Episode 11 - Berkunjung

Sesuai Janjinya Mama Ayu menelpon Rafka. Awalnya Rafka tidak memberikan alamat Karin, dengan alasan tidak ingin mengganggu istirahat Karin. Namun, dengan bujukan Mama Ayu akhirnya dia mendapatkan alamat rumah Karin. Mama Ayu mengajak Si Kembar bersiap, Si Kembar yang sangat antusias mendengar Mama Ayu akan membawa mereka Bertemu Karin. Mama Ayu heran, Sejak kapan cucunya sebahagia itu saat akan bertemu orang lain. sejak kejadian di masa lalu mereka trauma dengan orang yang tidak dikenal, tapi berbeda dengan sekarang. mereka tampak sangat antusias, bahkan sampai bersorak sambil loncat-loncat.

'Ada apa dengan mereka? tak biasanya mereka sebahagia ini? Aku jadi penasaran seperti apa sosok Karin itu' batin Mama Ayu heran.

Papa William dan Reza berjalan menuju ruang keluarga. dimana ada Mama Ayu dan Si Kembar yang sudah rapi dengan pakaiannya, keduanya heran melihat Si Kembar yang terlihat bahagia.

"Cucu Opa, kelihatannya kalian sedang bahagia? Ada apa nih, kasih tau Opa dong" Tanya Papa William pada Si Kembar.

"Aku dan Kenzo mau ke rumah Aunty Karin Opa" jawab Kenzi antusias

"Ma, Karin mana? Apa Karin yang mama ceritain waktu itu?" Tanya Reza menoleh kearah Mama Ayu.

Mama Ayu menganggukkan kepalanya.

"Iya, tadi Si Kembar pengen Lihat kondisi Karin. Bagaimanapun, mereka khawatir akan kondisi Karin. Mama tadi minta Alamat rumahnya ke Rafka, walaupun tadinya Rafka gak ngasih dengan bujukan Mama akhirnya Rafka ngasih. Papa mau ikut ke rumah Karin gak?" Jelas Mama Ayu, sekalian memberi tawaran pada Papa William.

"Iya, Papa Mau ikut Ma. Sekalian mau ngucapin terima kasih, Berkat dia Cucu kita masih ada bersama kita" ucap Papa William

Reza merasa dirinya tidak dianggap Akhirnya angkat bicara.

"Hey.. Hey, Coba liat sini" tunjuk Reza pada dirinya.

"Kalian lupa Apa bagaimana? Masa Reza di tinggal sendirian, kalau ada yang culik Reza bagaimana? Reza juga mau ikut dong" Protes Reza.

"Ellehh. siapa juga yang mau nyulik kamu, kamu lupa? kamu disini juga gak sendirian, banyak Pelayan dan juga penjaga. Katanya kesini mau liburan, sekalian juga katanya mau nyari jodoh. Ya udah sok aja, Sekarang juga kamu kemana kek? jangan diem di rumah terus dong. kapan kita nambah cucu lagi coba, kamu itu sudah cukup umur untuk menikah malahan udah mulai tua." Jelas Mama Ayu.

Reza yang mendengar celotehan Mama Ayu dia memutar bola matanya malas, hampir setiap bertemu pasti aja jodoh yang di bahas.

"Ya sudah, pergi sana. Reza mau pergi aja, jalan-jalan sendiri, siapa tau Nemu jodoh pas berhenti di Lampu merah" Ucap Reza ketus.

"Yang ada nih , bukannya kamu dapet cewek pulang-pulang kamu bawa bencong. Hahaha.." sindir Papa William.

Reza yang mendengar sindiran Papa William. dia mengerucutkan Bibirnya, dengan perasaan dongkol, Reza meninggalkan semua orang yang sedang menertawakan dirinya. sedangkan Si Kembar yang tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh tiga orang dewasa itu hanya diam, mereka heran menatap Opa dan Omanya yang sedang tertawa cekikikan.

Setelah capek Tertawa, keduanya mengajak Si kembar masuk Mobil yang sudah ada supir menunggu di samping mobil. Supir membukakan pintu mobil, memastikan semua penumpang masuk, Supir duduk di bagian Kemudi melajukan kendaraannya ke Lokasi yang di berikan Oleh Mama Ayu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rafka sedang Memimpin meeting di Perusahaan. dia menyimak apa yang jelaskan oleh masing-masing divisi, karena ini produk baru yang di luncurkan. Rafka memang memimpin perusahaan di bidang Perhotelan, Furniture, beberapa Mall besar serta Rumah sakit di Negaranya. Sekarang dia sedang membuat produk kecantikan, Rafka ingin memulai sesuatu yang baru da mengembangkan usahanya agar lebih luas lagi. Dua jam berlalu, meeting telah selesai dilaksanakan dengan lancar.

