Sudah hal biasa jika pagi-pagi terdengar suara teriakan Davin, akan terdengar saat akan berangkat sekolah. Mereka akan berangkat bareng setiap harinya.
Tetapi tidak seperti kemarin pagi, kali ini mereka sudah siap-siap untuk pergi sekolah. Dengan sengaja mereka, berangkat lebih awal dari biasa nya .
Mereka kali ini tidak mau berangkat kesiangan lagi, dan memanjat tembok pagar sekolah yang tinggi untuk ke dua kali nya.
Mungkin kemarin pagi mereka masih beruntung. Tidak ketahuaan Guru dan OSIS, yang biasa berkeliling mencari para siswa dan Siswi yang tidak ikut upacara atau yang kesiangan jadi masih aman tidak di hukum.
''Bibi aku berangkat sekolah dulu iya?''
Pamit Fanya pada pengasuh nya Bi Lilis ''Iya non hati-hati di jalan nya.''
'' Iya Bi,'' jawab nya.
Fanya dari kecil memang di asuh oleh pengasuh nya yaitu Bi Lilis .
Sudah hal biasa jika iya selalu di tinggalkan oleh Mommy nya kerja .
Fanya dan Davin pun berangkat menaiki motor nya, seperti biasa mereka berangkat akan berboncengan.
Dengan kecepatan tinggi melajukan motornya, mereka pun akhirnya sudah sampai di sekolahnya.
Kemudian berjalan menuju tempat parkir.
Kini di tempat parkir mereka pun sudah di tunggu oleh Gavi, Farhan dan Rio mereka dengan sengaja menunggu hanya untuk barengan masuk kelas nya .
''Belum masuk kelas kalian?'' tanya Davin.
''Sengaja nunggu Lo Vin?'' Jawab Farhan.
''Iya udah kita masuk ke dalam kelas.''
Saat mereka berjalan menuju arah kelas, terdengar suara teriakan-teriakan para siswi saat akan melewati koridor sekolah. Tatkala cowok paling populer di sekolah mereka pun lewat tak lain ialah Kaka kelas mereka.
Mereka adalah cowok idolanya para kaum hawa, di SMA Bintang. Tak lain ialah, Alfa Zean Levi si paling ganteng, populer dan selalu menjadi pusat perhatian para cewek-cewek di sekolah nya.
Bukan Prestasi bukan pula materi yang selalu di tunjukan sikap oleh Alfa
.
Melainkan sifat nya Dingin, terkadang kasar, suka keluar masuk sekolah atau bolos sekolah, tawuran antar sekolah dan masih banyak kasus-kasus sekolah nya yang lebih parah dari yang kalian bayangkan.
Tetapi di luar dugaan, para cewek-cewek di sekolah nya masih tetap menyukai nya.
Padahal paras ganteng yang di milikinya berbanding terbalik dengan sikap dan kelakuaan nya .
Makanya iya di juluki si preman sekolah nya SMA Bintang paling ganteng.
Berbanding terbalik dengan teman yang satu ini, si Ketua Osis SMA Bintang. Dia lebih baik dalam sikap, perilaku dan prestasi yang selalu iya tonjolkan.
Sikap ramah dan kesayangan nya para guru paket lengkap pokonya.
Dia adalah Delta Ardantara berbanding terbalik bukan. Tetapi, mereka masih bisa berteman dengan baik. Tanpa ada perbedaan walaupun sikap perilaku mereka jauh berbeda.
Dan tak jauh pula juga dengan kedua teman nya ialah Aji Sean arselandra dan Juno Arbiansyah .
Aji sikap nya yang labil, dan selalu ceplas-ceplos.
Yang satu nya Lagi, Juno tak jauh berbeda dengan sikap nya dengan Alfa. Mereka hampir sama, tidak jauh beda suka tawuran tetapi Juno bisa di bilang yang paling dewasa di antara ke tiga temannya.
Meskipun berbeda sikap dan perilakunya, yang terkadang berbuat onar di sekolah. Mereka adalah termasuk teman yang punya rasa solidaritas tinggi dan selalu kompak dalam pertemanan.
