Episode 13

Brakk..

Reza membanting pintu dengan keras. setelah kepergian orang tua dan keponakannya, Reza pergi ke kamarnya dengan perasaan yang amat sangat kesal. Bagaimana tidak, Ibunya selalu membahas tentang jodohnya. Sedangkan Papanya yang memberikan sebuah tanggung jawab pada dirinya mengelola perusahaan yang ada di Malaysia, perusahaan itu hampir sama besarnya dengan perusahaan Rafka. Reza ingin protes pada Papa William, gara-gara dia Reza tak bisa memiliki pasangan karena pekerjaan yang selalu menumpuk, kadang juga harus lembur. jadi, bagaimana dia mencari jodoh kalau begitu terus ceritanya.

" kenapa sih Mama itu yang di bahas selalu aja tentang jodoh, aku sih sebenarnya gampang pengen wanita mana aja tinggal tunjuk, banyak yang antri. Mama sama Papa yang di bahas Cucu-cucu aja, gak tau apa aku juga pengen bikin Anak.. ehh astaga" gerutu Reza dengan memukul mulutnya.

Reza terus berbicara sendiri. Reza menjatuhkan tubuhnya ke Kasur King size nya, di menatap langit-langit kamar dengan mulut yang terus komat Kamit.

"Aku juga pengen kali Nikah. punya anak, membangun sebuah keluarga kecil. Aduh membayangkannya saja aku jadi pengen ijab qobul deh, hihi. Andai Mama ngerti, bukannya aku betah menjadi jomblo. hanya saja, mencari wanita yang tulus dan juga baik itu bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. zaman sekarang dompet tebal jadi prioritas wanita, sedangkan wanita dengan ketulusan hati itu sudah hampir punah."

"huuh.. daripada aku bingung nyari jodoh, mending aku keluar cari angin aja lah, udah lama si Inul di anggurin."

Inul yang di maksud Reza Adalah motor sport kesayangannya. Reza bangun lalu mengambil jaket kulit serta kunci motornya, dia turun kebawah menuju garasi. sebelum memakai motornya dia menyuruh pelayan membersihkannya, setelah di pastikan semuanya sudah bersih Reza menyalakan mesin motornya melajukan entah kemana arahnya.

...****************...

Mama Ayu melihat Si Kembar sudah tertidur pulas. Mama Ayu menyuruh Papa William membawa Kenzo dan Kenzi kedalam mobil di bantu dengan Kiki yang membawa salah satunya, Papa William dan Mama Ayu pun pamit pada pemilik rumah untuk pulang.

"Karin Terima kasih atas waktunya. Tante senang melihat Si Kembar bahagia bisa bertemu denganmu, mereka tipikal anak yang tidak mudah dekat dengan orang lain. Tapi, denganmu mereka terlihat begitu nyaman" ucap Mama Ayu Tersenyum.

"Sama-sama Nyonya, saya senang dengan kedatangan Si Kembar. jika kalian ingin mampir kesini, kalian tidak usah sungkan pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kalian" jawab Karin dengan tulus.

Sebelum angkat bicara, Papa William melihat Kiki yang masih pakai baju seragam putih abu-abu, yang pastinya Kiki masih Sekolah Menengah Akhir. jadi, dia akan membicarakan sebuah penawaran sebagai tanda terimakasih nya.

" Nak Karin dan Nak Kiki, terima kasih atas Waktunya. maaf kedatangan kami sudah menggangu istirahat kalian, Karin. kami berhutang Budi padamu Nak, sebagai tanda terimakasih kami, Kami menawarkan adik Anda meneruskan kuliah di universitas ternama di Indonesia. Bagaimana? Kiki masih sekolah dan pastinya dia masih muda, lebih baik melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi" saran Papa William pada Karin.

Karin yang mendengar tawaran Papa William hanya tersenyum. dia memang ingin membiayai pendidikan adiknya sampai menjadi sarjana, tapi di sisi lain dia tak ingin menyusahkan orang lain.

"Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih tuan atas tawarannya. tetapi saya menolong itu dengan ikhlas tanpa harus ada imbalannya, jadi menurut saya tidak usah, Tuan. saya masih sanggup membiayai pendidikan adik saya" ucap Karin menolak secara halus.

"Jangan menolak. Jika kamu menolak tawaran kami, berarti kau tidak menghargai itikad baik kami sebagai orang tua!" Ucap Papa William kekeh.

Karin menghela nafasnya, Dengan berat hati dia menganggukkan kepalanya.

"Baiklah Tuan, saya menerimanya. Tapi selebihnya lagi saya hanya bisa menyerahkan semuanya pada adik saya, karena dia yang akan melanjutkan pendidikan nya" putus Karin.

Papa William senang karena tawarannya di terima Karin. Sedangkan Mama Ayu hanya menyimak pembicaraan keduanya tanpa ikut campur, dia malah sibuk dengan hp nya mencari nomor Rafka untuk mengirimkan video yang dia rekam tadi.

" Baiklah kalau begitu, terimakasih atas waktunya. untuk itu kami pamit pulang Nak Karin, semoga lekas sembuh kembali" pamit Papa William dan Mama Ayu dengan tersenyum.

Karin dan Kiki membalas senyum dari keduanya. Karin dan Kiki berdiri di depan Rumah sampai mobil yang di kendarai Mama Ayu dan yang lainnya sudah tidak terlihat lagi.

...****************...

Rafka dan Fajar sudah berada di restoran ternama. dimana meeting dengan seorang model papan atas di lakukan sambil makan siang bersama. Rafka yang baru masuk diarahkan seorang pelayan restoran menuju ruang VIP, karena Rafka adalah tamu khusus sekaligus dia selalu meminta ruangan tertutup bila bertemu dengan klien karena menurutnya itu sebuah privasi. Di sana sudah ada seorang model dengan pakaian seksinya tengah duduk di kursi dan seorang asisten yang berdiri di sampingnya.

Model yang tengah duduk itu terkesima melihat penampilan Rafka yang tampan, tubuh atletis, rahang yang tegas. dia pun tersenyum menyambut kedatangan Rafka.

"Mohon maaf jika menunggu lama" ucap Rafka basa-basi

"Tidak tuan, tidak apa-apa. saya juga belum lama datang"Jawabnya santai lalu tersenyum

pembahasan pekerjaan pun di mulai. di saat itu pula sang model mulai menebarkan pesona nya pada Rafka. Rafka menjelaskan produk peluncuran yang akan dia launching kan , dia juga di bantu Fajar selaku asisten yang menjelaskan kontrak kerja dengan model itu.

"Semuanya sudah di jelaskan, jika ada yang kurang paham atau ada pertanyaan tentang pekerjaan dan kontrak kita?" jelas Rafka.

"Tidak ada Tuan, semuanya sudah jelas" jawab model itu dengan senyum terbaiknya.

"Jika tidak ada, mari kita makan" ucap Rafka.

Semua orang yang ada di ruang VIP itu mulai menyantap makanannya, selama makan berlangsung model itu mencuri pandangnya pada Rafka. sedangkan Rafka dia hanya sibuk dengan makanannya.

"Semuanya sudah beres dan tidak ada yang perlu di bahas lagi, terimakasih atas waktunya. kalau begitu, saya dan asisten saya pamit undur diri" ucap Rafka.

Rafka yang hendak pergi menjadi diam kembali saat ada tangan yang memegangnya.

"Tuan Rafka, kenapa buru-buru? tidakkah kita bisa mengobrol barang sebentar" cegah si model.

"Maaf Nona Vita, saya masih punya kesibukan lainnya. Dan untuk masalah pekerjaan anda bisa menghubungi asisten saya." tolak Rafka.

Model yang bernama Vita itu melepaskan tangannya dari tangan Rafka. Rafka langsung pergi di ikuti Asistennya Fajar yang mengekor di belakangnya, sedangkan Vita mendengus kesal karena penolakan Rafka.

'baru sekali ini ada yang menolak pesonaku, Menarik.' batin Vita tersenyum miring.