" Fajar kau ikut ke ruangan ku!" Ucap Rafka

"Baik Tuan"

"Desi kau bawa berkas yang harus aku tandatangani, dan juga kau atur meeting ku dengan klien, karena satu Minggu lagi anakku berulang tahun. jadi, aku ingin semua sudah beres sebelum hari ulang tahun itu tiba" tegas Rafka.

"Baik Tuan," Desi menganggukkan kepalanya mengerti.

Rafka berjalan keluar dari tempat meeting dengan Fajar yang mengikuti dari belakang. Sampai di ruangan khusus CEO , Rafka duduk di sofa sedangkan Fajar berdiri di samping Rafka.

"Fajar satu Minggu Lagi Anakku berulang tahun, Aku tugaskan kau menyiapkan Acaranya. Jangan Acara megah, kau buat Acara sederhana saja, Aku hanya ingin keluarga saja yang hadir." Ucap Rafka.

"Ada hal lain lagi, Tuan?" tanya Fajar.

"kau duduklah dulu, jangan berdiri seperti itu. Fajar aku sudah bilang padamu jika sedang berdua jangan terlalu formal padaku, kau sudah aku anggap adikku sendiri"

"maaf Tuan, hanya saja saya tidak terbiasa Tuan." jawab Fajar sambil mendudukkan tubuhnya di sofa.

Rafka menghela nafas panjang. dia menyenderkan tubuhnya seraya menutup matanya, lama terdiam perlahan Rafka membuka matanya.

"Fajar apa kau kenal Karin sudah lama?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Rafka.

Fajar kaget, kenapa tuannya tiba-tiba menanyakan Karin.

"sudah lama Tuan, sejak adik saya sekolah SMP. Memangnya ada apa Tuan?"

"Entahlah, aku merasakan getaran yang tidak aku mengerti. Aku tidak tau itu, aku merasakan sesuatu yang berbeda dengan sosok Karin, bahkan sudah 2 malam aku terus memikirkan nya. Apa kau bisa mencari tau data tentang Karin? Aku ingin Kau mengumpulkan data tentang Karin dan mengirimkannya padaku" Ucap Rafka yang menatap lurus pandangannya mengingat sosok Karin

"Tidak usah mencari tau lagi Tuan, sebelum anda meminta saya mencari tau, saya sudah lebih dulu mencari taunya." jawab Fajar tersenyum.

"Apa kau memiliki hubungan khusus dengan Karin" tanya Rafka dengan mengerutkan dahinya.

"Tidak ada Tuan, Anda tau bukan di keluarga saya hanya memiliki satu perempuan setelah Ibu saya meninggal. jadi, saya tidak mau terjadi sesuatu yang tidak di harapkan pada adik saya. saya dan Papa memang tidak membatasi pergaulannya, tapi kami selalu mencari tau secara detail siapapun yang berteman dengan adik saya . maka dari itu, saya tau informasi tentang Karin, Tuan."

Rafka menganggukkan kepalanya paham. Awalnya dia kaget saat Fajar tau tentang Karin, takutnya Karin ada hubungan spesial dengan Fajar. mendengar penjelasan Fajar dengan rinci, Akhirnya dia merasa lega. Entahlah, Belum apa-apa Rafka sudah merasa cemburu pada Karin.

"bisa kau jelaskan saja padaku sekarang, sebelum kita pergi meeting di restoran?" Ucap Rafka tidak sabar ingin mengetahui semua tentang Karin.

"Karin Dawinta. umur 23 Tahun, dia seorang gadis yatim piatu. Putri dari pasangan Hendra Setiawan dan Ibu Susi Sulistiawati, Karin di tinggalkan oleh kedua orangtuanya saat masih kelas 3 SMA bersama adiknya yang bernama Kiki Abimana.

