Entah Belum siap atau belum bisa menerima seseorang di kehidupan nya.
Saat ini dirinya hanya ingin, suara bel berbunyi atau seseorang untuk menghentikan tingkah Gavi saat ini.
Berbanding terbalik dengan Gavi, saat ini dirinya ingin menghentikan waktu.
Agar ia bisa lebih lama menatap Fanya lebih lama lagi.
Fanya pun terpaksa memilih bangun dari tidur nya dan duduk santai seperti tadi.
''Kamu mau ngapain? datang ke kelas. Emang, temen-temen kamu pada kemana?'' Fanya pun bertanya dengan rasa gugup.
''Mereka lagi maen game. Aku inget kamu, jadi masuk aja ke kelas kamu'' jawab Gavi dengan enteng nya.
''Dih... Apaan sih Gav! Gombalan nya receh banget.''
''Beneran serius, kamu mau ngapain?'' tanya Fanya.
''Emang harus ada perlu? kalau mau ketemu kamu?'' Jawab Gavi.
''Enggak juga sih, Gav?'' jawab Fanya bingung.
Kemudian Fanya dengan pelan, menggeser posisi nya. Lalu dengan pelan pergi ke luar, dengan cepat Fanya pun berjalan dan terburu-buru.
Tetapi Gavi masih kekeh menyuruh nya untuk menuggu nya, Fanya pun dengan pasrah menuruti ke inginan Gavi.
''Kenapa lagi Gavi? aku malu, tuh di liatin temen-temen kelas aku?'' Fanya pun bertanya lagi dengan muka pasrah.
''Lo mau gak jadi pacar gue?'' Gavi pun mengungkapkan perasaan nya ke Fanya.
"Enggak kita ini teman Gav jangan bercanda deh Gav.'' jawab Fanya dan ia langsung melangkah pergi keluar dengan terburu-buru.
Tak lama Gavi pun segera menyusulnya keluar dan berlari kecil.
''Fanya gue serius! Lo mau gak jadi pacar gue?'' teriak nya lagi.
''Pokoknya kita tuh temenan!'' Fanya pun menjawab nya dengan berteriak.
Gavi pun terus mengikuti Fanya, ia tak puas dengan jawaban yang Fanya berikan.
Dengan terburu-buru menyusul dan mengikuti Fanya, yang pergi tiba-tiba saja.
Gavi melihat Fanya sepertinya menabrak seseorang, di lihat nya ia pun segera berlari ke arah Fanya.
Fanya pun yang sadar telah menabrak seseorang, dengan segera meminta maaf tanpa menengok siapa yang dia lihat.
''Fanya'' Gavi pun berteriak lagi.
Fanya pun menengok ke belakang. Dengan cepat ia pun pergi lagi, kali ini dirinya pergi ke arah toilet untuk menghindari nya.
Gavi pun berhenti, ketika Aji teman Kaka nya menghentikan tindakan nya yang terus mengejar-ngejar Fanya.
''Woii cil.... ngapain Lo! ngejar-ngejar tuh cewek?'' tanya aji.
''Dih, awas ka! mengahalangi jalan. Gue lagi ngejar tuh cewek,'' celetuk Gavi.
''Alah! palingan Lo, lagi nembak tuh cewek. Pasti Lo, di tolak'' Aji pun tertawa meledek nya.
''Rese Lo ka! bukan nya bantuin gue malah ngeledek gue.''
''Minggir ka! Gue mau lewat, mau nyusul lagi Zefanya.''
ketika ia akan melangkah, tak sengaja Gavi pun menginjak kaki nya.
Aji pun langsung berteriak ''Dasar anj* Lo! kaki gue di injak'' maki nya.
''Sorry ka gue ga sengaja!'' Gavi pun berlari mencari keberadaan Fanya. Meninggal kan Aji yang merintih kesakitan.
Delta dan Juno pun hanya mentertawakan melihat aji yang ke injak kaki nya oleh Gavi.
''Kalau bukan adek nya si Al, Gue udah banting, tuh anak anj* sakit banget nih kaki.''
''Sorry Ji adik gue emang kaya gitu! rese'' sambil menertawakan tingkah aji saat ini.
Alfa pun menyadari jika Gavi adik nya pun sangat menyukai Fanya sama dengan diri nya.
Bukan hanya Alfa yang menyadari, tetapi teman-temannya pun tau jika Gavi juga menyukai wanita itu.
Di sekolah Alfa dan Gavi memang seperti orang tidak kenal dan tidak saling menyapa. Tetapi di rumah nya, ia seperti adik kakak yang lumrah seperti orang-orang biasa.
''Pasti! bakalan ada pertarungan sengit antara adik dan kakak nih.'' celetuk Juno tertawa mengigat Alfa dan Gavi menyukai gadis yang sama.
''Dan parah nya, si Gavi lebih gercep nih... agresif dalam urusan percintaan nya salut gue'' ucap Juno lagi.
''Gimana Al? masih mau mantau, nanti kalah saing! masih mau diem terus.'' ucap sang ketos yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tingkah ke tiga sahabat nya.
