Episode 15

Mama ayu dan Papa William sedang berada di ruang tamu, Papa William membuka suara untuk membuka percakapan.

" Ma, tadi katanya ada yang mau di bicarakan?" Tanya Papa William.

"Iya Pa, ini mengenai Karin" jawab Mama Ayu.

"Memangnya ada apa dengan Karin?"

"Ihh Papa ini, Papa gak liat apa Cucu kita nyaman sama Karin. gak biasanya kan mereka dekat dengan orang yang mereka tidak di kenal kan?"

"Iya terus? Mama maunya apa?".

Papa William bingung dengan yang di bicarakan Mama Ayu.

"Astaghfirullah, Papa itu ngerti apa enggak tujuan Mama ngomongin Karin sama Si Kembar?" Mama Ayu gemas sekaligus Kesal.

"Ya enggak taulah, orang Mama enggak ngomong?" jawab Papa William bingung.

"Ya Allah, Gusti Nu agung" ucapnya frustasi

" Papa Taukan Raka itu jadi duda udah lama? Si Kembar Deket sama orang lain dan orang itu seorang gadis yang menurut Mama baik. Jadi, tujuan Mama ngebahas Karin itu Mama pengen ngedeketin Rafka sama Karin, Tanpa perjodohan langsung dari Mama seperti dulu, Mama pengen main cantik. Mama rasa Karin orang yang tepat buat Rafka Pa, Mau sampai kapan dia menduda? kasian Rafka tidak ada yang mengurus dirinya, dia lebih mementingkan Anaknya tanpa memikirkan keadaanya." jelas Mama Ayu.

"jangan terlalu memaksakan Ma, Mama tau sendiri kan dulu karna di jodohkan Rafka malah bercerai yang membuat dirinya dan anaknya tersiksa karena keegoisan perempuan yang kita pilih. Papa juga setuju kalau Rafka menikah lagi, tapi apa Mama yakin ini akan berhasil? sementara Rafka sudah menutup hatinya untuk yang namanya perempuan."

"maka dari itu aku ingin mendekatkan mereka melalui si kembar, mereka juga pasti seneng punya ibu sambung seperti Karin ini." Ucap Mama Ayu yakin.

"Papa mah terserah Mama aja, kalau itu yang terbaik untuk anak dan cucu Papa. Papa pasti mendukungnya"

Mama Ayu Sangat yakin. meskipun baru pertama kali melihat Karin, Mama Ayu bisa melihat pancaran ketulusan dan juga kelembutan di Karin.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Reza Sudah berada di depan rumah yang di maksud oleh Raisa. Raisa bergegas turun, dia mengetuk pintu Rumah Temannya, Dan ada seorang laki-laki yang membukanya.

"Ehh ada Teh Raisa cari Teh Karin ya?" tanyanya ketika membuka pintu.

"Iya Ki, Karin nya ada?" Ucap Raisa tersenyum.

Iya, Yang membuka pintu adalah Kiki. Teman yang di Maksud Raisa adalah Karin, Mereka berdua juga kerja di tempat yang sama. Kiki mempersilahkan Raisa masuk, Raisa mengajak Reza masuk juga, Entah mengapa Reza nurut aja. Reza langsung turun dari motornya, berjalan ke arah Raisa yang langsung menarik tangannya.

"Tuan ayo masuk dulu" ucap Raisa dengan menarik tangan Reza.

Reza dan Raisa duduk di Kursi ruang tamu sambil menunggu Kiki yang Memanggil Karin di kamarnya.

"Tuan, Tuan enak saja aku ini bukan majikan mu" Ucap Reza.

"Terus aku harus manggil apa? Om , bapak, kakak, pak, mang, Abang, mas atau di panggil SAYANG" jawab Raisa tersenyum dengan menaik turunkan alisnya.

blushh ..

Deg.Deg.Deg

Wajah Reza merona di barengi dengan detak jantungnya yang berdegup kencang. Tapi, Reza berusaha untuk menyembunyikan Rona merah itu dari Raisa, dia menyentil kepala Raisa.

Pletak ..

"Dasar kau memangnya aku setua itu di panggil Bapak? emangnya aku menikah dengan ibumu, seenaknya panggil Bapak" gerutu Reza

aww..

"terus kalau aku panggil Abang gimana?" Jawab Raisa dengan tangannya yang sedang mengusap keningnya memerah.

