
Berbeda dengan kenzi yang periang dan cerewet, Kenzo lebih banyak diam juga cenderung dewasa.
"wah, kalian menggemaskan sekali sayang." ucap Karin membelai pipi keduanya.
krukk .. kruukk
"kakak, apa kau mendengar sesuatu? tanya Kenzi
"sepertinya aku mendengarnya Kenzi." jawab Kenzo
" aunty, apa aunty tau itu suara apa?" tanya Kenzi
Karin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, wajahnya yang merah merona menahan malu, sedangkan rafka ia berusaha menahan senyumnya, karena merasa lucu melihat Karin yang sedang menahan malu.
"kayaknya, i-itu suara perut aunty hehe." jawab Karin menampilkan rentetan gigi putihnya.
"aunty belum makan?" tanya Kenzo dan Kenzi
"iya, jangan khawatir. nanti kalo sudah di perbolehkan pulang aunty makan di rumah aunty." jawab Karin
Rafka heran memperhatikan kedua anaknya, sejak kapan mereka akrab dengan orang lain. yang dia tahu kedua anaknya hanya akan akrab dengan keluarga saja, apalagi tadi ia melihat Kenzo tersenyum, sangat langka sekali. pikirnya.
apa karena gadis ini yang menolong mereka, yang membuat mereka mau berinteraksi dengan orang lain? biasanya, mereka akan seperlunya saja kalau ada orang lain mengajak berbicara, aneh. batin rafka
" tenang saja, tadi Daddy sudah menelpon uncle fajar untuk membawa makan siang ke sini." ucap rafka.
" benarkah Daddy? sama aunty Karin juga Daddy? kasian aunty belum makan, Kenzo khawatir aunty pingsan karena kelaparan Daddy." ucap Kenzo
Karin melongo mendengar ucapan Kenzo. rafka heran sejak kapan Kenzo jadi banyak bicara? pikirnya.
"tentunya untuk semua yang ada disini." jawab rafka santai
"tidak usah repot-repot tuan, saya makannya nanti saja setelah pulang dari rumah sakit." ucap Karin
"tidak apa-apa, sekalian tadi saya sudah memesan baju ganti untukmu. anggap saja itu sebagai ucapan terima kasih saya karena nona sudah menolong anak saya."
" saya menolong anak tuan ikhlas, tidak perlu ada imbalannya, biar Tuhan saja yang membalasnya." ucap Karin tersenyum.
"iya, lagian saya juga tidak mungkin membiarkan kau pulang dengan penampilan berantakan seperti itu. saya tidak kekurangan uang kalo hanya untuk membeli pakaian dan makanan, apa yang akan orang lain katakan nanti."
"lah, kok jadi sombong" tanya Karin heran
"memang begitu kenyataannya, saya kaya, bahkan tak akan habis sampai tujuh turunan dan tujuh tanjakan, tahu!!"
"ya terus? hubungannya dengan saya apa? mau tuan kaya ataupun tidak saya tidak peduli, yang pasti saya ikhlas menolong anak anda tuan."
"memangnya kau tidak tau siapa aku?"
"tidak tuan, yang saya tau anda adalah Daddy dari Kenzo dan Kenzi" jawab Karin jujur.
"kau tidak tau nama RAFKA WILLIAM ADIJAYA ?" tanya rafka
"saya tidak tau, dan untuk apa juga saya tau?"
rafka melongo tak percaya, ternyata ada yang tidak tahu dirinya. bahkan semua kalangan tahu dirinya dari mulai dari dalam negeri sampai luar negeri, tapi tidak dengan Karin yang tidak tahu siapa dirinya.
yang benar saja dia tidak tau siapa aku? .pikirnya heran
" kau punya handphone bukan?"
" punya tuan, cuman handphone saya tadi terjatuh di jalan saat saya menyelamatkan anak anda. memangnya kenapa tuan? "
"kau boleh lihat di handphone ku , dan kau cari di google siapa RAFKA WILLIAM ADIJAYA, agar kau tahu siapa aku!! ucap rafka menyodorkan kan handphonenya .
" tidak perlu, untuk apa juga saya tahu?" ucap Karin bingung.
" buka saja"
"baiklah" ucap Karin seraya mengambil handphone Raka.
Karin langsung membuka aplikasi browser, ia mengetik nama rafka, setelah membuka artikel tentang rafka bukannya kaget, Karin malah nampak biasa saja.
rafka yang menyadari tak ada perubahan dari wajah karin, ia mengernyitkan dahinya.
"apa kau sudah tau siapa aku?" tanya rafka.
"sudah nih." ucap Karin seraya memperlihatkan ponselnya ke arah rafka.
"apa kau tidak terkejut? maksudku kau sudah tau bukan kalau aku adalah orang terkaya di negara ini, jangankan membelikanmu makanan dan pakaian. satu mall dan restoran pun aku sanggup membelinya." cibir rafka
" biasa saja " jawab Karin santai.
rafka melongo tak percaya, bagaimana tidak. setiap wanita yang tau siapa dirinya, pasti mereka akan bersorak dan mengantri bahkan ada yang rela melemparkan tubuhnya tanpa di minta, meskipun statusnya duda tak melunturkan ketampanan Serta pesonanya.
"apa dia bilang? biasa saja? astaga, aku baru bertemu seorang gadis yang tampak biasa saja saat tau siapa aku, sedangkan diluaran sana banyak yang mengantri dan juga berlomba-lomba hanya untuk dapat perhatian dariku."
"menarik, aku baru sakali ini menemukan gadis yang ini seperti dia" batin rafka.
"Tuan, hello .." ucap Karin melambaikan tangannya pada rafka.
"Daddy "
"Daddy"
si kembar memanggil sang Daddy, namun rafka sama sekali tak bergeming.
"DADDY"
Rafka terkejut refleks memegang dadanya, langsung menoleh ke arah si kembar yang berteriak.
"ada apa" tanya rafka pada si kembar.
" kenapa Daddy melamun?" tanya Kenzi.
"ohh, ti-dak ada apa-apa" jawab rafka gugup.
" Daddy kami lapar, kapan makanannya datang? cacing di perut Kenzo sampai berteriak terus minta di isi." keluh Kenzo.
"iya Daddy, mana uncle? daritadi belum sampai juga." ucap Kenzi kesal.
"iya tunggu sebentar, Daddy akan telpon lagi uncle fajarnya." jawab rafka
"udah sayang, kalian yang sabar ya. emm, gini aja deh, sambil kita nunggu makanan datang bagaimana kalo aunty ajak kalian bernyanyi? mau tidak?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 𝒄𝒆𝒘𝒆𝒌 𝒔𝒊𝒍𝒂𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒕𝒂 𝑹𝒂𝒇𝒌𝒂
2024-08-21
1
d.stywn
perasaan td jalan jalannya malam/Shy/
2024-07-25
0
d.stywn
aku ngiranya anaknya cwo cwo soalnya kenzo sm kenzi namanya
2024-07-25
0