''Diem lu beg*! Lo aja, belum selesai sama tuh cewek. Gagal terus, setiap mau kenalan sama dia.''
Bagaikan busur panah yang melesat dengan cepat Alfa membungkam nya dengan sekali ucapan nya.
Alfa pun meninggalkan ke tiga teman nya setelah membungkam dengan ucapannya.
Dengan segera mereka pun berjalan dengan cepat menyusul Alfa, yang sudah jalan jauh menuju rooftop sekolah nya.
......................
Di kamar mandi, Fanya sedang duduk istirahat setelah cape berlari. Untuk menghindari Gavi yang terus menerus mengejarnya.
Davin
Vin bawa tuh temen Lo si Gavi .
Rese banget ia nembak aku ,terus aku tolak dia malah teriak-teriak dan ngejar gue di kelas .
Davin
Seriusan lo dimana fan?
Fanya
ia
Di toilet abis nya dia ngikutin Mulu dari tadi
Davin
Gercep banget tuh anak wkwkwk
Davin
Ia buruan tuh bawa temen kamu? pengap dari tadi diem di kamar mandi
......................
Gavi akhirnya kembali masuk kelas lagi, ia tak tau pergi nya kemana tanya Fanya.
Di kelas pun Davin Farhan Rio sudah menunggu nya dari tadi.
''Dari mana aja lo Gav,dari tadi Lo di tungguin'' Rio pun bertanya.
''Au ah... pusing gue!'' jawabnya, ia pun duduk dan meminum air yang ia beli tadi di kantin.
''Kaya abis di tolak cewek aja lu?'' tanya Farhan dengan polos nya.
''Tau lah, bener-bener pusing gue! ''
''Sabar, Gav. Gue bilang jangan terburu-buru" ucap Davin menenangkan.
''Lo! beneran Gav, abis di tolak?'' Rio kembali bertanya.
"Emang nembak cewek mana Lo? bisa-bisanya muka ganteng Lo di tolak cewek" tanya Farhan.
Gavi pun mengangguk kan kepala sebagai jawaban bahwa ia benar-benar telah di tolak.
kemudian Gavi akhirnya bercerita, siapa yang telah menolak nya. Dan menceritakan semua nya dari awal sampai akhir, lalu memberi tahu siapa yang telah menolak nya.
Davin Rio dan Farhan pun hanya mentertawakan kelakuan temannya itu benar-benar konyol.
''Terus Lo benci sekarang sama si Fanya?'' Rio pun mempertanyakan perasaan nya ke Fanya gimana sekarang .
''Enggak lah justru gue malah nambah semangat buat deketin dia lagi,'' dengan tersenyum ia pun menjawabnya.
''Semangat Gav'' ucap Davin.
''Gue heran sama Lo! Gav. Nembak cewek ko, kaya mau nangkap copet di jalan. Pantesan aja si Fanya lari, ketakutan. Cara nembak nya aja kaya gitu, enggak romantis amat Lo!" ucap Farhan.
''Terus gue sekarang harus gimana? Fanya pasti bakalan menghindari gue saat ini'' tanya nya ke teman-temannya.
......................
Di sisi lain Fanya sedang memikirkan kejadian yang baru terjadi. Setelah ia menolak ungkapan perasaan Gavi, dirinya merasa bersalah.
Setelah lama berdiam diri di kamar mandi, akhirnya memutuskan untuk kembali ke kelas nya, dengan rasa was-was.
ia masih belum siap ketemu Gavi saat ini, makanya ia memilih mengendap-endap saat akan masuk kelas.
......................
Saat kembali ke kelas nya Ivana tak melihat kedua sahabat nya ada di kelas.
Mereka entah pergi kemana saat ini, Ivana pun mencoba untuk menghubungi kedua temannya itu.
Ivana
fan Lo dimana? gue udah kembali dari ruang OSIS nih .
Ternyata Fanya sudah berada di depan pintu kelas nya.
"Aku abis lari muterin nih sekolah!" dengan memasang muka cemberut nya dan berjalan menuju tempat duduk nya.
"Ngapain lari-lari muterin sekolah, enggak ada kerjaan banget Lo Fan." Tiara menertawakan Fanya yang di kira nya ia sedang bercanda.
"Serius ih Tiara, aku abis lari-larian dan berakhir ngumpet di toilet dari tadi.''
''Emang kenapa Lo Fan? kaya anak SD aja, terus si Danisa kemana?'' tanya Ivana sekarang.
''Engga tau tuh anak, aku lagi tiduran di tinggal aja di kelas sendirian.''
''Kebiasaan tuh anak pasti ke kantin! bukan Lo aja yang di tinggal kaya gitu, sama Danisa! gue juga sering dulu. kalau ga sayang sama tuh anak gue pecat tuh jadi teman'' Fanya pun tertawa yang tadi nya lagi kesal.
''Lo kenapa Fan? dari tadi kayak lagi yang kesel, dan nafas Lo ngos-ngosan. abis di kejar penculik iya...'' Ivana pun mulai menanyakan nya.
''Iya... hati aku mau di culik sama si Gavi!'' jawab nya.