Masih terdengar jelas suara teriakan para siswi-siswi di sekolah nya. hingga pas ke empat cowok masuk, barulah mereka bubar dan berhenti berteriak dan berkerumun ketika ke empat cowok itu memasuki kelas nya .
......................
Di depan tempat parkir, mereka masih enggan masuk ke kelas nya. Mereka menunggu bubar nya para cewek-cewek yang tadi berkerumun di depan koridor sekolah.
Mereka malah terlihat asyik mengobrol tanpa peduli suara teriakan tersebut.
Fanya yang dari tadi hanya diam dan menyimak obrolan ke empat tersebut pun melangkah pergi akan masuk kelas .
''Kemana Fan?" tanya Gavi.
"Mau masuk kelas lah, kan udah pada bubar.''
"Kirain mau ikutan teriak-teriak di koridor sekolah, ngeliatin cowok-cowok ganteng.''
''Dih ngapain, mending liat dia''
Menunjukan Gambar Foto Mas Chanyeol nya.
Dengan melangkah pergi, meninggalkan ke empat cowok itu yang sedang asik mengobrol.
Kali ini Fanya berjalan memasuki kelas nya, dengan menggunakan hedset nya sambil mendengarkan musik. Dia sama sekali tidak peduli dengan kakel dan ketos yang kata nya ganteng.
Baginya Mas Chanyeol adalah suami online yang tidak pernah menyakiti nya .
Kelas pun masih terasa sepi, sebagian anak-anak kelas nya mungkin masih ada yang di luar atau ke kantin. Untuk pergi sarapan, hanya ada beberapa orang di kelas .
Di tengah asik mendengarkan musik, Fanya di kaget kan. Tiba-tiba saja, ada yang memegang pundak nya iya lagsung terkejut.
Dia pun langsung meminta maaf, kepada Fanya karena telah membuat nya kaget.
''Kamu kaget iya? Maaf iya... membuat kamu terkejut.''
'' Iya engga kenapa-kenapa ko'' jawab Fanya sambil tersenyum.
''Kenapa?'' tanya Fanya .
''Aku hanya ingin berteman sama kamu, kamu dari kemarin sendirian, kamu beda kelas iya sama pacar kamu?'' tanya nya.
''Ih dia bukan pacar aku. Dia sahabat aku dari kecil Davin nama nya'' jawab Fanya.
''aku kira dia pacar kamu,'' jawab nya .
''Oh iya, kita juga belum berkenalan kan? kenalin nama aku Ivana Lavinka, biasa di panggil di panggil Ivana.''
''Zefanya Aurum, panggil ajah Fanya''
Mereka pun akhirnya mengobrol tentang segala hal. Sepertinya mereka cocok untuk menjadi teman, terlihat dari cara mereka mengobrol begitu asik.
Bel pun berbunyi anak-anak pun mulai berdatangan memasuki kelas nya. Dan menuggu jam pelajaran di mulai.
Sambil menunggu guru yang masuk fanya memanfaatkan waktu nya membuka buku pelajaran nya .
Tetapi setelah jam delapan, guru nya pun belum ada yang masuk, ternyata masih mengadakan Rafat. Akhirnya anak-anak di kelas pun pada keluar, hanya ada beberapa orang saja.
Fanya dan Ivana pun melanjutkan obrolan yang tadi terhenti. Tak lama Tiara dan Danisa menyapa Fanya, Padahal Fanya sendiri tidak mengenal nya. Akhirnya mereka pun berkenalan, ikut bergabung bersama Fanya dan Ivana.
''Hay Fanya?'' sapa Tiara dan Danisa dengan tersenyum ramah.
''Ia Hay juga, kenapa?'' tanya Fanya yang membalas senyum kembali.
''Kita satu sekolah Lo Fan, dulu waktu SMP cuman beda kelas saja'' Sahut Tiara
''Aku gak tau maaf. kalau kita pernah satu sekolah'' jawab Fanya .
''Iya, engga apa-apa ko. Pantas aja, kamu gak tau kita! kita gak sepopuler kamu di sekolah dulu'' jawab Tiara.
