Episode 12

Di sebuah Apartemen, Seorang pria duduk di bibir ranjang. di genggamannya ada selembar foto wanita cantik yang tersenyum ke arahnya, Pria itu mengusap lembut wajah di dalam foto itu.

"Kenapa kau meninggalkanku? kau tau, aku mencari mu selama bertahun-tahun. Tapi apa? kau malah bersanding dengan orang lain sayang." gumamnya lirih.

"Bagaimana caraku untuk menghapus semua perasaanku yang menumpuk hanya untukmu, meskipun kau telah bersama orang lain, tapi hati ini tak sedikitpun berubah"

perlahan air mata jatuh di pelupuk matanya, bayangan kenangan masa lalu bak sinetron yang berputar di kepalanya. Seketika bayangannya buyar mendengar suara ketukan pintu dari arah luar, pria itu menghapus air matanya dan dia berjalan membuka pintu kamarnya muncul seorang asisten kepercayaannya.

" Ada apa?" tanyanya dingin

"Tuan, saya sudah menemukan dimana wanita yang Anda cari." jawab asisten pria itu.

"Dia bekerja di salah satu Stasiun TV ternama Tuan"

"Apakah kau sudah memastikannya dengan benar?" Ucapnya memastikan laporan dari asistennya.

"Sudah Tuan, Bahkan saya sendiri yang sudah memantaunya selama 3 hari"

"Baiklah, kerja bagus. Kau awasi pria itu dan juga Anaknya, kita tidak perlu menjatuhkan perusahaanya Karena mengingat dia adalah orang yang sangat genius dan memiliki banyak koneksi sangat mudah baginya mendapatkan orang yang telah berani bermain dengannya. Setelah aku memegang kendali perusahaan orang tuaku, kita akan menjalankan rencana yang telah kita susun. Kita tidak boleh gegabah, harus bermain cantik. Meskipun dia sosok yang ramah tapi dia memiliki sisi yang kejam tak banyak yang tahu, aku cukup mengenalnya. kita jadikan anaknya sebagai alat untuk menghancurkan dia, Aku ingin dia bersujud di kakiku. Dan, mengembalikan Wanitaku." Pria itu menyeringai, Ambisi menghancurkan keluarga seseorang yang mengambil wanitanya.

assisten pria itu menganggukkan kepalanya mengerti, kemudian dia pamit keluar dari ruangan Tuannya.

'sayang, tunggu aku. kita akan kembali bersama, untuk lelaki itu aku akan menghancurkannya tanpa kau ketahui'

batin pria itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mama Ayu dan yang lainnya sudah sampai di rumah Karin. Rumah sederhana dengan cat yang sudah pudar, beberapa pohon berjejer di samping rumahnya itu.

Tok.. Tok.. Tok

Mama ayu mengetuk pintu. Kiki yang baru pulang dari sekolahnya mendengar suara ketukan pintu, dia membuka pintunya.

"Maaf cari siapa ya?" tanya Kiki Menatap wanita paruh baya di depannya.

"Apa benar ini rumahnya Karin?" ucap Mama Ayu memastikan.

"Iya benar, saya adiknya teh Karin." jawab Kiki.

"Boleh Kami masuk?" Mama Ayu meminta izin

"Oh ya ,silahkan. Duduk dulu, sebentar saya panggilkan teh Karin nya dulu"

Mama Ayu masuk dan menginstruksikan Si Kembar dan suaminya agar ikut masuk. sedangkan Kiki pergi menyusul Kakaknya yang sedang berada di kamar, Mereka duduk di kursi kayu yang berada di ruang tengah. Mama Ayu dan Papa William mengedarkan pandangannya menelisik seluruh ruangan, walaupun rumah sederhana tidak kecil dan tidak besar, tapi rumah itu bersih membuat orang betah berada di dalamnya.

Kiki yang tadinya menyusul Karin akhirnya keluar dari salah satu ruangan, dengan memapah Karin, Kiki membawa Kakaknya ke ruangan dimana ada tamu di sana. Karin menatap bingung dua orang tua paruh baya yang menatap kearahnya, sedangkan untuk dua anak kecil yang dia kenali juga turut serta datang ke rumahnya.

'Siapa mereka? aku belum pernah melihatnya?' ucap batin Karin

"Teh ini tamu yang mencari Teteh, Teh Karin duduk dulu Kiki mau buatin minum dulu buat tamunya ya Teh." ucap Kiki dengan mendudukkan Karin.

Karin hanya menganggukkan kepalanya.

Si Kembar langsung menghampiri Karin yang duduk di sebrang Mama Ayu, Karena Papa William duduk di kursi tunggal.

"Aunty, kita kangen Aunty. Apa kaki Aunty masih sakit?" tanya Kenzi.

"Tidak sayang, sakitnya hanya tinggal sedikit lagi kok." Ucap Karin tersenyum

"Aunty, Nanti Kenzo mau ikut merawat Aunty sampai sembuh." Ujar Kenzo dengan tulus

"Kenzi juga" sahut Kenzi.

Karin yang mendengarnya hanya mengulas senyum menanggapi ucapan kedua anak itu.

Mama Ayu dan Papa William heran, sejak kapan Cucunya mau dekat dengan orang lain. Tapi melihat interaksi tiga orang tersebut menyunggingkan senyumnya.

"emm.. Boleh saya bertanya?" Ucap Mama Ayu

"silahkan Bu" jawab Karin ramah.

"Apa benar kamu yang bernama Karin? yang menolong Cucu saya kemarin?" tanya Mama Ayu.

"Iya benar Nyonya, jadi mereka Cucu ibu? maaf jika saya tidak sopan. Ada perlu apa ya, Nyonya dan juga Tuan datang kemari?" ucap Karin.

Papa William yang tadinya diam kali ini dia yang angkat bicara.

"Begini Nak Karin. mohon maaf sebelumnya jika kedatangan kami mengganggu istirahatmu, selain untuk mengucapkan terimakasih kasih atas kebaikan nak Karin, Si Kembar juga ingin bertemu dengan Nak Karin" jelas Papa William tersenyum.

"Jangan berterima kasih Tuan, Nyonya. sebagai manusia sudah sepatutnya kita tolong menolong, saya juga ikhlas menolong Si Kembar" jawab Karin tulus.

Kiki yang datang membawa nampan berisi teh manis menghampiri para tamu, menata semua minuman di meja dan mempersilahkan tamu untuk minum. Si Kembar yang bahagia bisa bertemu dengan Karin, keduanya berceloteh dan sesekali bercanda dengan Karin. Tak sampai disitu, Si Kembar mengajak Karin bernyanyi dan meminta Karin untuk bercerita. Karin dengan senang hati menuruti semua keinginan Si kembar, dengan adanya dua anak itu membuat dirinya yang tadinya bosan menjadi terhibur. ketiganya larut dalam kebersamaan itu, sampai melupakan tiga orang lainnya yang sedang memperhatikan interaksi mereka. Mama Ayu tak ingin kehilangan momen langka si kembar, Dia membuka hp nya lalu merekam semua Aktivitas Si Kembar dan Karin dari awal.

"Sayang sudah dulu ya! Kasian Aunty nya kan harus istirahat biar cepat sembuh" ucap Papa William

"Ih, Opa jangan ganggu dulu. sebentar lagi ya, kita masih kangen sama Aunty" Ucap Kenzo cemberut.

"Iya Opa, Kita kan belum mendengar Aunty Bercerita" Ucap Kenzi menimpali.

"Sudah, tidak apa-apa Tuan. Lagian saya juga bosan seharian di rumah, dengan adanya si kembar saya merasa terhibur. Jika di izinkan bolehkah saya ditemani mereka sebentar lagi?" pinta Karin.

Mama Ayu mengisyaratkan pada Papa William untuk membiarkan mereka menghabiskan waktunya sebentar.

"Ya sudah, kalau Nak Karin tidak keberatan. saya tidak enak saja , karena kondisimu belum pulih sepenuhnya" jawab Papa William

"Terima kasih, tidak perlu khawatir saya tidak apa-apa Tuan"

Mama Ayu mengisyaratkan pada Papa William untuk membiarkan mereka menghabiskan waktunya sebentar. Si Kembar duduk di kedua belah sisi Karin, keduanya fokus mendengarkan Karin yang menceritakan dongeng tentang Si Kancil. Karin mengusap dua kepala Si Kembar layaknya seorang ibu yang sedang menceritakan dongeng pengantar tidur untuk anaknya, sehingga perlahan mata kedua anak itu tertutup. Mama Ayu dan Papa William hatinya menghangat menyaksikan interaksi Cucunya itu, tanpa sadar air mata keduanya hampir menetes karena rasa haru, mereka langsung mengusap kedua matanya dan menatap satu sama lain lalu tersenyum.