Ayahnya meninggal karena penyakit Paru-paru yang sudah kronis, sampai akhirnya ajal menjemputnya. beberapa bulan setelah ayahnya meninggal ibunya depresi karena di tinggal suaminya, Karin merawat ibunya dengan sabar. saat pulang dari sekolah dia dan adiknya di kejutkan dengan keadaan Ibunya yang terbaring serta mulutnya mengeluarkan busa akibat meminum racun tikus. Namun, sebelum di bawa ke rumah sakit ibunya sudah tak bernyawa. Karin dan adiknya tinggal berdua di rumah peninggalan orang tuanya, saat kelulusan tiba. Karin mencari pekerjaan karena hanya dia yang harus menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi dirinya juga adiknya serta biaya sekolah Kiki. Karin mempunyai tekad untuk menguliahkan adiknya ke perguruan tinggi, sebagaimana keinginan sang ayah yang ingin anaknya menjadi sarjana. Karin di tawari pekerjaan oleh adik saya saat itu. kebetulan Cafe milik Mama yang diteruskan oleh adik dan papa saya sedang membutuhkan karyawan jadi karin mulai bekerja di sana sampai saat ini." Jelas Fajar panjang lebar.

Rafka begitu salut akan kegigihan serta perjuangan hidup Karin. setelah puas mendengar penjelasan Fajar mengenai sosok Karin Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri percakapannya karena ada meeting di luar kantor.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒓𝒊𝒏

2024-08-21

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5 - serangan jantung
6 Episode 6- bercerita
7 Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11 - Berkunjung
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17 - Misi Si Kembar
18 Episode 18 - ikut ke kantor
19 Episode 19
20 Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 - keinginan si kembar
25 Episode 25
26 Episode 26 - Terlalu cepat
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30 - luka si kembar
31 Episode 31 - Rahasia si kembar
32 Episode 32 - kepergok
33 Episode 33 - tersipu
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36 - Liburan
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39 - Mengungkapkan
40 Episode 40 - kabar ayah Raisa
41 Episode 41 - perkara roti sobek
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44 - Reza terluka
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 - hampir gila
49 Episode 49- salah paham
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52 - siapa wanita itu?
53 Episode 53
54 Episode 54 - banyak cowok ganteng
55 Episode 55 - maaf
56 Episode 56 - mana adiknya?
57 pengumuman
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64 - jadi pacar bohongan
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83 - si kembar hilang
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 124
126 Episode 125
127 Episode 126
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 133
135 Episode 134
136 Episode 135
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 141
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Episode 151
153 Episode 152
154 Episode 153
155 Episode 154
156 Episode 155
157 Episode 156
158 Episode 157
159 Episode 158
160 Episode 159
161 Episode 160
162 Episode 161
163 Episode 162
164 Episode 163
165 Episode 164
166 Episnode 165
167 Episode 166
168 Episode 167
169 Episode 168
170 Episode 169
171 Episode 170
172 Episode 171
173 Episode 172
174 Episode 173
175 Episode 174
176 Episode 175
177 Episode 176
178 Episode 177
179 Epispde 178
180 Episode 179
181 Episode 180
182 Episode 181
183 Episode 182
184 Episode 183
185 Episode 184
186 Episode 185
187 Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"
Episodes

Updated 187 Episodes

1
episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5 - serangan jantung
6
Episode 6- bercerita
7
Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11 - Berkunjung
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17 - Misi Si Kembar
18
Episode 18 - ikut ke kantor
19
Episode 19
20
Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 - keinginan si kembar
25
Episode 25
26
Episode 26 - Terlalu cepat
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30 - luka si kembar
31
Episode 31 - Rahasia si kembar
32
Episode 32 - kepergok
33
Episode 33 - tersipu
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36 - Liburan
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39 - Mengungkapkan
40
Episode 40 - kabar ayah Raisa
41
Episode 41 - perkara roti sobek
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44 - Reza terluka
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 - hampir gila
49
Episode 49- salah paham
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52 - siapa wanita itu?
53
Episode 53
54
Episode 54 - banyak cowok ganteng
55
Episode 55 - maaf
56
Episode 56 - mana adiknya?
57
pengumuman
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64 - jadi pacar bohongan
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83 - si kembar hilang
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 124
126
Episode 125
127
Episode 126
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 133
135
Episode 134
136
Episode 135
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 141
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Episode 151
153
Episode 152
154
Episode 153
155
Episode 154
156
Episode 155
157
Episode 156
158
Episode 157
159
Episode 158
160
Episode 159
161
Episode 160
162
Episode 161
163
Episode 162
164
Episode 163
165
Episode 164
166
Episnode 165
167
Episode 166
168
Episode 167
169
Episode 168
170
Episode 169
171
Episode 170
172
Episode 171
173
Episode 172
174
Episode 173
175
Episode 174
176
Episode 175
177
Episode 176
178
Episode 177
179
Epispde 178
180
Episode 179
181
Episode 180
182
Episode 181
183
Episode 182
184
Episode 183
185
Episode 184
186
Episode 185
187
Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!