''Maaf iya. Aku beneran gak tau, kalian dari sekolah yang sama sama aku'' jawab Fanya .
''Kita bisa kan berteman sama kamu Fanya? '' tanya Tiara dan Danisa .
'' Iya bisa ko...''
''Tiara Arabella namaku dan ini Danisa temen aku juga.''
''Iya,'' Fanya pun tersenyum mengangguk.
''Dia temen kamu?'' tanya Danisa pada Ivana.
'' Iya, dia Ivana teman aku, kenapa kalian mau kenalan?
''Iya.... Hay, Ivana?
Ivana pun tersenyum menanggapi sapaan Tiara.
''Senang deh, bisa berkenalan sama kalian. Dan Enggak nyangka, juga bisa sekelas sama kamu Zefanya. Ternyata dari Deket lebih cantik'' puji Tiara.
''Kamu berlebihan Tiara, padahal kamu juga lebih cantik Tiara.'' jawab Fanya.
ke empat wanita itu pun mengobrol segala hal, di mulai dari tentang cowok-cowok di sekolah nya dan banyak hal lain yang mereka obrolkan.
''Kita liat yang lagi latihan basket, yuk? di lapangan. Bosen nih, diam di kelas Mulu dari tadi'' ajak Danisa .
''Iya bener nih, di sana kita bisa nyegerin mata Lo! ngeliat yang ganteng'' sahut Tiara.
''Mending kita ke kantin. beli bakso kan enak tuh? kenyang di perut, kita juga butuh tenaga buat nyegerin mata'' jawab Ivana .
''Nanti aja, iya ke kantin nya. kita nonton dulu Van.''
''Gimana Fan?'' tanya Tiara.
''Aku ngikut aja, mau ke kantin dulu atau nonton latihan basket juga engga apa-apa. tapi kaya nya enakan diam di kelas deh kaya nya, '' jawab Fanya.
''ayo lah Ivana Fanya'' rengek Tiara.
''Iya udah deh, yuk nonton dulu basket'' jawab Ivana.
Mereka pun berjalan menuju lapangan basket, di lapangan pun sudah mulai di penuhi para kaum hawa. Bisa di hitung jika laki-laki yang menonton basket hanya sedikit.
Suara teriakan para cewek-cewek di lapangan terdengar begitu histeris, ada yang bergerak sekedar menyemangati ada pula cuman caper agar dapat perhatian dari para pemain.
''Dih lebay amat tuh teriak-teriak nya gak sampai gitu juga kali'' gerutu ivana.
''Bener tuh pasti cewek-cewek pada caper'' sahut Danisa.
''Aku ke kelas ajah deh, bengek kaya nya lama-lama dengerin teriakan mereka'' gerutu Fanya.
''Tunggu dulu Fan? bentar lagi juga selesai. jangan dulu masuk kelas iya Fan, kita istirahat ke kantin nya barengan.'' jawab Tiara lagi.
''Sama gue juga lama-lama ikutan bengek'' timpal Ivana.
''Please..... Kalian tunggu lagi iya? Tiara memohon.
Fanya dan Ivana pun akhirnya akan menunggu, sampai acara nya selesai dan berpindah tempat duduk ke belakang.
Sambil menunggu mereka memilih mengobrol, dan makan makanan yang sengaja Fanya bawa tadi dari kelas sebelum pergi menonton.
Sangking asik nya mengobrol, mereka tidak sadar bahwa mereka lebih heboh dari yang nonton.
padahal yang mereka obrolkan tak lain hanya Mas Chanyeol dan Mas kai. Maklum lah, mereka kata nya Exo-L garis keras jadi tambah satu frekuensi mereka kalau mengobrol tentang idola nya mereka.
Bersambung....
Maaf iya jika cerita nya gak nyambung,ini novel pertama aku.
Silahkan komentar yang membangun iya teman-teman ..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Fanya CS masih klas 1 SMA ya??
2023-08-09
0
Qaisaa Nazarudin
RAPAT thor, BUKAN Rafat 😅
2023-08-09
0
Edelweis
ku kirimkan bunga untuk karya Mu
2023-01-21
0