Episode 4

Mohon maaf apabila banyak kesalahan , typo yang bertebaran dan cara menulis masih banyak yang harus di perbaiki. 🙏🙏

Mohon dimaklumi ya, karena ini karya pertama yang saya buat, dan semoga kalian suka 🤗

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

" baiklah Aunty, kami mau bernyanyi" ucap si Kembar antusias.

"oke, siapa yang mau nyanyi duluan? " tanya Karin

"Kenzo dulu Aunty" jawab Kenzo cepat.

"Ih, harusnya Kenzi dulu dong" ucap Kenzi cemberut.

"suaramu jelek Kenzi, jadi lebih baik aku dulu yang bernyanyi" ledek Kenzo.

"suara aku bagus kok, tanya saja Daddy? iya kan Dad?" sanggah Kenzi

"hah, i-ya bagus kok" jawab Rafka.

"tuh kan, Daddy bilang bagus" ucap Kenzi bangga.

"heh, suaramu itu bagus, lebih bagus saat sedang diam. wlekk" ledek Kenzo menjulurkan lidahnya.

"Daddy, hua .. Kenzo jahat Daddy, hua .." Kenzi histeris

"sudah sayang, kenapa kalian bertengkar? kita nyanyi sama-sama. oke! kita nyanyi balonku aja gimana? kalian tau tidak lagunya? ucap Karin lembut.

"tahu Aunty, kita hafal lagunya." jawab Kenzi antusias.

Selama makanan belum datang. Karin, Kenzo dan Kenzi bernyanyi dengan riangnya, membuat seisi ruangan ramai dengan nyanyian si Kembar, Rafka yang melihat itu hanya menyunggingkan senyuman yang tak bisa dilihat orang lain, karena baginya kebahagiaan si kembar adalah kebahagiaannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Di sebuah jalan yang ramai orang berkendara, terjadi sebuah kecelakaan yang mengakibatkan kemacetan yang cukup parah.

Fajar yang di perintahkan sang majikan, ia menatap cemas melihat jam tangan yang melingkar di lengannya, sudah hampir satu jam ia terjebak macet. keringat bercucuran di pelipisnya karena takut sang majikan marah, bisa-bisa gajinya di potong jika tuannya menunggu lebih lama lagi.

Fajar yang melihat lalu lintas kembali normal, ia langsung menancapkan gas dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. sampainya di rumah sakit ia berlari ke arah lift menekan tombol lantai atas, setelah pintu lift terbuka ia langsung berjalan dengan tergesa menuju ruangan VIP Keluarga Adijaya.

Tok .. Tok .. Tok

Rafka yang sedang memperhatikan kedua anaknya bernyanyi langsung menoleh kearah pintu, ia berjalan menuju pintu yang di ketuk lalu membukanya.

"selamat siang, Tuan." ucap Fajar dengan nafas tersengal.

"kenapa kau lama sekali? gara-gara kau anakku menunggu sampai kelaparan, kau mau anakku mati kelaparan. hah?" cecar Rafka kesal.

"Maaf tuan, jalanan macet parah karena adanya kecelakaan, dan ini pesanan tuan." ucap Fajar menyerahkan paper bag makan dan juga pakaian.

"ya sudah, kau tunggu saja di kantin rumah sakit, nanti aku akan menghubungimu." ucap Rafka

"Tuan, ini kan hari Minggu saya harus mengecek berkas untuk besok, tidakkah saya pulang Tuan?" keluh Fajar

"Tidak, kau harus mengantarku pulang, setelah itu baru kau boleh pulang ke rumahmu."

" baiklah Tuan"

Rafka masuk ke dalam ruangan dan menata makanan di meja, sedangkan Fajar berjalan dengan langkah gontai menuju kantin rumah sakit.

apa aku tidak boleh beristirahat? mengapa setiap harinya aku bekerja, jangankan berlibur ingin tidur nyenyak aja aku tidak bisa. malangnya nasibku tuhan .batin Fajar

Setelah selesai menata makanan di atas meja, Rafka mengajak si Kembar juga Karin makan.

"Anak-anak Daddy sudah dulu bernyanyinya ya, sekarang kita makan, ajak juga Aunty kalian itu" ucap Rafka lembut

Si Kembar yang mendengar ucapan sang Daddy langsung berhenti bernyanyi, mereka mengajak Karin untuk makan. Karin yang mendengar ajakan si Kembar bingung karena dari tempat tidur menuju meja yang ada makanan itu agak jauh, sedangkan kakinya masih sakit untuk bisa berjalan Normal.

si kembar yang menyadari kalau kaki Karin masih sakit, langsung memanggil sang Daddy untuk membantu Karin.

"Daddy kaki Aunty masih sakit Dad, Daddy tolong bantu Aunty ya Dad kasian" ucap Kenzi

"Atau kita makan disini saja Dad, biar Aunty Karin tidak usah berjalan ke sana, gimana?" saran Kenzo

Rafka yang lupa akan kondisi Karin, langsung menghampiri Karin.

" kau mau makan dimana disini atau di sofa?" tanya Rafka.

"saya tidak enak kalau makan disini, saya ikut makan di sofa saja, saya bisa berjalan pelan-pelan Tuan." ucap Karin

"tidak apa-apa, biar saya bantu kamu berjalan ke sofa, saya takut kaki kamu jadi bertambah parah jika berjalan sendiri." ucap Rafka khawatir.

Rafka membantu Karin untuk turun dengan perlahan dengan diikuti si Kembar di belakangnya, Aroma parfum Rafka tercium oleh Karin yang mana membuat karin nyaman.

wanginya. batin Karin tersenyum

Saat rafka memegang tangan Karin, tubuhnya seakan tersengat listrik dan membuat jantungnya berdegup kencang.

Deg.. Deg ..

Adduhh jantungku.batin rafka

Dengan hati-hati Rafka berhasil sampai ke sofa, mereka sudah duduk berdampingan layaknya keluarga yang utuh.

" kalian makanlah" ucap rafka.

"Daddy , Kenzi mau di suapi." rengek Kenzi

"Kenzo juga mau Dad." timpal Kenzo

"iya, tapi gantian ya" jawab Rafka

" tapi, Kenzo mau di suapi Aunty Karin, bolehkah Dad?" tanya Kenzo.

" Kenzo, Aunty Karin sedang sakit, jadi Daddy saja yang suapi ya?" ucap Rafka

"iya Dad" jawab Kenzo lesu.

Karin yang melihat Kenzo sedih jadi tak tega.

"Tuan bolehkah saya menyuapi Kenzo?"tanya Karin ragu.

"tapi tanganmu masih sakit bukan? biar Kenzo saya yang suapi." jawab Rafka

"tidak apa-apa, Tuan. saya akan senang jika Tuan mengizinkan saya menyuapi Kenzo." ucap Karin tersenyum.

"Baiklah, maaf karena telah merepotkan" Rafka menganggukkan kepalanya pasrah.

"Yes, terimakasih Daddy" pekik Kenzo senang.

Akhirnya mereka makan sambil menyuapi si kembar, Kenzo di suapi Karin, sedangkan Kenzi di suapi Rafka. mereka seperti keluarga yang harmonis.

Setelah makan selesai, Rafka memberikan paper bag yang berisi pakaian ke arah Karin.

"ini gantilah pakaianmu." ucap Rafka menyodorkan paper bag.

"tidak usah tuan" jawab Karin tak enak hati.

"saya tidak suka di bantah, ayo! aku bantu kamu ke kamar mandi, setelah itu aku akan mengantarmu pulang." ucap rafka memapah Karin menuju kamar mandi.

Karin di dudukkan di atas closed kamar mandi, setelah Rafka keluar ia membuka paper bag yang di berikan rafka, alangkah terkejutnya Ia melihat dress selutut berwarna biru dengan bunga di bagian bawahnya, yang pastinya baju itu tidak murah. dengan perlahan Karin mengganti bajunya walaupun merasakan perih di badan dan juga kakinya saat melepas celana jeans yang di pakainya.

Karin mencoba berdiri dan berdiri di depan cermin dengan sedikit membersihkan wajah nya juga merapihkan rambutnya, dia menatap takjub dirinya yang berbeda dari biasanya.

benarkah ini aku? batin Karin heran.

setelah dirasa cukup, Karin mencoba melangkahkan kakinya dengan tertatih keluar dari kamar mandi, Karin mengedarkan pandangannya mencari sosok Rafka dan si Kembar.

Deg!

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑲𝒂𝒓𝒊𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒃𝒂𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 🤣🤣

2024-08-21

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5 - serangan jantung
6 Episode 6- bercerita
7 Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11 - Berkunjung
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17 - Misi Si Kembar
18 Episode 18 - ikut ke kantor
19 Episode 19
20 Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 - keinginan si kembar
25 Episode 25
26 Episode 26 - Terlalu cepat
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30 - luka si kembar
31 Episode 31 - Rahasia si kembar
32 Episode 32 - kepergok
33 Episode 33 - tersipu
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36 - Liburan
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39 - Mengungkapkan
40 Episode 40 - kabar ayah Raisa
41 Episode 41 - perkara roti sobek
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44 - Reza terluka
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 - hampir gila
49 Episode 49- salah paham
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52 - siapa wanita itu?
53 Episode 53
54 Episode 54 - banyak cowok ganteng
55 Episode 55 - maaf
56 Episode 56 - mana adiknya?
57 pengumuman
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64 - jadi pacar bohongan
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83 - si kembar hilang
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 124
126 Episode 125
127 Episode 126
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 133
135 Episode 134
136 Episode 135
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 141
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Episode 151
153 Episode 152
154 Episode 153
155 Episode 154
156 Episode 155
157 Episode 156
158 Episode 157
159 Episode 158
160 Episode 159
161 Episode 160
162 Episode 161
163 Episode 162
164 Episode 163
165 Episode 164
166 Episnode 165
167 Episode 166
168 Episode 167
169 Episode 168
170 Episode 169
171 Episode 170
172 Episode 171
173 Episode 172
174 Episode 173
175 Episode 174
176 Episode 175
177 Episode 176
178 Episode 177
179 Epispde 178
180 Episode 179
181 Episode 180
182 Episode 181
183 Episode 182
184 Episode 183
185 Episode 184
186 Episode 185
187 Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"
Episodes

Updated 187 Episodes

1
episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5 - serangan jantung
6
Episode 6- bercerita
7
Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11 - Berkunjung
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17 - Misi Si Kembar
18
Episode 18 - ikut ke kantor
19
Episode 19
20
Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 - keinginan si kembar
25
Episode 25
26
Episode 26 - Terlalu cepat
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30 - luka si kembar
31
Episode 31 - Rahasia si kembar
32
Episode 32 - kepergok
33
Episode 33 - tersipu
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36 - Liburan
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39 - Mengungkapkan
40
Episode 40 - kabar ayah Raisa
41
Episode 41 - perkara roti sobek
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44 - Reza terluka
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 - hampir gila
49
Episode 49- salah paham
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52 - siapa wanita itu?
53
Episode 53
54
Episode 54 - banyak cowok ganteng
55
Episode 55 - maaf
56
Episode 56 - mana adiknya?
57
pengumuman
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64 - jadi pacar bohongan
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83 - si kembar hilang
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 124
126
Episode 125
127
Episode 126
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 133
135
Episode 134
136
Episode 135
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 141
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Episode 151
153
Episode 152
154
Episode 153
155
Episode 154
156
Episode 155
157
Episode 156
158
Episode 157
159
Episode 158
160
Episode 159
161
Episode 160
162
Episode 161
163
Episode 162
164
Episode 163
165
Episode 164
166
Episnode 165
167
Episode 166
168
Episode 167
169
Episode 168
170
Episode 169
171
Episode 170
172
Episode 171
173
Episode 172
174
Episode 173
175
Episode 174
176
Episode 175
177
Episode 176
178
Episode 177
179
Epispde 178
180
Episode 179
181
Episode 180
182
Episode 181
183
Episode 182
184
Episode 183
185
Episode 184
186
Episode 185
187
Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!