Episode 16

Jam menunjukkan pukul 6 sore. Rafka bersiap-siap untuk pulang, dia membereskan sebagian berkasnya untuk di bawa pulang. semenjak ia melihat video yang di kirimkan oleh mama Ayu Rafka menjadi senyum-senyum sendiri, Fajar dan Desi yang melihat itu merasa heran sendiri.

'kenapa tuan Rafka? kok senyum-senyum begitu?

batin Fajar dan Desi bertanya-tanya.

"Tuan, apa Tuan sedang merasa bahagia?" tanya Fajar

"memangnya kenapa?" bukannya menjawab Rafka malah balik bertanya.

" tidak apa-apa, hanya saja tuan dari tadi tersenyum terus." jawab Fajar.

"memang keliatan banget ya?" Ucap Rafka

"Iya tuan, malahan dari awal tuan keluar dari ruangan CEO, sampai sekarang sudah di dalam lift malahan sudah mau sampai ke lantai bawah tuan masih tersenyum" jelas Fajar.

"Apa?? sekarang kita sudah mau sampai di lantai bawah?? kenapa aku tidak tahu?" Ucap Rafka kaget selama dia tersenyum membayangkan wajah karin sampai tak sadar sekarang sudah di lantai bawah.

Ting..

Suara lift berbunyi menandakan mereka sudah sampai di lantai bawah perusahaan.

"Sebahagia itu tuan melamun sampai tak sadar tuan pergi kemana? jangan senyum-senyum sendiri lagi Tuan, takutnya orang lain mengira saya berjalan mengikuti orang gila. hehehe" Fajar terkekeh geli melihat kelakuan tuannya.

"Sialan kau Fajar, mau aku potong gaji mu. hah?" Ujar Rafka Kesal.

"Ti-dak tuan" jawab Fajar menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Karena aku sedang bahagia, jadi aku tidak akan memotong gaji mu"

Fajar menghembuskan nafasnya lega.

Rafka yang melihat supirnya sudah menunggu di samping mobil. Dia mengayunkan langkahnya menghampiri mobilnya, Rafka masuk dengan pintu yang sudah di bukakan oleh sang Supir.

"Terimakasih pak Dani" Ucap Rafka.

Pak Dani menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Pak Dani langsung masuk dan mengemudikan mobilnya pulang ke rumah Mama Ayu.

...****************...

Reza memutuskan untuk pulang. Hari semakin sore takutnya Mama Ayu mencarinya, meskipun dia tidak yakin akan hal itu. Raisa mengantarkan Reza ke depan rumah, Reza langsung menaiki motornya dengan Raisa yang melambaikan tangannya ke arahnya dengan tersenyum. Reza membalas senyuman Raisa, Namun Raisa tak dapat melihatnya karena tertutup helm. Raisa sudah memastikan bahwa Reza telah pergi akhirnya dia masuk ke dalam rumah Karin.

" Sudah pulang kak Reza nya teh?" tanya Kiki menghampiri Raisa

"Udah Ki" jawab Raisa.

Raisa kembali duduk di kursi ruang tamu bersama Karin yabg masih diam seperti saat Reza ada di sana. sedangkan Kiki masuk ke dalam kamarnya Karen banyak tugas, mengingat dirinya sudah kelas 3 akhir, Karin dan Raisa mempersilahkan Kiki pergi.

"Ra, kenapa kamu bisa sama Reza?" tanya Karin memulai percakapan.

"huuh, ceritanya panjang Rin" ucap Raisa menghela nafasnya.

"kalau mau cerita silahkan, kalau gak juga gak papa" Ucap Karin.

*flashback On*

Raisa saat itu sedang tidur. terdengar suara ketukan pintu, dia langsung membukanya dan melihat siapa yang mengetuk pintunya. dilihatnya Ibu tirinya bersidekap di depan pintu, sejurus kemudian menarik tangan Raisa untuk keluar.

"Sini kamu" Ucap Ibu tiri Raisa.

"Lepasin, kenapa juga harus di tarik segala" Ucap Raisa berontak.

