Sebelum aku menutup mata,ada seseorang yang menghampiriku namun wajahnya tampak kabur membuat wajahnya tak terlihat jelas
Ia yang menggendongku dan melihat ku pingsan di taman itu,hanya tersisa ingatan dengan rambut berwarna kuning terang dan mata berwarna hijau zambrud
Warna matanya sangat mirip dengan ku walau rambut yang ku miliki berwarna kuning sedikit coklat,hanya itulah yang bisa ku ingat.
Mataku perlahan lahan mulai terbuka dan yang pertama kali ku lihat adalah lampu gantung yang sangat terang tengah berada di atasku
Bukankah tadi aku pingsan?siapa yang membawaku ketempat ini,dan sepertinya aku sekarang berada di kamarku.
"Lyrtiaa...syukurlah kamu sudah sadar,putriku ibu sangat khawatir.."
Ibu memelukku dengan erat aku hanya bisa diam di pelukannya wajar saja ia khawatir dengan anaknya yang tiba\\-tiba pingsan tanpa tahu sebabnya
"Acuu...tidak apa apa bu.."
Tanganku meraih wajah ibu dan mengusap air mata yang berada di pelipis nya tak tega melihat ibu yang merupakan sang ratu kemudian menangis hanya untuk mengkhawatirkan
ku.
"Bagaimana kamu bisa pingsan Lyrtia?"
Aku harus memberikan alasan seperti apa pada ibu,apakah akan menyangkutkan liontin Meltende, sebaiknya jangan disangkut pautkan oleh masalah hal tersebut.
Aku takut Meltende akan tersinggung mendengar hal ini
"Mungkin aku kebanyakan belajal beljalan bu..."
"Jangan di porsir terlalu banyak energi anakku.."
Aku menganggukkan kepala,menuruti apa yang dikatakan ibuku,sebaiknya aku memberi liontin ini nanti pada Meltende,dan tak memaksa energi kecil dalam tubuhku.
"Bu,bagaimana denan pestana?"
"Untuk sekarang khawatirkan dulu kondisi tubuhmu Lyrtia..ibu yang akan mengurusnya juga para pelayan..."
"Baik..bu.."
Ibu lalu keluar dari kamarku,dan kembali keruang pesta selama itu aku dirawat oleh para pelayan,sementara dalam pikiranku masih bertanya tanya siapa yang telah membawaku kesini
Dan yang menggendongku juga membantuku,aku sangat ingin bertanya pada ibu,tapi itu akan membuatku semakin malu jika mengetahui orangnya
Karena seorang putri yang pingsan sehabis perjalanan yang panjang
Selama pesta dilaksanakan,aku hanya menekam di kamar seharian karena larangan ibu padaku untuk tidak banyak bergerak dan diam saja..
Semenjak itu aku menjadi trauma berjalan tanpa istirahat,bagaimana aku ingin meneruskan bela diri ku saat menjadi Zey Yhang,aku sangat pintar dengan kungfu
Dengan tubuhku yang lemah aku tak mungkin bisa melakukan kungfu tersebut..
Walaupun aku bukan keluarga marquiss ataupun kesatria,aku sangat suka belajar bela diri,untuk menghajar semua pengkhianat,preman dan orang jahat lainnya.
Itulah aku Zey Yhang...di dunia yang lalu aku harus belajar caranya menjaga diri sendiri agar tidak tersakiti,namun rasanya saat melihat lelaki yang kucintai bersama orang lain,membuatku sangat sakit lebih sakit dari luka hajar sekalipun.
Sekarang saat menjadi Lyrtia walaupun dia seorang putri,aku tidak boleh lengah terhadap lelaki manapun
Walau ganteng kek,jelek kek,pesek,mancung,pendek,tinggi!bodo amat lah yang namanya laki laki itu pasti ada yang bermuka dua dan tukang selingkuh huh!
Tapi saat aku melihat kali pertama lelaki yang menggendongku,pelukannya
Yang hangat terasa berbeda,ingin rasanya aku terus berada di pelukan itu
Eh!tak boleh!baru saja aku lengah,intinya laki\-laki yang brengsek itu semuanya sampah,sampah harus diperlakukan dengan sampah bukan?
....
Dua tahun telah berlalu,kini aku bisa berjalan bebas kesana kemari tak perlu dibantu oleh dinding\-dinding istana,melihat bunga bemekaran ditaman
Sehabis melakukan pembelajaran jamuan teh untuk bangsawan,dan sangat jelas bahwa akulah yang paling termuda diantara lainnya,saat pertama kali berada di perjamuan itu
Aku sangat terkejut saat mereka menatap dengan membulatkan kedua mata mereka....dan sekejap berubah menjadi eskpresi seorang Fedhopill
Mengatakan bahwa aku sangat lucu,cantik dan gemesin,astaga aku tau kalau diriku itu gemesin,ya tidak perlu lebay juga..
Selama dua tahun ini aku belum mengembalikan liontin Meltende,aku penasaran dimana tempat kesatria berada,aku ingin mengantarnya sendiri.
Meltende pasti sudah mencari lama liontin itu,aku sungguh merasa bersalah karna terus menunda untuk mengembalikannya hingga dua tahun
Apa aku memberinya gelar Kesatria Merah?sebagai permintaan maaf...gelar kesatria pemberani di seluruh penjuru bagian Barat,tidak mungkin
Itu sangat berlebihan dan aku masih belum bisa memberi gelar itu,hanya ayah atau ibuku yang bisa ibu pun harus dengan seizin ayah.
"Tuan putri...anda ada perlu apa kemari??eh...itu..tuan putri jika ingin belajar sihir harus berumur sembilan tahun.."
Inilah ketua penyihir kerajaan Artantia,Kenith jeyden ia selalu saja salah paham terhadapku,aku tahu sekarang sedang berada di ruangan sihir,tapi bukan berarti aku ingin belajar sihir kan?
"Maaf,tuan penyihir tapi saya hanya ingin bertanya lokasi para kesatria berada.."
"Ohh....Eh!"
Mengapa dia sangat terkejut,apa aku menanyakan sesuatu yang salah?
"Tuan putri,untuk apa anda kesana,Ratu dan Raja pasti tak akan mengijinkan tuan putri belajar berpedang.."
Orang ini!minta dihajar,apa ia suka salah dalam membaca mantra,hal ini saja terlalu berlebihan..apakah menjawab pertanyaan itu sangat sulit
"Tidak!aku tak ingin berlajar berpedang,aku ingin menanyakan saja dimana lokasinya.."
"Lokasi para kesatria berada di taman Atas,saya berharap tuan putri jangan kesana karena banyak kekerasan disana..seperti..."
Dia sangat tahu bahwa aku akan kesana,kekerasan..hahaha sungguh kata kata yang sangat umum dan formal sebut saja itu saling berlawanan dengan kata berkelahi...
"Tidak,aku tak akan kesana,aku cuman ingin bertanya.."tapi boong.
"Fyuhh..baiklah tuan putri.."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments