"Sampai jumpa ayah,ibu Lyrtia akan selalu rindu kalian..."
"Ibu dan ayah juga akan merindukanmu.."
Kereta kuda yang ku tunggangi sudah melesat jauh sedangkan aku sedang duduk diantara kedua lelaki ini Meltende dan Eunoar
"Hah...."
Aku menghela nafas panjang sambil memandang luar kaca kereta kuda,aku jadi rindu mobil yang melaju lebih cepat dibandingkan kereta kuda ini yang mungkin akan sampai lebih dari tiga jam
Jika memakai mobil bahkan hanya beberapa menit saja
"Tuan putri?ada apa anda menghela nafas?"
Meltende bertanya\-tanya dengan helaan nafas ku ini
"Ti..tidak apa\-apa jangan dipikirkan.."
Revery Noble sebuah Akademi bangsawan yang dibangun oleh Kaisar Neltpathen ke II,bahkan semua dari peringkat tertinggi kerajaan pangerannya bersekolah di Akademi itu
Terkecuali Pangeran Cifer Darktes berdasarkan yang ku lihat di Papan peserta murid Revery Noble tak ada nama pangeran Cifer dari kerajaan Darktes tersebut.
Apa mungkin ia mempunyai guru privat tersendiri heh..\(anak sultan gitu loh\)Tak tuk tak.....bunyi hentakan kaki kuda itu membuatku risih dan suara roda yang berputar
Bukankah dunia fantasi ini ada sihirnya mengapa mereka tidak memakai sihir untuk membuat kereta kuda ini terbang?
"Hey...apa kau tak bisa tidak memasang raut wajah seperti itu?"
Hey!dengan siapa kau bicara,sungguh tidak sopan,lebih baik aku menutup kedua telingaku.
"Hey..kau tak men....ummpp.."
"Jangan berkata hal lain lagi ..."
Meltende menutup mulut Eunoar dengan rapat agar tak mengeluarkan satu kalimat lagi..
"Jangan sok baik Mel bukan kah kau..jug...umpp mempaskhanmm.."
"Bukan kah?apa?"
Tanyaku penasaran..
"Jangan didengarkan tuan putri,telinga anda bisa memanas.."
Dari tadi telingaku sudah panas tahu!banyak kata kata pedas yang keluar dari mulut bocah brengsek yang ada di Samping mu Meltende.
Sok baik?apakah Meltende sok baik padaku,aku seharusnya waspada saja berurusan dengan kedua anak\-anak ini..padahal aku lebih tua dari mereka,mengapa sekarang aku malah lebih muda dari mereka..
Sungguh menyebalkan...
Lebih baik aku menguji Meltende.
"Meltende saya ingin bertanya,dimana anda menyimpan liontin hijau zambrud itu?"
Ia tampaknya heran karena aku memperhatikan nya sedari tadi dilihat bahwa liontin itu tidak dipakainya
"Saya sepertinya meninggalkannya di istana,maaf tuan putri saya lupa untuk membawa liontin itu.."
Apa benar ia lupa membawanya?atau hal itu hanya alasan saja?
"Ah..tidak apa\-apa jika boleh saya ingin melihatnya jika kembali ke istana..saya ingin membuatnya indah seperti baru bukankah benda itu juga perhiasan takutnya akan berkarat..liontin itu sangat penting untuk anda bukan?"
Meltende tak berkutik sejenak tapi ia tetap menyetujuinya walaupun aku merasa yakin eskpresi Meltende mengatakan ia tidak setuju..
Mungkin aku hanya berlebihan terhadapnya,lagipula untuk apa aku percaya pada omongan dari bocah sialan itu,yang selalu berkata kasar padaku..
Krit...
Suara hentakan kaki kuda pun kunjung berhenti dan pak kusir mengatakan bahwa kami sudah sampai di akademi Revery Noble
Aku pun juga Meltende dan Eunoar keluar dari kereta kuda itu..dari luar saja akademi ini seperti terdiri dari tiga istana dan banyak murid yang merupakan golongan bangsawan mengobrol ria bersama sekawannya
Saat sampai aku sudah disambut oleh harumnya bunga dari taman Revery Noble dan air pancur yang berkilau dengan manekin lumba lumbanya yang berada ditengah akademi..
Serta rerumputan yang rapi juga indah dipandang\(coba liat rumput aja enak dipandang\)akademi bangsawan yang sangat megah dan mendapat peringkat pertama dari akademi bangsawan lainnya..
Mulai sekarang kehidupan baruku akan lebih menyenangkan dan seru!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
Gz'baker
bocah Matilde itu mungkin hanya sok baik kali ya!
2021-04-11
1