Terpopuler

Comments

Widya Sari SE

Widya Sari SE

Reza sama Adik nya Fajar aja Thor..🤗

2024-09-22

3

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒂𝒅𝒂 𝒉𝒊𝒍𝒂𝒍 𝒚𝒈 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒅 𝒖𝒍𝒂𝒕 𝒈𝒂𝒕𝒆𝒍 𝒏𝒊𝒉 😅😅

2024-08-21

0

jaran goyang

jaran goyang

𝑚𝑏𝑎ℎ 𝑑𝑘𝑢𝑛 𝑥🤣🤣🤣🤣

2024-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5 - serangan jantung
6 Episode 6- bercerita
7 Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11 - Berkunjung
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17 - Misi Si Kembar
18 Episode 18 - ikut ke kantor
19 Episode 19
20 Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 - keinginan si kembar
25 Episode 25
26 Episode 26 - Terlalu cepat
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30 - luka si kembar
31 Episode 31 - Rahasia si kembar
32 Episode 32 - kepergok
33 Episode 33 - tersipu
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36 - Liburan
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39 - Mengungkapkan
40 Episode 40 - kabar ayah Raisa
41 Episode 41 - perkara roti sobek
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44 - Reza terluka
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 - hampir gila
49 Episode 49- salah paham
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52 - siapa wanita itu?
53 Episode 53
54 Episode 54 - banyak cowok ganteng
55 Episode 55 - maaf
56 Episode 56 - mana adiknya?
57 pengumuman
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64 - jadi pacar bohongan
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83 - si kembar hilang
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 124
126 Episode 125
127 Episode 126
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 133
135 Episode 134
136 Episode 135
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 141
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Episode 151
153 Episode 152
154 Episode 153
155 Episode 154
156 Episode 155
157 Episode 156
158 Episode 157
159 Episode 158
160 Episode 159
161 Episode 160
162 Episode 161
163 Episode 162
164 Episode 163
165 Episode 164
166 Episnode 165
167 Episode 166
168 Episode 167
169 Episode 168
170 Episode 169
171 Episode 170
172 Episode 171
173 Episode 172
174 Episode 173
175 Episode 174
176 Episode 175
177 Episode 176
178 Episode 177
179 Epispde 178
180 Episode 179
181 Episode 180
182 Episode 181
183 Episode 182
184 Episode 183
185 Episode 184
186 Episode 185
187 Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"
Episodes

Updated 187 Episodes

1
episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5 - serangan jantung
6
Episode 6- bercerita
7
Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11 - Berkunjung
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17 - Misi Si Kembar
18
Episode 18 - ikut ke kantor
19
Episode 19
20
Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 - keinginan si kembar
25
Episode 25
26
Episode 26 - Terlalu cepat
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30 - luka si kembar
31
Episode 31 - Rahasia si kembar
32
Episode 32 - kepergok
33
Episode 33 - tersipu
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36 - Liburan
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39 - Mengungkapkan
40
Episode 40 - kabar ayah Raisa
41
Episode 41 - perkara roti sobek
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44 - Reza terluka
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 - hampir gila
49
Episode 49- salah paham
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52 - siapa wanita itu?
53
Episode 53
54
Episode 54 - banyak cowok ganteng
55
Episode 55 - maaf
56
Episode 56 - mana adiknya?
57
pengumuman
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64 - jadi pacar bohongan
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83 - si kembar hilang
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 124
126
Episode 125
127
Episode 126
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 133
135
Episode 134
136
Episode 135
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 141
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Episode 151
153
Episode 152
154
Episode 153
155
Episode 154
156
Episode 155
157
Episode 156
158
Episode 157
159
Episode 158
160
Episode 159
161
Episode 160
162
Episode 161
163
Episode 162
164
Episode 163
165
Episode 164
166
Episnode 165
167
Episode 166
168
Episode 167
169
Episode 168
170
Episode 169
171
Episode 170
172
Episode 171
173
Episode 172
174
Episode 173
175
Episode 174
176
Episode 175
177
Episode 176
178
Episode 177
179
Epispde 178
180
Episode 179
181
Episode 180
182
Episode 181
183
Episode 182
184
Episode 183
185
Episode 184
186
Episode 185
187
Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!