kini Fanya pun bingung harus mencari alasan apa lagi. ia sudah kehabisan akal untuk menolak pergi bersama Alfa .
Alfa pun tersenyum bahagia tatkala fanya kini sudah kehabisan kata-kata ia pun tak bisa mencari alasan lagi.
''Jadi gimana Fan, yuk kita jalan sekarang kamu mau naik mobil atau motor?'' tanya nya.
''Terserah deh'' Fanya pun menjawab nya dengan pasrah dan membuang nafas nya .
Fanya pun pergi berlalu meninggalkan Alfa yang sedang duduk santai di kursi.
Di lihatnya sedari tadi ia tak berhenti tersenyum bahagia Alfa pun yang melihat Fanya beranjak dari kursi langsung bertanya ''Kamu mau kemana fan?''
''ke kamar ganti baju dulu'' jawab nya dengan wajah kesel. ia pun berjalan ke arah tangga dan memasuki kamar nya yang berada di lantai dua.
Dikamar fanya kini sedang memilih baju, yang akan ia pakai pergi jalan.
"Harus pakai baju yang mana? udah lah pakai yang ada aja, emang pergi nya harus rapih gitu" gumam nya dalam hati .
setelah selesai berganti baju fanya pun keluar dari kamar nya dan segera turun ke bawah .
Di lihatnya sudah tidak ada siapa-siapa di ruang tamu nya.
"kemana sih ka Alfa?" gerutu nya, ia pun mencari ke arah luar. ''tapi motor nya masih ada" gerutu nya .
Tiba-tiba Alfa pun datang dari dalam rumah ''Pasti nyari gue, takut gue pulang ia'' tanya dengan menggoda Fanya .
''Dih pede banget sih'' ucap Fanya.
''Bukan pede tapi kan emang Lo dari tadi nyari gue kan. Engga usah gengsi deh tinggal jawab jujur aja susah amat '' jawab nya tersenyum.
"Apaan sih ka! ga nanya juga" Fanya dengan melengos pergi ke arah motor .
Alfa pun hanya menggeleng kan kepalanya tatkala melihatnya Fanya seperti itu.
"Sabar Al perjuangkeun Lo masih belum seberapa buat dekatin Fanya. Menurut bi Lilis juga gue harus sabar Al" Gumam nya dalam hati mencoba menghibur diri nya sendiri.
Alfa pun menarik nafas nya dalam-dalam dan membuang nya.
''kenapa ka nafas nya kaya gitu? lagi kesel sama aku kan, jujur aja!'' tanya nya dengan menyelidik.
''Engga kenapa-kenapa,'' dengan muka datarnya Alfa pun berjalan dan menaiki motor trail nya lagi .
''Udah yuk, buruan naik motor. Nanti keburu panas dan tadi katanya takut kepanasan'' Ucap nya dengan lembut dan meledeknya.
''Apaan sih ka!'' dengan muka cemberut nya ia menaiki motor nya.
Alfa pun melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi. seperti biasa ia akan meminta nya untuk pegangan, kali ini Fanya menurut dan tidak seperti kemarin malam akan marah-marah.
Sepanjang jalan mereka hanya diam tak mengobrol sama sekali. Kali ini Alfa mengajak nya entah akan kemana, sudah satu jam lebih melewati jalanan yang padat akan penduduk nya tapi Alfa belum menepikan nya sama sekali.
Di lihatnya samar-samar jalanan kota nya, seperti nya ia mengenal jalanan kota yang saat ini di lewati.
Ini jalan yang selalu ia lewati saat akan pergi liburan ke rumah neneknya "berarti ia ada di kota B dong." Gumam nya dalam hati.
kini Fanya pun mulai membuka suara nya dan mencoba menanyakan nya.
"Kak... kita akan pergi kemana sih? ko arah nya ke jalan kota B sih," tanya Fanya dengan mengkerut kan alis nya .
"Lo tau jalanan ini ia Fan? tenang aja gue ga bakalan nyulik Lo" dengan tertawa ia pun menyahuti apa yang Fanya tanyakan.
"Ini aku mau di bawa kemana sih ka sebenarnya? awas aja ia ka kalau macem-macem" Ancam fanya.
