Taman atas?itu artinya para tempat kesatria berdekatan dengan ruang musik dan ruang dapur,aku akan mencoba mencari tempat tersebut.
Sebelum aku pergi,harus mengambil liontin milik Meltende yang ada di kamarku terlebih dahulu,
"Ini liontin Meltende,Aku akan bergegas ketempat para kesatria.."
Ting....
"Aduh!liontinnya..."
Tanpa sengaja aku menyenggol liontin itu dengan lenganku,melihat hal itu aku bergegas mengambilnya dan berharap liontin itu tidak rusak.
"Liontinnya bisa dibuka?aduh bagaimana ini apa isinya akan rusak.."
Saat membuka liontin itu terdapat foto seorang anak kecil dengan seorang wanita cantik,aku menyangka anak kexil itu adalah Meltende,dan apa wanita itu ibu nya.
Bukan kah berdasarkan cerita Blaire ibu Meltende meninggal akibat Peperangan antara pasukan Lordcifer,yaitu pasukan dari kerajaan yang dikenal Darkest Kingdom
Padahal ayah Meltende sudah melarangnya tapi karena hal ini adalah tugas,ibu Meltende terpaksa untuk ikut berperang,sungguh nasib yang malang.
Bahkan perempuan saja harus ikut berperang,ingin rasanya aku menggantikan ibu Meltende agar ia tak direnggut nyawanya oleh pasukan Lordcifer itu.
Selama aku menuju tempat para kesatria para pelayan langsung membungkuk maupun bangsawan lainnya,itulah cara seseorang menghormati,orang yang lebih tinggi derajatnya
Walaupun aku hanyalah seorang putri kecil,aku sudah terbiasa dengan hal ini tapi kehormatan itu membuatku merasa sangat berlebihan.
Bukankah kita sesama manusia,mengapa harus membungkuk kepada yang lebih kuat?sama saja kita merasa bahwa diri kita lebih rendah.
Aku sudah sampai di taman paling atas dan berada dititik tertinggi kerajaan dari atas aku melihat para kesatria yang sedang berlatih pedang,sudut pandang ku mengarah kepada
Pemilik liontin ini,mengarahkan ku untuk berjalan kebawah,para kesatria yang tadinya berlatih pedang terkejut melihatku
Mereka pasti bertanya\-tanya mengapa seorang putri Artantia datang kesini,pasti akan dijadikan buah bibir orang banyak
"TUAN PUTRI!!"ucap mereka serentak
Hormat semua kesatria,aku tahu hal ini akan terjadi dan sebab itu sekarang aku harus bersikap tenang,tidak terlalu terkejut atas perilaku mereka.
"Tuan putri Lyrtia,ada yang bisa dibantu?"
Meltende yang ada di hadapanku ini telah berumur Sembilan tahun dan ia semakin tinggi dan wajahnya bertambah tampan,sangat berbeda saat terakhir kali aku bertemu dia di pesta.
"Apa saya bisa meminta waktu anda sebentar?"
"Baiklah,tuan putri."
Para kesatria tertegun mendengar perkataan yang barusan aku katakan pada Meltende,sebenarnya aku hanya ingin mengembalikan liontin milik Meltende,mungkinkah mereka salah paham?
"Meltende saya ingin mengembalikan liontin milik anda,sudah lama saya lingin mengembalikannya,liontin ini terjatuh saat pesta ulang tahun saya,terimalah."
Aku kemudian mengulurkan liontin berwarna hijau zambrud tersebut kepada pemiliknya,Meltende terkejut sekaligus heran tetapi di satu sisi aku mengira bahwa eskpresi Meltende tidak menginginkan liontin itu.
Eskpresinya sangat sulit ditebak,apa aku hanya berprasangka saja?
"Terimakasih tuan putri,atas kebaikan anda saya sangat menghargai liontin ini.."
Ah...mungkin aku hanya berprasangka buruk tidak mungkin ia tak menginginkan liontin yang berisi kenangan ibunya dan Meltende
"Baiklah,saya akan pergi..."
"Sampai jumpa tuan putri.."hormat Meltende.
Prang!
Meltende kemudian memecahkan liontin hijau tersebut hingga pecah,ia tersenyum miris tiba\-tiba ekspresinya berubah,entah pergi kemana sifat malaikatnya itu sementara sang putri sudah pergi.
"Barang sampah!lebih baik aku membakarnya.."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
senja
wah sisi lain dari si Melte
2020-09-10
6
AAH♥️
Hallo!! AINUN mampir thor bawa like. Jangan lupa feedbacknya yah.
Mari saling mensupport 😉
2020-07-26
0
Lunnetta
lah kenapa dipecahin?
2020-06-21
15