Episode 5 - serangan jantung

Karin terkejut melihat Rafka yang entah dari arah mana datangnya, untuk beberapa saat mereka saling menatap satu sama lain. Rafka menatap takjub pada Karin, bagaimana tidak Karin terlihat sangat cantik dan anggun, cocok dengan dress yang di pakainya bahkan belahan dadanya tercetak begitu jelas. Rafka lelaki Normal melihat dua gundukan itu membuat ia menelan Saliva dengan kasar, sedangkan Karin yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah sendiri.

"Astaga, kenapa dia terlihat cantik?

Dan juga kenapa buah melon itu sangat terpampang jelas, sepertinya Fajar sengaja membeli baju itu. apa dia sedang mengerjai ku? tidak ada baju lain lagi kah ? aku masih Normal melihat dia seperti ini membuat darahku mendidih . Awas saja kalau benar! akan ku buat dia lembur selama satu bulan" gerutu Rafka dalam hati.

Karin menundukkan kepalanya karena malu, kemudian dia memberanikan diri untuk menatap Rafka. Alangkah terkesimanya Karin melihat tubuh Rafka yang tegap, wajahnya tampan ala orang korea, rahang yang tegas serta wajah dan rambut yang rapi, dan jangan lupa pakaian cassualnya yang menambah kesan Sempurna.

"ya Allah, seperti ini kah pangeran di dalam dunia nyata? satu kata untuknya yaitu "sempurna" . batin Karin.

"Daddy, kenapa Daddy terus diam disitu? Kenzo kebelet pipis." ucap Kenzo setengah berteriak.

Karin dan Rafka terkejut mendengar suara Kenzo yang sedikit berteriak, kemudian mereka memalingkan wajah mereka kesamping. Karin dengan wajah malunya, sedangkan Rafka dengan wajah gugupnya seakan maling yang ketahuan oleh tuannya.

"Astaga, ada apa denganku?. batin Rafka heran.

'Ya Allah, kenapa aku malah terpesona dengan suami orang. Tolong Ampuni Hamba Ya Allah, kapan lagi aku melihat pangeran di dunia nyata. ehh ya ampun.. ya ampun'

batin Karin.

Kenzo yang melihat sang Daddy masih diam, dia langsung bergegas menghampiri nya.

"Daddy, Kenzo udah gak tahan, kenapa Daddy masih diam?" ucap Kenzo kesal.

"eh, iya. maaf sayang Daddy melamun, ya sudah kau masuk dulu. Daddy bantu Aunty Karin duduk dulu ya."

"iya Daddy"

Karin menggeser tubuhnya ke samping, guna memberi jalan Kenzo masuk ke kamar mandi. Rafka memberikan tangannya pada Karin, dengan tersenyum Karin canggung menyambut uluran tangan Rafka. setelah membantu Karin duduk, Rafka masuk ke kamar mandi membantu Kenzo yang sedang buang air.

Setelah Kenzo selesai, Rafka membawa Kenzo duduk berkumpul di sofa. dia mengeluarkan handphone untuk menelpon dokter brian, setelah dirasa cukup ia mematikan telponnya.

" Nanti dokter akan kesini, untuk memeriksa ulang kondisimu" ucap Rafka pada Karin.

Karin menganggukkan kepalanya serasa tersenyum lembut, Rafka yang melihat itupun menjadi salah tingkah.

Dokter Brian mengetuk pintu, setelah ada jawaban dia masuk bersama salah satu perawat. Brian melihat orang berkumpul itu seperti satu Keluarga yang utuh ia pun tersenyum dan mendekati semua orang yang ada di sofa, akan tetapi ia terpaku melihat Karin yang sangat cantik menurutnya. Brian menatap Karin tanpa berkedip, sebelum suara batuk seseorang membuatnya tersadar.

"uhuk.. uhukk "

" Ekheemm .. Nona apa masih ada keluhan lain?" tanya Brian pada Karin.

" emm, itu dokter badan saya terasa pegal dan ngilu." jawab Karin.

" hanya itu?"

Karin menganggukkan kepalanya.