"Yang jelas tempat nya indah dan nyaman dan Lo harus percaya sama aku. Gue ga akan berbuat aneh sama Lo Fan, bentar lagi kita juga sampai ko! sabar ia Fan jangan curiga terus sama gue,'' dengan tersenyum Alfa menjawab nya .
Fanya pun hanya diam dan tak menjawab nya tak lama motor pun berhenti.
"Fan turun dulu ia, gue mau parkir dulu ini motor dan Lo tunggu dulu di sini! jangan kemana-mana" ucap nya .
Fanya pun mengangguk kan kepala nya. ''Helem nya buka dulu sini, gue bukain ia?'' ucap Alfa yang membuka helem full face yang Fanya pakai.
Fanya pun membiarkan Alfa membantu membuka helem nya ''makasih'' ucap Fanya, Alfa pun tersenyum mendengar nya dan pergi memarkir motor.
Fanya pun masih diam mematung, hawa dingin yang semakin menjalar membuat tubuhnya kedinginan. Fanya pun menggosokkan kedua tangan nya yang mulai menggigil kedinginan, ternyata Alfa mengajak nya ke puncak kota B .
''Dingin ia'' tanya Alfa. Dengan memberikan jaket yang sengaja ia bawa "pakai dulu jaket nya.''
Fanya pun menerima jaket yang di berikan oleh Alfa, tanpa menolak karena ia pun sadar kali ini dia ga akan kuat dingin seperti ini.
"Ting."
Suara pesan masuk, Fanya pun membuka nya ternyata dari Tiara dari tadi baru bales pesan nya.
"sorry fan baru kebuka pesan nya tadi gue lagi nemenin mamah belanja hehehe
Btw gue semalam beli sepatu samaan buat kita berempat sepatu lo gue bawa besok ke sekolah"
Tak lama Fanya pun langsung membalas isi pesan dari Tiara
Ia Ara ga apa-apa,aku kira kamu marah sama aku gara-gara aku tinggal pulang semalam .
oke besok aku coba ia di sekolah "
Fanya pun membalas dan menyimpan kembali hp nya .
Alfa pun menatap Fanya dengan menyelidik penuh curiga "siapa" tanya nya .
"Tiara" jawab nya Dengan jujur "ohh" jawab nya dengan bernafas lega.
"kenapa ka?" tanya Fanya.
"Enggak kenapa-kenapa. Udah yuk? kita naik tangga buruan" ajak nya, Fanya pun mengangguk kan kepala nya.
Setelah beberapa menit jalan menaiki tangga, mereka berdua pun telah sampai di puncak gunung B.
Fanya pun yang melihatnya begitu takjub melihat hamparan kebun teh begitu hijau dan udaranya yang masih sejuk.
"ka Al sering kesini ia?" tanya Fanya dengan melihat semua pemandangan begitu takjub dan indah.
"kenapa kamu suka Fan?" Alfa kini yang melihat Fanya tanpa berkedip, "Cantik ia."
''Ia ka, aku suka liat nya.''
Seketika Fanya pun lupa dengan rasa kesal nya terhadap Alfa.
Alfa pun tersenyum, padahal yang Alfa puji bukan lah hamparan kebun teh tetapi melihat senyum Fanya yang begitu manis .
Fanya pun yang biasa nya marah-marah dan ketus jika di tanya kini ia begitu ramah setelah Alfa mengajak nya ke puncak gunung B.
"Ka boleh ga minta tolong di fotoin sayang ini pemandangan kalau di lewati tanpa berfoto" ucap Fanya yang tersenyum.
Alfa pun mengangguk kan kepala nya menandakan ia setuju.
"Ia udah sini mana handphone nya" Alfa pun mengambil handphone Fanya. "Nih ka," ucap Fanya yang memberikan handphone nya kepada Alfa.
Setelah beberapa kali berfoto Fanya pun menyudahi nya.
Kini tanpa sadar Fanya pun mengajak Alfa berfoto berdua ''kak ayo kita foto berdua, tapi handphone nya punya Kaka dulu punya aku mau abis Batrei nya.''
Alfa pun yang sedari tadi hanya memotret Fanya, sangat terkejut saat Fanya mengajak nya di foto berdua.
''Apa dia lupa kalau dia lagi jalan sama gue? biasa nya juga akan marah-marah gue tanya aja.'' gumam nya dalam hat.
Bersambung ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments