Episode ini bakal panjang banget readers jadi jangan bosen ya hehe....Oh iya bagi yang ingin menanyakan mana romance nya tunggu sebentar ya...pemeran utama cowoknya masih belum muncul nanti ia akan muncul di episode selanjutnya...
Latihan berkuda dan awal akan dilaksanakan besok aku harus cukup istirahat untuk pergi belajar di akademi....
Aku hanya berpikir tentang pikiran mereka saat aku menerima tantangan dari pangeran Cestein.
Apa mereka akan mengira diriku aneh atau sok berani?hah..entahlah kita lihat saja esok yang terpenting aku harus siap..menerima banyak ocehan\-ocehan pedas yang mereka berikan.
Tok..tok aku yang termenung seketika teralihkan oleh bunyi pintu yang diketuk oleh seseorang entah siapa yang berada dibalik pintu tersebut.
Langkahan kakiku semakin mendekati pintu dan membukanya tampak tampang Meltende yang menatapku..
"Tuan putri anda menerima tantangan Pangeran Cestein Arublic begitu saja?bahkan perlombaan berkuda,apa tuan putri benar\-benar menerimanya?"
Sudah kuduga Meltende datang untuk menanyakan hal ini,mereka pasti menganggap tantangan yang diberikan pangeran Cestein tidak lah normal,tapi aku ingin membuktikan bahwa aku bisa berkuda dan tidak hanya seseorang pangeran
Saja yang bisa menunggangi kuda,
"Iya,saya tidak ragu sedikitpun..."
Meltende menghembuskan nafas nya pasrah , ekspresi nya seperti marah bercampur aduk kecewa..aku hanya berpikir apa ia mempermasalahkan kesehatanku
Baginya mungkin aku akan jatuh ketika perlombaan dan ia akan di salahkan oleh ayahku,apa benar seperti itu?
"Jangan khawatir,saya tak akan jatuh,saya usahakan itu dan jika sang raja mendengar ini,hal ini juga berdasarkan kemauan saya."
Meltende terkejut atas jawabanku ia tak menyangka aku bisa mengerti apa yang telah ia khawatirkan..
"Baguslah,jika anda mengerti."
Meltende bersuara kecil ,tapi nampak terdengar jelas dari telingaku,apa yang dikatakan bocah itu benar,Meltende sok baik padaku?jika seperti itu,maka aku juga tak akan segan memperlakukannya dengan semestinya.
Namun tiba\-tiba ekspresinya sangat cepat dirubah ia lalu tersenyum padaku seolah tak mengatakan hal yang tadi kudengar..aku jadi merasa heran ekspresi mana yang benar\-benar Meltende tunjukan padaku.
"Baiklah,saya ingin undur diri.."
Aku mengangguk kemudian membalikkan badan,jika aku sudah mengetahuinya,aku tak perlu terlalu menghormatinya jika ia pura pura hormat padaku.
Jika tidak diperlakukan seperti itu,ia akan semakin menjadi\-jadi,aku hanya ingin tahu perasaan sebenarnya dari Meltende,Apa ia memihakku atau tidak .
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Pagi hari telah tiba dan Jam berdenting kencang sepertinya itu suara dari jam akademi,tandanya akademi akan segera dibuka dan sekolah akan dimulai,aku kemudian menyiapkan semua kebutuhanku
Hingga siap untuk bersekolah,juga tak lupa membawa pakaian untuk berlatih kuda,aku yang sudah siap pergi bergegas keluar dari villa dan bertemu dengan kedua orang itu yang tugasnya menjagaku atas perintah ayah
Aku menatap mereka serius dan selama perjalanan tak ada satupun yang memulai pembicaraan,tapi Eunoar tampaknya mulai risih dengan ketenangan ini..
"Hey mengapa tidak bicara?"
Aku hanya diam tak membalas perkataannya,sepertinya ia semakin kesal karena tidak dihiraukan,lagipula aku tidak ingin mencari ribut saat sekolah pertama ku..
"Hey ..kau mendengarku?"
Kesal bocah menjengkelkan itu semakin menjadi\-jadi,aku kemudian berbalik badan dan menatap mereka dengan tatapan dingin
"Panggil saya dengan nama dan ingatlah anda adalah seorang anak perdana mentri dan saya adalah putrinya..saya tidak pernah memanggil anda dengan tidak sopan seperti itu apa perilaku anda menunjukan bahwa anda bangsawan?"
Apa ucapan ku ini membuat kamu puas bocah?sudah cukup main mainnya,aku tidak ingin lagi merasa di khianati..dan di ejek lagi..
Jika aku putri yang kejam,pasti saat aku bertemu dengan nya aku akan menyuruh ayah untuk menurunkan gelar bangsawannya itu dan memborgolnya dipenjara tapi sampai sekarang aku menahan amarahku karena dia bekerja di istanaku
Tapi tampaknya aku sudah terlalu sabar mereka akan mengganggap aku lemah dan tak berani melawan walau ia lebih tua tetapi ia seharusnya tahu dimana posisinya
Bocah itu tertegun atas perkataan ku barusan dan aku tahu Meltende sekarang juga terkejut namun dia menyembunyikannya,hal itu bisa menjadi masalah baginya jika ia mengkhianatiku
"Kalian tahu sedang berbicara dengan siapa?"
"Kepada seorang Putri kerajaan Artantia..yang memiliki posisi tertinggi.."
Ucap Meltende,tampaknya bocah itu juga akan melakukannya ia juga mulai menunduk dengan pasrah juga terpaksa,
Aku hanya tersenyum penuh kemenangan,walau hal ini terlihat aneh
Dan bisa membuatku tertawa tapi hal inilah yang harus dilakukan,agar mereka tidak memperlakukan aku dengan seenaknya..
Kami sudah sampai dikelas masing\-masing,aku berada dikelas Rose yang berarti kelas Mawar,kelas yang isinya orang kuat dan tangguh,entah semua bangsawan disini kuat atau tidak sama sekali
Yang terpenting namanya tidak menjijikan,
"Hormat kepada tuan putri Lyrtia Artantia Queenque dari kerajaan Artantia bagian barat.."
Ucap semua orang yang berada dikelas dan juga wali kelas bangsawan Earl Merline Vroselie,mereka hormat seperti itu karena akulah putri satu\\-satunya yang berada dikelas ini sedangkan kebanyakan dari mereka
Adalah Duke,Marquiss,Earl,dan viscount,aku membalas mereka dengan senyuman
"Terimakasih atas ucapan kalian semua saya putri Lyrtia meminta kerjasamanya.."
Merline menyuruh ku untuk duduk di singgasana yang sudah disediakan,aku merasa hal itu sangat berlebihan jadi aku meminta Merline untuk meyediakan kursi seperti murid lainnya
Merline sempat menolak,tapi karena ini permintaan dariku ia pun menyetujuinya,jadi aku pun duduk di kursi belakang dengan seorang bangsawan.
Dia adalah Viscount Decynie Bruelle
Aku pernah membaca datanya di peserta Revery Noble,ia adalah Viscount terpandang di bagian selatan dan sangat di cintai oleh keluarganya.
Ia tampak tersenyum ramah kepadaku dan membuka percakapan sebagai teman pertamanya ia berbicara formal namun aku menyuruhnya untuk berbicara informal sebagai teman sebaya..
Agar pertemanan kita bebas dengan tata cara bangsawan"Panggil aku Lyrtia dan tidak perlu berbicara formal anggap saja kita ini setara.."
"Eh..putri?ma..maksudku Lyrtia,apa boleh?"
Decynie atau Decy tampak bingung,ia sepertinya belum pernah bertemu dengan seseorang yang memintanya berbicara informal namun aku menganggap hal itu adalah hal yang wajar.
"Boleh...dan mulai sekarang apa kita boleh berteman?"
Ia mengangguk dan turut senang
Sementara itu kami memulai obrolan yang panjang dan tak lupa
memulai pelajaran pertama yaitu Learn Sikap..tentu saja tentang sikap ia kepada bangsawan diatasnya..
Hampir semua yang diajarkan telah ku pelajari saat di duniaku yang dulu,hanya sekedar mengisi waktu luang ku dengan rasa penasaranku tentang bangsawan juga pra sejarah mereka.
Hingga waktu istirahat tiba,sebelumnya rencana ku ingin keruang latihan untuk berlatin bersama pangeran James dan juga pangeran Jimes
Tetapi entah banyak sekali perempuan yang mengerumuniku dan tengah menatapku kagum satu persatu dari mereka kagum akan hal yang membuatku saja tak percaya
Jika mereka malah kagum padaku karena aku menerima dan berani akan tantangan Pangeran Cestein,aku mengira bahwa mereka menganggapku aneh tetapi ternyata bukan seperti itu..
Buktinya mereka malah mengajak ku berbicara dengan ramahnya dan berbicara layaknya sekawan teman perempuan..
"Oh iya...apa alasan putri menerima tantangan dari pangeran Cestein?"
Tanya Duke Velence Tierta juga perempuan lain yang ikut mendengar jawabanku
"Hmm...saya hanya ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa menunggangi kuda dan tak hanya diam saja,karena menunggangi kuda itu sangatlah menyenangkan.."
"Wah...putri suka menunggangi kuda,sebenarnya saya juga suka tetapi karena hal tersebut adalah hobi para pangeran,saya tidak bisa menjadikan hal itu hobi saya.."
Sahut Earl Resyie Fierence membuatku termangut dan mengerti perasaanya..
"Saya juga menyukai menunggangi kuda.."
Ucap Decy dan Vele bersamaan,aku sangat terkejut mendengar hobi mereka sama denganku ternyata bukan hanya aku yang menyukai hal tersebut
Sebenarnya banyak bangsawan putri yang ingin mencoba nya namun karena alasan tertentu mereka jadi tak pernah mencoba menunggangi kuda..
"Baiklah,jadi dukung saya dan kita akan merubah hobi itu menjadi hobi pangeran dan putri.."
Semuanya pada mengangguk setuju,sungguh pengalaman ku hari ini sangatlah seru tak seperti dugaan ku,mereka seperti teman yang tak pernah bisa ku buat di dunia yang lama...
Ehh!!!Pangeran James dan Pangeran Jimes!aku melupakan mereka,Sial!bagaimana ini aku terlalu asyik mengobrol hingga meninggalkan hal yang terpenting.
"Semuanya,saya undur pergi,ingin berlatih kuda untuk pertandingan nanti.."
"Baiklah,semoga sukses putri.."
Ucap mereka serempak,sementara aku bergegas untuk pergi ketempat latihan
"Hah!hah....sepertinya aku terlalu banyak berlari.."
Dan itu dia pangeran James dan pangeran Jimes,aku mendatangi kedua pangeran itu.....
"Pangeran James,pangeran Jimes maaf saya telat..."
Aku menangkap wajah kedua pangeran itu risau entah mengapa mereka menaruh tampang seperti itu..
"Putri sepertinya terjadi sedikit masalah.."
Ucap pangeran James masih dengan wajah risau nya itu..
Masalah??Tidak mungkin!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
senja
si Putri gak mau orang di Kerajaannya informal ke dia, tp sm diluar dr itu boleh? bahkan setara Viscount dibolehkan informal, jadi maksudnya gimana? utk mengambil hati kah?
2020-09-10
2
senja
mungkin si Melten kesal dg keluarga Kerajaan
2020-09-10
1