"aku bukan tukang bakso"

"ya udah, aku panggil om aja gimana."

"hiih.. kau ini lama-lama ngeselin juga ternyata, nyesel gue nolongin Lo" Reza kesal karena Raisa memanggilnya dengan sebutan Om, Reza paling benci dengan sebutan Om maka dari itu dia di panggil Uncle oleh Si Kembar.

Reza memang gampang bergaul dengan orang lain. Namun, Reza juga punya kesabaran yang tipis. Ketika Reza Kesal pasti dia mengeluarkan kata Lo gue, sebagai bentuk kemarahan atau kekesalannya.

"idiih.. Lo Lo, enak aja tuh mulut Lo Lo. maksudnya apa Lontong" Cibir Raisa.

"wah ngajak ribut nih, udah di bantuin kabur juga malah jadinya ngeselin. Tau gitu gue tinggalin aja di taman, ngapain juga gue tolong" gerutu Reza kesal.

"gak ikhlas banget deh. Ya udah kalau gitu, gimana kalau aku panggil kakak aja." Jawab Raisa mengalah.

"Itu lebih baik daripada panggilan Om, menyebalkan sekali." Ucap Reza cemberut.

"utututu .. kalau lagi ngambek gitu ilang loh gantengnya." Ucap Raisa dengan mencolek hidung Reza.

"Kau.." geram Reza. dia marah namun dalam hati dia tersipu dengan ucapan Raisa, sebisa mungkin ia menyembunyikannya.

Ucapan Reza terpotong saat Karin datang di papah oleh Kiki menuju ruang tamu.

"Raisa, kamu ngapain ke sini? emangnya enggak masuk kerja?" tanya Karin.

"enggak Rin, aku kesini mau numpang dulu di rumah kamu Rin. Ceritanya panjang, ehh by the way itu kaki sama tangan kamu kenapa?" Ucap Raisa.

"enggak apa-apa, ini karena lagi dapet musibah aja" Jawab Karin tersenyum.

" ini siapa teh? kok Kiki baru liat" tanya Kiki yang penasaran, Raisa memang teman dekat Karin tapi Raisa tidak pernah datang dengan seorang pria.

"Kenalkan Aku Reza William Adijaya" Ucap Reza memperkenalkan dirinya.

Raisa yang sedang minum langsung tersedak yang mana membuat orang yang berada di ruang tamu khawatir. Raisa kaget mendengar Nama itu, nama yang sudah populer dan di bicarakan banyak orang.

uhuk.. uhukk..

Reza yang mendengar Raisa batuk, langsung menepuk punggungnya.

"kau ini ceroboh sekali, tidak ada yang mau merebut minuman mu" omel Reza.

Raisa terus terbatuk sampai dadanya merasa sesak. dirasa sudah membaik, Raisa mengatur nafasnya sebelum angkat bicara.

"Raisa kau baik-baik saja?" Tanya Karin khawatir.

"Iya aku baik-baik saja" jawabnya pelan.

Raisa memicingkan matanya ke arah Reza, Reza yang merasa di perhatikan langsung menoleh ke samping yang mana membuat tatapan keduanya terkunci.

Deg .. Deg .. Deg

detak jantung keduanya bersahutan layaknya sebuah alat musik yang sedang dimainkan.

"kalian kenapa jadi tatap-tatapan? apa kalian pacaran?" tanya Karin.

"TIDAK" jawab keduanya kompak.

Keduanya langsung sadar apa yang sedang mereka lakukan ketika Karin membuka suara. sedangkan Karin diam saja dengan jawaban dua orang dihadapannya, keduanya kompak menjawab pertanyaan Karin dengan menggelengkan kepalanya.

"Kau benar Reza William Adijaya? adik dari Rafka William Adijaya dan ayahmu William Adijaya? pengusaha terkenal itu" tanya Raisa menggebu.

"Iya memangnya kenapa?"

Reza sudah tahu reaksi semua orang jika mendengar namanya, tapi tidak berlaku untuk dua orang pemilik rumah ini.

"Maaf Tuan, kalo saya sudah lancang meminta bantuan kepada anda. Dan ya, untuk uang yang tuan keluarkan pas di restoran saya janji akan menggantinya." Ucap Raisa tidak enak.