" tidak apa-apa, rasa pegal itu mungkin saat kecelakaan itu tubuh anda terbentur dan untuk rasa ngilu itu masih wajar karna lecet yang ada di bagian tubuh anda, dan untuk kaki jangan banyak bergerak dulu atau nanti akan terjadi pembengkakkan yang akan memperparah kondisi Nona, apa ada lagi yang mau di tanyakan ?" jelas Brian.

"tapi saya harus bekerja dokter?"

"untuk sementara saya sarankan anda untuk beristirahat dulu, mengingat kondisi lukanya masih basah nanti saya akan memberikan obat anti nyeri dan juga salep untuk lukanya agar cepat kering. dan untuk bekerja setelah beberapa hari istirahat dan kaki sudah nyaman di gerakkan anda boleh melakukannya, tapi dengan syarat tidak boleh langsung mengangkat beban yang berat." ucap Brian.

Karin menganggukkan kepalanya paham, Brian telah selesai dengan Karin sekarang menuju Rafka dan si Kembar.

"Raf, untuk si Kembar tidak ada yang perlu di khawatirkan kondisi mereka baik-baik saja" ucap Brian .

"Baiklah, Terimakasih" jawabnya.

"Kalau semua sudah beres, apa aku boleh pulang?"

"iya kalian boleh pulang sekarang."

"Terimakasih Dokter" ucap Karin lembut seraya tersenyum.

Brian yang melihat Karin tersenyum dia menjadi salah tingkah, selain terpesona melihat Karin ada seseorang yang sedang menatapnya tajam, seakan tidak terima Karin tersenyum ke arah Brian.

" ya sudah, semua telah saya jelaskan. obatnya tinggal diambil di apoteker, untuk itu saya pamit undur diri, banyak pasien yang harus di periksa karena mendadak serangan jantung akibat jatuh cinta" ucap Brian melirik ke arah Rafka dengan menaik turunkan alisnya.

Brian langsung pergi sebelum bantal sofa melayang ke wajah tampannya. sedangkan Rafka mendengus sebal mendengar perkataan Brian.

Rafka menelpon Fajar untuk datang ke ruang VIP. tak lama kemudian, Fajar langsung sampai, alangkah terkejutnya ia melihat orang yang di kenalnya sedang duduk di sofa bersama Tuannya.

'kenapa si Karin ada disini?" batin Fajar heran.

"hei, Karin kamu ngapain disini? kenapa juga kepala kamu di perban?" cecar Fajar pada Karin.

"Kau mengenalnya?" tanya Rafka.

"tentu saja kenal, Tuan. dia teman sekaligus pegawai cafe adik saya." jawab fajar.

"oh begitu, ya sudah kau ajak si kembar turun, kita pulang sekarang juga, aku akan membantu Karin turun kebawah." perintah Rafka.

"Biar saya saja Tuan yang membantu Karin turun." ucap Fajar

Rafka yang mendengar ucapan Fajar, melayangkan tatapan tajamnya. meskipun dia ramah dan terkesan lemah lembut, entah mengapa dia tidak rela jika Karin dipegang, di dekati ataupun dilirik oleh lelaki lain. Fajar langsung diam tak berkutik, heran pada sikap tuannya karena tak biasanya sang tuan dekat dengan perempuan lain setelah perceraian nya.

'Aneh? Ada apa dengannya? aku hanya ingin membantunya saja, mengapa dia marah?.batin Fajar

Fajar menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Karin hanya diam saat dia di papah Rafka keluar menuju parkiran mobil.

setelah sampai di parkiran, Fajar duduk di kursi Kemudi sedangkan Karin, Rafka dan si Kembar di belakang, dan itu atas perintah dari Rafka sendiri. Fajar menoleh ke arah kaca spion, melihat kearah belakang dia merasa hatinya menghangat melihat keempat orang duduk layaknya keluarga utuh, dia berharap tuannya mau membuka hatinya untuk wanita. karena dia kasihan melihat sang tuan kerepotan sendiri mengurus si kembar tanpa baby sitter, bolak-balik menjemput ke rumah orang tuanya serta ke kantor, berbeda jika dia memiliki seorang istri yang akan mengurus keperluannya tanpa khawatir dengan anak-anaknya saat sedang bekerja.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝑭𝒂𝒋𝒂𝒓 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒍 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝑲𝒂𝒓𝒊𝒏