"Sekarang juga kamu ganti baju, pakai baju ini. sebentar lagi juragan Empang Pak Slamet akan kesini, kalian akan Ibu nikahkan" Ucap ibu tiri Raisa sembari menyerahkan baju kebaya pengantin ke arah Raisa.

Raisa yang mendengar ucapan ibu tirinya melongo tak percaya, sedangkan saudara tirinya yang bernama Bram tersenyum miring ke arah Raisa.

"apa-apaan ini, aku gak mau !! kenapa juga aku yang harus nikah sama juragan Empang itu" teriak Raisa.

"Heh, dasar anak gak tau diri. emangnya bapak kamu bisa membayar hutang-hutangnya sama juragan Empang? kerjaannya keluyuran gak jelas, lagian Pak Slamet itu suka sama kamu. jadi sebagai bayaran hutang yang sudah menumpuk kami harus menggantinya dengan menikahkan kamu dengannya." jelas ibu tiri Raisa.

"lagian nih ya, Pak Slamet itu banyak duitnya. bukannya terimakasih sama ibu karena dinikahkan sama juragan ini malah marah-marah" sindir Bram.

Surya selaku ayah dari Raisa datang dari arah belakang Bram, dengan wajah penuh penyesalan dia menghampiri Raisa.

"Maafkan bapak Raisa, gara-gara bapak kamu harus jadi sasarannya" ucap Surya sendu

"sudah jangan banyak drama, sekarang kamu ganti baju waktu kita tidak banyak" ibu tiri Raisa mendorong Raisa ke dalam kamar.

Suryo yang melihatnya tidak bisa berbuat banyak, dia menghampiri anaknya dan menutup pintu kamar.

"Nak, maafkan bapak ya. ini semua salah bapak, sekarang kamu bawa uang ini dan kamu pergi dari sini" Ucap Suryo menyerahkan uang satu juta kepada Raisa.

"Tapi, bagaimana dengan bapak?" tanya Raisa khawatir.

"Tidak usah khawatirkan bapak, bapak baik-baik saja" Suryo berkata sambil tersenyum.

Raisa akhirnya mengganti pakaiannya dengan memakai jeans hitam, Hoodie serta kacamata hitam ditambah tas selempang yang berwarna biru kesukaannya. Raisa Kabur lewat jendela setelah Suryo keluar dari kamar, Suryo langsung keluar ke arah jendela kamar Raisa.

Raisa yang melihat ayahnya langsung keluar di bantu oleh Suryo. bertepatan dengan Raisa pergi, Pak Slamet datang beserta anak buahnya. melihat Calon istrinya kabur, Pak Slamet menyuruh kedua anak buahnya mengejar Raisa. dengan sekuat tenaga Raisa pergi dari Rumah itu, anak buah pak Slamet terus mengejarnya sampai dia terjatuh membuat tasnya putus dan dia meninggalkannya karena takut tertangkap. Raisa lari kearah taman , kebetulan saat itu ada seseorang sedang duduk di Kursi memandangi danau, dia lantas menghampirinya meminta bantuan.

*flashback off*

"Jadi gitu ceritanya Rin" Ucap Raisa setelah menceritakan masalahnya pada Karin.

Karin yang mendengarnya merasa iba dengan nasib yang dialami sahabatnya Raisa.

"Ya sudah, kau tinggal saja di sini. Aku malah senang dengan adanya kau disini aku tidak merasa bosan lagi, selama kakiku sakit aku tidak bisa kemana-mana." Ucap Karin

"Iya sebelumnya terima kasih ya Rin. Memangnya kamu udah berapa hari sakit? aku tidak tahu kalau kamu sakit, soalnya aku izin sama Lusi beberapa hari ini aku sedang tidak enak badan. dan udah 3 hari pula aku gak masuk" tanya Raisa.

"pantesan aku gak liat kamu saat overship kerja, biasanya kamu suka nongol di dapur" tanya Karin.

"iya, makanya gak masuk, maaf juga gak ngasih tau soalnya hp ku di bajak si nenek sihir itu. jadi mau cerita gak kaki kamu kenapa?

Karin menceritakan awal mula kejadian dari awal sampai akhir. Raisa mendengarkan semua cerita Karin dengan seksama, Karin menceritakan dengan detail tanpa ada yang terlewat. Karin dan Raisa sudah berteman sejak masa sekolah, jadi mereka selalu bercerita satu sama lainnya tanpa ada yang di tutupi.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒐𝒍𝒐𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒕𝒐𝒍𝒐𝒏𝒈 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒚𝒈 𝒔𝒂𝒎𝒂 🤭🤭

2024-08-21

2

lihat semua
Episodes
1 episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5 - serangan jantung
6 Episode 6- bercerita
7 Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11 - Berkunjung
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17 - Misi Si Kembar
18 Episode 18 - ikut ke kantor
19 Episode 19
20 Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 - keinginan si kembar
25 Episode 25
26 Episode 26 - Terlalu cepat
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30 - luka si kembar
31 Episode 31 - Rahasia si kembar
32 Episode 32 - kepergok
33 Episode 33 - tersipu
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36 - Liburan
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39 - Mengungkapkan
40 Episode 40 - kabar ayah Raisa
41 Episode 41 - perkara roti sobek
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44 - Reza terluka
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 - hampir gila
49 Episode 49- salah paham
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52 - siapa wanita itu?
53 Episode 53
54 Episode 54 - banyak cowok ganteng
55 Episode 55 - maaf
56 Episode 56 - mana adiknya?
57 pengumuman
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64 - jadi pacar bohongan
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83 - si kembar hilang
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 124
126 Episode 125
127 Episode 126
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 133
135 Episode 134
136 Episode 135
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 141
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Episode 151
153 Episode 152
154 Episode 153
155 Episode 154
156 Episode 155
157 Episode 156
158 Episode 157
159 Episode 158
160 Episode 159
161 Episode 160
162 Episode 161
163 Episode 162
164 Episode 163
165 Episode 164
166 Episnode 165
167 Episode 166
168 Episode 167
169 Episode 168
170 Episode 169
171 Episode 170
172 Episode 171
173 Episode 172
174 Episode 173
175 Episode 174
176 Episode 175
177 Episode 176
178 Episode 177
179 Epispde 178
180 Episode 179
181 Episode 180
182 Episode 181
183 Episode 182
184 Episode 183
185 Episode 184
186 Episode 185
187 Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"
Episodes

Updated 187 Episodes

1
episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5 - serangan jantung
6
Episode 6- bercerita
7
Episode 7 - Apa kita punya Mommy?
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11 - Berkunjung
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17 - Misi Si Kembar
18
Episode 18 - ikut ke kantor
19
Episode 19
20
Episode 20 - Ulang tahun Si Kembar
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 - keinginan si kembar
25
Episode 25
26
Episode 26 - Terlalu cepat
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30 - luka si kembar
31
Episode 31 - Rahasia si kembar
32
Episode 32 - kepergok
33
Episode 33 - tersipu
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36 - Liburan
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39 - Mengungkapkan
40
Episode 40 - kabar ayah Raisa
41
Episode 41 - perkara roti sobek
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44 - Reza terluka
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 - hampir gila
49
Episode 49- salah paham
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52 - siapa wanita itu?
53
Episode 53
54
Episode 54 - banyak cowok ganteng
55
Episode 55 - maaf
56
Episode 56 - mana adiknya?
57
pengumuman
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64 - jadi pacar bohongan
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83 - si kembar hilang
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 124
126
Episode 125
127
Episode 126
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 133
135
Episode 134
136
Episode 135
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 141
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Episode 151
153
Episode 152
154
Episode 153
155
Episode 154
156
Episode 155
157
Episode 156
158
Episode 157
159
Episode 158
160
Episode 159
161
Episode 160
162
Episode 161
163
Episode 162
164
Episode 163
165
Episode 164
166
Episnode 165
167
Episode 166
168
Episode 167
169
Episode 168
170
Episode 169
171
Episode 170
172
Episode 171
173
Episode 172
174
Episode 173
175
Episode 174
176
Episode 175
177
Episode 176
178
Episode 177
179
Epispde 178
180
Episode 179
181
Episode 180
182
Episode 181
183
Episode 182
184
Episode 183
185
Episode 184
186
Episode 185
187
Novel Baru "Mengandung Benih si Culun"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!