Terpopuler

Comments

aas

aas

suka sama mantan istrinya Rafka gitu? 🤔

2025-01-10

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒄𝒖𝒓𝒊𝒏 𝑹𝒂𝒇𝒌𝒂

2024-08-21

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5 - serangan jantung
6 Episode 6- bercerita
7 Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11 - Berkunjung
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17 - Misi Si Kembar
18 Episode 18 - ikut ke kantor
19 Episode 19
20 Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 - keinginan si kembar
25 Episode 25
26 Episode 26 - Terlalu cepat
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30 - luka si kembar
31 Episode 31 - Rahasia si kembar
32 Episode 32 - kepergok
33 Episode 33 - tersipu
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36 - Liburan
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39 - Mengungkapkan
40 Episode 40 - kabar ayah Raisa
41 Episode 41 - perkara roti sobek
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44 - Reza terluka
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 - hampir gila
49 Episode 49- salah paham
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52 - siapa wanita itu?
53 Episode 53
54 Episode 54 - banyak cowok ganteng
55 Episode 55 - maaf
56 Episode 56 - mana adiknya?
57 pengumuman
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64 - jadi pacar bohongan
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83 - si kembar hilang
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 124
126 Episode 125
127 Episode 126
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 133
135 Episode 134
136 Episode 135
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 141
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Episode 151
153 Episode 152
154 Episode 153
155 Episode 154
156 Episode 155
157 Episode 156
158 Episode 157
159 Episode 158
160 Episode 159
161 Episode 160
162 Episode 161
163 Episode 162
164 Episode 163
165 Episode 164
166 Episnode 165
167 Episode 166
168 Episode 167
169 Episode 168
170 Episode 169
171 Episode 170
172 Episode 171
173 Episode 172
174 Episode 173
175 Episode 174
176 Episode 175
177 Episode 176
178 Episode 177
179 Epispde 178
180 Episode 179
181 Episode 180
182 Episode 181
183 Episode 182
184 Episode 183
185 Episode 184
186 Episode 185
187 Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"
Episodes

Updated 187 Episodes

1
episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5 - serangan jantung
6
Episode 6- bercerita
7
Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11 - Berkunjung
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17 - Misi Si Kembar
18
Episode 18 - ikut ke kantor
19
Episode 19
20
Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 - keinginan si kembar
25
Episode 25
26
Episode 26 - Terlalu cepat
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30 - luka si kembar
31
Episode 31 - Rahasia si kembar
32
Episode 32 - kepergok
33
Episode 33 - tersipu
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36 - Liburan
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39 - Mengungkapkan
40
Episode 40 - kabar ayah Raisa
41
Episode 41 - perkara roti sobek
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44 - Reza terluka
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 - hampir gila
49
Episode 49- salah paham
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52 - siapa wanita itu?
53
Episode 53
54
Episode 54 - banyak cowok ganteng
55
Episode 55 - maaf
56
Episode 56 - mana adiknya?
57
pengumuman
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64 - jadi pacar bohongan
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83 - si kembar hilang
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 124
126
Episode 125
127
Episode 126
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 133
135
Episode 134
136
Episode 135
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 141
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Episode 151
153
Episode 152
154
Episode 153
155
Episode 154
156
Episode 155
157
Episode 156
158
Episode 157
159
Episode 158
160
Episode 159
161
Episode 160
162
Episode 161
163
Episode 162
164
Episode 163
165
Episode 164
166
Episnode 165
167
Episode 166
168
Episode 167
169
Episode 168
170
Episode 169
171
Episode 170
172
Episode 171
173
Episode 172
174
Episode 173
175
Episode 174
176
Episode 175
177
Episode 176
178
Episode 177
179
Epispde 178
180
Episode 179
181
Episode 180
182
Episode 181
183
Episode 182
184
Episode 183
185
Episode 184
186
Episode 185
187
Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!