2024-08-21

0

Dahlia Anwar

Dahlia Anwar

keren

2023-03-14

2

lihat semua
Episodes
1 episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5 - serangan jantung
6 Episode 6- bercerita
7 Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11 - Berkunjung
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17 - Misi Si Kembar
18 Episode 18 - ikut ke kantor
19 Episode 19
20 Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 - keinginan si kembar
25 Episode 25
26 Episode 26 - Terlalu cepat
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30 - luka si kembar
31 Episode 31 - Rahasia si kembar
32 Episode 32 - kepergok
33 Episode 33 - tersipu
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36 - Liburan
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39 - Mengungkapkan
40 Episode 40 - kabar ayah Raisa
41 Episode 41 - perkara roti sobek
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44 - Reza terluka
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 - hampir gila
49 Episode 49- salah paham
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52 - siapa wanita itu?
53 Episode 53
54 Episode 54 - banyak cowok ganteng
55 Episode 55 - maaf
56 Episode 56 - mana adiknya?
57 pengumuman
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64 - jadi pacar bohongan
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83 - si kembar hilang
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 124
126 Episode 125
127 Episode 126
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 133
135 Episode 134
136 Episode 135
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 141
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Episode 151
153 Episode 152
154 Episode 153
155 Episode 154
156 Episode 155
157 Episode 156
158 Episode 157
159 Episode 158
160 Episode 159
161 Episode 160
162 Episode 161
163 Episode 162
164 Episode 163
165 Episode 164
166 Episnode 165
167 Episode 166
168 Episode 167
169 Episode 168
170 Episode 169
171 Episode 170
172 Episode 171
173 Episode 172
174 Episode 173
175 Episode 174
176 Episode 175
177 Episode 176
178 Episode 177
179 Epispde 178
180 Episode 179
181 Episode 180
182 Episode 181
183 Episode 182
184 Episode 183
185 Episode 184
186 Episode 185
187 Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"
Episodes

Updated 187 Episodes

1
episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5 - serangan jantung
6
Episode 6- bercerita
7
Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11 - Berkunjung
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17 - Misi Si Kembar
18
Episode 18 - ikut ke kantor
19
Episode 19
20
Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 - keinginan si kembar
25
Episode 25
26
Episode 26 - Terlalu cepat
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30 - luka si kembar
31
Episode 31 - Rahasia si kembar
32
Episode 32 - kepergok
33
Episode 33 - tersipu
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36 - Liburan
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39 - Mengungkapkan
40
Episode 40 - kabar ayah Raisa
41
Episode 41 - perkara roti sobek
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44 - Reza terluka
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 - hampir gila
49
Episode 49- salah paham
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52 - siapa wanita itu?
53
Episode 53
54
Episode 54 - banyak cowok ganteng
55
Episode 55 - maaf
56
Episode 56 - mana adiknya?
57
pengumuman
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64 - jadi pacar bohongan
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83 - si kembar hilang
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 124
126
Episode 125
127
Episode 126
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 133
135
Episode 134
136
Episode 135
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 141
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Episode 151
153
Episode 152
154
Episode 153
155
Episode 154
156
Episode 155
157
Episode 156
158
Episode 157
159
Episode 158
160
Episode 159
161
Episode 160
162
Episode 161
163
Episode 162
164
Episode 163
165
Episode 164
166
Episnode 165
167
Episode 166
168
Episode 167
169
Episode 168
170
Episode 169
171
Episode 170
172
Episode 171
173
Episode 172
174
Episode 173
175
Episode 174
176
Episode 175
177
Episode 176
178
Episode 177
179
Epispde 178
180
Episode 179
181
Episode 180
182
Episode 181
183
Episode 182
184
Episode 183
185
Episode 184
186
Episode 185
187
Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!