"Tidak usah di ganti, aku tidak akan jatuh miskin karena membelikan mu makanan. dan untuk panggilan kau perbaiki lagi, aku sudah melarang mu memanggilku tuan. Mengerti!" Ucap Reza dengan menekankan kalimat terakhir nya.

Raisa menganggukkan kepalanya paham. dia tidak menjawab karena takut pada Reza yang melotot dengan kedua tangan yang bersidekap di dadanya.

Terpopuler

Comments

aas

aas

eeeh kenal sama Karin

2025-01-10

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒂𝒑𝒂 𝑹𝒂𝒊𝒔𝒂 𝒃𝒂𝒌𝒂𝒍 𝒋𝒅 𝒋𝒐𝒅𝒐𝒉𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒆𝒛𝒂

2024-08-21

1

guntur 1609

guntur 1609

lah bukanya raisa aduknya fajar

2024-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5 - serangan jantung
6 Episode 6- bercerita
7 Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11 - Berkunjung
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17 - Misi Si Kembar
18 Episode 18 - ikut ke kantor
19 Episode 19
20 Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 - keinginan si kembar
25 Episode 25
26 Episode 26 - Terlalu cepat
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30 - luka si kembar
31 Episode 31 - Rahasia si kembar
32 Episode 32 - kepergok
33 Episode 33 - tersipu
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36 - Liburan
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39 - Mengungkapkan
40 Episode 40 - kabar ayah Raisa
41 Episode 41 - perkara roti sobek
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44 - Reza terluka
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 - hampir gila
49 Episode 49- salah paham
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52 - siapa wanita itu?
53 Episode 53
54 Episode 54 - banyak cowok ganteng
55 Episode 55 - maaf
56 Episode 56 - mana adiknya?
57 pengumuman
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64 - jadi pacar bohongan
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83 - si kembar hilang
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 124
126 Episode 125
127 Episode 126
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 133
135 Episode 134
136 Episode 135
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 141
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Episode 151
153 Episode 152
154 Episode 153
155 Episode 154
156 Episode 155
157 Episode 156
158 Episode 157
159 Episode 158
160 Episode 159
161 Episode 160
162 Episode 161
163 Episode 162
164 Episode 163
165 Episode 164
166 Episnode 165
167 Episode 166
168 Episode 167
169 Episode 168
170 Episode 169
171 Episode 170
172 Episode 171
173 Episode 172
174 Episode 173
175 Episode 174
176 Episode 175
177 Episode 176
178 Episode 177
179 Epispde 178
180 Episode 179
181 Episode 180
182 Episode 181
183 Episode 182
184 Episode 183
185 Episode 184
186 Episode 185
187 Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"
Episodes

Updated 187 Episodes

1
episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5 - serangan jantung
6
Episode 6- bercerita
7
Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11 - Berkunjung
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17 - Misi Si Kembar
18
Episode 18 - ikut ke kantor
19
Episode 19
20
Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 - keinginan si kembar
25
Episode 25
26
Episode 26 - Terlalu cepat
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30 - luka si kembar
31
Episode 31 - Rahasia si kembar
32
Episode 32 - kepergok
33
Episode 33 - tersipu
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36 - Liburan
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39 - Mengungkapkan
40
Episode 40 - kabar ayah Raisa
41
Episode 41 - perkara roti sobek
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44 - Reza terluka
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 - hampir gila
49
Episode 49- salah paham
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52 - siapa wanita itu?
53
Episode 53
54
Episode 54 - banyak cowok ganteng
55
Episode 55 - maaf
56
Episode 56 - mana adiknya?
57
pengumuman
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64 - jadi pacar bohongan
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83 - si kembar hilang
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 124
126
Episode 125
127
Episode 126
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 133
135
Episode 134
136
Episode 135
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 141
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Episode 151
153
Episode 152
154
Episode 153
155
Episode 154
156
Episode 155
157
Episode 156
158
Episode 157
159
Episode 158
160
Episode 159
161
Episode 160
162
Episode 161
163
Episode 162
164
Episode 163
165
Episode 164
166
Episnode 165
167
Episode 166
168
Episode 167
169
Episode 168
170
Episode 169
171
Episode 170
172
Episode 171
173
Episode 172
174
Episode 173
175
Episode 174
176
Episode 175
177
Episode 176
178
Episode 177
179
Epispde 178
180
Episode 179
181
Episode 180
182
Episode 181
183
Episode 182
184
Episode 183
185
Episode 184
186
Episode 185
187
Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!