''Maksudnya, gimana Fan? gue ga ngerti nih. sama yang Lo omongin sekarang?'' tanya Tiara lagi.
Fanya pun menceritakan dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewat sedikit pun.
Yang tadi nya lagi kesel pun ikut tertawa saat menyadari betapa tingkah konyol Gavi.
Dengan berlari terbirit-birit Danisa pun masuk kelas nya. Dan langsung menanyakan gosip yang baru saja ia dengar.
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, dia meminta jawaban yang benar dari teman nya dan memastikan kebenaran nya.
Dengan kekeuh nya Fanya pun menjawab nya, bahwa ia benar-benar tak jadiaan dengan Gavi.
''Benar-benar tuh gosip cepat beredar nya, siapa sih yang nyebarin?'' celetuk Tiara.
''siapa lagi Fan ia manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab!'' jawab Ivana sambil tertawa.
Tak terasa bel sekolah pun berbunyi menadakan waktu nya pulang.
Siswa dan siswi pun mulai berhamburan keluar dari kelas nya masing-masing. Tetapi Fanya masih duduk di kelas nya, menunggu semua murid untuk pulang.
Davin yang biasa nya bareng pulang dia suruh pulang duluan, dengan beralasan mau pergi ke toko buku dulu.
Davin pun akhirnya pamit pulang duluan dan meninggalkan nya bersama ke empat temannya.
Di kelas pun sekarang hanya menyisakan ke empat gadis itu. Mereka sengaja menemani Fanya, menunggu semua murid untuk pulang lebih dulu. Dirinya sengaja menghindari gosip yang tadi siang beredar .
setelah benar-benar sepi dan tak ada satu pun murid. mereka pun keluar dari kelas nya dan berjalan menuju tempat parkir.
Di lihatnya tempat parkir, menyisakan dua mobil dan 3 motor di tempat parkir. kemudian keempat gadis segera menaiki mobil Tiara.
Tetapi tiba-tiba Mobil Tiara pun tidak mau jalan, Tiara pun turun dan segera melihat ban mobil yang ternyata ban mobil nya bocor.
''Kenapa Ra? '' tanya Fanya.
''Ban mobil gue bocor Fan,'' jawab Tiara.
''Terus gimana dong, mobil Lo? '' tanya Ivana sembari turun dari mobil.
''Mobil gampang nanti biar supir di rumah yang bawa kesini. Yang gue pikirin sekarang, gimana kita pulang coba. Enggak ada siapa-siapa kan disini? sopir di rumah gue lagi nganterin nyokap ke salon.''
''Pesan Gr**** aja'' Fanya menjawab dan segera turun dari mobil Tiara.
''Ia udah tapi Lo yang pesan. Gue gak tau cara pesen nya, Fan?'' ucap Tiara.
''Baterai hp aku mati ara nih liat kalau ga percaya.'' Fanya pun menunjukkan hp nya.
"Pake punya kamu aja Ivana? aku ga punya aplikasi nya. Gue juga biasa nya bawa mobil sendiri, tapi tadi gue di anterin sama mamah'' Gerutu ivana.
''Jangan tanya aku juga. Aku juga sama, di handphone yang ini ga ada aplikasi nya! yang ada aplikasi nya di rumah gak di bawa.'' tanpa di minta Danisa sudah menjawab duluan.
''Ia udah deh kita naik taksi aja, dan ga jadi nonton nya'' ucap Ivana yang sedikit kecewa karena ga jadi pergi nonton .
Mereka berempat pun keluar dari tempat parkir, berjalan ke depan gerbang yang masih belum di tutup .
Fanya Ivana Tiara dan Danisa pun memilih menunggu di tempat bus berhenti.
Sambil menunggu taksi lewat, mereka memilih mengobrol lagi dan mereka berencana jadi nonton nya pas malam Minggu.
Taksi pun sudah mereka cegat, dengan segera Tiara memilih duluan dan tak lama di susul juga oleh Danisa menyisakan mereka berdua.
''Fan Batrei hp gue juga udah mau habis nih, mana belum juga ada taksi yang lewat gue jadi takut nih?'' ucap ivana .
''Sama aku juga. Jadi takut nih, kaya nya mau hujan'' Fanya pun menjawab ucapan ivana.
''Gimana kalau ada penculik? terus nyulik kita berdua disini'' Celetuk ivana yang mulai ketakutan.
''Mana ada penculik nyulik orang di tempat umum Ivana.'' Fanya pun menjawab nya dengan pertanyaan sedikit menenangkan temannya itu padahal hati nya pun ketakutan .
Tiba-tiba suara motor pun berhenti di depan mereka berdua.
Fanya pun mencoba untuk melihat siapa yang berhenti dan ternyata yang berhenti adalah Alfa Delta Aji dan Juno .
Bersambung ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Adeknya Alfa si Gavi? OMG OMG kok Rivalnya adek kakak sih Thor?? Wah lebih gercep adeknya dr kakaknya nembak si Fanya 😂😂
2023-08-09
0
Qaisaa Nazarudin
Temen kakaknya Gavi? Siapa kakaknya Gavi?
2023-08-09
0